Indonesia
NovelToon NovelToon
Stay With Me Violet Season 2

Stay With Me Violet Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:407.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Santi Nurdianti

Takdir membawaku menuju kegelapan saat ragaku telah menjadi milik pria yang berusia sama dengan ayahku sedangkan hatiku milik putranya.

Kehidupan bagai kotoran aku jalani penuh kesedihan dan rasa takut.

Pengorbanan seseorang yang aku sayang bahkan telah sia-sia dan membawanya hidup dalam rasa bersalah penuh penyesalan.

Dosaku telah mencintai dua pria sekaligus di waktu yang sama namun karma bagiku tidak bisa memiliki keduanya.

Aku sakit! takut! dan benci!

Puluhan kali aku mencoba mengakhiri hidupku karena rasa itu terus berkecamuk menguasai diriku.

Inilah kisahku yang harus menghabiskan sisa hidup bersama dengan seorang pria yang telah membunuh ayahku.

aku berharap... pada akhirnya aku bisa hidup bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Nurdianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Pria Misterius

Sesampainya di cafe Violet mencari kursi untuknya duduk di dekat kolam. ia memesan coklat hangat pada pelayan yang saat ini sedang melayaninya. ia lantas menoleh pada Nana yang hanya diam berdiri di dekatnya.

"Untuk apa kamu berdiri di situ? kemari duduk lah." Pintanya.

"Baik." Sahutnya.

"Kamu suka kopi?" Tanya Violet.

"Iya nona." Sahutnya.

"Jangan terlalu kaku padaku. aku kesepian dan butuh teman." Ucap Violet.

Nana hanya diam. tentu ia tidak bisa menjadi seorang yang Violet inginkan karena ia takut pada tuanya Zayn Keenan. selesai memesan mereka lantas terdiam duduk di kursinya. menunggu sampai pesanan minuman hangat mereka datang.

Tidak butuh waktu lama pelayan datang dengan dua cangkir minuman hangat yang mereka pesan. pelayan itu lantas menyuguhkanya di atas meja, merunduk sopan pada Violet dan pergi.

Sadar jika Nana tidak bisa di jadikan teman olehnya. Violet lantas hanya diam dan ia tidak berniat untuk ber basa basi lagi denganya. satu jam, dua jam, tiga jam hingga hari mulai gelap. Nana bahkan mulai sibuk memeriksa jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganya.

Nana lantas memandangi Violet lagi, "Nona, hari mulai gelap. anda menghabiskan banyak waktu hanya untuk termenung, mari kita pulang tuan ingin anda beristirahat." Ucap Nana.

"Tunggu." Sahut Violet.

Berjam-jam Violet menghabiskan waktunya di tempat itu. termenung memandangi restoran yang ada di dekatnya duduk saat ini. entah apa yang ia pikirkan sampai ia bahkan tidak berniat untuk pulang.

"Apa kau pernah merindukan seseorang?" Tanya Violet seraya ia menoleh pada Nana.

Sejak siang tadi sampai langit mulai gelap, Nana yang hanya diam memandangi nonanya melamun, ia bahkan di kejutkan dengan pertanyaanya saat ini. Nana lantas menjawab, "Apa nona merindukan tuanku?" Tanya Nana.

"Tidak. aku merindukan priaku." Sahutnya.

"Pria nona adalah tuanku Zayn Keenan." Ucapnya.

"Dia bukan priaku." Sahutnya sambil ia meraih cangkir coklat hangatnya yang ke tiga untuk ia menyeruputnya.

Nana yang sangat kaku, ia bahkan hanya diam seolah tidak membenarkan ucapan dari nonanya. "Mari kita pulang nona, jangan sampai tuan meminta untuk yang ke tiga kalinya." Ucap Nana.

"Cih! dia bisa apa? dia ada di Jepang. kau tidak perlu takut." Sahutnya seraya ia meletakan kembali cangkirnya di atas meja.

"Banyak yang bisa tuanku lakukan, dia bisa kembali kapan saja dan menghukumku jika aku tidak bisa menjaga dan mengarahkan nona."

Menghela nafas panjang, meraih tas lalu bangkit dari duduk. Violet menoleh untuk menatap bodyguardnya dan mengucap, "Ayo pulang."

Tidak habis fikir, Violet menghabiskan banyak waktu hanya untuk memikirkan pria selain suaminya. siapa lagi jika bukan kekasihnya Joe Nathan. wanita itu bahkan masih mengharapkan bisa bertemu lagi dengan pria yang ia temui kemarin. pria tampan yang sangat mirip dengan Joe Nathan.

Sejak siang dia berada di cafe itu, cafe di samping restoran yang di kunjungi oleh pria yang mirip Joe Nathan kemarin. tentu ia menunggunya, berharap jika ia bisa bertemu lagi denganya di tempat itu meski kemungkinanya hanya seujung kuku.

