Indonesia
NovelToon NovelToon
Setulus Cinta Fajar

Setulus Cinta Fajar

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Suami ideal / Tamat
Popularitas:20.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rrnsnti

Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.

Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.

Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

persiapan

Saat Rain mulai menitikan air matanya, Waiz perlahan membuka matanya.

“Jangan menangis” ucap Waiz

“Papa, maafkan Rain.” jelas Rain yang langsung memeluk Waiz.

“Kamu adalah harapan keluarga kita. Papa hanya ingin kamu ada yang menjaga saat apa sudah tidak ada lagi di dunia ini.” ucap Waiz sambil mengusap kepala. Rain perlahan.

“Papa, jangan bicara seperti itu. Mama dan Rain masih sangat membutuhkan Papa.” jelas Talia.

“Pak waiz akan segera sembuh, saya percaya itu. Bahkan saya akan carikan dokter terbaik untuk Pak waiz." ucap Fajar.

“Fajar, jika nanti saya tidak ada lagi di dunia. Saya titipkan keluarga saya kepada mu. Jaga Rain dengan baik dan perlakukan istri saya seperti orang tua mu sendiri.” jelas Waiz.

“Maaf Pak waiz, jangan bicara seperti itu. Berpikirlah yang baik-baik untuk kesembuhan anda juga. Saya yakin Pak waiz akan segera sembuh dan kembali seperti dulu,” balas Fajar.

“Fajar benar, Mama akan menjaga Papa sampai Papa sembuh.” jelas Talia.

“Papa hanya ingin melihat Rain menikah dengan pria yang benar-benar bisa menjaga Rain dengan baik. Tapi Rain malah memilih pria yang salah dan menolak keinginan terakhir Papa.” ucap Waiz.

Agar rencananya untuk menjodohkan Rain dan Fajar segera terlaksana dengan baik tanpa paksaan dari Rain.

“Maaf Pak waiz, tapi saya menolak perjodohan yang telah kita sepakati.” jelas Fajar.

“Fajar, saya mohon jangan seperti itu. Maafkan kesalahan Rain, saya janji Rain akan bersikap baik setelah ini.” balas Waiz.

Waiz memegangi sebelah dadanya dan Rain langsung melihat keadaan itu.

“Papa, maafkan Rain.” ucap Rain sambil terisak.

“Minta maaflah pada Fajar juga Syahara dan jangan ulangi kesalahan mu lagi.” jelas Waiz pelan.

“Rain janji Papa, Rain akan menuruti apapun yang Papa inginkan."balas Rain.

Rain perlahan mendekati Fajar dan menatap mata Fajar.

“Maaf” ucap Rain.

“Jangan meminta maaf kepada ku, tapi minta maaflah pada Syahara." jelas Fajar.

“Antarkan aku ke rumah mu, aku akan meminta maaf pada anak mu.” balas Rain.

“Syahara akan menjadi anak kamu juga, jadi mulailah menerimanya dengan baik.” ucap Talia.

Fajar menggenggam tangan Rain dan membawanya menuju ke mobilnya, Sepanjang perjalanan Rain den Fajar hanya saling diam dan tidak ada percakapan di antara keduanya.

Sesampainya di rumah Fajar, Fajar langsung mengantarkan Rain ke kamar Syahara.

“Bersikaplah baik.” ucap Fajar pelan.

Rain hanya mengangguk dan perlahan menghampiri Syahara dengan duduk ldi sebelahnya.

“Hai Syahara." ujar Rain memberikan senyumnya ke arah Syahara.

“Hi, mau apa?” tanya Syahara santai sekilas melihat Rain.

“Maaf Mama, mama mau minta maaf sudah bersikap kasar sama Syahara." ucap Rain.

"Tante bukan Mama ku." balas Syahara.

“Maaf, pagi ini Mama sedikit pusing karena tidur malam yang tak nyaman. Paginya kamu datang dan memaksa Mama untuk bangun Jadi mau memaafkan Mama, kita mulai dari awal lagi." ucap Rain sambil mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh Syahara.

Syahara terlebih dulu melihat ke arah Fajar dan setelah Fajar mengangguk Syahara baru mau mambalas jabatan tangan Rain.

“Maaf” ucap Rain.

