Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi Mafia Berkedok Tukang Cilok

Menikahi Mafia Berkedok Tukang Cilok

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Misteri / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Van pen.

Bagi Kinanti, Arka hanyalah suami sederhana yang berprofesi sebagai tukang cilok. Pria lembut yang rajin mendorong gerobak demi mencukupi kebutuhan mereka.

Namun, Kinanti tidak tahu bahwa di balik kaus lusuh itu, Arka adalah mantan bos mafia paling ditakuti yang rela pensiun demi dirinya. Ketika musuh masa lalu Arka mulai mengincar Kinanti, sang raja kegelapan terpaksa bangkit kembali tanpa membuat istrinya sadar bahwa suami manisnya adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van pen., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Pasar tradisional pedesaan Bandung selalu riuh oleh suara tawar-menawar warga sejak fajar sudah menyingsing. Udara dingin khas pegunungan beradu dengan wangi rempah-rempah segar dan asap bakaran pedagang serabi. Di antara keramaian warga desa yang ramah, Arka berjalan santai menuntun sepeda tua yang keranjangnya dipenuhi sayur-mayur segar dan bahan baku cilok.

​Di sampingnya, Kinanti melangkah anggun dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya. Jemari halusnya melingkar erat di lengan tegap Arka. Mengenakan kaus rajut sederhana dan kerudung merah muda yang membingkai wajah cantiknya, Kinanti menjadi pusat perhatian kehangatan pagi itu.

​"Mas Arka, lihat deh!" panggil Kinanti seraya menunjuk ke arah lapak pedagang buah di sudut pasar. "Buah naga sama jeruk manisnya segar banget. Kita beli buat pencuci mulut nanti siang ya?"

​Arka menatap istrinya dengan pendar mata hangat. Senyum tipis mengembang di wajah tampannya yang tegas. "Boleh, Sayang. Pilih aja mana yang kamu suka. Mas yang bayar dan bawain."

​"Asik! Makasih ya, Mas ," goda Kinanti seraya tertawa kecil, melangkah lebih dulu mendekati lapak buah tersebut.

​Beberapa warga desa dan pedagang pasar menyapa mereka dengan ramah. Semua orang mengenal Arka sebagai sosok suami pendiam yang amat protektif dan penyayang pada istrinya. Tidak ada satu pun dari mereka yang membayangkan bahwa pria yang dengan sabar menuntun sepeda tua itu adalah mantan pemangsa paling ditakuti di dunia bawah tanah.

​Namun, kedamaian di tengah keramaian pasar itu tak bertahan lama bagi pancaindra Arka yang terlatih.

​Saat Kinanti sibuk memilih buah jeruk, mata Arka yang tajam menangkap pergerakan tidak wajar di sekitar pasar. Seorang pria berjaket lusuh dengan topi rimba menutupi separuh wajahnya berjalan agak memutar, melemparkan tatapan dingin ke arah Kinanti. Di tangannya yang bersarung kulit hitam, pria itu menggenggam sebuah tas belanja kain berwarna cokelat kusam.

​Insting Arka langsung menyala. Dari postur tubuh pria itu yang tegap dan cara melangkahnya yang tanpa suara, Arka tahu pria itu bukan pembeli pasar biasa. Pria itu adalah anggota eksekutor Club Strawberry yang menyusup ke tengah kerumunan warga.

​Pria bertopi rimba itu berpura-pura tersandung di dekat sepeda Arka, lalu dengan gerakan sangat cepat menyenggol kantong plastik berisi bumbu olahan kacang milik Kinanti, menyisipkan sebuah vial kaca kecil berisi cairan bening berdosis tinggi ke dalam lipatan kantong tersebut.

​Itu bukan serangan fisik terbuka, melainkan taktik sabotase terselubung untuk meracuni adonan jualan mereka.

​Klek.

​Sebelum pria itu sempat menarik jemarinya kembali dari kantong plastik, pergelangan tangannya sudah dikunci oleh cengkeraman Arka yang sangat kuat. Tekanan jemari Arka sekeras tanggem besi, membuat peredaran darah pria itu terhenti seketika.

​Mata pria bertopi rimba itu membelalak kaget. Ia mencoba melepaskan diri, namun cengkeraman Arka tak bergeming sedikit pun.

​"Mas Arka... ada apa?" tanya Kinanti yang baru saja berbalik seraya memegang kantong buah jeruk, menatap suaminya bingung.

​Aura membunuh yang sempat memancar dari mata Arka menguap tanpa bekas dalam hitungan milidetik. Ia menyunggingkan senyum lembut ke arah istrinya.

​"Nggak apa-apa, Sayang. orang ini cuma hampir menginjek kantong belanjaan kita karena licin," jawab Arka mulus, suaranya sangat tenang dan menenangkan.