Nana membukakan pintu mobil untuknya. Violet lantas menoleh ke arah restoran lagi dan kembali tertunduk saat ia merasa kecewa karena tidak membuahkan hasil.

"Joe, apa mungkin kamu akan ke tempat ini lagi?" Batin Violet.

Siapa sangka, Nana dan Zayn Keenan suaminya pun tidak terfikir jika Violet menghabiskan banyak waktunya di tempat itu hanya untuk menunggu pria yang sangat mirip dengan Joe Nathan kembali ke tempat itu.

Seorang pria berperawakan atletis, tinggi dan berkulit putih ia menggunakan masker hitam dan penutup kepala dari sweaternya nampak menguntit Violet. kini pria misterius itu sedang memandangi Violet dari balik pohon besar di kejauhan. tertunduk saat melihat mobil mewah berwarna merah wanita itu pergi dan menghilang dari pandanganya.

Pria itu lantas mengayun sepasang kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu. siapa sangka juga ternyata dia sudah memandangi Violet dari kejauhan sejak lama. entah siapa pria misterius itu Violet bahkan tidak pernah menyadari kehadiranya.

Sesampainya di kediaman Zayn. Violet keluar dari dalam mobil saat Nana baru saja menghentikan laju mobilnya di halaman rumah. Nana lantas memarkirkan mobilnya di garasi saat ia melihat nonanya menghilang di balik pintu utama.

"Seharian kamu pergi kemana?" Tanya seseorang, terdengar seperti suara seorang pria yang sangat familiar bagi Violet. wanita itu lantas menoleh ke belakang dan mendapati Axel Zayn sedang berdiri di dekat pintu. ia menunggunya.

Hanya diam, Violet bahkan hanya memandangnya tanpa ia berniat untuk menjawab. wanita itu lantas memutar tubuhnya lagi untuknya ingin pergi ke kamar.

"Violet Grizelle." Panggil Axel Zayn.

Langkah Violet kembali terhenti dan perlahan ia menoleh, "Aku hanya ingin menghirup udara segar di luar tuan Axel." Sahutnya.

Axel Zayn lantas menghampirinya dan terhenti di hadapanya. menatap matanya.

"Aku merindukanmu." Ucap Axel dengan wajahnya yang sendu.

Violet hanya diam. wanita itu lantas menoleh ke arah pintu saat ia mendengar langkah sepatu. Axel pun langsung menariknya ke salah satu ruangan. pria itu melihat Nana masuk kedalam rumah.

"Nana akan melaporkan pada ayah anda jika dia sampai melihat kita." Ucap Violet, wanita itu nampak sangat panik. tentu ia panik karena takut suaminya melukai putranya bukan karena ia takut Zayn Keenan akan melukai dirinya.

"Dia tidak akan melihat kita." Sahutnya.

"Tuan Axel, aku harus pergi ke kamar." Ucapnya.

"Tidak boleh." Sahut Axel. ia lantas menutup pintu dan menguncinya, mencabut kunci dari tempatnya.

"Tuan Axel, apa yang anda lakukan?" Tanya Violet seraya ia menghampiri Axel dan meraih gagang pintu.

Namun Axel begitu sigap meraih pergelangan tangan wanita itu dan mendorongnya hingga kini Violet tertahan di sisi dinding.

Sepasang bola mata keduanya kembali bertemu, saling memandang sangat dalam hingga perlahan Axel Zayn mulai mendekatkan wajah tampanya ke wajah Violet. semakin dekat hingga hidung mancung keduanya saling beradu bahkan sepasang bibir keduanya mulai saling bersentuhan.

Sempat terhanyut dan segera mengingat akan statusnya saat ini. Violet lantas segera mengalihkan pandanganya sambil ia mengucap, "Sekarang kita sudah tidak bisa lagi melakukanya tuan Axel Zayn."

"Kamu tidak menginginkanya?" Tanya Axel.

"Meski ingin tapi kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi." Sahut Violet.

"Aku ingin menikahimu." Ucap Axel. ia mengucapkan kalimat yang sesuangguhnya ia sendiri tahu jika itu tidak akan mungkin. namun apa daya, ia sungguh ingin mengungkapkan keinginanya itu pada wanita yang sangat di gilainya. wanita milik ayahnya.

"Aku tidak mencium aroma alkohol, seharusnya saat ini anda tidak sedang mabuk dan mengucap dalam kondisi sadar sepenuhnya bukan?" Tanya Violet.

"Aku sadar sepenuhnya." Sahut Axel Zayn seraya ia mengeluarkan kotak berwarna merah dari dalam saku celananya.

Violet pun menyadari itu maka pandanganya kian beralih hingga ia melihat isi dari dalam kotak itu saat Axel Zayn membukanya, mengambil isi dari dalamnya.

