Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

****

Malam beranjak larut menyelimuti ibu kota. Di Kediaman Putra Mahkota, suasana kediaman utama telah dihiasi oleh lentera-lentera merah yang memancarkan pendar hangat. Aroma wewangian mawar yang manis dan memabukkan memenuhi seluruh ruangan, membumbung tinggi dari tungku dupa perak.

Di atas pembaringan empuk berlapis sutra merah, Xiu Mei duduk menanti kepulangan Pangeran Ke-4. Gaun sutra tipis berwarna merah pudar yang dikenakannya sengaja dibiarkan meluncur agak melorot di bahunya, memperlihatkan kulit putih mulus serta lekuk tubuhnya yang menggoda. Wajah cantiknya dirias sempurna dengan polesan gincu merah menyala.

Malam ini, Xiu Mei sangat yakin bahwa Pangeran Ke-4 akan merayakan kemenangan besar atas pembagian wilayah berburu dan suplai obat utara. Ia telah bertekad untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepada sang Putra Mahkota demi mengunci posisinya sebagai Calon Permaisuri Kerajaan tanpa ada keraguan lagi.

SRAK!

Pintu kayu kediaman mendadak ditendang kasar dari luar.

Pangeran Ke-4 melangkah masuk dengan napas memburu. Jubah mewahnya agak berantakan, mahkota emasnya miring, dan matanya merah memancarkan amarah yang teramat pekat.

Melihat kedatangan tunangannya, Xiu Mei seketika menyunggingkan senyum paling memikat, melangkah mendekat dengan gerakan meliuk yang gemulai.

"Yang Mulia..." bisik Xiu Mei dengan suara selembut manisan, merangkulkan kedua lengan mulusnya di leher Pangeran Ke-4. "Hamba telah menunggu Yang Mulia sejak tadi. Hamba tahu Yang Mulia lelah setelah sidang kekaisaran... Biarkan hamba melayani dan merayakan kemenangan Yang Mulia malam ini."

Xiu Mei sengaja menggesekkan tubuh mewahnya pada dada tegap Pangeran Ke-4, mencoba mengambil alih kesadaran pria itu dengan buaian gairah. Ia perlahan meluncurkan jemarinya ke dada sang Putra Mahkota, berniat melepaskan simpul jubahnya.

Namun, alih-alih pelukan hangat yang ia harapkan, Pangeran Ke-4 justru mencengkeram pergelangan tangan Xiu Mei dengan teramat keras hingga wanita itu merintih kesakitan.

"A-Aduh! Yang Mulia... sakit..." cicit Xiu Mei kaget.

Pangeran Ke-4 menatap wajah Xiu Mei. Tetapi di dalam benaknya yang diliputi kemurkaan, bayangan wajah Xiu Mei mendadak pudar. Yang terbayang di ruang matanya justru wujud Xiu Ying—sosok wanita yang berdiri anggun, dingin, penuh dominasi, dan memancarkan keanggunan tiada tara saat memojokkannya di hadapan Kaisar tadi pagi.

Sorot mata Xiu Ying yang tajam dan bibir manis berwarna peach milik adik tirinya itu terus membayangi pikiran Pangeran Ke-4, membakar hatinya dengan campuran rasa dendam, obsesi, dan hasrat terlarang yang amat sangat.

Saat kembali menatap Xiu Mei di hadapannya, riasan tebal dan rengekan manja Xiu Mei mendadak terasa teramat hambar, murah, dan menjijikkan dibanding aura berkelas yang dimiliki Xiu Ying!

Gairah Pangeran Ke-4 seketika padam sepenuhnya, berganti dengan rasa mual dan kemarahan yang tak tertahankan.

"Lepaskan aku, wanita murahan!" bentak Pangeran Ke-4 seraya menghempaskan tubuh Xiu Mei dengan sangat kasar!

BRUK!

Xiu Mei tersungkur keras di atas lantai kayu dingin. Gaun sutra tipisnya teroyak, tersingkap sepenuhnya hingga memperlihatkan seluruh tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun di bawah lantai.

"Y-Yang Mulia?!" jerit Xiu Mei histeris, menutupi dadanya yang terekspos dengan tangan gemetaran. Matanya terbelalak tak percaya. "Apa yang terjadi?! Mengapa Yang Mulia marah padaku?!"

Pangeran Ke-4 menunjuk wajah Xiu Mei dengan jari gemetar menahan murka. "Menyingkir dari hadapanku! Kau dan keluargamu tidak lebih dari sekelompok sampah tak berguna! Kakakmu yang kau sebut 'gadis buangan' itu hari ini dianugerahi gelar Putri Dermawan Agung dan menguasai seluruh Wilayah Utara! Sedangkan kau?! Kau hanya bisa memamerkan tubuh murahmu ini di depanku!"

