Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Bawaan

"Bagaimana kondisinya tuan tabib" ucap perdana menteri kanan Li setelah melihat tabib itu selesai memeriksa tubuh rekan kerjanya itu, mendengar itu tabib tersebut pun menatap ke arah ketiganya secara bergantian "Tuan, perdana menteri Hu hanya terlalu marah sehingga membuat tubuhnya tak kuat menerima tekanan yang terlalu tiba-tiba, saya akan segera meresepkan obat untuknya, mohon kedua tuan untuk tidak menambah amarahnya lagi" ucap tabib tersebut yang langsung keluar setelah menyerahkan resepnya kepada pelayan perdana menteri kiri Hu, mendengar ucapan tabi tersebut jenderal Su juga perdana menteri kanan Li pun merasa telah difitnah "Mana mungkin aku dapat membuatnya marah" ucap keduanya di dalam hati mereka masing-masing sembari menatap pilu kearah rekan kerja mereka yang berhasil membuat mereka berdua dicap sebagai orang jahat.

"Coco lalu bagaimana dengan nona kelima itu" tanya Elisa Su sembari memegang cangkir teh dan menyesapnya sedikit lalu meletakkannya kembali, mendengar itu Coco pun segera duduk di pangkuan Elisa Su "Host setelah sampai dikediaman nona kelima itu pun segera dipanggil ke aula keluarga yang ada dikediaman perdana menteri kiri Hu bersama dengan ibu selirnya, sesampainya diaula nyonya tua yang merupakan ibu perdana menteri kiri Hu pun melempar cangkir teh tepat dihadapan keduanya karena merasa sangat marah dengan apa yang terjadi di jamuan istana itu "Dasar pembuat onar bagaimana bisa kau mempermalukan kediaman perdana menteri seperti ini, mau diletakkan dimana wajah wanita-wanita dikediaman ini nantinya setelah kau melakukan perbuatan yang memalukan seperti itu, padahal kau pun tau jika kau sudah memiliki tunangan" ucap nyonya tua tersebut dengan wajah marahnya dan tangan yang menunjuk-nunjuk ke arah keduanya, mendengar itu ibu selir nona kelima yang bernama selir Sari pun hanya menatap angkuh je arah nyonya tua tersebut "Oh bagaimana bisa anakku dikatakan memalukan, bukankah seharusnya kalian bangga kepadanya karena berhasil masuk ke istana dan menjadi permaisuri pangeran ketiga" ucap selir Sari penuh percaya diri dengan nada sombong karena belum mengetahui jika putrinya hanya akan diangkat menjadi selir dan melepas kesempatan bagus yang telah diatur oleh nyonya rumah sebagai istri sah dari salah satu anak pejabat di kekaisaran tersebut.

"Hahahaha, dasar bodoh coba tanyakan sendiri pada anakmu itu apakah dia diangkat sebagai permaisuri pangeran ketiga atau hanya sebagai selir sama sepertimu" ucap nyonya tua sembari tertawa mengejek kearah selir Sari, mendengar itu selir Sari pun menatap lekat ke arah anaknya seolah-olah meminta penjelasan, melihat tatapan ibu selirnya, nona kelima pun tersenyum lembut "Ibu selir aku memang hanya diangkut sebagai selir pangeran ketiga, namun bukankah itu lebih baik dari pada menjadi istri sah dari seorang anak pejabat" ucap nona kelima yang berhasil membuat selir Sari pun marah hingga tanpa sadar menampar wajah anaknya itu "Dasar bodoh bagaimana mungkin aku memiliki anak sepertimu, apakah kau tak melihat bagaimana kehidupan ibumu sendiri, asal kau tau saja kehidupan menjadi selir dikediaman pangeran itu akan jauh lebih sulit dari pada menjadi selir dikediaman bangsawan, apalagi jika kau masuk ke kediaman pangeran ketiga dengan cara seperti ini, selian itu kau juga hanya anak dari seorang selir" ucap selir Sari dengan wajah frustasinya karena tau bagaimana kelanjutan hidup anak perempuannya itu setelah masuk ke kediaman pangeran ketiga lalu selir Sari pun langsung bersujud ke arah nyonya tua dan nyonya rumah yang ada di aula keluarga itu.