"Aku membeli cincin ini untuk melamarmu, aku membelinya saat kamu baru beberapa minggu bekerja di One Zayn Group. entah kenapa situasi dan kondisi bahkan seperti tidak mengizinkan dan tidak memberiku dukungan hingga sampai saat ini kamu sudah menjadi ibu tiriku, aku belum juga melamarmu." Ucap Axel seraya ia meraih telapak tangan Violet.

"Aku sudah tidak bisa menyimpan cincin ini lebih lama lagi." Ucapnya seraya ia melepaskan cincin pernikahan Violet dengan ayahnya.

"Sekarang, aku ingin cincin ini melingkar di jari manismu." Ucapnya seraya ia menyematkan cincin berlianya di jari manis Violet yang terdiam.

"Tuan Axel." Ucap Violet.

"Aku tidak meminta banyak hal darimu, aku sungguh ingin melihatmu memakainya. dengan begitu aku akan sangat senang." Ucap Axel Zayn.

Axel Zayn lantas menyimpan cincin pernikahan Violet dengan ayahnya di dalam kotak merah miliknya, pria itu lantas meraih tas Violet, membukanya dan menyimpan kotak itu di dalamnya.

"Jangan lepaskan cincin pemberian dariku karena aku ingin melihatmu selalu memakainya." Ucap Axel seraya ia memakaikan lagi tas Violet di pundaknya.

Di raihnya lagi kedua telapak tangan Violet dengan sepasang bola mata keduanya yang saat ini saling memandang. di satukanya sepasang telapak tangan wanita itu untuk ia menciumnya. sangat lama Axel Zayn mencium punggung kedua telapak tangan ibu tirinya. jika bisa.. ia sungguh tidak ingin menyudahinya.

"Aku akan selalu memakainya jika itu membuat anda senang tuan Axel Zayn." Ucap Violet.

🍁Stay With Me Violet 2🍁

Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....

1
Juniyanti
salahkan dirimu violet yang terlahir cantik wkkwk, aku seorang perempuan aja bisa tertarik padamu kwkw
Mut Mainna
Thor lukaku tergores lg , 😭 dengan adanya novel ini mengingatkan kisa hidupku di mana aku harus bersanding hidup dengan orang yg tak perna aku cintai perna aku mencoba untuk meng gakhiri hidupku tapi gagal maning sedih Thor aku bacanya 😭😭😭😭😭
Mut Mainna
mungkin kata cinta tidak akan ter ucap dr violet untuk Zein Kenan tapi yg ada perasa an sayg,
Kurnit Rahayu
jjur z gw kecewa c violet m c Zayn....soaly dh bunuh ayahy...ke gw jdi c violet ogh gw mh m c zayn
Mama Faiz
plin plan sih jadinya dapetnya zayn keenan
Erica Paulina Pohan
bagaimana bagaimana??
Zayn Kenan : Ayah angkat Axel.
Axel : Kaka nya Violet,= KK iparnya Zayn kenan.
JD KK ipar manggil adik ipar dgn sebutan ayah.😂
Erica Paulina Pohan
ko zayn kenan tega bgt si sm anaknyaa
Katiana_Lune
Dear all readers, saya adik dari author atas nama almarhumah Santi Nurdianti, memohon maaf atas segala kesalahan yang sengaja atau tidak disengaja, barang kali selama kakak saya menulis ada kata kata yang tidak berkenan, makan saya mohon untuk teman-teman membukakan pintu maaf yang sebesar besarnya

saya juga berharap teman teman sekalian bisa ikut serta mendoakan kakak sya almh Santi Nurdianti

terimakaaih karena teman teman telah mendukung karya karya kakak saya semasa dia hidup
Vitanov: Aku penggemar kak Santi...kapan meninggalnya kak Listia, sakit kah..karna lama ga up...sedih sekali aku kak...semoga kak Santi tenang disana dan aku akan tetap mengenang semua karyanya..semoga keluarga di berikan ketabahan....😭😭😭😭🙏🙏🙏🙏😇😇😇😇
total 1 replies
Mira Cheznya
aku pdmu thor. 2like
Mira Cheznya
ngak tega khan mau balas dendamnya??
Jihan Silvia Husein
dua tokoh disini hatinya mendua ya. dulu violet cinta ma.joe n alex. skrng zayn ma selena n violet jd gak kuat ersih n setia ya
Mira Cheznya
thor zaynnya di bt mati aja agar violet tenang.
Wulan Ndari
yes
Senora Ahmad
sweett,,, akhir nya
Senora Ahmad
ka cepet dibikin hamidun s violet nya ka (hamil...)🤭😁😁😁
Senora Ahmad
akir nya bobol tuh gawang..... yes..🤭😁😁😁😁
Senora Ahmad
bobol aja bambang... #hahhahah..😅😅✌🙏
Senora Ahmad
aq seeh berharap violet ttp sm zayn keenan. 😘😘😍😍😍
Senora Ahmad
Lanjut di season_2 ,😘
Chusnul Tya
violet bahagia ny kapan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!