Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAHI MANTANKU

MENIKAHI MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Satu Atap Bersama Mantan

Aira seorang gadis yang hobi berbelanja menggantungkan hidupnya pada pundi-pundi kekayaan keluarganya terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan rekening banknya yang terancam diblokir papinya.

Namun di hari pernikahannya niatnya untuk kabur justru malah bertemu mantan pacarnya yang 8 tahun lalu mencampakkannya dengan alasan dingin.

Devan, cinta pertama Aira sekaligus mantan Aira yang sangat ia benci ternyata adalah calon suaminya.

Dua orang yang masih sama-sama sayang, tapi sangat gengsi dalam mengakui perasaannya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Demam di Tengah Dinginnya Malam

Efek gila dari aksi keluyuran malam demi malam selama seminggu lebih akhirnya menagih bayaran. Tubuh manusia jelas ada batasnya, dan Aira baru saja menabrak batas itu.

Dua hari setelah pertengkaran mereka soal kata cerai, tubuh Aira benar-benar tumbang. Angin malam Jakarta, pola makan asal-asalan, ditambah beban pikiran yang menumpuk, sukses merobohkan sistem imun cewek itu.

Sejak sore hari, Aira sudah merasakan keanehan pada tubuhnya. Kepala bagian belakangnya berdenyut-denyut, tenggorokannya terasa kering dan menyengat tiap kali menelan ludah, serta seluruh persendian tulangnya serasa mau copot.

Aira memilih mengurung diri di dalam kamar sejak jam empat sore. Ia meringkuk di bawah selimutnya, mematikan pendingin ruangan, tapi anehnya... tubuhnya malah tambah menggigil.

"Ugh... pusing banget, gila..." gumam Aira pelan, suaranya serak.

Ia berusaha meraih segelas air putih di atas meja dekat ranjangnya, tapi tangannya yang lemas memaksa Aira memejamkan matanya.

Di luar kamar, Devan yang baru saja pulang dari kantor sekitar pukul delapan malam merasakan keheningan yang tak biasa.

Ia melihat sepatu Aira yang tergeletak asal, menyadari itu cewek sudah pulang.

Kenapa rumah begitu sepi?

Minimalnya setiap Aira di rumah pasti ada tanda-tanda kehidupan seperti suara siaran TV, Aira yang lagi nyemil, hari ini suasananya benar-benar sepi.

Devan meletakkan kunci mobil dan jas kerjanya di atas sofa, lalu melangkah pelan menuju lorong kamar Aira.

Devan mengetuk pintu pelan. "Ra? Lu udah makan malam belum?"

Tidak ada jawaban.

Devan mengernyitkan alisnya, perasaannya mulai tidak enak. "Ra? Gue buka ya pintunya?"

Cklek.

Syukurlah, pintu kamar malam ini tidak dikunci dari dalam.

Begitu Devan mendorong pintu itu, Devan melihat Aira sedang meringkuk di bawah selimutnya.

Langkah kaki Devan melesat cepat mendekati ranjang.

"Ra?" Devan duduk di tepi kasur, lalu tanpa ragu meletakkan punggung tangan kanannya di atas dahi Aira.

Deg!

Devan tersentak kaget. Dahi Aira terasa panas.

"Ya Tuhan, Ra... panas banget badan lu!" seru Devan cemas. Pria itu menyibak sedikit selimut Aira dan melihat bibir cewek itu pucat pasi, sementara napasnya memburu tidak teratur.

Aira sedikit membuka matanya yang berat dan berkaca-kaca karena demam. Melihat wajah Devan yang berada sangat dekat di atasnya, Aira berusaha mendorong dada pria itu dengan sisa-sisa tenaganya.

"Ngapain... lu ke sini..." cicit Aira pelan. "Pergi sana... gak usah sok peduli..."

Mendengar bisikan ketus yang sama sekali tidak bertenaga itu, Devan bukannya marah, ia merasa menyesal.

Ini semua gara-gara aku!

"Diem dulu, Ra. Lu lagi demam ini," kata Devan lembut. "Gue ambil obat sama kompresan dulu."

Aira memejamkan matanya lagi, tidak punya tenaga untuk menolak perhatian Devan.

Devan melangkah cepat keluar kamar. Pria itu langsung menuju dapur, mengambil baskom kecil berisi air hangat, membawa handuk kecil bersih, serta menyambar kotak obat-obatan dari lemari. Tak lupa, Devan juga menyeduh segelas teh manis hangat.

Kembali ke kamar Aira, Devan meletakkan perlengkapan itu di atas meja samping ranjang.

Devan duduk di tepi kasur, melipat handuk kecil itu, mencelupkannya ke dalam air hangat, memerasnya perlahan, lalu menempelkannya di atas dahi Aira.

