Berliana Humayra Alexander gadis cantik yang memiliki sejuta impian dan pesona ini terlahir dari keluarga konglomerat nomor satu di Indonesia. Walaupun hidupnya sudah terjamin mapan sampai tujuh keturunan tetapi itu semua takkan membuat dia untuk membumikan impian nya yang sudah setinggi langit. Saat ia baru menginjak usia 20 tahun ia terpaksa harus menerima perjodohan yang telah di sepakati keluarga nya saat ia masih kecil.
Bryan Abritama Maxime putra tunggal dari keluarga konglomerat nomor satu di Cairo. Tampan dan mapan, membuat ia banyak di gilai para kaum hawa. Di usianya yang masih muda ia sudah menjabat CEO di perusahaan rintihan nya sendiri di Jepang. So PERFECT. Dengan gaya nya yang cool membuat ia banyak di segani oleh banyak orang. Tapi itu semua takkan menurunkan kadar ketampanan nya.
Ikuti kisah mereka di Girl of a Million Dream's 💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutya f., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monyet Afrika
Satu minggu sudah berlalu buat pernikahan Bryan dan Berlian, kini Berlian kembali ke kampus dengan status baru nya, yaitu nyonya muda Maxime. Angel dan Shinta sangat gembira karena sahabat mereka sudah masuk kembali. Satu minggu tanpa Berlian di antara mereka rasanya hambar, karena tidak ada yang akan mengusili mereka.
"hai guys"; seru Berlian ketika sudah berada di dekat sahabat nya,
"ya ampun sayang ku, rindu banget tau"; Shinta memeluk Berlian melepas rasa rindu nya,
"akhirnya Lo masuk juga besty"; Angel juga tak kalah happy nya,
" iya kangen banget gue sama kalian";
"eh btw, Lo gak ada cita-cita buat honeymoon gitu"; tanya Angel sambil berjalan menuju kelas mereka dengan Berlian yang di apit di tengah-tengah,
"gak tau gue";
"kok gak tau";
"yaa gue sama Bryan gak pernah bahas buat gituan";
"Lo harus bahas besty, biar ponakan kita cepat nongol, ya gak Ngel?;
"of course";
"ponakan aja yang kalian pikirin";
Mereka sudah sampai di kelas, dan langsung duduk di tempat mereka masing-masing. Tak berselang lama dosen yang akan memberi materi hari ini pun sudah datang.
***
"asik, seger bener"; seru Shinta ketika pesanan sudah tiba, mereka sudah nangkring di kantin karena jam kuliah pertama sudah usai.
"tumben Lo gak pesen bakso"; tanya Angel pada Berlian,
"lagi gak selera aja";
"habis ini jalan yuk"; ajak Shinta si ratu shopping
"kemana?;"
"mall";
"mall mulu di otak Lo, emang gak ada tempat lain apa?;" Berlian merasa bosan jika harus berkunjung ke tempat itu,
"terus mau kemana?;"
" pantai aja gimana?;" usul Angel,
" nah, kalau ini gue setuju. sekalian mau teriak-teriak sama ombak";
"ya udah kita ke pantai"; Shinta akhirnya mengalah,
"yey pantai"; Angle sangat antusias ingin menginjak kan kaki nya di pasir putih pantai,
"kayak bocah Lo";
Saat mereka sedang asik ngobrol, seperti biasa mereka akan di datangi pria tampan spesies buaya Afrika kalau kata Angel, siapa lagi kalau bukan Rocky.
"selamat siang, para ladies"; sapa nya dan langsung menarik kursi tepat di depan Berlian,
"sore"; jawab Angel ketus
"masih siang kali Ngel"; Angel hanya memutar bola matanya malas jika sudah berhadapan dengan buaya buntung satu ini,
"oiya, selamat ya Ber atas pernikahan Lo"; ucap Rocky pada Berlian,
" iya,thanks Rocky";
"sorry kemaren gue gak bisa datang karena ada sedikit acara";
"iya gak papa";
"lebih baik Lo gak datang Rock!";
"emangnya kenapa kalau gue datang?;" tanya Rocky penasaran,
"takutnya Lo nangis di pojokan"; sahut Angle santai,
Berlian dan Shinta benar-benar gak habis pikir dengan sahabat nya yang satu ini.
