Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 35: Tamu yang Tak Diundang

...MENGULANG LUKA...

...Bab 35: Tamu yang Tak Diundang...

Atmosfer di dalam ruang kerja Julian seketika merosot hingga ke titik beku. Aura dingin dan berbahaya memancar kuat dari tubuh pria tegap bertinggi 190 sentimeter tersebut, membuat Diego refleks menggeser kakinya mundur satu langkah demi keselamatan nyawanya sendiri.

"Suruh dia pulang," perintah Julian dingin tanpa beban, matanya kembali tertuju pada berkas di meja. "Aku tidak menerima tamu yang tidak memiliki janji resmi."

"Tapi, Tuan..." Diego menelan ludahnya yang terasa pahit. "Nyonya Besar Sita berpesan jika Anda menolak, Nona Clarissa berhak menunggu di dalam ruangan Anda. Dan... beliau sudah ada di depan pintu."

Belum sempat Diego menyelesaikan kalimatnya, gagang pintu jati yang kokoh itu sudah terdorong dari luar. Suara denting sepatu hak tinggi menggema nyaring di atas lantai marmer yang mengilap, disusul aroma parfum floral yang menyengat menusuk hidung.

Clarissa Baskoro melangkah masuk dengan senyuman manis yang tertata rapi di wajah cantiknya. Wanita dari keluarga konglomerat itu mengenakan dress berpotongan pas badan bernuansa merah muda pastel yang sangat kontras dengan aura kelam di dalam ruangan tersebut. Dengan gestur angkuh yang terbiasa memimpin, ia mengibaskan tangannya pelan pada Diego, memberi isyarat agar sang asisten segera melangkah keluar.

Diego melirik pasrah ke arah atasannya. Melihat Julian hanya memberikan isyarat mengusir melalui gerakan kepala yang kaku, Diego segera membungkuk hormat lalu memundurkan diri, menutup pintu rapat-rapt dari luar.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk, Clarissa?" tanya Julian tajam, bahkan tanpa berniat membalas tatapan wanita di hadapannya.

Clarissa berjalan santai mendekati meja kerja megah itu, meletakkan tas genggam mewahnya di atas sofa kulit tanpa rasa canggung sedikit pun. "Tante Sita yang memintaku datang, Julian. Beliau sangat khawatir melihatmu terlalu lelah bekerja. Lagipula... kenapa kamu mendadak membatalkan proyek kerja sama keluarga kita? Apa ada kesalahpahaman?"

Julian akhirnya mendongak. Manik mata elangnya menatap Clarissa dengan tingkat kecurigaan dan rasa muak yang tak ditutup-tutupi. "Tidak ada kesalahpahaman. Keputusan itu murni keputusan bisnis Edgar Group. Dan asal kamu tahu, Clarissa, pernikahan aku dan Valencia bukan konsumsi publik atau permainan yang bisa diacak-acak oleh siapa pun."

Senyum manis di bibir Clarissa sempat memudar sejenak, namun dengan cepat berganti menjadi kekehan sinis yang terkesan meremehkan. Dia mengikis jarak, menopang kedua tangannya di tepi meja kerja Julian, membungkuk sedikit demi menarik perhatian penuh dari pria bertubuh tegap itu.

"Valencia?" ujar Clarissa dengan nada menyindir yang tajam. "Julian, sampai kapan kamu mau bertahan dengan wanita penurut yang membosankan seperti dia? Semua orang di kalangan kita tahu dia cuma bayang-bayang dari almarhumah Gracia. Kamu berhak mendapatkan wanita yang setara, yang bisa mendampingi langkah besarmu di dunia korporasi."

"Jaga bicaramu, Clarissa," potong Julian, suaranya meluncur dalam dan berat bagai ancaman nyata. "Satu kata lagi yang merendahkan istriku, aku pastikan nama Baskoro Corp habis dari seluruh jaringan bisnis internasional."

Jika wanita lain akan langsung gemetar ketakutan mendengar nada ancaman membunuh dari seorang Julian Edgar, Clarissa justru bertingkah sebaliknya. Wanita itu sama sekali tidak gentar. Senyum percaya diri kembali terpatri di bibirnya. Dia merasa memiliki kartu as yang sangat kuat di tangannya: restu mutlak dari Nyonya Besar Sita Edgar. Bagi Clarissa, dukungan dari calon ibu mertua adalah benteng kokoh yang tidak akan bisa diruntuhkan oleh Julian maupun Valencia.

