Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.
Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.
"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-
Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ariel lagi
Arif ikut bingung. Dia mengerahkan banyak orang untuk mencari keberadaan Fiona.
“Bagaimana? Sudah ketemu?”
“Belum, Pak.”
“Ck, kerahkan semua orang. Sekarang!” teriaknya pada Jaka.
“Siap, Pak. Laksanakan.”
Jaka segera memutar badan dan langsung berlari melaksanakan perintah atasannya. Ia mengerahkan semua jaringan hingga sampai tengah malam, Arif belum mendapatkan kabar.
Arif frustrasi. Kesempatan untuk meraih untuk besar dari proyek tambang, berhenti di tengah jalan. Masa pensiun yang seharusnya dinikmati dengan ongkang – ongkang kaki, sepertinya tidak jadi. Arfi masih harus berpikir dengan keras dan cerdas agar rekeningnya tak terbatas dan dia menikmati masa tua di vila kembar bersama Rara.
Mengingat Rara, ia pun bangkit lagi dan memanggil Jaka.
“Jakaaaa!”
“Ya, Pak.”
“Antarkan saya.”
“Ke vila kembar?”
“Ya.” Arif mengangguk.
Jaka sudah hafal kebiasaan majikannya. Setiap kali pusing dan marah – marah, maka dia pasti meminta ke tempat itu untuk bertemu istri tercinta yang dia sembunyikan berpuluh – puluh tahun.
Sesampainya di sana, Arif mendorong paksa pintunya hingga Rara terperanjat. Rara yang semula berbaring di ranjangnya, langsung bangkit. Dia menatap Arif yang menghampiri dan mencium keningnya.
Arif duduk di samping Rara dengan lesu.
“Kamu tahu, hari ini putrimu membuat onar.”
Rara menatap intens pria ini. Pria yang dulu pernah dia cintai, tapi kini tidak lagi. Rara hanya menjalani kewajiban demi Fiona.
“Semua rencanaku gagal karena Fiona. Kamu tahu …” Arif membalas tatapan itu.
Akan tetapi, berbeda dengan Arif, Rara menatapnya takut.
“Putrimu tidak hadir di pernikahannya,” sambung Arif.
Dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Rara. Perempuan itu takut. Rara memundurkan tubuhnya agar wajahnya menjauh. Tapi, Arif justru menariknya dan mencengkeram dagunya.
“Putrimu pembangkang. Sama seperti kamu. Dia benar – benar mirip denganmu. Kamu tahu, apa yang membuatku menyayanginya dan memintanya untuk tinggal bersamaku? Karena Fio memiliki wajah yang persis denganmu. Paling tidak, rinduku padamu bisa tersalurkan dengan melihat wajahnya.”
Tiba – tiba, Rara menarik kemeja Arif dan berkata, “Fio di mana? Sekarang, dia di mana?”
“Anak buahku sedang mencari.”
“Dia tidak ingin dijodohkan, Mas. Makanya, dia kabur. Harusnya kamu …”
“Itu investasi kita, Sayang. Demi kamu juga dan aku. Uang itu untuk membiayai hari tua kita nanti. Kamu faham kan?”
Rara diam. Dia tidak memikirkan harta. Tidak juga memikirkan hari tua. Yang Rara pikirkan hanya Fiona.
***
Di sana, usai menghadiri pernikahan Manggala yang tidak jadi, Gio tidak langsung kembali ke mansionnya. Dia memilih melipir ke beberapa dana yang sudah ia alokasikan menjadi toko parfum, jam tangan branded, perhiasan, dan restoran. Usaha Gio tersebar di seluruh negeri ini dengan nama yang cukup terkenal di bidangnya.
Dan, hari ini dia harus mendatangi toko perhiasan yang baru saja di buka di salah satu mall terbesar di pinggir kota. Kebetulan, acara ini juga dihadiri artis sexy yang dikontrak manajemen untuk promosi agar meningkatkan pembeli.
“Selamat siang, Sir.”
“Ya. Semuanya sudah beres?”
“Sudah, Sir. Kami menunggu kedatangan anda.”
“Kalau begitu, mulai lah.”
Karyawan Gio yang dia percayakan untuk menjadi manajer itu mengangguk dan segera berlari untuk berkoordinasi.
“Mister Gio, selamat siang.”
Tiba – tiba, Gio dihampiri oleh seorang wanita sexy. Wanita itu …
“Perkenalkan, saya Ariel Tatum. Saya brand ambasador produk anda.”
Gio mengerti dan mengangguk. Tanpa senyum, dia mempersilahkan duduk.
“Silahkan!”
Wanita itu diam. Pasalnya, saat ini Ariel ingin berjabat tangan. Melihat Gio dingin, ia ingin tidak jadi duduk di samping Gio. Namun, panitia malah memintanya untuk duduk. Sebenarnya, ini yang dia mau. Dia memang ingin lebih dekat dengan pemilik yang sudah mengontraknya dengan bayaran fantastis.
Pandangan Gio lurus ke depan, ke sebuah panggung yang sedang menampilkan banyak kesenian. Bukan hanya perusahaan jewelery milik Gio saja yang baru buka, tapi beberapa vendor lain mengingat pusat perbelanjaan ini pun baru diresmikan.
Gio mengambil ponselnya di dalam kantong. Pesan yang dia kirim untuk sang istri, belum di jawab juga hingga kini. Kesal dengan Fio, Gio pun memerintahkan asistennya.
“Jordan, foto aku dan kirimkan ke istriku.”
Ceklek
Jordan memoto Gio yang duduk di samping artis sexy ini. Meski, tidak ada ekspresi dan interaksi tapi posisi duduk mereka cukup dekat.
Kirim
Dahi Fio mengernyit. Notifikasi datang dari Jordan. Mengingat, mereka jarang sekali berkomunikasi. Fio membuka pesan itu dan …
“Br3ngs3k!”
“Mafia ganjen!”
“Mafia mesvm!”
Umpatan itu terlontar berulang kali dan terpantau oleh cctv, karena saat ini Fio duduk persis menghadap benda itu.
Kepala Fio mendongak. Insting mantan intel masih melekat. Sejak datang di mansion ini, ia sengaja berkeliling dan melihat situasi.
Fio sengaja mendekat dan mendongak untuk mengarahkan wajahnya pada kamera kecil di sudut dinding itu. Lalu, Fio mengangkat jari tengahnya ke atas.
Di kursi yang masih dia duduki, Gio menatap ponsel serta earphone yang terpasang di kedua telinganya, kemudian tertawa.
untung fio ga jdi tuh....eh jgn2 tuh bunda ny fio lagi...
ayah anak sama bejatnya...
Alhamdulillah up...
kan secara dia udah lama gak ketemu mama nya
ih tanggung trs sih k? fio ktm sm ibunya
ketemu sama bunda nih ..
lnjut kk...aq ampe.ngebut baca saking ketnglan bnyak😁