“Papa pernah bilang, tidak ada yang boleh sombong di dunia ini Saat orang lan salah dan meminta maaf, ana harus memaafkannya karena Tuhan saja Maha pemaaf.” jelas Syahara.

Syahara langsung memeluk Rain dan Rain hanya bisa terdiam saat Syahara memeluknya.

"Kanapa pelukan anak ini begitu nyaman." batin Rain

Setelah saling berbaikan, Rain kembali ke rumah sakit untuk bergantian berjaga dengan Talia.

“Ini untuk kamu” ucap Fajar yang datang dengan kantong berisi makanan.

"Aku bisa memesannya sendiri."jawab Rain.

“Aku tau kamu lapar dan tidak mau meninggalkan

Pak Waiz, jadi aku bawakan ini untuk kamu." jelas Fajar.

Rain hanya diam dan terus menegang tangan

Waiz. Fajar akhirnya memilih untuk meletakan makanan tersebut di sisi samping kasur Waiz lalu pergi meninggalkan Rain.

*******

Makan malam Tiba.

Kesehatan Waiz semakin menunjukan kemajuan.

Semalam dokter datang dan kembali memeriksa kondisinya. Selesai di periksa dokter, Waiz mulai menikmati makan malam dan meminum obat yang di siapkan dokter untuknya.

“Dokter kapan Papa bias pulang." tanya Rain.

“Mungkin dua sampai tiga harike depan saat pemeriksaan keseluruhan Pak Waiz keluar baru kita bisa membuat keputusan, Apa tuan Waiz bisa pulang dan menjalani berobat jalan di rumah untuk memulihkan kesehatannya kambali." jawab

Dokter.

"Rain, sebaiknya kamu pulang Biarkan Mama mu

yang menjaga Papa di sini, Kamu harus fokus untuk mempersiapkan pernikahan kamu dengan Fajar.” jelas Waiz.

"Tapi Rain ingin di sini bersama Papa." balas Rain.

"Papa hanya ingin kamu menjaga kesehatan kamu

karena sebentar lagi kamu akan memulai kehidupan baru kamu bersama Fajar.” ucap Waiz.

"Papa, bagaimana dengan kuliah Rain." tanya Rain.

“Kamu bisa melanjutkan kuliah kamu tapi kau

juga tidak bolen mangabaikan tugas kamu sebagai seorang istri dan ibu untuk Syahara nantinya. Papa akan terus mengewasi kamu setelah kamu menikah dengan Fajar. Papa tidak mau kamu bertindak buruk lagi dengan Fajar maupun Syahara nantinya." ucap Waiz.

Rain hanya terdiam dan setelahnya pulang ke rumah bersama supir keluarganya.

Rain langsung mandi lalu menikmati makan malamnya sampai selesai dan pergi tidur karena rasa lelahnya hari ini.

Pagi pun tiba.

Rain terbangun dengan posisi Syahara yang sudah

memeluknya dari belakang.

“Pagi Mama” ucap Syahara.

“Pagi Syahara, kapan kamu datang." tanya Rain.

"Baru saja, boleh Syahara seperti ini-dulu?" tanya balik Syahara.

“Tentu, Mama suka saat Syahara memeluk Mama." jawab Rain

Syahara mempererat pelukannya sampai akhirnya

menangis di pelukan Rain.

“Ha, kenapa arma malah menangis." tanya Rain yang langsung panik.

"Akhirnya Syahara bisa memeluk Mama, Syahara merindukan sosok Mama jawab." Syahara sambil terisak

"Memangnya Syahara belum pernah di peluk Mama." tanya Rain.

Syahara hanya menggeleng lalu kembali memeluk Rain.

"Peluk Mama sepuasnya Syahara."

Syahara mengangguk dan makin mempererat

pelukannya dan Rain hanya bisa diam sambil melihat Fajar yang mengintip di balik pintu kamarnya.

“Semoga ini adalah awal yang baik." batin Fajar.

Fajar memilih menunggu di bawah dan membantu

Maid rumah Rain dalam menyiapkan serapan pagi.

Sementara di kamar Rain, Rain dan Syahara terus

berpelukan sampai Syahara akhirnya tertidur di pelukan Rain karena usapan lembut tangan Rain di bagian kepala Syahara

"Sebaiknya aku mulai mandi dan bersiap, aku ingin

melihat keadaan Papa hari ini." batin Rain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!