Indonesia
NovelToon NovelToon
Luna To Zoey (Lea)

Luna To Zoey (Lea)

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Crazy Rich/Konglomerat / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:110.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: AGK

Eleanor Luna Dirgantara yang sudah hidup sebatang kara sedari dia bersekolah menengah pertama. Eleanor atau dipanggil sebagai Lea itu harus bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang bayi yang namanya hampir sama dengannya. Eleanor Zoey Draper bayi yang baru berumur sekitar tiga bulan.

Part 53 ke atas sudah bercerita tentang Lea yang sudah dewasa.
Typo bertebaran⚠️⚠️

(Belum Revisi).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AGK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan berada di Lea

00:00

Vincent dan Claudia tiba dimansion dan langsung berhadapan dengan Lena. Wanita baya itu sungguh jengkel dengan anak dan menantunya ini. Bisa-bisanya mereka keluar tanpa ingat waktu dan anak.

"Jika kalian seperti ini, Mama akan mengambil alih Lea dari kalian" ucap Lena tegas.

Mendengar itu Claudia langsung menggeleng panik "Mam-...".

"Jika kalian ingin selalu berdua, maka jangan temui cucu Mama lagi!".

"Ma...vin-...".

"Diam kamu! Dimana hati kalian hah?! Cucu Mama sejak tadi terus menangis! Menunggu kalian untuk pulang! Terutama kamu Claudia!" deliknya menatap Claudia yang sudah menangis.

"Jika kamu seperti ini, Mama akan benar-benar mengambil alih Lea dari kamu!".

"Kamu tahu sendiri jika Lea tidak bisa banyak menangis, tubuhnya lemah Clau! Jika Terjadi apa-apa dengan dia bagaimana?! Siapa yang akan menyesal hah?!".

"Hiks...maaf Ma. Tapi aku baru kali ini berdua bersama Vincent...a-aku selalu saja tidak memiliki waktu karena mengurusi Ba-baby".

Mendengar itu tentu membuat Lena mengeram marah. Bahkan Vincent tercengang mendengarnya, dia benar-benar tidak menyangka jika istrinya berkata seperti itu.

Lena berjalan mendekati Claudia dan...

Plakk!

"Coba kamu ulangi lagi?!".

Claudia tertunduk sambil menyentuh pipinya yang terasa panas akibat tamparan itu. Vincent disebelahnya bahkan tak bisa berbuat apa-apa. Dia rasa istrinya kali ini benar-benar salah akan ucapannya.

Lena mundur selangkah, menatap keduanya secara bergantian "Kalian lupa? Lupa dengan perjuangan kalian untuk mendapatkan dan mempertahankan Lea?! Apa pantas kamu berkata seperti itu, Claudia?! Jika kamu merasa seperti itu maka berikan Lea pada Mama! Mama akan membawanya ke Jerman dan akan membesarkannya disana tanpa bantuan kamu maupun Vincent! Dan Mama akan menutup akses kalian untuk bertemu dengannya!" Lena pun pergi dari sana dan membiarkan Claudia yang berteriak memohon padanya.

Vincent langsung menarik Claudia ke dalam pelukannya "Kenapa kamu berbicara seperti itu, Sayang? Kamu benar-benar merasa terbebani karena menjaganya?".

Claudia langsung menggeleng "Aku minta maaf...hiks".

Vincent melepaskan pelukan itu dan menyentuh kedua pundak istrinya "Jika begini, bagaimana kita mencegah Mama, sayang? Kamu tahu kan Mama itu orang yang seperti apa?".

"Hiks...maaf...a-aku tidak bermaksud hiks...aku...aku salah bicara hiks" isaknya sambil tertunduk.

Ternyata tanpa mereka sadari, Cindy dan Lea sudah berada disana sejak tadi. Keduanya yang mendengar ucapan Claudia hanya diam mematung. Lea saja hanya diam menatap Mommy-nya dengan kecewa.

Cindy yang mengerti langsung menurunkan keponakannya itu. Dan Lea pun berjalan mendekati dua insan itu.

