Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 : Puncak Meditasi
Bab 7 : Puncak Meditasi
________
Menjelang seleksi para murid baru , pagi pagi sudah ramai datang keluarga keluarga kaya dan para keluarga kultivator yang mendukung jenius keluarga mereka. Diantaranya ada keluarga besar Gu , keluarga Sun dan keluarga Wen.
Lonceng telah di bunyikan , seluruh murid baru yang berjumlah puluhan berbaris menunggu gilirannya datang. Mereka berasal dari seluruh penjuru benua. Kristal ungu setinggi 8 meter sudah berdiri tegak di depan mereka semua. Itu adalah alat seleksi yang bisa mengenali afinitas dan bakat spiritual. Panggung besar dan tinggi berdiri di belakangnya , di atasnya ada 8 Tetua yang hadir. Mereka masing masing mewakili 1 puncak mereka. Hanya satu orang yang tidak datang yaitu Leluhur Sekte Puncak Terang.
Puncak Terang terbagi menjadi 9 , yaitu :
Puncak Pedang
Puncak Harta Suci
Puncak Alkimia
Puncak Pengetahuan
Puncak Binatang Suci
Puncak Hukum
Puncak Meditasi
Puncak Formasi
Puncak Terlarang
Hanya ada satu puncak yang tidak akan merekrut murid yaitu Puncak Terlarang. Itu adalah Puncak pertemuan para Tetua Sekte yang merupakan kediaman Leluhur Sekte Puncak Terang. Semua murid dilarang masuk ke puncak itu.
"Semuanya maju satu persatu! Tempelkan telapak tangan kalian dan alirkan kekuatan spiritual kalian!"
Semua murid baru dengan antusias bergantian satu persatu , mereka yang telah maju akhirnya menjadi murid puncak sejati.
"Gu Xiyao!"
Saat nama gadis ini di panggil , semua perhatian langsung tertuju ke arahnya. Keluarga besar Gu yang hadir pun mengamati jenius mereka , mereka penasaran jenius ini akan berjodoh dengan puncak yang mana.
Gu Xiyao menempelkan telapak tangannya ke kristal ungu dengan lembut , fluktuasi muncul dan dengan yakin kristal ungu itu menunjuk Gu Xiyao sebagai murid Puncak Alkimia dengan bakat bawaan tingkat kaisar. Semua orang bertepuk tangan , bakat bawaan tingkat kaisar merupakan jenius di atas jenius yang langka.
"Padahal aku ingin berlatih pedang!" gumam Gu Xiyao pelan. Ia berjalan kembali dengan pelan.
Bagi kebanyakan orang Puncak Pedang memang yang terkuat diantara puncak lainnya , itu lah mengapa semua murid baru berharap mereka bisa memasuki Puncak Pedang agar bisa mendominasi setiap turnamen. Berikutnya Sun Haoran yang maju , ia menempelkan telapak tangannya dan kristal ungu dengan tegas menyatakan Sun Haoran bergabung dengan Puncak Pedang , dengan bakat bawaan tingkat suci. Itu menghebohkan seluruh arena karena jenius keluarga sun memang ahli pedang terkemuka di benua ini. Terlebih lagi bakat bawaan Sun Haoran berada tingkat suci yang langka , biasanya ahli pedang berangkat dari bakat bawaan tingkat bumi atau langit. Nama Sun Haoran pasti akan terkenal di Puncak Pedang setelah ini.
Bakat bawaan sendiri terbagi menjadi 6 tingkat, yaitu :
Tingkat Bumi
Tingkat Langit
Tingkat Surgawi
Tingkat Suci
Tingkat Kaisar
Tingkat Abadi
_______
"Giliranku tiba! Semoga aku masuk di puncak yang paling santai!"
Shen Yan berjalan pelan , ikat penutup matanya menjadi ciri khas yang bahkan menjadi bahan olok olok sebagian orang yang menyaksikan seleksi murid di area itu. Shen Yan mulai menempelkan telapak tangannya , seketika itu aliran spiritual merembes ke meridian nya dengan masif.
"Aku harus menahan bakatku di tingkat rendah agar tidak menjadi perhatian!" batin Shen Yan.
Dengan pengalaman ribuan tahunnya ia dengan mudah menyembunyikan kekuatan dirinya. Selang beberapa waktu akhirnya kristal ungu memastikan Shen Yan bergabung dengan Puncak Meditasi , dengan bakat bawaan tingkat bumi.
