Cinta tak harus memiliki itulah yang di rasakan dua insan yang saling mencintai namun takdir memisahkan keduanya hingga harus rela mengikhlaskan satu sama lain demi kebaikan bersama. Cinta yang begitu tulus dan suci harus tertahan di dalam dada sebab tak ingin menyakiti siapapun dan membuat semuanya menjadi runyam. Itulah yang di rasakan oleh Lucy Abelia dan Sean Fernando. Keduanya sama-sama berkeinginan untuk hidup bersama namun takdir berkata lain sehingga membuat insan yang saling mencintai itu hidup di jalannya masing-masing. Walaupun cinta Lucy dan Sean sangat kuat, namun keduanya tetap menerima takdir dan mensyukuri segala hal yang terjadi pada mereka. Sean menjalani hidupnya bersama wanita pilihan orang tuanya, sedangkan Lucy memilih hidup sendiri hingga akhir.
Bagaimana kisahnya, apakah ada kesempatan bagi keduanya untuk hidup bersama atau keduanya tetap berada di jalannya masing-masing? Yuk ikuti terus kisahnya.
Ig: Jannah Sakinah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jannah sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Matahari dan Bulan bersatu?
Di perusahaan raksasa yang menjulang tinggi ke langit, terlihat Sean tengah sibuk dengan berkas-berkasnya. Walaupun mata dan tangannya sibuk bekerja namun mulutnya sibuk bercerita kepada sahabat sekaligus asisten pribadinya. Ia tak henti-hentinya menceritakan segala kekecewaannya terhadap kedua orang tuanya dan dia juga bercerita tentang kejadian naas yang menimpa Lucy.
"Menurutmu Gio, apa yang terjadi dengan Lucy itu murni kecelakaan? Sedangkan kita tau sebelumnya jika Tasya selalu membuat ulah hingga membuat Lucy di usir dari kediamannya sendiri," ucap Sean dengan mata yang sesekali melirik Gio.
"Saya merasa juga begitu Tuan, tidak mungkin Nona Tasya diam saja melihat Nona Lucy masih berada di sekitar anda," ucap Gio menatap serius ke arah Sean.
"Kau ini sudah berapa kali aku katakan. Tidak usah menggunakan bahasa formal kalau sedang berdua saja," ucap Sean sedikit gemas dengan sikap Gio yang sok profesional.
"Maaf Tuan, saya hanya berusaha bersikap profesional dalam bekerja," ucap Gio dengan senyum yang di tahan.
"Dasar!" ucap Sean dengan ketus sembari melirik Gio sekilas dengan mata tajamnya.
"Tuan, kita harus segera menyelidiki semuanya sebelum perbuatan Nona Tasya semakin menjadi-jadi. Istri anda akan menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi ambisinya Tuan," saran Gio yang sangat di setujui Sean.
"Benar," ucap Sean menghentikan kegiatannya lalu menegakkan tubuhnya sembari menatap Gio dengan wajah seriusnya. "Aku rasa jika kita terus diam, Tasya dan keluarganya akan semakin menjadi-jadi. Mereka akan memanfaatkan kekuasaannya untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Sekarang yang menjadi kekhawatiranku yaitu Lucy. Mereka semua mengincar Lucy ku Gio," ucap Sean dengan mata yang sudah basah.
"Tenanglah Tuan, kita pasti bisa menyelesaikan semua permainan ini. Sebaiknya mulai dari sekarang kita harus lebih giat lagi dalam mengelola perusahaan Tuan. Kita harus bisa melepaskan diri dari jerat perusahaan milik Tuan Andre," ucap Gio yang sangat di setujui Sean.
"Gio, sepertinya akan susah jika kita hanya mengandalkan kerja sama di negara ini saja. Kita harus keluar dari zona nyaman Gio. Kita harus bisa menarik investor asing untuk membuat perusahaan ini semakin maju," ucap Sean lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan pelan menuju jendela dan melihat pemandangan di luar sana. "Jika kita begini terus dan tak ada perubahan sama sekali, maka perusahaan ini akan tetap menjadi perusahaan yang berkembang," ucap Sean dengan sangat serius. Dari nada bicara nya sudah bisa di pastikan jika Sean mempunyai tekad kuat untuk merubah keadaannya menjadi lebih baik. Dia tak ingin terus-terusan berada di posisi yang tak membahagiakan ini. dia ingin hidup dengan caranya sendiri. Dan dia ingin hidup bersama sang pujaan hatinya tanpa ada yang menekannya.
"Benar Tuan, saya setuju dengan anda. Tapi sebelum kita melakukan rencana-rencana hebat itu, kita harus bertahan untuk saat ini. Kita harus manfaatkan sebaik-baiknya investasi yang diberikan Tuan Andre kepada kita," ucap Gio mulai mengeluarkan sisi liciknya.
"Tentu saja kita harus memanfaatkannya. Ini adalah bayaran mahal atas ambisinya yang terlalu di paksakan itu!" ucap Sean sembari tersenyum devil.