Xiu Mei bagaikan dihantam petir di siang bolong. Wajahnya seketika pucat pasi bagai mayat. "A-Apa?! Xiu Ying... mendapat gelar dari Kaisar?!"

"Keluar dari ruanganku!" jerit Pangeran Ke-4 menggelegar, mencabut pedang di dinding dan membuangnya ke dekat kaki Xiu Mei. "Keluar dalam keadaan seperti itu sekarang juga sebelum aku memotong lehermu!"

Xiu Mei menangis histeris, ketakutan setengah mati melihat mata Pangeran Ke-4 yang membunuh. Tanpa sempat mengambil sehelai kain pun untuk menutupi tubuh polosnya, Xiu Mei terpaksa berlari keluar dari kamar utama sambil menangis sesenggukan dalam keadaan telanjang bulat, memicu bisik-bisik ketakutan dari para pengawal di luar lorong.

**

Sementara itu, di sudut lain ibu kota...

Suasana yang teramat berbeda melingkupi kereta kencana mewah milik Istana Ke-7. Kereta kuda berukir naga itu bergerak perlahan membelah jalanan kota yang ditutupi salju malam, membawa pasangan penguasa yang baru saja meraih kemenangan mutlak.

Di dalam kabin kereta yang hangat oleh pendar lentera dan wangi arang kayu cendana, Xiu Ying sedang duduk merapikan peta Wilayah Utara di atas meja kecil.

Tiba-tiba, Pangeran Zhen Yu yang duduk di sampingnya bergerak merangkak mendekat. Pria gagah itu memiringkan kepalanya, memasang raut wajah sangat polos dengan mata berbinar-binar kekanak-kanakan.

"Kakak Cantik..." cicit Zhen Yu manis, menggesekkan hidungnya di bahu Xiu Ying.

"Ada apa, Pangeran? Kita sedang dalam perjalanan pulang," jawab Xiu Ying lembut tanpa mengalihkan pandangannya dari peta.

Zhen Yu menjulurkan tangannya yang besar, merebut gulungan peta dari tangan Xiu Ying dan membuangnya santai ke sudut kabin. Sebelum Xiu Ying sempat protes, Zhen Yu melingkarkan kedua tangannya yang kekar di pinggang ramping Xiu Ying, menarik tubuh istrinya hingga terduduk rapat di atas pangkuannya.

"Pangeran! Apa yang kau lakukan?!" kaget Xiu Ying, wajah cantiknya seketika merona merah saat merasakan kehangatan tubuh tegap suaminya yang menempel pas di punggungnya.

Zhen Yu menempelkan bibirnya tepat di celah leher mulus Xiu Ying, berbisik dengan suara tinggi kekanak-kanakan yang sengaja dimanja-manjakan: "Yu-er mau hadiah! Tadi siang Kakak Cantik dapat hadiah segel emas besar dari Ayahanda... Masa Yu-er tidak dapat hadiah apa-apa? Yu-er kan tadi sudah bantu tepuk tangan!"

Xiu Ying tertawa renyah, mencoba mendorong bahu kokoh suaminya. "Nanti di istana aku belikan manisan buah, ya? Sekarang duduk yang rapi dulu—"

Namun, sebelum Xiu Ying menyelesaikan kalimatnya, tatapan mata Zhen Yu berubah seketika. Manik mata yang tadinya polos berubah menjadi hitam pekat, tajam, dan memancarkan pendar gairah dominan yang teramat memikat.

Zhen Yu membalikkan tubuh Xiu Ying dengan sangat luwes, menangkup kedua pipi halus istrinya, lalu membisikkan kata-kata menggunakan suara aslinya yang berat, dalam, dan seksi:

"Aku tidak mau manisan buah, Istriku..." bisik Zhen Yu parau, mendekatkan bibirnya hanya semili dari bibir peach Xiu Ying. "Aku mau perayaan kita... sekarang juga."

Sengatan gairah mendadak menyetrum seluruh tubuh Xiu Ying saat mendengar perubahan suara suaminya. Tatapan memuat ketangkasan dan dominasi murni dari Zhen Yu membuat pertahanan Xiu Ying runtuh seketika.

"Zhen Yu... ini di atas kereta..." cicit Xiu Ying pasrah, jemari lentiknya tanpa sadar meremas kerah jubah biru suaminya.

"Tidak ada yang berani mengganggu kita, Putri Dermawan Agungku," balas Zhen Yu terkekeh rendah.