"Apa apaan ini! Bagaimana anak yang cacat matanya ini bisa lolos masuk ke Sekte Puncak Terang!"
"Anak siapa ini! Pasti keluarga kaya! Masuk dengan uang!"
"Hahaha tingkat bumi! Bahkan peliharaan ku saja ada di tingkat langit!"
Berbagai kalangan menghina Shen Yan karena bakatnya , semua orang tak percaya Shen Yan bisa lolos seleksi perekrutan murid sebelumnya. Tapi bagi Shen Yan ucapan mereka tak lebih dari sekedar angin lalu , ia benar benar tak peduli dengan ucapan siapapun. Hanya Gu Xiyao yang menatap Shen Yan dengan rasa kasihan. Meskipun sifatnya pemarah , namun Gu Xiyao sebenarnya gadis yang sangat baik.
________
Puncak Meditasi merupakan puncak ketujuh yang paling tidak di minati oleh semua orang. Itulah mengapa di dalam puncak ini hanya ada beberapa murid yang tinggal , biasanya mereka yang bosan akan mengajukan diri ke para Tetua untuk pindah ke puncak lainnya. Jika setelah pengujian ulang lolos , maka murid tersebut di ijinkan untuk pindah ke puncak lainnya.
Saat ini hanya tersisa 7 orang dan satu Tetua Puncak yang berada di Puncak Meditasi termasuk Shen Yan. Tetua Puncak Meditasi adalah seorang wanita cantik namun dingin bernama Ming Yue. Kedatangan Shen Yan disambut baik oleh para seniornya yang langsung memberinya kebebasan memilih tempat tinggalnya.
"Kau harus rajin berlatih , Shen Yan! Meskipun... Maaf! Matamu cacat , tapi kami yakin kau bisa berkembang dengan baik disini!"
Ucap seorang pemuda umur 20 tahunan bernama Cheng Yuan yang telah tinggal di Puncak Meditasi selama 7 tahun. Shen Yan melihat ketulusan dari sikap Chen Yuan dan mengangguk pelan.
"Ting Ting Ting"
Suara lonceng kecil dari perak terdengar di sebuah bangunan tua , itu adalah aula kitab di Puncak Meditasi. Tetua Ming Yue sudah berada disana , semua murid berlari masuk ke dalamnya untuk berlatih Kitab Hati Kosong dan dengan tenang mendengarkan Tetua Ming Yue menerangkannya.
"Iblis mungkin tidak bisa menembus pertahanan kita , jadi iblis akan menembus pikiran kita! Jagalah pikiran kalian , karena itu benteng terakhir kalian!" ujar Ming Yue.
Ming Yue adalah Tetua paling tenang diantara Tetua lainnya , ia membawa Chen Fu di tangannya. Ia saat ini berada di ranah Formasi Jiwa tahap akhir. Kedalaman ilmu dan keteguhan hatinya tidak tertandingi di Sekte Puncak Terang.
"Apakah ada yang ingin kalian tanyakan?" ucap Ming Yue pelan.
Shen Yan mengangkat tangannya , dengan usianya yang sangat muda ia memberi kesan pertama yang membuat Tetua Ming Yue terkagum dengan pertanyaannya.
"Guru , apa bedanya kosong dan mati rasa? Jika hati kita kosong , bukankah kita jadi seperti batu?"
Pertanyaan Shen Yan cukup membuat senior seniornya itu merasa malu dengan usianya yang lebih matang dari Shen Yan. Tetua Ming Yue tersenyum kecil dan menjawab dengan pelan.
"Batu tidak merasakan sakit , juga tidak merasakan angin! Hati kosong itu seperti langit! Awan datang , hujan turun , bahkan petir menyambar , langit tidak menahan satupun. Lewat lalu pergi begitu saja! Kalian bukan batu , kalian adalah langitnya! Pahami itu!"
Semua murid mengangguk mengerti. Shen Yan cukup puas dengan jawaban Tetua yang mengajarinya , ucapannya memang benar menurutnya. Setelah itu , Ming Yue mengajak semua muridnya ke tepian air terjun yang sangat dingin.
"Kalian meditasi di bawahnya! Latih keteguhan hati kalian!" ucap Ming Yue.
Perintah itu langsung di laksanakan oleh semua murid termasuk Shen Yan. Semuanya masuk ke dalam air dan duduk bersila mulai menyerap energi spiritual.
"Tempat ini cukup bagus! Selain tenang , energi spiritual di sini masih sangat murni!" gumam Shen Yan.
_______