Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Di Atas Musibah

Jodoh Di Atas Musibah

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Slice of Life / Berbaikan / Tamat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Light_Ryn23

Fidzah dan Yamani adalah pasangan yang dipersatukan oleh takdir dan cobaan. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, dan meskipun awalnya penuh ketegangan dan ketidaksepahaman, mereka dipertemukan oleh sebuah musibah yang menguji kesabaran dan keimanan mereka.
.....
"Ahhh, sakit sekali. Apa yang kau lakukan?”

“Maaf, aku tidak sengaja.”

“Aku tidak akan memaafkanmu, kecuali kamu bertanggungjawab atas apa yang terjadi padaku.”

“Ya. Kalau perlu Aku akan menikahimu!” Siapa yang akan menyangka perkataan tanpa pikir panjang itu, mendatangnya kepada masalah yang rumit dan mengubah hidupnya sangat jauh hingga tak ada jalan untuk kembali.

Kecelakaan hari itu, membawa mereka berdua pada ikatan paksa bernama pernikahan.
____
Jangan lupa Like and share

#Nikahpaksa
#Cintahadirkarnaterbiasa
#Hikmahdarimusibah
#Cintamanis
#Buahketaqwaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Light_Ryn23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghilang

Firman Allah Ta’ala:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

 Ayat di atas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus dalam maksiat, baik dalam dosa kekafiran dan dosa lainnya untuk bertaubat dan kembali pada Allah. Ayat tersebut memberikan kabar gembira bahwa Allah mengampuni setiap dosa bagi siapa saja yang bertaubat dan kembali pada-Nya. Walaupun dosa tersebut amat banyak, meski bagai buih di lautan (yang tak mungkin terhitung). Sedangkan ayat yang menerangkan bahwa Allah tidaklah mengampuni dosa syirik, itu maksudnya adalah bagi yang tidak mau bertaubat dan dibawa mati. Artinya jika orang yang berbuat syirik bertaubat, maka ia pun diampuni.

Dalam ayat lain disebutkan,

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At-Taubah {9} : 104).

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ {4} : 110).

"Setelah semua yang kamu pelajari, apakah Ilmu itu tidak masuk ke dalam hati? Janganlah kamu berputus Asa dengan Rahmat Allah. Sesungguh Ia Tuhan Maha Pengampun, Maha Penyayang."

"Amalkan Ilmumu, bukan malah terpuruk dengan keadaanmu. Suamimu telah Ikhlas atas apa yang terjadi, Satria telah memaafkan sebab dia yang meninggalkan pergi. Papamu marah sebab dia belum siap melepas Anak bungsunya secepat ini, Mamamu sedih sebab kamu sangat disayangi. Rencanamu batal karna ini yang terbaik dari sisiNya. Masalah Dauroh, mungkin memang belum masanya kamu dipanggil ke sana. Tidak sekarang, mungkin nanti."

"Kegagalan Di Dunia masih punya kesempatan, tapi kegagalan di Akhirat tak mungkin lagi dibangkitan dari kuburan."

Jefri terus mengusap lembut belakang Fidzah, mencoba memberi ketenangan. "Kan kemarin-kemarin udah mulai nerima, kenapa nangis lagi? Emangnya Satria bilang apa kali ini?" Fidzah hanya menggelengkan kepalanya, enggan untuk memberitahu Jefri kebenarannya. Namun, bukan Jefri namanya, jika dia tidak bisa membaca keadaan dan situasinya, sudah berapa lama mereka kenal? Tak ada kehidupan Fidzah tanpa melibatkan Jefri, tidak ada rahasia yang dapat Ia tutupi.

"Habisin tangisnya sepuasnya. Setelah ini susul suamimu, Tadi Amy liat dia jalan sendiri ke kamarnya pake kursi roda. Nad juga lagi pergi sama Robi keluar."

Perlahan nafas Fidzah mulai teratur, badannya sudah tak separah tadi getarannya. Cukup lama dia menangis dan bertahan pada posisinya di pangkuan Jefri, sampai kaki Jefri kesemutan.

***

Setelah sesi tangisnya dengan Jefri selesai, Fidzah bergegas menyusul suaminya di kamar tamu yang sekarang dia tempati, sebelum itu Ia sempat membasuh wajahnya dengan air kran di depan rumah untuk menghilangkan jejak airmatanya.

Sejak tadi keduanya hanya berdiam di kamar. Hanya beberapa kali Fidzah keluar untuk mengambil makan dan masuk lagi. Setelah sholat maghrib Yamani asik dengan gadgetnya, berbalas pesan entah dengan siapa. Ia duduk di ujung ranjang dengan kaki yang diselonjorkan, di belakangnya tepat di dekat kepala ranjang, Fidzah membaringkan tubuh. Dengan daster harian berwarna putih bunga-bunga di badannya, asik membaca buku manaqib salah satu Aulia Illah di Kalimantan.

"Dzah, kalau Lusa kita pulang ke rumah Kakak gimana?"

Mendengar pertanyaan suaminya, Fidzah cepat bangkit dari tidurannya, Ia menatapnya sambil memiringkan kepala seolah meminta penjelasan lebih panjang.

"Kamu tau kan, Usaha Kakak gak bisa ditinggal lama-lama. Toko udah kelamaan tutup. Minggu sebelumnya kan masih ada Ayah yang bantu-bantu, sejak hari Rabu kemarin Ayah sibuk ngurus berkas jadi gak ada yang jagain. Kasian juga pegawai Kakak di toko gak ada pemasukan, kalau masih kelamaan tutupnya."