"heh, gue bakal tetap perjuangin cinta gue buat Berlian"; benar-benar si Rocky mau cari mati dia kalau nekat masih mencintai istri dari Bryan itu,
"apa, gue gak salah dengar nyet?;" tanya Angel gak percaya,
"Lo gak budeg kan?;"
"enak aja Lo, ya engga lah";
"kalau mimpi jangan terlalu tinggi Rock, sakit"; Shinta ikut menimpali,
"wah ini kalau Bryan denger bisa-bisa Lo di kirim ke Afrika beneran deh"; kata angel heboh,
"buat apa ke sana?;" tanya Berlian bingung,
"buat ngurus anak jerapah";
Berlian dan Shinta ketawa ngakak mendengar ocehan Angel barusan. bisa-bisanya dia bilang kalau Rocky bakal ngurus anak jerapah di sana.
"Rocky yang tampan, gue kasih tau ya. Gue itu udah jadi istri orang, dan gue harap sama Lo jangan nyakitin perasaan Lo sendiri, masih banyak cewek di luar sana yang bisa nerima cinta Lo"; jelas Berlian panjang lebar,
"denger tu nyet";
"gue gak bakal bisa mencintai cewek lain, karena di hati gue cuma ada nama Lo Berliana"; jawab Rocky, Shinta yang mendengar itu ingin muntah rasanya,
huek
"muak gue denger nya, si buaya punya ati";
"terserah Lo deh, yang penting gue udah kasih tua"; ucap Berlian,
drrrrtt drrrrtt
Bryan is calling.
"bentar gue angkat telepon dulu";
Rocky duduk sambil melipat tangan di dadanya melihat Berlian sedang menerima telepon. sedangkan dua kunyuk, mereka asik memakan mie ayam nya.
Beberapa menit kemudian, Berlian telah selesai dengan sambungan telepon nya.
"suami Lo?;" tanya Shinta,
"hemm"; Berlian hanya berdehem sambil memasukkan kembali ponsel nya kedalam tas,
"cie cie... yang udah ada pawang, gue kapan ya di telepon sama ayang"; ucap Angel ngawur,
"Rocky, Angel kasih kode tuh"; ucap Shinta,
"kode apaan sih?;"
"katanya mau di telepon sama ayang, noh Rocky siap buat nelepon Lo setiap saat";
"yeee enak aja, gak usah Rock makasih banyak";
"yang mau nelepon Lo siapa?"; tanya Rocky menaikkan sebelah alisnya,
" au ah gelap";
"au ah gelap"; Angel mencibik dengan muka masam, Shinta dan Berlian ketawa ngakak melihat muka Angel seperti orang menahan buang hajat,
" dasar cewek aneh";
"Lo ngatain gue aneh nyet?;"
"kagak, tadi ada setan yang lewat"; jawab Rocky asal,
Angel menyipitkan matanya menatap Rocky, sementara yang di tatap hanya santai saja.
"awas Lo";
"apaan sih, gak jelas banget";
"dasar monyet Afrika";
"hhhhaaaaa, kalian kalo lagi berantem gini so sweet banget deh, ya gak nyonya Bryan?;" Akhirnya Shinta tak bisa lagi menahan tawanya,
"so sweet pala Lo"; bentak Angel, bukannya takut, Shinta semakin mengeras kan tawa nya,
"jangan marah-marah atu neng, ntar cantiknya ilang lho"; goda Berlian yang membuat Angel semakin kesal,
Angel menatap tajam ke arah mereka yang sedang ketawa setan.
***
Bryan yang baru selesai meeting langsung menyambar kunci mobilnya. Sean yang melihat itu tampak bingung, tidak biasanya Bryan langsung pulang setelah meeting selesai, biasanya ia akan berdiam sejenak di ruangan nya.
"mau kemana?;" tanya Sean,
"balik"; jawab Bryan singkat,
"masih jam segini, ada masalah?;"
"enggak";
"dasar kebo, kapan sih balok nya mencair. capek gue sama ni orang"; gumam Sean kesal sama sifat dingin sahabatnya,
Bryan tidak memperdulikan Sean yang sedang ngereog di belakang nya, ia terus berjalan menuju lift khusus CEO.
Sesampainya di lantai dasar, ia langsung menuju parkiran di mana mobil mewah nya terparkir. Ia terus melajukan mobil nya menuju mansion nya.
💞to be continue 💞
happy reading gess 🥰🥰 like and coment ya sayang 😘😘