Boy, seorang siswa ganteng kelas XII yang menjadi Idola para gadis-gadis di sekolahnya. Kegagahan, ketampanan dan ketajiran Boy membuat para gadis berlomba ingin menjadi pacarnya. Bahkan tak jarang dari mereka sampai ribut. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk Wika, gadis tomboy cantik siswi kelas X itu justru sangat membenci Boy. Jangankan menjadi kekasih Boy, memandangnya saja Wika ogah. Hal ini membuat Boy menjadi tertantang untuk menaklukkan hati Wika yang sekeras baja. Mau tahu kisah perjuangan Boy?? Silahkan disimak sampai selesai ya.....😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwik Eka Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Bukan Gadis Sembarangan
Wika sudah terpojok, tak bisa melarikan diri kemana-mana lagi. Trio Gondrong sudah mengepungnya.
Kemudian Trio Gondrong segera turun dari moge nya dan langsung mendekati Wika.
"Siapa kalian? Ada urusan apa denganku?" Tanya Wika tetap tenang dengan masih duduk diatas motornya.
"Ternyata besar juga nyalimu nona! Kau tak takut pada kami?" Tanya Bandot.
"Takut? Katakan kenapa aku harus takut pada kalian?" Wika balik bertanya.
"Karena kami akan segera mengahancurkan masa depanmu cantiik!" Jawab Junet.
"Oouuuuh....begitu ya? Lalu apa salahku pada kalian?" Tanya Wika lagi.
"Kau gak bersalah pada kami, tapi kau sudah bersalah pada bos kami!" Jawab Alex
"Oh....bos yang mana ya? Perasaan, aku gak pernah berbuat onar pada seorang bos kok!" Jawab Wika.
"Kau tak perlu tahu siapa bos kami! Sekarang ayo turunlah dari motormu dan ikut dengan kami!" Kata Alex.
"Ikut kemana? Aku masih banyak urusan!" Jawab Wika tetap santai.
"Kita akan bersenang-senang sayaaaang. Kecantikanmu sungguh luar biasa! Aku jadi tak sabar ingin menikmatinya!" Kata Bandot yang mulai nakal dengan mencoba mencolek pipi Wika.
Dengan gesit Wika menangkis menggunakan tangan kanannya. Hal ini membuat Bandot merasa marah karena sudah dipermainkan.
"Widiiiiiiih.....galak juga ya! Aku suka cewek yang galak!" Kata Bandot.
Bandot pun langsung melompat untuk menangkap Wika.
Lagi-lagi dengan lincah Wika melompat keatas lalu berdiri diatas motornya. Sehingga Bandot memeluk tempat yang kosong. Dengan gerakan yang cepat, satu kaki Wika menendang punggung Bandot hingga membuatnya terjungkal disebelah motor Wika.
"Buuuuuukkk"
Melihat Bandot jatuh, Junet pun ikut maju.
"Oh....lumayan juga ilmu bela dirimu cantik. Ayo bermain-main denganku!" Kata Junet.
Setelah berkata, Junet langsung maju menyambar kaki Wika yang masih berdiri kokoh diatas motornya. Kali ini Wika melompat kekanan untuk menghindari tangan Junet.
Dan "Buuuuuuuk....!" Dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh Junet, tiba-tiba kaki Wika sudah mendarat di kepalanya. Junet pun terhuyung-huyung lalu jatuh ke tanah. Kepalanya terasa pusing tujuh keliling.
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini padaku?" Tanya Wika.
Tanpa berkata-kata, Alex langsung menyerang Wika dengan ganas. Sehingga memaksa Wika untuk melompat turun dari motornya.
Alex menyerang dengan kekuatan penuh menendang ke arah perut Wika. Tapi Wika bisa dengan mudah menghindarinya. Membuat Alex menjadi sangat marah.
"Kurang ajaaaaarrr! Hiiaaaaaattt!" Alex mengganti serangannya dengan kedua tangannya mengarah ke kepala lawan.
Wika menghadapi musuh dengan tetap tenang. Sehingga semua gerakannya terkendali dengan baik.
Sementara Trio Gondrong terlalu meremehkan lawan. Mereka berpikir akan sangat mudah menangani seorang perempuan. Apa lagi anak kemarin sore seperti Wika.
Karena terlalu menganggap enteng lawan, ini membuat kewaspadaan mereka menjadi menurun. Sehingga ini sangat menguntungkan bagi Wika.
Sergapan Alex meleset dan mengenai tempat yang kosong. Dengan lincah Wika memiringkan kepalanya, lalu tangan kirinya menangkis serangan Alex. Sedangkan tangan kanannya memukul bawah ketiak Alex.
"Buuuuuuuuuuuuukkk!"
"Auuuwwww......! Kurang ajaaarr!"
Alex menjerit kesakitan.
Bandot yang sudah bangkit langsung menerjang Wika dari belakang. Wika yang dalam mode waspada langsung menangkis dengan sebelah kakinya. Lalu tangannya langsung melayang kearah pipi Bandot.
"Buuuuuuuukkkkkk"
Lagi-lagi Bandot terkena pukulan Wika. Bibirnya berdarah. Bandot langsung menyeka darah dari bibirnya.