​"Oh, maaf ya, Kang. Licin ya jalanannya," kata Kinanti ramah pada pria bertopi rimba itu.

​Pria bertopi rimba itu gemetar hebat, peluh dingin membasahi pelipisnya. Tekanan di pergelangan tangannya dari Arka makin menyiksa, memberi sinyal ancaman kematian yang amat jelas jika ia berani bersuara atau bergerak mencurigakan di depan Kinanti.

"I-iya, Neng... maaf, tadi licin," jawab pria bertopi rimba itu dengan suara bergetar menahan sakit yang luar biasa di pergelangan tangannya.

​Arka tersenyum sangat ramah, lalu mencabut vial kaca racun dari lipatan kantong belanjaan menggunakan jemari tangannya yang lain tanpa terlihat oleh Kinanti. Dengan gerakan yang sangat halus, Arka merebut tas belanja kain cokelat milik pria itu dan menyembunyikan vial racun tersebut ke dalamnya.

​"Lain kali hati-hati ya, Kang," ujar Arka lembut, namun cengkeramannya melancarkan satu tekanan saraf khusus di pergelangan tangan musuh.

​Seketika itu juga, seluruh lengan kanan eksekutor Club Strawberry itu mati rasa total. Pria itu mundur beberapa langkah dengan wajah pucat pasi, ketakutan setengah mati menatap sosok Arka yang berpura-pura menjadi warga desa biasa. Tanpa membuang waktu, eksekutor itu berbalik dan menghilang bergegas di antara kerumunan pembeli pasar.

​Kinanti berjalan mendekati Arka, menyerahkan kantong plastik berisi buah naga dan jeruk manis. "Mas Arka, Bapaknya kok kelihatannya panik banget ya? Muka dia pucat banget tadi."

​Arka mengambil kantong plastik dari tangan istrinya, lalu mengacak rambut Kinanti yang tertutup kerudung dengan gemas. "Mungkin dia takut disuruh ganti rugi kalau belanjaan kita rusak, Sayang. Ya sudah, semua belanjanya sudah lengkap kan?"

​"Sudah semua, Mas! Ayo kita pulang, aku udah nggak sabar mau bikin es buah naga," sahut Kinanti gembira, merangkul lengan tegap suaminya dengan penuh kehangatan.

​"Ayo," jawab Arka lembut.

​Saat mereka menuntun sepeda keluar dari area pasar, Arka menendang pelan tas kain cokelat milik eksekutor tadi yang sempat ia jatuhkan ke dekat selokan pasar masuk ke dalam gorong-gorong air mengalir. Vial racun berharga puluhan juta buatan Club Strawberry itu hancur tenggelam bersama arus air limbah, musnah tanpa sisa sebelum sempat membahayakan siapa pun.

​Di sudut lorong pasar yang sepi, eksekutor bertopi rimba tadi terduduk lemas memegang tangannya yang tak bisa digerakkan. Ia mengambil ponsel rahasia dengan tangan kirinya yang gemetar, menekan tombol panggilan ke pimpinan Club Strawberry.

​"Lapor... target pria bukan sekadar mantan bos biasa..." bisik eksekutor itu dengan napas tersengal. "Dia menyadari sabotase racun hanya dalam hitungan detik. Dia lumpuhkan tangan saya di depan umum tanpa ada satu orang pun yang sadar... Dia monster."

​Di ujung telepon, suara dingin pimpinan kelompok merespons datar, "Kalau racun tidak bisa menyentuhnya lewat pasar... kita gunakan cara langsung. Kirim tim 'Red Berry' ke rumahnya malam ini."

​Pukul satu siang.

​Di dapur rumah panggung yang sejuk, aroma manis dari es buah naga dan gurihnya bumbu kacang terasa begitu menenangkan. Kinanti menyuapkan sesendok es buah segar ke mulut Arka seraya tertawa manja.

​"Manis nggak, Mas?" tanya Kinanti berbinar-binar.

​Arka mengunyah pelan, menatap mata bening istrinya dengan tatapan penuh kehangatan dan cinta yang mendalam.

​"Manis banget, Sayang. Tapi tetap kalah manis sama yang bikin," goda Arka seraya mengecup pipi Kinanti gemas.

​Pipi Kinanti seketika merona merah. Ia memukul pelan dada bidang Arka. "Ih, Mas Arka! Mulai deh gombalnya!"

​Arka tertawa rendah, merangkul tubuh hangat istrinya erat-erat. Dalam hatinya, Arka membulatkan tekad. Tim 'Red Berry' atau apa pun nama pembunuh bayaran yang dikirim Club Strawberry nanti malam, tidak akan pernah dibiarkan melangkah hidup-hidup melewati gerbang desa mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!