Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu. Bagaimana Char dicintai secara ugal-ugalan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

Untuk memastikan kehamilannya. Alexander membawa istrinya ke rumah sakit miliknya sendiri. Di sana semua orang heboh melihat kedatangan penguasa kota Seradam. Para staf dan manager rumah sakit berebut perhatian.

"Tuan, selamat datang di ....."

"Enyah kau!" usir Alexander pada kepala rumah sakit yang hendak berbasa-basi.

Char hanya mengikuti suaminya, ia tak banyak bicara karena jemarinya teratur erat di jemari Alexander, suaminya.

Sementara Raph berjalan di belakangnya dengan wajah datar. Sesekali ia melirik lorong lain yang beberapa hari lalu ia kunjungi.

Mereka pergi ke dokter spesialis kandungan. Seorang dokter senior perempuan menangani. Char.

Setelah melakukan pemeriksaan urine. Char berbaring di ranjang untuk mengetahui berapa usia janin. Sebuah alat menekan perutnya, Alexander mendengkus gusar.

"Jangan kuat-kuat tekannya! Kau menyakiti istri dan anakku!" sengitnya protektif.

Sang Dokter bernama Laura hanya tersenyum, ia tidak merasa terganggu dengan sikap Alexander.

"Anda bisa lihat ini. Ini adalah kantung kehamilan," ujarnya menunjuk layar di sisinya.

Alexander menatap kantung itu dengan mata lebar.

"Di sana bayinya nanti?" tanyanya.

""Benar. Pada usia kehamilan yang masih sangat dini, kantung kehamilan memang menjadi salah satu struktur yang dapat kita lihat terlebih dahulu."

Alexander mengangguk tanda mengerti, kemudian Laura menggeser transducer perlahan. Tak lama ia mengerutkan keningnya.

Di layar nampak kantung-kantung terlihat jelas. Laura menghitungnya.

"Satu, dua, tiga, empat ... lima?"

"Apa ... Apa yang lima?" tanya Alexander penasaran.

Laura kembali memastikan pemeriksaannya. Meyakinkan kembali dengan tangkapan layar

Beberapa saat kemudian, dokter senior itu menarik napas.

"Tuan dan Nyonya Romanov..."

"Ya, Dok?"

"Sejauh pemeriksaan awal ini, saya melihat lima kantung kehamilan."

Char menatap layar dengan mata membesar.

"Lima?"

"Ya."

Alexander seperti kehilangan kemampuan berbicara.

"Lima anak?"

"Potensinya ke arah sana," jawab Laura. "Namun karena usia kehamilannya masih sangat dini, kita perlu pemeriksaan lanjutan untuk memastikan perkembangan masing-masing kehamilan dan jumlah embrio yang berkembang."

Mata kelabu Alexander membelalak sempurna, membeku di tempat saat menatap lima bulatan kecil yang terpampang nyata di layar ultrasonografi. Keheningan mencengkeram ruangan pemeriksaan—bahkan napas sang penguasa Kota Seradam itu seolah terhenti seketika.

"L-Lima...?" ulang Alexander dengan suara serak yang sangat langka kehilangan wibawa dinginnya. Ia menoleh perlahan ke arah Charoen, menatap istrinya yang juga sama terperangahnya di atas ranjang periksa.

"Jika kelima kehamilan tersebut terus berkembang dengan baik, ya."

"Dokter Laura... Anda tidak sedang bercanda, kan?" bisik Charoen gagu, tangannya refleks meremas jemari besar Alexander yang mendadak dingin.

Dokter Laura tertawa kecil, kembali mengusapkan gel hangat dan menggeser transducer pelan-pelan untuk memverifikasi ulang penglihatannya.

"Lima bayi sekaligus?!" sahut Alexander, suaranya naik satu oktav. Wajah tegasnya yang biasanya sangar mendadak dipenuhi campuran rasa syok, bahagia luar biasa, dan kepanikan tak terkendali.

"Apakah itu aman untuk istriku?! Katakan! Apakah tubuhnya sanggup membawa lima bayi sekaligus?!"

"Kehamilan lima janin termasuk kehamilan dengan risiko tinggi dan membutuhkan pengawasan yang jauh lebih ketat dibandingkan kehamilan tunggal. Kita belum bisa menjamin semuanya akan berjalan tanpa masalah," jawab Laura serius.

Alexander langsung menegang.

"Tapi kondisi Char bagaimana?"

"Untuk saat ini, kondisi umum Nyonya Romanov baik. Justru karena kehamilannya masih sangat dini, kita harus melakukan pemantauan secara berkala."

Alexander langsung berlutut di samping ranjang periksa, mengabaikan prestige-nya sebagai penguasa tertinggi yang ditakuti seluruh kota. Ia menangkup kedua pipi Charoen, mengecup dahinya bertubi-tubi dengan derai air mata haru yang menetes di pipinya.

"Tapi tunggu dulu!" potong Alexander.

"Ya?"

"Aku baru menikahinya seminggu lalu. Kenapa bisa kehamilannya empat minggu?" tanya Alexander heran.

"Ya, wanita sangat bisa hamil setelah satu minggu menikah jika berhubungan bertepatan dengan masa subur (ovulasi)," jelas Laura cepat.

"Maksudnya, aku melakukannya saat istriku tengah subur?" tanya Alexander lagi.

"Benar Tuan!" jawab Laura.

