Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istriku

Mengejar Cinta Istriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: santai dyah

Menyadari Jika dirinya sangat mencintai Sang Istri meskipun ditentang dan di tolak Sang Mama, Seoarang Pemuda Tampan Bernama Dirga yang selalu hidup dalam kemewahan dan penuh dengan kemudahan kini harus rela Hidup di sebuah Pedesaan Demi bisa mendapatkan Cinta Sang Istri.

Akankah Harapan Dirga bisa terwujud dimana dia ingin membawa kembali Istrinya ke kota, sementara Di desa ada sosok Pemuda lain yang juga menyukai Istrinya.

Selamat membaca semoga terhibur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28.Kemarahan Pak Jamal

Selin yang mendapatkan Ultimatum dari Dirga agar tidak terlalu lama dan diberikan waktu 10 menit dengan sangat terburu-buru akhirnya Selin bisa sampai di samping mobil Dirga yang sudah dua kali menghidupkan klakson mobil meskipun waktu masih kurang dari sepuluh menit.

Dengan sedikit terburu-buru Selin membuka pintu mobil kemudian duduk di samping Dirga yang tanpa bicara setelah Selin menutup pintu mobil, Dirga langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi Hal itu membuat Selin sedikit terkejut dan terkesiap di mana Dirinya belum sempat memakai sabuk pengaman.

"Mas, pelan sedikit Aku belum memakai sabuk pengaman? "

Dirga menoleh sekilas ketika Selin mengeluh dan meminta dirinya untuk sedikit memperlambat kecepatan mobilnya,

Dirga tersenyum sinis kemudian melanjutkan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sama sekali tidak dikurangi bahkan semakin kencang.

"Aku harus cepat sampai peduli Wanita ini belum memakai sabuk pengaman dan takut. "gumam Dirga dalam hati.

Mobil terus melaju dengan kecepatan kencang menembus jalanan yang makin lama makin sunyi di mana memasuki kawasan pedesaan.

Di sisi lain di dalam Sebuah Rumah Juleha yang sudah berencana untuk pergi dari Rumah sudah mempersiapkan segalanya, koper yang tadinya sudah kosong dan semua baju yang sudah tertata rapi sudah dimasukkan kembali ke dalam koper.

Setelah semua merasa beres dan tidak ada satupun yang tertinggal Juleha mulai membuka pintu kamar dengan membawa koper keluar ketika Juleha sudah sampai di ruang tamu tiba-tiba suara sang Ayah menghentikan langkah kakinya.

"Leha, kau mau kemana dan mengapa kamu membawa koper apa kamu mau pergi? " tanya Pak Jamal kepada Juleha yang kala itu sudah hampir mencapai pintu depan.

Dengan senyum tersenyum di bibir dan karena Juleha tidak pernah ingin membuat hati Ayah-nya bersedih Juleha menggelengkan kepalanya.

"Tidak, Ayah Juleha hanya ingin pergi ke Rumah teman. "

"Ke rumah teman mengapa harus membawa koper? "

"Oh, ini kan cuma koper kecil Ayah dan cuma ada beberapa potong baju saja, karena Juleha tidak memiliki tas yang bisa untuk Juleha bawah dan menyimpan baju di dalamnya, untuk itu Juleha sudah memilih membawa koper karena Julaiha berniat untuk bermalam beberapa hari di rumah teman. '

Tampak sang Ayah menatap Juleha dengan pandangan tak percaya akan tetapi Ayah Juleha mangut-mangut untuk mempercayai Apa yang diucapkan oleh putrinya.

"Sepagi inikah Nak kamu harus berangkat, "

Pertanyaan sang Ayah yang begitu sangat Intens membuat Juleha sedikit merasa bersalah karena sejujurnya Juleha saat ini sedang berbohong kepada sang Ayah, di mana kepergiannya karena Juleha tidak ingin membuat kakaknya semakin marah dan membenci dirinya.

Juleha melihat kakaknya betul-betul sangat tidak menyukai dirinya terlebih ketika calon suami dari kakaknya yaitu Imam mulai bersikap dingin dan Acuh kepada Nita kakaknya dan Hal itu membuat Juleha merasa bersalah dan ingin segera pergi dari rumah meskipun Juleha sendiri tidak tahu Entah harus pergi ke mana.

