Yuki, anak SMA yang mungkin kurang beruntung. Hidup hanya berdua dengan sang kakek.
Kedua orang tuanya meninggal saat ia masih kecil. sejak saat itu ia dibesarkan oleh kakek semata.
Di sekolah pun dia selalu di rundung teman sekelasnya karena dia anak miskin. suatu saat sepulang sekolah dia mendapati sang kakek tergeletak di ruang tamu rumahnya.
Hancur sudah harapan hidup Yuki. kini dia tinggal sebatang kara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang ke Savana
Setelah lelah bertarung dengan wolf demon, mereka segera berjalan menuju ke sungai.
"Ah.. lelah sekali" ucap Sena mulai berendam setelah membuka pakaiannya.
Di ikuti Yumi dan Karin. mereka bertiga berendam di sungai yang jernih.
Sedangkan Akio mandi agak jauh dari mereka. memejamkan mata sejenak untuk menyegarkan badan.
Setelah selesai berendam, mereka bergegas melanjutkan perjalanan menuju desa Savana.
"Hoaahh.. sudah lama aku tidak menghirup udara ini" ucap Akio sudah sampai di desa.
"Indah sekali.. sayuran di sini terlihat sangat segar ya" Yumi melihat ladang sekeliling.
"Dimana rumah tuan.. apakah masih jauh? " tanya Sena penasaran.
"Desa itu.. ayo cepat"
Tok tok tok..
"Luna.. buka pintunya, ibu sedang memasak" ucap Keiko berada di dapur.
"Baik.. "
"Kakak !!! " teriak Luna setelah membuka pintu.
"Ayo masuk dulu.. " ucap Akio.
"Ibu.. aku pulang"
"Kenapa lama sekali? bukankah sudah berjanji untuk sering berkunjung ke rumah? " peluk Keiko melihat anaknya pulang.
"Eh.. siapa para gadis ini? cantik dan imut. perasaan baru enam bulan kamu jadi petualang. apa mereka semua kekasihmu? " tanya Keiko menggoda.
"Saya, Yumi. pelayanan tuan Akio"
"Saya juga, nama saya Sena"
"Kalau saya... "
"Dia putri Ratu Victoria.. Karin, dari Kerajaan Teresa" jelas Akio memotong pembicaraan Karin.
"Teresa...bukankah itu kerajaan yang sangat tersembunyi?"
"Kenapa kamu membawa putri seorang Ratu ke rumah? " lanjut Keiko.
"Ini permintaan khusus dari Ratu, dia ingin aku melatih putrinya supaya bertambah kuat"
"Benar.. tuan Akio sangat hebat. bahkan dia bi... "
"Aku sangat lapar, bukankah sebaiknya kita makan dulu" Akio menutup mulut Sena dan mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya.. kebetulan sekali. aku tadi sedang memasak, kalian tunggu di meja makan" ucap Keiko. lupa, tadi dia sedang memasak.
"Aku akan membantu.. " ucap Yumi menyusul Keiko ke dapur.
Setelah makanan di hidangkan, mereka segera menyantapnya.
"Aku tidak melihat ayah.. dimana dia" tanya Akio tidak melihat Kanagi dari tadi.
"Ayahmu sedang membantu kenalannya membuka ladang baru, mungkin satu minggu baru akan pulang"
"Masakan anda sangat nikmat" puji Sena tak henti mengunyah.
"Benar.. lebih nikmat dari makanan kerajaan" ucap Karin, ikut memuji Keiko.
"Bisa saja, selain cantik dan imut. kalian pandai mengambil hati ibu mertua ternyata" goda Keiko.
"Mertua? apa mereka sudah menikah dengan kakak? " sahut Luna mengamati Yumi dan teman teman.
"Bu bukan seperti itu" Yumi tersipu malu.
"Kamu juga pandai memasak. sangat cocok jadi ibu rumah tangga hehehe" puji Keiko pada Yumi.
Wajah Yumi memerah, terlihat jelas dia sangat menyukai Akio.
"Oh iya.. apa kamu sudah bertemu Mona dan Nina? "
"Aku belum menemukannya. kata Kak Lusi, dia di tugaskan khusus oleh kerajaan untuk pergi ke wilayah iblis" jelas Akio.
"Woah.. kamu bertemu dengan Lusi? apakah dia tumbuh dengan baik? "
"Tentu, dia sangat baik dan juga cantik"
"Hmm begitu ya.. "
"Apa mungkin... dia kembali ke asalnya ya? " gumam Keiko bicara sendiri.
"Apa maksud ibu? kembali ke asalnya" Akio penasaran.
"Apa Mona tidak pernah memberitahumu. kalau dia berasal dari ras iblis"
"Benar, aku baru ingat. dia pernah memberitahuku tentang ini. itulah mengapa dia bisa sekuat itu"
"Memangnya siapa dia? " Sena penasaran.
