Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh Cinta Sejak Pandangan Pertama

Setelah mengambil kembali berkasnya, Aluna lalu berterima kasih dan langsung menuju ke ruangan yang dimaksud.

Langkah demi langkah Aluna saat berjalan ke ruangan tersebut diiringi dengan rasa gugup yang tidak bisa ia sembunyikan.

Begitu tiba di depan ruang HRD, matanya langsung tertuju pada beberapa kandidat, ia pun langsung membuang jauh rasa gugupnya.

"Please Aluna jangan gugup, ternyata banyak banget yang ngelamar gimana kalau gak keterima karena gugup hah?, cuma dua loh yang dibutuhkan, udah buang gugupnya!." Batinnya memarahi dirinya sendiri, namun dari luar ia hanya memasang tampang datar agar tidak terlihat tengah gugup.

Ia lalu duduk di sofa yang sama dengan perempuan yang lebih dulu duduk disana untuk menunggu namanya dipanggil.

Selang beberapa lama, satu persatu orang yang tadi dipanggil untuk interview sudah keluar.

"Saudara Aluna." Panggil seorang staf yang membuat Aluna langsung gugup kembali.

Kini tiba giliran Aluna untuk interview, ia berdiri dan merapikan pakaiannya lalu berjalan masuk ke ruangan tersebut.

***

"Lilaaa Lo dimana?." Tanya Aluna saat panggilan telponnya terhubung.

Interview nya sudah selesai dan ia sudah berada diparkiran didalam mobilnya.

"Kantor Al, mau makan siang." Jawab Lila diseberang sana.

"Makan siang sama gue yah, gue mau traktir Lo." Ajak Aluna terdengar begitu senang.

"Lo udah keterima Al?." Tanya Lila yang tidak kalah antusiasnya.

"Belum tau tapi gue udah interview yeyyyy." Jawab Aluna membuat rasa antusias Lila padam seketika.

"Baru selesai interview Al, udah heboh banget." Sewot Lila tapi juga gemas dengan sahabatnya itu.

"Karena ini first time Laa, dan gue bisa hahaha. Gak mau tau gue ke cafe biasa dekat kantor Lo sekarang yah, Lo pesen aja kalau sampai duluan." Kata Aluna yang memang benar-benar sangat senang pagi ini, padahal dirumah tadi moodnya sempat kacau.

"Iya iya hati-hati Al." Ucap Lila berpesan.

"Okey." Jawab Aluna dan langsung mematikan teleponnya.

Ia lalu menyalakan mesin mobilnya dan segera beranjak dari sana karena kantor Lila dari perusahaan ini tidak begitu jauh.

Saat Aluna keluar dari area perusahaan itu, ia berpapasan dengan sebuah mobil yang tidak asing, ia ingat mobil tersebut mirip dengan mobil Kai, sahabat kakaknya yang sempat ia tabrak beberapa waktu lalu.

"Mirip aja kali yah?." Gumamnya penasaran karena mobil tersebut memasuki area perusahaan tadi.

***

Aluna yang baru saja tiba di cafe lansung masuk dan menuju ke bar cafe tersebut untuk memesan, selesai memesan ia langsung berjalan ke meja dimana Lila sudah menunggunya.

"Pesanan Lo belum datang?." Tanyanya saat sampai disana.

"Belum, bentar lagi paling." Jawab Lila yang langsung meletakkan handphone nya saat Aluna datang.

Aluna sendiri menatap Lila dengan senyuman penuh arti lalu duduk didepannya.

"Seneng banget keliatannya, gimana interviewnya?." Lila dapat merasakan rasa bahagia sahabatnya itu hanya dengan melihat wajahnya yang begitu ceria.

"Iya dong, interviewnya lancar, Harusnya keterima sih walau gak ada pengalaman kerja sejak lulus setahun yang lalu." Entah kenapa Aluna merasa begitu optimis bisa diterima kerja di perusahaan itu.

"Positif thinking banget hahah." Ucap Lila tertawa kecil merasa gemas dengan pengamalan pertama sahabatnya yang sebenarnya orang lain sendiri pasti merasa sangat tertekan saat akan interview kerja, tapi tidak dengan Aluna yang malah sangat antusias.