"Iya, Ayah Juleha harus berangkat pagi-pagi seperti ini dikarenakan teman Juleha itu memiliki pekerjaan yang sangat sibuk Aku khawatir setelah sampai di sana dia sudah berangkat sehingga Juleha tidak bertemu dengannya untuk itu Aku harap Ayah tidak keberatan Dan mengizinkan Juleha untuk pergi Percayalah Juleha akan segera kembali karena Julaiha hanya menginap beberapa hari saja di rumah teman."

Tampak Ayah Juleha mangut-manggut akan tetapi pandangan matanya menatap tajam pada Juleha dan juga koper yang dibawanya.

" Kau tunggu di sini Ayah memiliki sebuah tas yang cukup untuk menampung beberapa baju yang akan kamu bawa ke rumah temanmu dan sebaiknya kamu tidak perlu membawa kopermu itu Kembalikan covermu ke dalam kamar dan masukkan baju-baju mu ke dalam tas yang akan Ayah berikan, Kamu tunggu di sini Ayah akan ambilkan, "ucap sang Ayah yang kemudian langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya sementara Juleha tidak mampu berkata apa-apa selain diam termangu dan menunggu. memang Juleha harus pergi hanya dengan menggunakan tas yang akan diberikan oleh ayahnya hal itu tidak akan menjadi masalah bagi Julaiha asalkan Juleha tidak lagi melihat kesedihan juga kebencian dari kakaknya.

"Pok..!

" Pok..!

Sebuah tepuk tangan terdengar dari sudut ruangan yang tak jauh dari tempat Juleha berdiri di mana dengan gerakan refleks Juleha menoleh ke sumber suara tampaklah di sana kakaknya Nita sedang bertepuk tangan sambil memandang Juleha dengan pandangan mata yang sangat Sinis.

"Hebat Leha, kamu sungguh pintar bersandiwara dan mencari perhatian Ayah, kalau mau pergi pergi saja tidak perlu mencari alasan yang tidak tidak, bikin repot orangtua saja. "

"Mba Nita..!

" Apa lihat-lihat, Sudah bagus kamu sadar diri dan mau pergi dari Rumah ini, tapi tidak perlulah kamu berbohong mencari alasan pada Ayah, Aku tau semua yang kamu lakukan agar Ayah bersimpati padamu dan akhirnya pasti melarang dirimu itukan yang kamu mau, itukan tujuan kamu mecari perhatian dasar Anak pelakor..!

"Nitaa..!jaga ucapanmu..!

" Deg..!

Sebuah suara keras mengema muncul dari dalam ruangan yang tidak lain adalah suara Ayahnya.

Sebuah suara bentakan yang sangat memekakan telinganya dimana belum pernah suara keras itu Nita dengar dari mulut Ayah-nya.

"A-Ayah, kau membentakku?

kedua bola mata Nita berkaca-kaca dan tubuhnya bergetar sejujurnya Nita benar-benar merasa syok dan sangat terkejut dengan sikap Ayah-nya yang tiba-tiba sangat dingin kasar dan juga terkesan sangat marah kepadanya.

"Apakah, ucapan kamu itu pantas untuk diucapkan oleh seorang Kakak kepada Adiknya, "

"Ayah Juleha itu, ____

" Apa, Anak pelakor begitu maksud kamu, tau apa kamu tentang kehidupan Ayah, kamu tidak tau apa-apa Nita dan kau Juleha Ayah tidak suka ada kebohongan disini sekarang katakan apakah kamu memang ingin pergi ke Rumah temanmu?

"Deg..!

Hati Juleha juga ikut bergetar dikarenakan dirinya juga bersalah karena telah berusaha berbohong.

"Kenapa diam, Ayo jawab..!

Melihat Juleha juga mendapatkan amarah dari Ayah-nya diam-diam Nita menggulung senyum meledek kepada Juleha hatinya merasa senang dan bahagia.

" Sukurin kena marah Ayah juga lo hahaha, " cibir Nita diam-diam dalam hati sambil tertawa.