"Dia adalah Sensei ku. dia yang mengajariku sihir waktu aku kecil dulu" jelas Akio.
"Woah.. ternyata tuan juga mempunyai seorang Sensei. dia pasti orang yang hebat" Ucap Sena.
"Benar.. dia orang yang sangat hebat" ucap Akio membanggakan gurunya.
"Ibu, apakah wilayah ras iblis itu sangat jauh? "
"Tentu.. dikarenakan sangat jauh dari wilayah manusia, dibutuhkan waktu paling cepat satu bulan untuk sampai kesana"
"Apalagi wilayah mereka berbeda pulau dengan kita, dan harus menyebrangi lautan jika ingin pergi ke sana" jelas Keiko pada putranya.
"Woah... jauh juga ya" sahut Sena.
"Tapi, kenapa anda bisa tahu secara detail? apa anda pernah pergi kesana? " tanya Karin penasaran.
"Mona dulu satu anggota party denganku, sama seperti kalian ini. kemana mana bersama. dia sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri"
"Dia menceritakan semua pada ibu, itulah mengapa ibu tahu banyak tentang wilayah iblis"
"Sebaiknya kamu jangan pergi ke sana. sangat berbahaya" lanjut Keiko.
"Anda tidak usah khawatir tuan kami sangat ku... "
"Apa sudah selesai makannya? aku sangat ngantuk" kembali Akio menutup mulut Sena dan mengalihkan pembicaraan.
"Apa aku boleh tidur dengan tuan Akio" tanya Sena.
"Apa maksudmu.. hanya aku yang boleh tidur dengan kakak" sahut Luna cemburu.
"Sudah sudah.. malam ini aku tidur dengan Luna. kalian tidur saja di kamarku. ranjangnya cukup untuk kalian bertiga" ucap Akio.
"Asik.. ayo kak. pergi ke kamarku" ajak Luna menggandeng Akio.
Yumi, Sena dan Karin tidur di kamar Akio sedangkan Akio tidur dengan adiknya, Luna.
"Hmmm harum tuan Akio melekat di sini" ucap Sena mencium aroma bantal di ranjang.
Setelah beberapa hari berada di desa, tiba waktunya Akio kembali ke serikat untuk kembali berpetualang.
"Aku masih merindukan kakak, bisakah tinggal beberapa hari lagi? " Luna memeluk Akio, tak ingin berpisah.
"Aku akan sering sering berkunjung... Luna tenang saja. sementara kakak berpetualang, Luna jaga ibu dengan baik ya? "
"He.em... " angguk Luna memeluk Akio lagi.
"Baiklah.. ayo berangkat. jaga diri ibu dengan baik. sampaikan salamku pada ayah? " Akio pamit pergi.
"Kami permisi dulu.. " Yumi membungkukkan badan sebelum pergi.
"Jaga dirimu dengan baik, sekarang kakakmu jadi milikku lagi" goda Sena memeluk Luna.
"Jaga kakakku.. jangan sampai terluka"
Bukannya marah, Luna malah membuat permintaan pada Sena.
"Baiklah.. jaga diri kalian dengan baik. jangan lupa sering berkunjung pulang" ucap Keiko melambai pada Akio yang mulai berjalan menjauh.
"Hmm Luna sangat lucu ya, hehe" ucap Sena.
"Benar.. dia sangat cantik, sama seperti nyonya Keiko" sahut Karin.
"Kalian juga sangat cantik dan juga imut" celetuk Akio membuat tiga wanita disampingnya tersipu malu.
"Benarkah? baiklah.. aku akan berusaha lebih imut lagi" Sena memeluk lengan Akio.
"Sebelum kembali ke serikat, sebaiknya aku melatih kalian di hutan Harvest terlebih dahulu"
"Apa?? hutan Harvest? bukankah itu hutan yang sangat berbahaya" sahut Karin.
"Itu cuma rumor. lebih aman di banding hutan yang mengelilingi kerajaan Teresa"
"Apakah benar seperti itu. tapi, saya hanya dengar dari mulut ke mulut saja sih" lanjut Karin.
"Baiklah.. aku akan berlatih sekuat tenaga" Yumi sangat bersemangat.
Sling....
"Apakah kita sudah berada di dalam hutan Harvest? " tanya Sena setelah berpindah tempat.
"Benar.. ini tempatnya. persiapkan diri kalian. kali ini aku tidak akan membantu. kalian saling menjaga satu sama lain"
"Tapi tenang.. aku akan slalu mengawasi kalian"
"Baik tuan.. "
Mereka bertiga berjalan lebih dalam ke dalam hutan mencari monster untuk melatih skill mereka.