Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Duda / Tamat
Popularitas:126.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Menikah karena dijodohkan Yila (26) tidak bisa menolak terlebih dia memang tidak pandai bergaul dan jomblo selama enam tahun.
Sebetulnya Yila sudah naksir dengan tetangganya yang sudah menduda selama 10 tahun. Namun duda itu tidak pernah tahu kalau Yila ada hati. Dan duda itu sikapnya selalu dingin jika bertemu Yila.

Tidak diduga ternyata Yila dijodohkan dengan tetangganya itu. Hati Yila senang, tapi seklaigus miris , sebab sang duda selalu bersikap dingin padanya. Namun, disebalik sikap dinginnya ternyata dia sangat perhatian dan peduli.

Apakah kisah ini akan dibumbui pertengkaran? Yuk simak kisah harunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Mungkinkah Obat Perangsang?

Yara menggiring Yila ke meja makan yang masih kosong. Sambil berjalan, tidak henti Yara bertegur sapa dengan teman-temannya yang kebetulan berpapasan. Bagaimana tidak, hampir semua tamu merupakan rekan sekantor Yara.

Saat menemukan meja yang kosong, Yara dan Yila meletakkan duluan cawan yang berisi es campur di atas meja dengan kompak. Mereka menduduki meja yang bersebelahan dengan pasangan Randi dan Rani serta yang lainnya. Semuanya rekan-rekan sekantor Yara yang masih penasaran dengan dengan pasangan Yara. Kadang mereka masih kepo dan menggoda Yara dengan ledekan pengantin baru yang masih hot. Di ujung meja sebelah kiri, ada seseorang yang kadang tersenyum sinis, kadang juga tersenyum bahagia. Dia Nita bersama teman-temannya.

"Ayo dong pengantin baru suap-suapan biar tambah romantis," goda Rani direcoki yang lainnya, sehingga suasana sebelum makan menjadi gaduh.

"Ok, ok. Sekarang kita mulai makan, jangan godain dulu pengantin baru. Biarkan mereka makan dulu, kita juga lapar harus makan," sela Randi yang sepertinya memang sudah lapar.

Yara tertawa sebelum menyudahi perang godaan dari rekan-rekannya, dia tidak tersinggung, sebab kebiasaan menggoda dan mengusili salah satu teman yang baru menikah sering terjadi diantara teman-temannya, dan mereka tidak tersinggung lagi.

"Makanlah," ujar Yara kepada Yila. Yila pun mulai makan tanpa ada acara suap-suapan seperti yang diinginkan rekan-rekan Yara.

Yara sudah menyudahi makannya, sementara Yila masih ada sisa. Sebagai minuman penutup, Yara meraih salah satu cawan yang berisi es campur, lalu diminumnya. Alangkah segarnya saat es campur itu masuk ke dalam kerongkongannya. Kemudian Yara meraih saku celananya dan merogoh rokok.

"Makanlah yang habis, aku gabung dulu bersama teman-teman lainnya di sana, merokok dulu," ujarnya memberi tahu. Semua pergerakan Yara tidak luput dari pengawasan Nita di meja ujung sana. Dia mulai memperlihatkan senyuman yang gembira, entah apa yang dia rasakan.

Yila mengangguk mengijinkan Yara pergi merokok, lalu segera menghabiskan makanan yang masih tersisa di piringnya. Setelah makanannya habis, Yila sudah tidak sabar ingin menikmati es campur berbagai buah itu. Kerongkongannya sudah keluar masuk saliva yang dia telan.

Yila meraih es campur yang masih banyak miliknya, sementara punya Yara sudah setengahnya habis. Yila menikmati es campur dengan rasa bahagia. Ini es campur yang benar-benar spesial, beda dengan yang sering dia temui di jalan-jalan yang buahnya sedikit dan dicampur dengan agar-agar.

"*Wahhh, segar banget dan enak. Ini kali pertama aku menikmati es campur spesial dan paling enak*," bisiknya dalam hati memuji es campur yang sudah masuk ke dalam perutnya.

Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja Yila merasakan tubuhnya seperti panas. Rasa panas yang sukar dijelaskan. Sebuah rasa yang bergairah muncul dalam dirinya seperti mendorong dirinya untuk segera melepaskan baju.