Dengan perlahan-lahan Nita yang diam-diam merasa senang karena Ayah-nya juga memarahi Juleha Adiknya mulai membalikkan badan dan berniat pergi dari Ruangan itu.

"Nita? diam ditempatmu jangan coba-coba pergi Ayah belum selesai bicara."

" Aduuuh, mampus gue " keluh Nita dalam hati yang mau tidak mau akhirnya kembali membalikkan badan sambil tersenyum.

Sementara Juleha buru-buru menundukkan kepala setelah memandang kakaknya sambil menahan senyum.

"Apa lo, lihat-lihat Mau menertawakan Aku juga, Ayah lihat tuh lehaa Anak pelakor itu sedang menertawakan Aku, "

"Husss...! jaga perkataan kamu Nita jika kamu juga tidak ingin melihat Ayah marah, cepat duduk kalian,"

Tanpa menunggu lama Juleha dan Nita akhirnya langsung mengambil tempat duduk, setelah mendengar suara Bariton dari sang Ayah yang terlihat Marah.

"Lehaa, jawab pertanyaan Ayah, apa benar kamu akan pergi ke Rumah teman? "

"Ayah, leha Eng, Leha.. eng.. , ____

" Iiiih, ngomong yang bener leha jangan Ang... Eng . Ang Eng saja, seperti orang bodoh saja pantesan Suamimu mengusirmu itu karena kamu sangat bodoh dan, ____

"Nitaaa...! bisa berhenti tidak itu mulut kamu, mau Ayah kunci mulut kamu biar tidak mangaap saja. "

"Hehehe, Ya Ayah, Maaf. "

"Huuuu, gara-gara Anak pelakor Ayah jadi galak padaku, "geram Nita dalam hati.

Nita langsung menundukkan kepala tapi sebelum itu Nita menyempatkan untuk melotot ke arah Adiknya.

1
Lee
Mampir kak...
satu iklan mendarat ya..🤭
Semngat update lg
Hani: keren ceritanya thor.. /Rose/
jangan lupa mampir dikaryaku, reders yg lain jg mampir yaaa /Heart/
total 1 replies
Neng Shy
lanjut Thor ❤️ to you
Tyara Lantobelo Simal
🌹🌹❤️ untuk mu
Tyara Lantobelo Simal
Lanjut Bebb
Shifa Burhan
Dirga carilah wanita dan istri yang mau berjuang bersamamu, berjuang disampingmu, bukan yang wanita yang tidak peduli padamu, bukan wanita yang sama sekali tidak mau membantumu dalam berjuang, bukan wanita hanya diam menerima hasil,
Neulis Saja
harusnya Dirga perlihatkan perhatianmu dan cintamu agar leha yakin kalau kamu benar2 mencintai leha
Elisabeth Ratna Susanti
keren 👍
Neulis Saja
Thor kemana aja baru up
Elisabeth Ratna Susanti
good job Thor 😍
Elisabeth Ratna Susanti
jadi kesal sekarang
Elisabeth Ratna Susanti
aku ikutan mewek 😭
Elisabeth Ratna Susanti
berisik, ya, ini?
Elisabeth Ratna Susanti
ikut terharu
Elisabeth Ratna Susanti
wah pinter juga Selin 😀
Elisabeth Ratna Susanti
iya, nggak perlu sewot 😀
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Tyara Lantobelo Simal
semangat Dirga dapat kan cinta mu
Tyara Lantobelo Simal: Kabar nya baik seyang
total 5 replies
Neulis Saja
Dirga, you are loser 😡
Santai Dyah: Hai kak untuk sementara Autor izin haitus di di novel ini Ya... dikarenakan masih ngerjain 3 novel 🙏 yang ikut kejar.... mungkin kk bisa klik Dokter dingin itu papaku ini juga bagus kak seasons ke duanya dari Berbagi Ranjang dengan Adikku. 🙏maaf gk bisa up smnentra bln ini
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
mampir di sini langsung like and favorit ❤️👍
Neulis Saja
leha kerjain juga suamimu dgn kamu mendekati bos barumu, pura2 cinta utk memanasi si borokokok dirga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!