Dia berdiri dengan satu tangan yang menenteng boneka kesayangannya "Jadi, Mommy telbebani mengulut Baby?".

Sontak keduanya langsung menoleh ke asal suara dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat anak semata wayang mereka tengah berdiri dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Jelas terlihat jika Dimata kecil nan indah itu telah terpancar kan akan kekecewaan.

Claudia menggeleng sambil terisak "No sayang. Mommy minta maaf" dia mencoba mendekati Lea namun anak itu melangkah mundur.

"Tida. Janan detati Baby...hiks...Baby mau Oma...hiks...".

Claudia berusaha mendekat, namun anak itu terus saja mundur. Dia pun berhenti dan duduk di lantai sambil terisak.

Ditatapnya sang anak dengan pilu "Sayang, Mommy minta maaf...maaf...Mommy tidak ada mak-...".

"No! Hiks...Mo-mommy mau watu beltama Daddy tan? Baby atan belitan, Mommy bita telur beltama Daddy tanpa halut menuluti Baby...hiks" ucap anak itu dengan pilu.

Cindy yang tak tahan langsung menggendong tubuh mungil ponakannya. Dia lalu memandang Vincent dengan emosi "KAU KENAPA DIAM SAJA?!"

"KAU TAKUT HAH?! TAKUT SAMA MAMA?! TAK BERANI MELAWAN?! JIKA SEPERTI ITU MAKA BERSIAPLAH UNTUK KEHILANGAN ANAKMU!!" Cindy dengan kesal pun langsung pergi dari sana tanpa memperdulikan Claudia yang masih berteriak.

Claudia berdiri dan langsung mendekati Vincent, dia meraih kerah Vincent dan digenggamnya erat "Vin! Aku tak mau anakku jauh dariku! Aku tak mau Mama membawanya! Tolong lakukan sesuatu! Hiks...aku...aku Ti-tidak sanggup hiks".

Vincent memejamkan matanya sebentar. Dia menatap sang istri dengan dalam "Kamu pergilah ke kamar Cindy, aku akan pergi menemui Mami".

Claudia tanpa kata langsung melenggang begitu saja. Vincent hanya menatap lekat punggung istrinya yang mulai menjauh. Dia pun pergi ke arah belakang mansion, dimana disana sudah ada sang ibunda yang berdiri didekat kolam. Tanpa kata dia langsung bersujud, memeluk kaki Lena sambil terisak.

"Hiks...Ma, maafkan Vincent, Ma hiks...maaf...tolong jangan jauhkan Vincent dengan anak Vincent, Ma hiks... Vincent tidak sanggup jika...jika haru kehilangannya hiks...tolong" tangisan pilunya membuat Lena menjadi tak tega.

"Berdirilah, Vin".

Vincent menggeleng "Vincent mohon, Ma...jangan membawanya".

Lena menghela nafas panjangnya, kedua tangannya terulur membantu anaknya berdiri. Setelahnya dia menatap Vincent dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.

"Vin, Mama-...".

"Vincent mohon, Ma".

Lena memejamkan matanya sebentar "Semua ada pada tangan putrimu, Vin. Semua keputusannya ada pada dia. Mama tidak akan bisa berbuat apa-apa jika putrimu memilih untuk Mama bawa ke Jerman".

Nafas Vincent seakan tercekat. Kejadian tadi, dimana sang anak menatap mereka dengan kecewa terus memutar di pikirannya. Bagaimana jika anaknya memilih bersama Mamanya ketimbang dirinya dan Claudia?.

Di lain tempat, Claudia terus mengetuk pintu kamar Cindy. Dia berusaha agar bisa berbicara dengan anaknya. Sungguh dia sangatlah menyesal. Kata-kata itu meluncur begitu saja tanpa dia kendalikan.

Tokk...tokk...tokk.

"Baby, Mommy mohon buka pintunya sayang! Mommy minta maaf" teriaknya untuk kesekian kalinya.