"Tapikan Kakak masih sakit, belum bisa jalan. Jangan dipaksain dulu."

"Engga kok, Kakak cuma ngurus pembayaran di kasir, paling cek-cek barang keluar masuk. Gak berat-berat banget juga, toh ada pegawai Kakak dua orang yang bantu."

"Tapikan Kata Dokter, Kakak masih perlu istirahat biar cepet sembuh, gerak agak banyak aja Kakak masih suka meringis, gimana mau kerja?"

"Sayang ... Kakak gak bisa cuma mikirin diri Kakak sendiri, ada tanggung-jawab yang Kakak pegang sama pegawai Kakak. Kalau toko kelamaan gak ada yang handle, mereka mau dapet uang buat makan darimana?"

Yamani mengusap kepala istrinya lembut, Ia kaget saat tiba-tiba kepala istrinya tertunduk semakin dalam. Ia tak suara, hanya saja tiba-tiba turun dari ranjang dan pergi dari kamar meninggalkannya sendirian. Lagi? Yamani menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya itu, kalau lagi Salting pasti kabur.

Selang beberapa lama Adzan Isya terdengar, tapi tak ada tanda-tanda Fidzah akan kembali. Akhirnya Yamani memutar badannya, Ia memutuskan untuk sholat di atas ranjang saat dirasa ranjangnya bersih dari Najis.

Cukup lama Yamani meneruskan wiridnya, murojaah beberapa lembar Al-Qur'an, bahkan sempat minum obat sendirian. Istrinya tak kunjung datang, sedangkan kantuknya sudah tak tertahan, sudah pukul sembilan malam. Yamani yakin Fidzah tak kemana-mana, paling sedang berdiam diri di suatu tempat menghindarinya setelah rasa salah tingkahnya tadi. Yamani berpikir, mungkin Fidzah sengaja masuk saat Yamani tertidur, karna Ia masih malu mengingat dirinya dipanggil sayang. Istrinya tipikal perempuan yang salting brutal, sebelum-sebelumnya juga begitu. Mulai dari ditanya masih haid, membantunya mandi, dan dipanggil sayang, entah apa yang ada dipikirannya. Yamani hanya tersenyum kecil mengingat kelakuan istrinya dan mulai memejamkan matanya.

Yamani tertidur dengan pulas entah sudah berapa jam, namun saat tangannya Ia letakkan di samping kasur, Ia terkejut merasakan kekosongan dan kasur yang terasa dingin. Kesadarannya terkumpul dan bangun secara tiba-tiba, mata terbelalak sambil menyusuri kamar dengan tatapannya. Kosong, dia sendirian. Dimana Istrinya?

Apa sebrutal itu Saltingnya? Separah apa memangnya efek dipanggil sayang, hingga Ia tak datang-datang. Yamani bergegas mengambil Handphonenya, mengecek jam sudah 00.35. Setelah menunggu beberapa saat tak ada tanda-tanda kesunyian berakhir, Ia mencoba menelepon nomer Fidzah.

Drttt, Drttt. Bunyi getaran yang ada di meja rias mengusiknya, Handphonenya ada di sana, Fidzah tak membawanya. Kemana perginya Anak itu?

.

.

.

Satu Vote dan like kalian membantu menyemangati kami dalam menulis

Dan sedikit Hadiah kalian sangat berarti untuk kami memperbaiki tulisan dan menyajikan bacaan yang lebih berkualitas dengan mempunyai tablet sebagai Fasilitas.

1
نور✨
innalilahi wa innailaihi rojiun 😭😭😭
نور✨
nahhh cepetan bergerak jangan lambat²😭
kesepakatan tidak datang 2x👊
نور✨
kembar BEGO, puasssssssse banget🤣🤣
نور✨
rasain😤😡
mimpi jadi kenyataan, salah paham terus 😭, gak dibicarakan bersama
نور✨
😭😭😭
نور✨
sukanya salah faham, dibicarakan bersama saling komunikasi tu penting nya hubungan... sama² ego ishishish
نور✨
Yamani terlalu lama bergerak 😭, bisa² mimpi nya jadi kenyataan 😡😤
نور✨
salah orang Yamani, harusnya yg diwaspadai itu Luthfi... greget banget
نور✨
sakit nya sampai sini😭😭😭
نور✨
Masya Allah 😍
نور✨
Amy ngajak ghibah🤣
نور✨
aaaaaaa Amy Jef ganggu, untung fidzah nya tidur 🤣
نور✨
ya habibaty lagi😍
aawwww meleleh 🙈🤣
نور✨
aawwww aku salting 🙈😭
ya zauzaty😍
نور✨
setelah berduka ditinggal Malik, malah ngerujak, mangga muda lagi😭... author sungguh buat ngiler😭😭👊
نور✨
Malik itu ternyata ikan😭, bagus banget namanya 😂🤣
نور✨
greget ya Jeff, nasib jomblo 🤣🤣
نور✨
oy baru nikah Yamani langsung tanya haid, malu istrimu 😭😂... gak sabaran banget sihhh masih sakit juga
نور✨
Masya Allah baru kali ini baca novel tentang adat Banjar 😍
نور✨
Banjarmasin - Samarinda aseeekkk 🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!