"*Ya, ampun, ini kenapa*?' tanyanya dalam hati. Yila menahan duduknya supaya tidak terlihat gelisah dan goyah. Namun rasa di dalam dadanya seakan mendorong dia ingin segera melakukan permainan bersama lawan jenisnya. Yila mencari Yara yang masih merokok di sana. Yila ingin menghubungi Yara, tapi Hpnya susah diambil di dalam tasnya.

Beruntung, tidak lama kemudian Rani mendatangi meja Yila dan menyapa Yila.

"Mbak Yila ....

"Tolong panggilkan suami saya, saya merasakan badan saya panas," ucap Yila tanpa malu-malu untuk minta tolong. Rani merasa heran, tapi akhirnya dia mengikuti permintaan Yila dan segera mencari Yara yang memang sedang merokok dengan Randi suaminya.

"Pak Yara, istrinya memanggil, sepertinya dia mendadak sakit. Cepat, Pak," lapor Rani memberi tahu. Yara yang kebetulan sudah menghabiskan sebatang rokok segera menuju meja Yila. Saat tiba di sana, Yara melihat Yila seperti orang yang dalam pengaruh obat, tapi Yara masih belum paham obat apa, dia benar-benar tidak mengingatnya.

Yara melihat Yila seakan ingin membuka kancing baju atasnya. Dari situ dia curiga fan berpikir jangan-jangan Yila dalam pengaruh obat perangsang. Yara hanya menduganya, sebab dari tatapan Yila seakan mendambakan sesuatu iyu.

"Istri kamu kenapa, Ra? Cepat bawa pulang atau ke klinik, sepertinya dia keracunan atau salah obat," ujar Randi yang tiba-tiba datang karena diberi tahu Rani.

Tanpa menunggu lama, Yara segera membawa Yila dibantu Randi dan Rani yang ikut menutupi tubuh Yila yang gelisah meronta dari tatapan tamu lain.

"Bawalah cepat ke rumah, istrimu sepertinya korban salah sasaran kejahilan seseorang. Aku sepertinya mengenal ciri-ciri yang ditunjukkan istrimu kenapa. Ayo Ra," desak Randi segera membukakan pintu mobil Yara dan membantu menaikan tubuh Yila ke atas jok mobil.

"Ok, makasih, Bro. Aku balik dulu. Sampaikan maaf aku pada Rangga, dan aku sudah titip kado buat anaknya di Redi. Mohon sampaikan, ya!" ujar Yara sebelum menyalakan mesin mobil.

"Ok, Bro. Bersenang-senanglah bersama istrimu. Aku akan berusaha mencari tahu siapa pelaku sebenarnya yang telah membubuhkan obat perangsang ke dalam minuman itu.

"Mas Yara," panggil Yila bergelora sembari berusaha merangsek kancing baju atasnya. Yara fokus dengan setirnya dan menjalankan mobilnya menuju rumah, dia berharap perjalanan pulang ke rumah lancar tidak ada hambatan berarti.

Yara terus melajukan mobilnya, sementara Yila terus menggapai-gapai tangan Yara, serta sebelah tangannya terus membuka kancing yang lain. Yara tidak peduli Yila mau membuka bajunya sampai terlucut semuanya pun, yang penting dia segera sampai ke rumah dan menuntaskan hasrat Yila yang tiba-tiba muncul sangat liar.

Yara sebetulnya tidak pernah tahu reaksi ini adalah obat apa, perangsang kah atau apa (Author pun kurang tahu, wkwkwk)? Yang jelas dari tatapan wajah Yila, sepertinya dia dalam puncak asmara yang bergelora.

Sepuluh menit kemudian, karena mobilnya yang melaju dengan ngebut di jalanan, mobil Yara tiba dengan selamat di depan rumah. Di depan pagar, Yara harus turun dulu dan membuka pintu pagar untuk memasukkan mobilnya ke dalam halaman rumah. Yara kembali masuk ke mobil dan memasukan mobil. Lalu segera turun dan harus menutup pintu pagar kembali. Setelah itu dia segera membawa tubuh Yila ke dalam.