"Kamu mengancamku demi wanita itu, Julian?" Clarissa menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Julian dengan kilat menantang di matanya. "Sayang sekali ancamanmu tidak menakutkan bagiku. Jangan lupa, Tante Sita sendiri yang sudah memberikan restu penuh padaku untuk mendampingimu. Tante Sita tidak pernah menganggap Valencia sebagai bagian dari keluarga Edgar, dan kamu tahu betul ibumu tidak akan tinggal diam."

Clarissa melangkah satu tingkat lebih dekat, mengabaikan jarak aman. "Pembatalan kerja sama bisnis itu? Tante Sita bilang beliau yang akan membereskannya secara pribadi. Jadi jangan berpura-pura seolah kamu bisa melindunginya dari keluargamu sendiri, Julian."

Julian berdiri tegak dari kursinya secara mendadak, membuat tubuh tingginya menaungi Clarissa dengan dominasi yang luar biasa intimidatif. Sorot matanya mendingin, memancarkan ketegasan yang belum pernah Clarissa lihat sebelumnya.

"Mami tidak memegang kendali atas hidupku, dan Mami bukan pemilik Edgar Group," tekan Julian kata demi kata dengan nada penuh intimidasi. "Restu yang kamu banggakan itu tidak ada artinya jika aku sendiri yang menolakmu. Keluar dari ruanganku sekarang, sebelum aku minta pengawal melemparmu ke luar gedung ini."

1
Shuttttttttttt
up up up up up, kepo bgttt
Shuttttttttttt
haa, knp sih gak jujur aja. biasanya pintar ini malah bodoh, gak curiga k klo seila2 itu sdh atur dgn sngja ksh tau vale kya gitu ihh
Shuttttttttttt
mending lo jujur dri pada vale tau dri lucas, bisa hbis rumah tangga loh
Park ha
🤣
Shuttttttttttt
up up up up up up up up up up
Park ha: tinggalkan like klo suka dan mau lanjut ka 🤭🤭..klo gk suka .gk like juga gpp sih hehe
total 1 replies
Shuttttttttttt
up up up up up
Shuttttttttttt
up up up up
Shuttttttttttt
yaaah, blm up lagi yaa thorrr🤭
Shuttttttttttt: cemangat thorrr, pembaca setiamu menunggu wkwkw😍🫂🤭🤣
total 2 replies
Shuttttttttttt
OMG😍😍😍😍
Shuttttttttttt
semangat thorrr😍❤️
Park ha: ku selalu semangat klo kalian suka cerita yang aku buat ♡♡♡🤭🤭🤭
total 3 replies
Shuttttttttttt
aku suka deehyy
Shuttttttttttt
makin seruh deeh, aku suka bgttt🤭🤣👍❤️
Shuttttttttttt
up up up up
Shuttttttttttt
wkwkw sok² sih, bgus² udh di anggap baik sma vale, ehh malah pnya niat buruh ke rmh tangga org, akhirnya kena kan. terlalu terfokus sma masa depan mknya ceroboh, pdhal klo kita udah tau masa depan gmn dan seandainya kita melakukan tindakan yg gak sesuai sma apa yg terjadi brrti ada kemungkinan masa depan berubah. contoh kecilnya: julian sadar akan kesalahannya terhadap vale, vale yg sdh melihat masa depannya bersama julian, akhirnya memilih tetap bersama, naah brrti ada pergerakan yg berbeda sma masa lalu
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
senang deeh valee akhirnya sadar klo kepolosan dan kebaikan-nya di manfaatkan spya rumah tangga nya hancur
Shuttttttttttt
knp blm up kak
Park ha: 🙏UDAH UPDATE ..MAAF TELAT.. CIBUK
total 1 replies
Shuttttttttttt
nohh gk dngr²an sihh.... pdhal dia udah tau klo pertarungan antara lucas dan julian gak sesederhana itu tapi tetap ngeyel dan anggap julian laki-laki posesif yg kekanak kanakan.
Shuttttttttttt
naah, julian benar nih, gak perlu angkat telpn atau dngr penjelasan-nya vale, biarkan bukti audit yg menjelaskan klo lucas kali ini hnya berusaha pertahankan bisnis dan istrinya
Siti Kamisah Hasnul
Valencia yang tidak peka akhirnya kena jebak
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!