Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Mas, sampai kapan kita mesti main kucing - kucingan kaya gini terus. Aku juga butuh di akui mas." ucap wanita teman berbagi peluh Aldi.
"Sabar sayang, kita cari momennya yang pas. Mas juga capek curi - curi waktu untuk betemu dengan kamu, sayang." Aldi mengecup tengkuk waniat itu sehingga membuat wanita itu melenguh manja.
"Hebat mana aku sama dia?" tanya wanita itu.
"Tenti saja kamu, sayang. Bukanya kamu tau kalau aku bersama kami tak bisa berhenti, lagi dan lagi sampai lemes." goda Aldi.
"Gombal ."
"Kamu itu selalu menggairahkan, aku tidak pernah bosan bermain bersama kamu." ucap Aldi dengan tatapan penuh nafsu.
"Lagi, yuk." goda Aldi.
"Kamu ini mas, ga ada puas - puasnya." ucap wanita itu manja.
"Tapi kamu sukakan."
"Ohch.... aku ga bisa nolak pesona kamu mas. Kamu itu sungguh perkasa tentu saja aku suka dan ketagihan, mas." pujian dari wanita itu membangkitkan ular yang tadi berniat ingin tidur karna sudah beberapa kali bertarung. Erangan dan desahan manja lawan jenisnya membuat Aldi makin menggila. Suara laknat itu memenuhi seisi kamar, peluh mereka bersatu dengan satu tujuan mencapai puncak surga dunia.
"Brakkkk!" suara pintu di buka dengan kasar. Membuat kedua insan yang tengah memadu kasih terhenti dan buru - buru mencari apa saja untuk menutupi tubuh polos mereka.
Ima yang sudah tak tahan mendengar pengkhianatan suaminya nekad menerobos masuk. Pertahanan yang tadi ia coba bangun luluh seketika. Kembali bulir bening itu jatuh membasahi pipi mulusnya.
"Ima, mas bisa jelaskan. Ini tidak seperti yang kami lihat." Rayu Aldi setelah berhasil memakai celana boxer dan singlet.
"Apa? Ini kelakuan kalian di belakang aku. Ini yang kamu bilang sibuk mas, sibuk berzina dengan gundikmu. Dasar pelacur murahan." Ima yang emosi menjambak rambut wanita itu tanpa belas kasih.
"Aduh, Ima. Sakit, lepasin." teruak wanita itu memohon, ia merasakan sakit yang luar biasa. Air mata membasahi pipinya. Ima bukanya kasihan malah makin menjadi.
"Aldi bantu aku lepaskan jambakan wanita gila ini." teriak wanita itu meminta bantuan Aldi. Entah kekuatan dari mana tenaga Ima berkali kali lipat kuatnya. Aldi tak sanggup melepas jambakan tanganya dari rambut wanita itu. Erangan kenikmatan berganti menjadi erangan kesakitan.
"Dulu dia kamu buang, sekarang saat oa sudah punya segalanya kamu kembali mau mengambilnya, dasar murahan tak tau malu." hardik Ima dengan nafas naik turun karna emosi.
Ima mengenal selingkuhan suaminya, dia adalah mantan kekasih suaminya yang kabur dengan lelaki yang lebih kaya dari Aldi.
"Ima, udah ya. Tolong lepasin dulu. Kita bicarakan ini baik - baik. Mas akan jelaskan semuanya." bujuk Aldi mencoba sekali lagi melepaskan tangan Ima dari rambut wanitanya tapi meskipun Ima seorang wanita tenaganya jauh di atas tenaga Aldi.
"Dasar jalang tak tau malu, kalian berdua pengkhianat." jambakan Ima semakin kuat membuat waniat itu berteriak kesakitan. Tak lupa Ima menampar wajah waniat itu hingga nyaris tidak berbentuk bahkan ada darah di sudut bibirnya.
"Ima tolong lepas dulu, mas bisa jelaskan semunya." Rayu Aldi.
"Diam kamu mas, dasar lelaki tak tau diri. Pencinta selangkangan." teriak Ima.
"Ada apa ini" terdengar suara daei arah pintu. Semuanya reflek menoleh.
"Papa, mama. " gumam ketiganya.
"Papa tunggu kalian di bawah. " ucap papa dengan tatapan sinis. Ima mengikuti kedua mertuanya, sementara itu Aldi dan gundiknya memakai pakain mereka kembali dan baru keluar bergabung dengan yang lain.
...****************...
Assalamualaikum, selamat pagi kk
Thor kembali up ya, jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 👍🙏🙏