Zhen Yu tidak menunggu lebih lama lagi. Pria itu menundukkan kepalanya, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang mendalam, panas, dan menuntut. Jemari terampil Zhen Yu bergerak cepat, melepas simpul gaun keagungan sutra marun milik Xiu Ying. Kain mahal berbordir burung feniks itu meluncur jatuh dari bahu Xiu Ying, memperlihatkan keindahan bahu putih mulus dan pakaian dalam tipis berwarna merah.

"Mnh... ahh..." desah Xiu Ying lolos di sela-sela lumatan hangat bibir Zhen Yu.

Zhen Yu merebahkan tubuh ramping Xiu Ying di atas karpet beludru empuk yang melapisi lantai kabin kereta. Pria itu menyusuri leher halus istrinya dengan ciuman-ciuman panas yang membakar dinginnya malam, membiarkan jubah mewahnya sendiri terlepas dan menyatu rapat dengan kulit halus Xiu Ying.

Di bawah guncangan pelan kereta kuda yang terus melaju membelah badai salju, ritual penyatuan kembali terjadi di antara mereka. Tidak ada kepura-puraan, hanya ada gejolak cinta dan hasrat murni yang meledak bersamaan.

"Nngghh! Ahh! Zhen Yu... ahh!" jerit pelan Xiu Ying tertahan, jemari lentiknya mencengkeram erat otot-otot punggung kokoh Zhen Yu yang menegang sempurna di atasnya.

"Xiu Ying... Istriku... milikku..." bisik Zhen Yu parau di dekat telinga Xiu Ying, bergerak dalam irama yang dalam, ritmis, dan memabukkan.

"Ahh! Lebih... mnh... pelan... ahh!" desah Xiu Ying tersengal-sengal, dadanya naik turun memburu saat kepungan kenikmatan tiada tara membawa jiwanya melayang tinggi.

Erangan rendah Zhen Yu bersahutan dengan desahan nikmat Xiu Ying di dalam kabin kayu yang terisolasi dari dunia luar. Puncak gairah meledak sempurna, mengukuhkan aliansi cinta dan kekuasaan mereka di bawah naungan malam musim dingin.

Sementara itu, di bangku depan di luar kabin...

Kusir kereta kencana, Susu, dan Lu Feng—pengawal setia Zhen Yu yang menunggang kuda di samping kereta—berjalan berdampingan menembus hembusan angin salju.

Tiba-tiba, derit halus lantai kayu kabin, hentakan ritmis yang konstan, serta rintihan dan desahan manja Istri Pangeran yang ditimpali erangan berat Pangeran Ke-7 terpantul samar menembus dinding kayu.

Langkah kaki kuda seketika melambat.

Wajah Susu yang berada di samping kusir mendadak memerah panas bagai dibakar api. Ia buru-buru menundukkan kepalanya dalam-dalam, menutup telinganya dengan selendang tebal.

Kusir kereta menelan ludah kasar, tangannya yang memegang tali kekang gemetaran hebat. Sementara Lu Feng yang biasanya berwajah dingin dan garang, kini berdehem canggung sambil memalingkan wajahnya lurus-lurus ke depan, pura-pura sangat fokus menatap tumpukan salju di jalanan.

A-Astaga... batin mereka bertiga serempak dengan bulu kuduk berdiri, mencengkeram posisi masing-masing sambil berdoa agar perjalanan menuju Istana Zhen segera berakhir di tengah gumpalan salju malam yang kian lebat.

(Bersambung)

1
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
sehari tidak up bbrp bab kak?
Heresnanaa_: tergantung mood author si 🙏😂
total 1 replies
Pa Muhsid
mending ini didalam kereta, ada satu yang belah duren dibawah pohon diatas rumput pernah baca di novel tetangga 🙈🙈🙈
Heresnanaa_: huaaaa🥹😂
total 1 replies
Arix Zhufa
semakin menarik
Arix Zhufa
Belah duren di dlm kereta....baru kali ini ada cerita yg berbeda dari novel lain 😄😄
Heresnanaa_: stay tune terus beb😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
pangeran ke 7 kok bisa kaya modal nya dari mana thor?
Xeon Nana
jujur aja pangeran ke 7 itu engga idiot kayak yg di ceritakan apa lagi kata mereka atau rumor yg beredar malah pangeran menurutku sedang menyembunyikan identitas nya entah apa alasannya aku gak tau tpi jujur aku suka sama alur ceritanya semangat terus buat up ya kk 🙏🙏
Xeon Nana: oke kak aman semangat ya banya banya up
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!