"Harus dong. Tapi yah, gue rasa bakal keterima La, gue tuh udah kek jatuh cinta banget sama perusahaan itu sejak pandangan pertama." Binar dimata Aluna tidak bisa berbohong, ia sangat berharap diterima di perusahaan tadi.

"Semoga keterima yah Al, gue doain buat Lo." Ucap Lila penuh ketulusan.

"Thank youuu." Aluna meraih tangan Lila dan menggenggamnya erat.

"Btw Lo alasan apa lagi sama Mama Lo keluar pagi-pagi?." Tanya Lila penasaran, kehidupan sahabatnya ini benar-benar bak drama keluarga kaya di drama China.

"Mau ketemuan sama Dea. Gue jadi gak enak gini bohong terus sama Mama, tapi gue janji kalau gue udah lama kerjanya dan buktiin gue bisa, gue bakal jujur ke keluarga gue." Ada rasa bersalah yang terus dibawa oleh Aluna, tapi dia juga tidak ingin terus-terusan menjadi tuan putri yang kerjanya hanya duduk manis dan menikmati hasil kerja keras keluarganya.

"Iya gue percaya sama Lo." Kata Lila menenangkan, ia tau betul sahabatnya ini hanya ingin melakukan apa yang ia mau, hanya saja memang ia tidak bisa melakukan semua hal yang dia mau sesuka hatinya.

"Untuk sekarang cuma lo yah La Yang tau." Aluna menatap Lila berharap Lila akan menjaga rahasia ini sampai dia sendiri yang memberitahu keluarganya.

"Iya iyaa aman, gak bakalan bocor kalau gue mah. Malah kalau ketahuan yah gue juga yang kena, orang idenya dari gue." Jawab Lila yang juga dari awal turut andil dalam rencana Aluna, bahkan dia lah penggagas ide dan membantu Aluna mempersiapkan semuanya.

"Iya juga yah hahaha." Aluna tertawa kecil mengingat bagaimana prosesnya sampai ia bisa interview hari ini.

Tidak lama obrolan mereka, waitress pun membawa pesanan mereka.

***

"Lila gue ke toilet dulu yah, mau ganti baju." Kata Aluna saat mereka sudah selesai makan siang.

"Bakal ribet nih setiap hari."

Lila tersenyum melihat keribetan Aluna.

"Gak apa-apa yang penting gue seneng."

Aluna terlihat sangat menikmati aktivitas barunya itu.

"Ya udah sana, bentar lagi jam istirahat gue habis."

"Tunggu yah."

Aluna pun berjalan ke arah toilet dengan membawa paper bag berisi bajunya yang ia pakai tadi pagi.

***

Tidak lama kemudian Aluna sudah kembali dari kamar mandi dan sudah rapi dengan dress-nya yang ia gunakan pagi tadi.

"Balik setelan jadi princess lagi hahaha." Ledek Lila iseng

"Udah ah ayo." Decak Aluna tapi tetap saja tidak menghilangkan rasa senangnya.

Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari cafe setelah Aluna membayar makanan mereka.

Mereka berdua berpisah didepan cafe karena Lila memilih berjalan saja walau Aluna sudah menawarkannya untuk diantar sampai depan kantor, katanya Lila ingin berjalan saja untuk mencerna makanannya.

Aluna sendiri berpamitan pada Lila, tujuannya adalah perusahaan Rafa. Ia merasa bosan jika harus pulang ke rumah, jadi ia memutuskan untuk menemui Rafa setelah makan siang bersama Lila tadi.

***

Mobil yang dikemudikan Aluna memasuki area parkir gedung perusahan Rafa, tempat yang sangat tidak asing untuk Aluna karena ia beberapa kali ke perusahaan ini sewaktu mereka masih kecil dulu dan sebelum Rafa pergi ke Luar negeri.

Begitu ia masuk ke lantai satu, staf resepsionis yang mengenalinya waktu itu langsung menyambutnya dengan ramah.

"Rafa nya ada?." Tanya Aluna kepada staf tersebut.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!