"Secara medis, usia kehamilan tidak dihitung dari tanggal pernikahan atau tanggal berhubungan, melainkan dari Hari Pertama Haid Terakhir. Jika seorang wanita baru menikah satu minggu lalu, usia kehamilannya saat diperiksa oleh dokter umumnya sudah 4 hingga 5 minggu!" jelas Laura lagi.

"Ah ... seperti itu," kekeh Alexander merasa malu sendiri.

"Tidak masalah Tuan. Saya maklumi, para suami tentu kaget jika mendengar usia kehamilan lebih tua dibandingkan usia pernikahan," sahut Laura maklum.

"Berapa kali harus diperiksa?" tanya Alexander lagi.

"Untuk kehamilan lima janin atau quintuplets, kita tidak bisa menggunakan jadwal pemeriksaan biasa yang sebulan sekali," jelas Dokter Laura seraya merapikan dokumen medis di mejanya. "Pada trimester pertama ini, Nyonya Charoen harus melakukan kontrol setidaknya dua minggu sekali. Kita perlu memantau perkembangan setiap kantung kehamilan, memastikan embrio tumbuh sesuai usianya, serta mengawasi kondisi fisik dan hormon ibunya secara ketat."

"Dua minggu terlalu lama," potong Alexander tanpa ragu, suaranya kembali memancarkan ketegasan yang tak bantah. "Buat jadwal seminggu sekali. Semua dokter spesialis terbaik di rumah sakit ini harus siap siaga dua puluh empat jam. Jika Char mengeluh mual atau lelah sedikit saja, tim medis harus langsung tiba di Kastil Romanov dalam hitungan menit."

Dokter Laura terkekeh pelan melihat protektivitas ekstrem dari sang penguasa Seradam. "Baik, Tuan Romanov. Kami akan menyiapkan tim khusus obstetri dan ginekologi terbaik untuk mendampingi Nyonya Charoen selama masa kehamilan ini."

"Dan ingat," lanjut Alexander, mata kelabunya menajam tajam menatap Laura. "Kesehatan dan keselamatan istriku adalah prioritas nomor satu. Jika ada tanda-tanda bahaya sekecil apa pun, kau harus memberitahuku terlebih dahulu."

Charoen menyentuh lengan Alexander, mencoba menenangkan suaminya yang mendadak berubah sangat siaga. "Alex, tenanglah... Dokter Laura tahu apa yang terbaik. Jangan membuat semua orang di rumah sakit ini tegang."

"Aku tidak bisa tenang jika menyangkut keselamatanmu dan lima anak kita, Dear," bisik Alexander lembut, mengusap punggung tangan Charoen sebelum beralih membantu istrinya turun dari ranjang periksa dengan sangat hati-hati—seolah Charoen adalah porselen paling rapuh di dunia.

Sementara itu, di lorong luar ruang pemeriksaan, Livia yang menyaksikan perhatian berlebihan Alexander pada Charoen mengepalkan tangannya rapat-rapt. Senyum dingin terukir tipis di wajah cantiknya.

"Pemeriksaan rutin seminggu sekali... Itu artinya aku punya banyak kesempatan untuk 'membantu' merawat kehamilanmu, Charoen," batin Livia penuh prasangka.

Langkah protektif Alexander semakin tak terkendali usai mengetahui kehamilan risiko tinggi ini.

Livia pergi ke kantor humas. Ia mendaftarkan dirinya untuk merawat istri Alexander.

Dengan berbekal kerabat jauh, Livia masuk dalam tim penanganan.

"Bagaimana cara mendekati Alex?" tanyanya bergumam dalam hati.

"Pasti dia sering di rumah kan?" terkanya mengkhayalkan hal-hal romantis.

"Alex ... Dulu aku tak melirikmu karena kau terlalu menakutkan. Tetapi, saat ini. Aku bisa melihat sisi lain darimu," lanjutnya lagi masih berkhayal.

"Aku yakinkan jika aku bisa mendapatkanmu, Alex!" tekadnya membara dalam hati.

Bersambung.

Hadeh ... Ada ulet bulu nih.

Next?

1
S.R ciplux
gak punya malu.
Deyuni12
idikh
pengen nabok rasanya biar otak si Grace sedikit berfungsi
Anita Barus
Grace terlalu kepo ya cenderung tak tau diri .dasar si sirik dengki .turunan nya Mak lampir ini
vania larasati
lanjut kak
Lou AK
grace itu mulutnya perlu dibungkam Elexander shg diam dan bahkan tdk bisa apa-apa. mulutnya kok busuk n otaknya
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
hahahaha
char lucu
Anita Barus
😍😍😍char lupa kalau dia sedang nge Gembol 5 bayi dlm perut nya 🤣🤣🤣payah .
Anita Barus
torrer memang bodoh mengabaikan putri nya sendiri malah LBH condong PD keponakan busuk nya si grace.tolol dan tamak itu
Deyuni12
lanjuuuut
makin seru n penasaran
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
Alex cemburuuuu
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
demi sang jabang bayi alexander.sang penguasa terpaksa mengalah 😄😄😄
Deyuni12
huaaaaa
Anita Barus
akhirnya char mengarakan bahwa ia hamil PD ke dua org tua nya .
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
Grace sepupuyg iri dengki dan tak tau diri di ciduk Alexander baru di buang ke laut baru tau rasa Lo
S.R ciplux
bawa sekalian ke RSJ aja
S.R ciplux
suka gak bosan. bikin penasaran dengan kelanjutan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!