Alya adalah Ratu mafia yang memimpin sebuah organisasi Order Tabir Hitam dengan nama First Order.
Tapi sayangnya ia mencintai pria kantor biasa saat ia sering menjelajahi tempat yang akan menjadi misinya.
Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.
Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, mertua tidak menyukainya, dan suaminya menikah dengan manager di tempat kerjanya.
Pembalasan di mulai, Alya kembali mengambil mahkotanya dan menjadi Ratu Mafia kembali dan membawa putri kecilnya menjadi orang ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Sementara di tempat lain.
"Raya! Apa yang sudah kau lakukan!" pekik Ranti dengan penuh amarah. Suaranya melengking tinggi, memantul di dinding ruangan yang mulai kosong.
Raya hanya tertunduk kesal di sofa kulit, meremas ujung rok seragamnya hingga kusut.
"Bisa-bisanya kamu kalah sama anak miskin itu! Kamu lihat, kamu hanya dapat bintang empat, sementara anak miskin itu dapat bintang sembilan! Kenapa kamu kalah terus dengannya?! Dia sekarang sudah pasti tertawa melihat kamu terus-terusan lebih rendah darinya!" bentak Ranti, matanya memerah menahan rasa malu dan beban stres yang menumpuk.
"Mama, aku udah berusaha! Alisya itu curang, dia pasti mendapatkan jawaban dari Bu Ratna!" kata Raya membela diri, matanya mulai berkaca-kaca karena takut sekaligus kesal.
"Alasan!" teriak Ranti seraya melempar tas mewahnya ke atas meja glass. "Kamu saja yang ngerjain yang ngak bener!" bentak Ranti.
"Aku udah ngisi yang bener Ma! Mama sendiri tanya sama Buk Ratna kalo buk Ratna kasih contekan!" kata Raya lagi.
"Raya! Kamu tau nggak! Satu-satunya hal yang bisa bikin Mama bangga dan menaikkan harga diri Mama di depan orang-orang cuma kamu! Tapi kamu malah bikin Mama makin malu di sekolah!"
"Raya! Kamu dengar Mama kan?!" amuk Ranti lagi, mengalihkan seluruh frustrasinya pada anak kecil itu. "Mulai besok kamu harus belajar lebih keras! Jangan sampai anak janda itu makin menginjak-injak kita!"
Raya makin terisak di atas sofa. "Tapi Mama... aku udah cape..."
Kringgg! Kringgg! Kringgg!
Suara dering ponsel Ranti di atas meja kaca.
Ranti mengambil ponselnya kasar. Ia melihat nomor asing tak dikenal di layar, ia segera menekan tombol hijau.
"Halo! Ini siapa?! Saya lagi sibuk!" bentak Ranti kasar.
"(Apakah benar ini dengan Nyonya Ranti, tunangan dari Tuan Andi?)" suara seorang wanita berseragam perawat dari ujung telepon terdengar sangat terburu-buru dan serius.
Ranti mengerutkan dahi, matanya membelalak. "Iya, benar! Saya tunangannya! Ada apa dengan suami saya?!"
"(Nyonya Ranti, harap segera datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika Utama sekarang juga! Tuan Andi baru saja dilarikan ke sini oleh warga dalam kondisi luka berat akibat penganiayaan!)"
Jantung Ranti serasa berhenti berdetak seketika. "L-luka berat?! Jangan bercanda ya! Suami saya cuma pergi urusan kerjaan!"
"(Kami tidak bercanda, Nyonya! Kondisi pasien sangat kritis. Tangan kiri Tuan Andi patah tulang terbuka, dan dua jari kaki kanannya putus akibat trauma benda tajam! Beliau butuh tindakan operasi darurat sekarang juga!)"
DEG!
Ponsel di tangan Ranti seketika merosot dan menghantam lantai hingga layarnya retak. Lutut Ranti mendadak lemas bak tak bertulang. Wajah cantiknya berubah pucat pasi, benar-benar tanpa darah.
"Mama... Mama kenapa?" cicit Raya panik melihat ibunya terduduk di lantai sambil memegangi dadanya. "Mama jangan bikin Raya takut..."
"P-patah... j-jari kaki putus..." bisik Ranti terbata-bata, matanya menatap kosong ke depan dengan napas yang memburu histeris. "Alya... ini pasti perbuatan Alya..."
"Papa kenapa, Ma?!" jerit Raya mulai menangis kencang.
Ranti mendadak bangkit berdiri seperti orang kesurupan. Ia menyambar lengan Raya kasar.
"Ayo Raya! Cepat! Kita ke rumah sakit sekarang!" teriak Ranti histeris.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...