Didalam kamar, Cindy berdiri didekat pintu sambil menatap keponakannya yang duduk diatas ranjang. Anak itu masih terisak. Dia merasa kecewa akan ucapan Mommy-nya. Itu sungguh menyakitkan.

"Baby, kas-...".

"No, Aunty. Baby tida inin beltemu denanna. Tatatan taja padana juta Baby tida inin beltemu denan dia. Hiks...Baby tida mau...hiks" lirihnya.

Cindy menghela nafas kasar, dia membuka pintu kamarnya lalu keluar.

"Cindy?! Kakak mohon, biarkan kakak bertemu dengan putri kakak!" ucap Claudia ketika melihat Cindy yang keluar dari pintu.

Cindy menatap kakak iparnya dengan intens "Biarkan dia untuk menenangkan pikirannya dulu, Kak. Jangan membebaninya. Kakak tahan dulu, besok pagi barulah kakak menemuinya" ucap Cindy menjelaskan.

Claudia diam tak menjawab. Pikirannya benar-benar kosong saat ini.

"Kak, ada yang ingin aku sampaikan. Aku harap kakak bisa mengerti" ucap Cindy yang langsung membuat Claudia menatapnya dengan tanya.

Cindy menghela nafas untuk menenangkan dirinya "Kak, masalah ucapan Mama tadi...aku yakin pasti mama akan memberikan keputusan tepatnya pada Lea. Dan aku yakin, semua keputusannya kali ini berada di tangan Lea. Jadi, yang menentukan Lea pergi ke Jerman atau tidak, itu adalah Lea sendiri yang menentukannya".

To be continued...

Hayolo? Lea ikut saja pergi ke Jerman ya? Terus dibuat sad ending deh, gimana? Wkwk.

(Seperti biasa, Like komen supaya author semangat up-nya. Timakacih udah baca! Dadah!).

1
Elsa Fadilah
seru
Elsa Fadilah
seru banget aku suka cerita nya hanya Aja aku mau lea ngomong ke levin aku mencintai kamu suka sama kamu levin terima kasih udah mencintai aku gitu mau lea membalas cinta nya levin bukan Diem aja semoga ada kelanjutan nya kalo engga cerita anak nya aku penasaran
anyelin stephania
wow suami pun ikut adil juga/Panic/
D Purba
benar kata mami lea, aturnya itu anak bersyukur. bisa2 jika besar dia bisa bunuh lea
kim Jun Hyung
Luar biasa
Lala Kusumah
ceritanya bagus menarik dan seruuuuuu, teruslah berkarya dengan karya-karyanya yang bagus dan seruuuuuu lagi ya... semangat sehat
✓🥀 forever
kurang ngerti akuh🤣🤔
Andry Lenny
mknya jgn nakal lg y baby Lea... senjata makan tuan ga tuh... /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Andry Lenny
jgn menyerah y baby Lea... /Determined//Determined/
Andry Lenny
bayi bar bar.../Angry//Angry/
Nur Lela
luar biasa
Narimah Ahmad
👍terima kasih juga thor 👍❤️❤️💖
Yunita Widiastuti
🌻🌻
Iqlima Al Jazira
bocil cadel thor..
bagaimana dengan bocil yang mencari kakaknya yang terpisah karena sesuatu hal.
sendy kiki
SBG pembaca menyimak saja. semoga karya terhibur y 🌹🌹
sendy kiki
saya baca sekilas KA,,sedih juga y korban penculikan apalagi di pisahkan dari keluarga.sedih 😭😭😭. gimana y kak?saya suka sih cerita bocil cadel happy aja .pun ada sedih Bombay jangan lama ceritanya ringan dan menghibur.
Yue Li MZy
WAH Cerita nya seru? 👍🏻
sendy kiki
ok Kaka,,fokus ni cerita baby El lapak sebelah..😁😁hadiah terakhir lapak ni 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
sendy kiki
up selalu
Narimah Ahmad
terima kasih dn teruss lanjutt thor 💪💪💪💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!