🍒🍒🍒
Di toko Lucy, terlihat Steven masih nyaman berada di sana. Bahkan dalam waktu yang sangat singkat dia sudah akrab dengan sahabat Lucy. Tak jarang ia ikut tertawa bersama mereka. Steven benar-benar merasakan kehidupan yang sebenarnya. Bahkan saking asiknya pria itu sampai melupakan niat awalnya mendekati Lucy.
Karena perbuatannya itu Tasya sampai pusing menunggu kabar darinya. Wanita itu sudah dari pagi menunggu kabar dari kekasih gelapnya itu.
Karena hari sudah semakin sore, Steven dan para teman-teman Lucy lainnya pun pamit pulang ke kediamannya masing-masing. Dan Steven tak akan membiarkan hubungan harmonis ini berhenti sampai di sini saja. Dia meminta teman-teman barunya untuk saling berkontak dengannya. Tak lupa dia juga meminta kontak Lucy untuk di simpan.
"Terimakasih ya Lu sudah membantuku dan memperkenalkan ku dengan mereka," ucap Steven dengan senyum tulusnya.
"Sama-sama, nanti kalau kami ngumpul kau ikut ya," ucap Lucy sudah tak menggunakan bahasa formalnya lagi sebab Steven ingin lebih akrab dengannya dan teman-temannya.
"Tentu saja Lu, aku akan ikut berkumpul bersama kalian jika tidak keberatan," ucap Steven yang di balas senyuman oleh Lucy.
"Kami tidak keberatan sama sekali, benarkan teman-teman," ucap Alvin sembari merangkul Steven dengan sangat bersahabat.
"Thanks Bro," ucap Steven sembari menyatukan ujung kepalan tangannya dengan ujung Kepala tangan Alvin. Bukan hanya pada Alvin saha, namun dia juga melakukan itu pada yang lainnya.
Setelah melakukan tos persahabatan itu, kini semuanya pun pergi meninggalkan Lucy sendiri di tokonya. Kemarin dan hari ini benar-benar melelahkan bagi seorang Lucy. ia yang seorang introvert selalu kehabisan energi jika sudah berkumpul dengan teman-temannya.
Walaupun lelah, Lucy tetap melakukan aktivasi kebersihannya. Walaupun teman-temannya sudah membersihkan rumahnya, namun tetap saja ada yang tak enak di pandang mata Lucy. Semua letak barang-barang ada yang tak sesuai penempatan menurutnya.
Ketika semuanya sudah sesuai yang di inginkannya. Lucy pun bergegas membersihkan diri lalu menjelajahi sosial Media. Ia terlalu asik dengan kehidupan nyatanya hilang lupa dengan dunia maya. Bahkan baru ini ia memainkan Sosial Medianya kembali.
"Apa ini?" gumamnya sembari memperhatikan akun sosial medianya yang di penuhi haters dan lovers walaupun lebih banyak hatersnya.
Akun sosial medianya banyak mendapatkan pesan pribadi dan komentar para netizen yang tidak sempurna. Lucy banyak di caci maki karena menjadi orang ketiga di rumah tangga Sean dan Tasya.
"Apa-apaan mereka ini? Apa mereka mengira aku akan menanggapinya. Hujatan mereka adalah obat penguat mentalku. Sepertinya aku harus berterimakasih pada mereka," gumam Lucy sembari tertawa kecil. Ia tidak sakit hati dengan perbuatan netizen yang sok tau itu.
Tak ingin membuat masalah semakin membesar dan membuat dirinya semakin buruk di mata semua orang. Lucy pun memilih menjelajahi beranda sosial medianya hingga tiba-tiba dirinya tak sengaja bertemu dengan postingan Tasya sewaktu berbulan madu dengan Sean di Prancis.
Mata tajam nan sendu Lucy terus fokus menatap tangan Sean dan Tasya yang saling menggenggam. Tanpa sadar lolos sudah air matanya. Walaupun hatinya terluka dan air matanya menetes, Lucy tetap saja menerbitkan senyum kuatnya. Yang membuat hatinya merasakan cemburu dan bergetar yaitu ketika melihat Sean yang memberikan setangkai bunga kepada Tasya. Walaupun Sean memberikan nya tanpa menoleh ke arah Tasya, tetap saja hal itu membuatnya sakit.
"Aku bahagia melihatnya Sean," ucap Lucy lain di mulut lain di hati. Mulutnya berkata seakan-akan dia ikhlas dengan kebahagiaan Sean dan Tasya, namun hatinya berkata lain. Hatinya seakan tidak ikhlas melihat mataharinya bersinar dengan bulannya.
Matahari dan bulan tak bisa bersatu, namun kali ini statement itu terpatahkan. Aku melihat secara nyata bahwa Matahari dan bulan bisa bersatu. Batin Lucy dengan senyum yang menyimpan banyak luka di baliknya.
Lucy lupa jika matahari dan bulan akan sangat lama bersatu, dan ketika bersatu maka tak bertahan lama lah pertemuan itu. Ibaratnya gerhana matahari yang bersatu dengan bulan, tak sampai waktu beberapa jam, maka keduanya sudah tak bersatu. Dan pertemuan keduanya itu menghasilkan kegelapan di muka bumi yang di lewatinya.