"Nyonya tua, nyonya saya mohon bantulah anak pembuat onar ini, saya siap menyerahkan seluruh hidup saya untuk kalian, asalkan putri saya dapat menjalani hidup yang baik dikediaman pangeran ketiga nantinya" ucap selir Sari memohon diiringi dengan membenturkan kepalanya kelantai, mendengar itu nyonya tua pun berdecak kesal "Ck, bukankah kau tadi sangat angkuh sehingga menyuruh kami untuk bangga dengan putrimu itu, lalu kenapa sekarang kau malah bersujud memohon seperti ini" ucap nyonya tua dengan wajah jijiknya, melihat nyonya tua yang sudah tak memperdulikannya selir Sari pun kembali ingin berlutut ke arah nyonya rumah namun belum sempat melakukannya putrinya langsung mengangkat tubuhnya untuk berdiri "Ibu selir jangan membuang-buang waktu memohon seperti ini kepada mereka, mereka hanya iri kepadaku setelah mengetahui jika dua bulan lagi aku akan masuk keistana dan menjadi selir pangeran ketiga" ucap nona kelima dengan begitu arogan, melihat itu semua yang ada disana pun diam-diam mencibirnya di dalam hati karena telah bersikap begitu bodoh dengan mengira menjadi selir seorang pangeran akan sangat baik.

"Diam, apa yang telah kau ucapkan segera bersujud dan minta maaflah" ucap selir Sari kepada anaknya dengan suara yang tinggi karena marah dengan kebodohan anaknya itu karena tanpa dukungan kediaman perdana menteri bagaimana mungkin anaknya akan diperlakukan baik nantinya, "Bagus bagus sangat bagus, ternyata inilah anak yang telah kau didik selama ini, mulai sekarang aku akan memutuskan hubungan keluarga dengan anak arogan itu dan aku juga telah memutuskan hubungan pernikahan denganmu juga anak laki-laki bawaan mu" ucap perdana menteri kiri Hu yang berhasil membuat selir Sari pun pingsan ditempat karena sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar, melihat kejadian itu perdana menteri kiri Hu pun segera memerintahkan beberapa pelayan untuk membawa keduanya pergi dari aula keluarga, selain itu perdana menteri kiri Hu juga memberikan perintah untuk mengemas barang ketiganya dan menempatkan mereka dalam satu paviliun di ujung kediaman tersebut sembari menunggu pernikahan nona kelima berlangsung, setelah pernikahan selesai nantinya ketiga orang itu pun akan resmi keluar dari kediaman perdana menteri kiri Hu, mendengar keputusan itu semua yang ada diaula keluarga pun merasa sangat puas dan langsung kembali ke paviliun masing-masing setelah mendapatkan persetujuan dari kepala keluarga yaitu perdana menteri kiri Hu.

"Lalu bagaimana dengan anak bawaan itu, kenapa dia tidak ada disebutkan dalam ceritamu tadi" ucap Elisa Su, mendengar itu Coco pun segera menjelaskan jika saat itu anak bawaan selir Sari yang sudah diangkat menjadi tuan muda keempat sedang berada diakademi sehingga dia baru mendapatkan kabar itu keesokan harinya dari orang kepercayaannya, setelah mendengar berita itu dia pun langsung kembali ke kediaman perdana menteri kiri untuk mencari ibu dan adiknya yang bodoh itu, setelah menemukan keduanya anak bawaan itu pun memarahi keduanya dan memaki adiknya dengan sangat kejam karena telah membuatnya kehilangan hidup nyaman juga gelar sebagai tuan muda keempat, mendengar kakaknya memarahinya dengan sangat kejam nona kelima pun sangat marah hingga langsung membalas ucapan kakaknya dengan kata-kata yang tajam juga, sehingga keributan itu pun menjadi sangat besar dan baru saja dapat dihentikan ketika nyonya rumah tiba. Setelah kejadian itu anak bawaan itu pun merasa sangat cemas karena selama menjadi tuan muda keempat dikediaman perdana menteri kiri sudah begitu banyak orang yang disinggungnya sehingga dia pun merasa sangat takut jika orang-orang itu mendapatkan kabar tentangnya lalu langsung datang mencarinya untuk membalas semua perbuatannya. "Mendengar cerita itu Elisa Su pun hanya mendecakkan lidahnya "Ck, itu semua adalah karma yang dikumpulkannya sendiri" ucap Elisa Su sembari kembali menyesap tehnya pelan mendengar ucapan itu Coco pun menganggukkan kepalanya setuju, sedangkan lima orang lainnya pun yang mendengar percakapan mereka berdua tanpa sadar ikut menganggukkan kepala mereka masing-masing karena setuju dengan apa yang diucapkan Elisa Su.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!