Indonesia
NovelToon NovelToon
Warisan DENDAM

Warisan DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri / Iblis
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: `AzizahNur`

Enam pelaku. Enam putusan. Enam kematian yang selalu datang setelah sidang berakhir.

Sebagai hakim muda, Blair dikenal karena putusannya yang tegas dan tidak mudah dipengaruhi. Namun setiap kali sebuah persidangan selesai, seseorang selalu mati dengan cara yang menyerupai dosanya sendiri.

Saat Theodore, penyelidik dari Badan Anti Kriminal, mulai menelusuri rangkaian kematian itu. Blair justru dihantui oleh ingatan yang terasa asing. Obat-obatan yang terus ia konsumsi, masa lalu yang hilang, dan sosok yang seolah hidup di balik kesadarannya perlahan menyeretnya pada sebuah kebenaran yang seharusnya tetap terkubur.

Di balik pengadilan yang terlihat oleh semua orang, ternyata selalu ada pengadilan lain yang tersembunyi dari cahaya dan ketika hukum gagal memberi keadilan, seseorang akan datang untuk menagih akibat yang tak pernah tercatat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon `AzizahNur`, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 : Ketidakhadiran tanpa penjelasan

Ia menoleh perlahan.

Di ambang pintu berdiri seorang pria dengan jas rapi, tangan dimasukkan ke dalam saku. Tatapannya tajam, namun wajahnya tetap tenang, tenang yang membuat ruangan terasa menyempit.

Darah Lucas serasa berhenti mengalir.

“T-Tuan… Pengawas,” sapanya gugup, refleks menunduk.

Pria itu melangkah masuk tanpa tergesa. Langkahnya ringan, nyaris tanpa suara, namun setiap tapaknya membuat Lucas semakin tegang. Tatapannya menyapu ruangan sebelum kembali berhenti pada Lucas.

“Kau tampak gelisah,” ujar pria itu. “Ada sesuatu yang perlu aku ketahui?”

Lucas menelan ludah. Ia berusaha tersenyum, tapi otot wajahnya terasa kaku.

“Tidak, Tuan. Saya hanya… menunggu Hakim Blair kembali.”

“Hm.”

Satu suara pendek keluar dari pria itu. Ia memiringkan kepala sedikit.

“Dia pergi cukup lama.”

Lucas terdiam.

Jantungnya berdegup keras. Ia sadar, pria di depannya tidak sedang bertanya. Ia menyimpulkan.

“S-Sidang sudah selesai,” Lucas akhirnya menjawab hati-hati. “Hakim Blair mengatakan akan keluar sebentar.”

“Sebentar,” ulang pria itu pelan.

Tatapan tenangnya menusuk.

“Tiga jam bukan waktu yang singkat.”

Keringat dingin mulai muncul di pelipis Lucas. Ia membuka mulut, menutupnya lagi, lalu memberanikan diri bicara.

“Hakim Blair akan segera kembali.”

Pria itu menatapnya beberapa detik. Terlalu lama untuk sekadar tatapan biasa.

“Pastikan itu,” katanya akhirnya. “Karena aku tidak suka menunggu.”

Ia berbalik menuju pintu. Namun sebelum keluar, langkahnya berhenti sesaat.

“Dan sampaikan padanya,” lanjutnya tanpa menoleh, “aku tidak menyukai ketidakhadiran tanpa penjelasan.”

Pintu tertutup perlahan.

Lucas masih berdiri di tempat, napasnya tertahan. Begitu suara langkah itu benar-benar menghilang, ia menjatuhkan dirinya ke kursi, menutup wajah dengan satu tangan.

“Blair…” gumamnya pelan.

“Kau benar-benar akan membuat masalah besar kali ini.”

Ia kembali mengangkat ponselnya dan mengirim satu pesan lagi, kali ini dengan jari yang gemetar.

Di mana kau sekarang?

...

Hari telah menjelang sore.

Langit di luar jendela berwarna jingga, memantulkan cahaya lembut ke dinding-dinding kantor. Angin dingin berembus pelan melalui celah ventilasi, membawa suasana yang aneh, tenang, namun menekan.

Pintu kantor terbuka perlahan.

Blair melangkah masuk dengan langkah tenang. Hak tingginya berbunyi pelan di lantai marmer, kontras dengan kesunyian ruangan.

Lucas yang sejak tadi duduk di sofa langsung berdiri.

“Akhirnya,” katanya, nada suaranya nyaris kesal. Ia menghampiri Blair. “Kau ke mana saja? Kau bilang hanya sebentar.”

Blair berhenti melangkah. Ia menoleh, alisnya mengerut saat menatap Lucas.

“Aku ada urusan,” jawabnya datar. “Kenapa kau menghubungiku berkali-kali?”

Lucas menghembuskan napas kasar.

“Ini bukan soal aku mau menghubungimu atau tidak,” katanya. “Kau keluar di jam kerja. Dan dia mencarimu karena tidak melihatmu di gedung.”

Alis Blair terangkat. “Mencariku?”

Lucas mengangguk. Wajahnya terlihat lelah.

“Dia menyuruhku menyampaikan bahwa ketidakhadiranmu di gedung saat jam kerja adalah pelanggaran.”

Blair mendengus pelan. Ia memutar matanya dengan malas, lalu berjalan ke mejanya. Tanpa terburu-buru, ia duduk dan menyandarkan tubuh ke sandaran kursi.

“Katanya kau punya berkas untukku,” ujarnya santai. “Tunjukkan saja.”

Lucas terdiam beberapa detik, lalu ekspresinya berubah jengkel.

“Kau pulang terlambat, membuatku hampir mati berdiri di hadapan pria itu,” katanya tajam. “Dan sekarang kau bersikap seolah tidak terjadi apa-apa? Bahkan tidak ada permintaan maaf?”

Blair mengangkat pandangan. Tatapannya berubah dingin.

Lucas langsung menegang saat mata itu menancap padanya. Ruangan seakan menurun suhunya beberapa derajat.

“Aku akan mengambilnya,” katanya cepat, mengalihkan pandangan. “Dan tolong… jangan menatapku seperti itu.”

Ia berbalik hampir berlari ke arah lemari arsip. Tangannya gemetar saat membuka laci, mengambil satu map tebal, lalu kembali menghampiri meja Blair dan meletakkannya di atas permukaan kayu dengan suara pelan.

“Ini kasus yang akan kau tangani besok,” katanya. “Penganiayaan terhadap istri.”

Blair membuka map itu. Jemarinya berhenti sejenak sebelum membalik halaman pertama.

Lucas mulai menjelaskan, suaranya terdengar lebih pelan.

“Korban melapor setelah bertahun-tahun mendapatkan kekerasan. Ada bukti medis, saksi tetangga, dan—”

Kata-katanya terputus.

Blair membeku.

Pandangan gadis itu terpaku pada satu foto di dalam berkas. Wajahnya kehilangan ketenangan biasanya. Matanya terbelalak, napasnya tertahan sesaat.

“Ini kan—” Suaranya menggantung.

Tangannya perlahan mencengkeram tepi map, jemari menegang seolah foto itu menusuk lebih dalam dari sekadar gambar.

Lucas menyadari perubahan itu.

“Blair?” panggilnya hati-hati. “Kau kenal korban ini?”

1
Ibu'e Arfan Call
seru deh bacanya,👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!