Yara membawa Yila naik tangga menuju kamar, setelah berhasil masuk kamar, Yara membaringkan tubuh Yila yang sangat gelisah dan kini sudah benar-benar tidak tertahan. Kemudian untuk mempercepat membantu Yila, Yara membantu membuka baju Yila dan bajunya.

Dan pada akhirnya setelah keduanya sama-sama dalam keadaan yang sama, tanpa menunggu lama Yara segera memberikan apa yang dibutuhkan Yila. Yila sangat ganas dan liar sehingga beberapa kali Yara terpuaskan. Setelah Yila merasa lega begitupun Yara, keduanya terkulai lemas dan basah keringat. Pertempurannya kali ini mampu membuat keadaan sepre tercecer dengan bantal dan guling berhamburan.

Yara mendekap erat tubuh Yila yang lelah sembari menciumi rambut Yila. "*Kurang ajar orang yang sudah membubuhkan obat perangsang ini. Tapi aku berterimakasih, sebab obatnya kena pada istriku, orang yang pantas aku gauli*," ujarnya dalam hati diiringi senyum bahagia membayangkan kejadian indah barusan di mana dirinya dan Yila bertempur sampai berhamburan bantal dan guling,

1
FHR
Bedanya laki laki dengan perempuan ketika sakit, laki laki masih bisa santai tapi perempuan pikirannya hanya fokus pada suami yang sakit.
Nasir: Iya betul Kak... 💪💪
total 1 replies
Felycia Fernandez
ya ampun Y semua 😆😆😆
kreatif kk Thor nya cari nama pemain Y semua 👍👍👍👍
Felycia Fernandez: sama sama kk Thor 🤗
total 3 replies
n_utami
yila dudul, malah sebut inisial nya.. 🤣🤣😭
n_utami
ga mau komen apa².. tapi bikin senyum² sndiri.. 😭😭😭
Nasir: Kak, mampir lagi di karya terbaru saya dong.. 🙏🙏
total 1 replies
kezia desta
yila mah cengeng dikit2 nangis kuat apa jadi cewe bikin geregatan
Leo girl
Yara bodoh tanpa tindakan,ini kalau pihak Nita tidak ambil tindakan,maka selamanya Nita berbuat ulah,Yara hnya stress & yila hnya pendam sbb bodoh,hahaha,yang cerdik di sini hanya nita
Leo girl
bodoh dan pemalu itu beda tipis
Dewi Oktavia
dulu selingkuh sekarang nyesal,maka y jadi cewek jangan serakah
Dewi Oktavia
y ampun seperti suami ku jika minta tak bisa lama harus cepat dan lama🤣😂😅🫣😵‍💫😆🫨🙂‍↔️😁
Dewi Oktavia
maka y jika punya suami mencintaimu jagalah jangan sampai hilang.
Qaisaa Nazarudin
Aku heran aja di mana2 novel yg ku baca selalunya MASA LALU/MANTAN ISTERI kembali setelah saat Mantan SUAMInya Baru menggapai bahagia,ladahal udah bertahun2 juga pisah,Lha selama ini bertahun2 kemana aja?? Harus banget ya saat MANTAN SUAMI udah punya pengganti baru nongol..🤦🤦🤦
Nasir: Wkwkwkwk, ini mah akal-akalan Author sj biar rame..... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Cerai 10 tahun lalu,Anak itu umur 8 tahun, Berarti BUKAN anaknya Yara..
Nasir: Bukan.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Yara..Ku pikir Yara itu cewek..🙏🙏😄😄

Mampir thor🙋🙋
Nasir: Makasih byk Kak... smg betah...
total 1 replies
Endang Sulistia
Luar biasa
Nasir: Makasih byk Kak..
total 1 replies
Endang Sulistia
🤭🤭🤭
Endang Sulistia
sampe nelpon mamaknya si yila😅😅😅
Endang Sulistia
hadir...
Nasir: Mksh byk Kak..
total 1 replies
Endang Sulistia
nama tokohnya awalan "y" semua
Nasir: Iya Kak...
total 1 replies
D_Mayanti
Luar biasa
Nasir: Mksh byk Kak.
total 1 replies
Ai Oncom
suka..
Nasir: Mksh...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!