Aira merintih pelan saat sensasi hangat itu menyentuh kulitnya, tapi tubuhnya perlahan rileks.

"Ra... minum obat dulu ya?" bisik Devan pelan, menepuk-nepuk pelan bahu Aira. Pria itu menuntun tubuh Aira untuk bersandar di dadanya.

Dengan sangat telaten dan sabar, Devan menyodorkan sebutir obat penurun panas ke bibir Aira, lalu membantunya meminum teh manis hangat perlahan-lahan agar perut cewek itu tidak mual.

"Pelan-pelan minumnya..." gumam Devan lembut, mengusap sudut bibir Aira dengan ibu jarinya.

Setelah berhasil memasukkan obat dan teh hangat ke tubuh Aira, Devan merebahkan kembali tubuh cewek itu di atas kasur, lalu menarik selimut untuknya.

Aira yang matanya sudah makin berat karena obat penurun panas cuma bisa pasrah. Dalam samar-samar pandangannya yang mengabur, ia bisa merasakan sentuhan jemari Devan yang hangat mengusap pinggir rambutnya yang basah oleh keringat dingin.

"Tidur ya... gue jagain di sini," bisik Devan pelan di dekat telinga Aira.

Aira tenggelam dalam tidur.

Malam makin merambat jauh. Jarum jam terus bergulir melewati pukul satu, dua, hingga tiga dini hari.

Di dalam kamar remang-remang itu, Devan duduk di samping tempat tidur Aira, menyandarkan lengannya di tepi kasur sambil terus mengawasi kondisi istrinya.

Tiap tiga puluh menit sekali, Devan membasahi ulang handuk kompresan Aira, mengganti airnya jika sudah mulai dingin, dan mengelap keringat dingin yang mengucur di sekitar leher dan pelipis Aira menggunakan tisu halus.

Sekitar jam dua pagi, suhu tubuh Aira naik lagi. Cewek itu mulai mengigau tidak jelas, tubuhnya berguncang.

"Dingin... hsssk... pusing banget..." gumam Aira mengigau, matanya terpejam tapi alisnya menaut kesakitan.

Melihat Aira yang merintih seperti itu, dada Devan terasa remuk.

Devan berdiri, lalu perlahan berbaring di samping Aira.

Ia menarik Aira kedalam pelukannya.

Di dalam ketidaksadarannya karena demam tinggi, Aira merasakan kehangatan yang menjalar mengusir rasa dinginnya.

Secara refleks, Aira menyusupkan wajahnya makin dalam ke dada Devan.

Devan tersenyum tipis. Pria itu mencium puncak kepala Aira.

"Maafin gue, Ra..." bisik Devan pelan. "Maafin gue yang terlalu bodoh dan egois ini. Maaf udah bikin lu sakit hati... maaf udah bikin lu menderita kayak gini."

Devan mengusap punggung Aira berulang kali dengan usapan yang tenang, sampai akhirnya igauan Aira perlahan surut, digantikan oleh deru napas yang teratur dan halus.

Menjelang pukul lima pagi, cahaya fajar perlahan menerobos masuk lewat celah gorden kamar.

Suhu tubuh Aira akhirnya berangsur-angsur turun.

Devan yang merasakan napas Aira sudah tenang dan tubuhnya tidak panas lagi, mendesah lega. Pria itu perlahan-lahan melepaskan pelukannya, menata selimut Aira, lalu memindahkan handuk kompresan dari dahi cewek itu.

Devan mengusap pipi Aira yang kini terasa hangat di punggung jarinya, menatap wajah tidur Aira yang begitu polos dan damai.

"Cepat sembuh, Aira," gumam Devan pelan sambil tersenyum tipis, matanya sendiri sudah sangat merah dan lelah karena tidak tidur semalaman.

Sebelum Aira terbangun dan mendapati dirinya ada di sana, Devan bergegas turun dari kasur. Pria itu merapikan baskom dan obat-obatan, lalu melangkah keluar kamar.

1
Fazira
lucu mereka 🤭
Fazira
🤣🤣
Fazira
semangat upnya kak😍😍
Fazira
😍
Fazira
Nadia istrinya marah loo
Skyline Scribe
cemburu niee🤭
Fazira
sepertinya love language nya mereka ini bertengkar yaa
karena 8 tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk bisa membenci orang
gak sabar liat Devan bucin😍
Reni Anjarwani
kapan damainya bertengkar terus
Ael
semangat kak👍👍
Fazira
Devan yang jujur kamu
Skyline Scribe: cowok gengsi tinggi dia kak😄
total 1 replies
Fazira
jangan tengkar/Sob//Sob/
Fazira
lanjut 💪
Fazira
🤣
Ael
seru👍
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
lanjut 💪
Ael
/Heart//Heart//Heart/
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
😍😍😍
Fazira
lanjut 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!