"Kamp**t kau! Akan ku ***** dirimu jadi abu!" Ancam Bandot.
"Lakukanlah sesukamu!" Kata Wika.
Bandot segera mengambil ikat pinggang andalannya. Diputar-putarkannya ikat pinggang itu mengelilinginya. Lalu disambarkannya ikat pinggang itu kearah Wika.
Wika hanya menghindarinya saja dengan menggeser kakinya kekanan dan kekiri. Sesekali juga menunduk dan melompat.
Junet juga sudah bangkit dengan sebilah pisau tajam digenggamannya, yang siap mencincang musuh.
"Baru kali ini aku ketemu preman macam kalian! Yang tak tahu malu, mengeroyok seorang gadis! Dengan bersenjata pula. Dasar pengec*t!" Kata Wika.
Trio Gondrong semakin marah mendengar ejekan Wika. Mereka sudah lupa untuk tidak membunuh targetnya. Yang ada dalam benak mereka sekarang hanyalah segera melenyapkan musuh didepan matanya.
Trio Gondrong menyerang dengan bersamaan. Bandot dengan ikat pinggangnya, Junet dengan pisau tajamnya dan Alex dengan tangan kosong.
Wika agak kewalahan dibuatnya. Bagaimanapun tenaga mereka sangatlah kuat. Disaat Wika menghindari serangan Junet, dengan cepat kakinya menyerang Bandot. Tetapi Wika tak bisa menghindari serangan Alex yang tiba-tiba datang dari arah belakangnya secara bersamaan.
"Buuuuuuuuuuukkk....!"
Tendangan Alex tepat mengenai punggung Wika, yang membuat Wika terhuyung-huyung. Namun tak lama Wika sudah bisa menguasai dirinya kembali.
"Ayo, kita sikat guys! Jangan buang-buang waktu lagi!" Kata Alex memberi komando.
{Sekarang giliranku melibas kalian semua! Tak kan kubiarkan kalian mengalahkanku!} Wika marah didalam hatinya.
Matanya berubah menjadi garang dan tajam, bagaikan elang yang sedang mengintai mangsanya. Dengan gerakan yang ringan Wika maju dan menyerang Bandot.
Tangannya begitu lihai dan gemulai mengimbangi permainan ikat pinggang Bandot. Dan akhirnya senjata itu pun makan tuannya. Dengan kecepatan super, ikat pinggang itu sudah melilit ke leher Bandot. Bandot pun roboh ke tanah dengan ikat pinggang yang masih melilit lehernya kuat-kuat.
Melihat rekannya dirobohkan, Junet segera maju dan menyerang dengan pisau tajamnya. Pisau bergerak dengan lincah kesana kemari seolah hendak merobek apa saja yang ada dihadapannya.
Wika bergerak dengan lincah dan ringan, maju, mundur, kesamping dan sesekali melompat untuk menghindari sambaran pisau Junet.
Pisau Junet selalu mengenai tempat yang kosong. Hal ini membuat Junet semakin marah dan menyerang dengan membabi buta tak terarah.
Dalam beberapa gerakan Wika sudah berhasil mematahkan serangan Junet dan menguasai pertempuran.
Wika mengunci tangan dan kaki Junet. Lalu dengan cepat Wika mematahkan tangan kanan Junet yang memegang pisau.
"Krrrraaaaaaaaaakkkkkkk.....!"
"Aaaaaaaaaaaarrrrrrgggggggghhhhhh!"
Teriak Junet kesakitan.
Kemudian Wika melompat dan menendang perut Junet. Junet terhuyung-huyung kebelakang. Wika tak memberinya kesempatan untuk pergi. Dengan sekali lompatan, Wika berhasil menendang kepala Junet dengan keras. Darah menyembur dari mulut Junet. Akhirnya Junet pun roboh ke tanah.
{Waduuuuuh....dia patahkan tangan Junet! Ni cewek memang gak bisa dianggap enteng! Aku harus lebih berhati-hati lagi. Aku harus bisa meringkusnya! Huuuhhh!}
Hati Alex penuh kemarahan.
Wika berdiri kokoh, sedangkan satu kakinya masih menginjak tubuh Junet yang sudah tak berdaya. Matanya tajam menatap Alex, satu-satunya preman yang masih berdiri dengan gagahnya.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian?"
"Aku tak akan mengatakannya! Sekarang giliran kematianmu! Kau belum tahu siapa aku!"
"Makanya, perkenalkanlah dirimu, agar aku tahu siapa kamu!"
Kata Wika santai.
"Berani sekali kau hajar teman-temanku! Sekarang giliran aku melenyapkanmu! Bersiaplah untuk mamp*s!"
Alex langsung menerjang Wika. Kali ini Wika tak menghindarinya, tapi dengan tangan kirinya Wika menangkis serangan Alex, sementara kaki kanannya langsung menyerang perut Alex.
Alex menangkis dengan tangan kirinya. Sehingga serangan Wika bisa dipatahkannya. Alex melanjutkan serangan kearah kepala Wika, tapi Wika melesat kebawah kaki Alex, menerobos dan berhasil menghantam belakang kepala Alex dengan kakinya.
"Buuuuuuuuuuuuuuk....."
Dilanjutkan lagi dengan pukulan tangan Wika kewajah Alex. Darah mengalir dari hidung Alex.
Alex bangkit. Lalu menatap Wika dengan penuh kemarahan.
Alex melompat maju dan kembali menyerang Wika. Tapi kali ini serangan Alex sudah tak sekuat tadi.
Beberapa jurus telah berlalu dengan cepat. Alex merasakan tubuhnya sudah banyak terluka terkena pukulan Wika.
*
*
Sementara dari kejauhan Dani dan anak buahnya sudah memantau Wika dan Trio Gondrong dari awal.
"Kenapa kita tak membantu gadis itu bos?" Tanya Al.
"Kau tak lihat, gadis itu tak butuh bantuan kita. Dia bisa menyelesaikannya sendiri dengan mudah." Jawab Dani.
"Iya bos! Benar-benar luar biasa kemampuan bela diri gadis itu bos!"
Kata Dul.
{Bener-bener gadis yang kuat dan hebat kau Wika. Wajah cantik dan sikap lembutmu tak menunjukkan sisi kekuatanmu. Tapi kau sungguh luar biasa! Tiga preman pasar kau libas begitu saja}.
Dani mengagumi Wika.
Dani tak pernah menyangka Wika bisa sehebat itu dalam bertarung. Karena rupanya Wika tak hanya menguasai satu macam ilmu bela diri saja.
"Dari gerakannya, Wika sudah sangat lihai dan terlatih sekali. Tak mudah menguasai pertempuran dengan ketenangan begitu tinggi dalam mengontrol suatu emosi."
"Kau benar bos! Mungkin kalau kami maju berlima saja, masih jadi lawan yang empuk buat gadis itu bos!"
Kata Al jujur.
*
*
Tak berapa lama Wika sudah berhasil merobohkan Alex. Wika langsung mengunci tangan dan kaki Alex lalu menekannya dengan keras.
"Aaaarrrrrrggghhhh...."
Alex merintih kesakitan. Wika menarik rambut Alex dengan kuat.
"Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu ha?"
"Aku tak akan mengatakannya!"
"Mau mamp*s kau ya! Oke, kalau itu maumu! Akan aku kabulkan!"
Kata Wika yang langsung menarik leher Alex kebelakang dengan kuat. Sehingga susah bagi Alex untuk bernafas.
Alex ketakutan. Alex tahu kalau Wika tidak sedang bermain-main dengan ucapannya itu. Alex merasakan semakin sulit bergerak dan bernafas. Karena kaki dan tangannya masih kaku oleh kuncian dan totokan Wika di tubuhnya.
"Baiklah....baiik....lepaskan aku!" Mohon Alex.
"Kau serius mau mengatakannya? Berubah pikiran nih? Bukannya tadi mau mati aja?"
Alex tak bisa menjawab. Ia hanya menganggukkan kepalanya. Wika lalu melepaskan kunciannya, tapi tak melepaskan totokannya di tubuh Alex.
"Masih takut ketemu malaikat maut ya? He..he..." Kata Wika mengejek Alex.
"Maafkan aku. Lepaskan aku Wika." Kata Alex.
"Oh....kau tahu namaku?"
Alex mengangguk pelan.
"Siapa yang menyuruh kalian mencelakaiku?"
"Non Maya non. Kami disuruhnya untuk menyiksa dan memperkosamu!"
Kata Alex.
Wika terkejut mendengar nama Maya disebut. Karena mereka memang pernah punya konflik sebelumnya.
"Maafkan kami non. Kami hanya menjalankan tugas aja."
"Kau tahu ini salah?"
"Iya non. Kami tahu."
"Lalu kenapa kalian lakukan?"
"Karena kami butuh uang non. Anak istri juga butuh makan."
"Jangan sekali-kali kau beri makanan yang haram kepada keluargamu. Apa kau mau, nanti anakmu juga akan menjadi sepertimu ini dimasa depannya ha?"
"Tidak non. Tolong maafkan kami non. Tolong lepaskan kami. Kami janji gak akan mengulanginya lagi non. Sweer deh!"
"Gak usah sumpah-sumpah kau! Oke, kali ini aku maafkan. Tapi jika sekali lagi aku lihat kalian berbuat jahat kepada orang lain, maka kalian akan berurusan denganku dan kantor polisi."
"Jangan non. Kami janji gak akan mengulanginya lagi non. Janji!"
"Oke. Ku pegang kata-katamu!"
Wika kemudian melepaskan totokan ditubuh Alex lalu pergi meninggal tempat itu dengan motor kesayangannya.
* * * * *
Masih semangat Kakak?
Ternyata Wika bukan cewek sembarangan ya! Wah....gimana nih, kira-kira Boy bisa gak tuh menaklukkan hatinya?
Simak terus kelanjutannya pada episode berikutnya.
Jangan lupa dukungannya ya Kak. Like, vote, beri hadiah dan tinggalkan komentar terbaikmu..
Terimakasih...🙏🙏🙏
"
{Aku harus bisa