Imperfect
Laskara Rizky kavindra, tinggal di sebuah panti asuhan dengan ibunya yang sakit-sakitan,di umurnya yang baru 6 tahun ibunya meninggal.
tak lama setalah kematian sang ibu, diapun di adopsi oleh seorang pria tua kaya raya, Laska yang penasaran siapa laki-laki yang membuat nya ada di dunia pun mencari tahu, siapa laki-laki itu.
akankah Laskara bertemu dengan ayahnya?
atau Laskara tidak ingin tau tentang sang ayah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IM LRK
Meski Laskar tidak ingin Aslan menganggap nya sebagai anak bukan berarti Laskar tidak menyayangi Aslan.
Laskar menyukai Aslan, bukan hanya Aslan begitu pun dengan Mona dan Queen, Laskar sudah menganggap Queen sebagai saudara nya, hanya saja Laskar tidak ingin menunjukkan nya karena seperti yang dia katakan pada Jefran,dia tidak ingin membuat sebuah keluarga yang terlihat bagitu bahagia hancur dan itu disebabkan oleh kehadiran nya.
dan pemikiran Mamanya Laskar juga begitu, Laskar begitu teringat kata-kata Ara yang tertulis di buku diary.
"Ara tau kak Aslan menyukai Ara. Tapi Ara juga tau kalau Kak Aslan tidak menyadari nya. Jadi rahasia ini, biar Ara sendiri yang tau dan Ara hanya berharap kak Aslan hidup bahagia bersama Mona,Ara janji,meski nanti sesuatu terjadi pada Ara, Ara tidak akan mencari kakak."
"kak Aslan tau? Anak Ara sudah lahir kak, begitu tampan seperti mu. terimakasih sudah memberikan hadiah yang begitu indah untuk Ara. Ara akan merawatnya dengan baik dan Ara akan menjadi sosok ibu dan ayah untuk nya."
"Ara tau semua anak pasti membutuhkan sosok ayah. Tapi anak Ara tidak memiliki sosok ayah, meskipun ada, ayahnya sudah cukup bahagia dan Ara tidak ingin mengganggu kehidupan nya."
"apa kak Aslan akan membenci Ara suatu saat nanti karena anak Ara?"
"dia sangat persis seperti mu!"
"Ara tidak tau apa yang akan terjadi pada Ara nanti. Tapi jika nanti Ara tiada,Ara harap anak Ara tidak akan mencari kakak!"
"Laskar sayang! Mama mungkin tidak akan selamanya di sisi Laskar,tapi jika itu benar-benar terjadi maafkan Mama yang meninggalkan Laskar seorang diri, menghadapi dunia yang mungkin begitu kejam bagi Laskar. Laskar anak Mama yang begitu hebat, Laskar tau kan kalau Mama begitu menyayangi Laskar!. Mama tau Laskar pasti akan membaca ini,bukan hanya ini mungkin semua diary Mama yang tersimpan di sini. Laskar! Cukup hanya kamu dan Mama ya yang tau rahasia Mama, Mama hanya tidak ingin merusak pertemanan Mama sayang! kamu harus janji pada Mama. Maaf karena Mama begitu egois padamu Laskar!"
semua itu tersimpan jelas di ingatan Laskar,betapa Mama sangat tidak ingin rahasia nya terbongkar, tapi apa yang terjadi sekarang,Laskar gagal menyimpannya.
.
.
.
"apa yang ingin kamu bicarakan Laskar?"
"duduklah nyonya. Maaf saya bersikap tidak sopan karena meminta anda untuk menemui saya disini!"
"tidak apa-apa. Katakan, apa itu?"
Terlihat, Laskar menarik nafasnya pelan, sambil menatap keluar, melewati dinding cafe yang transparan, mencoba menyusun kata-kata untuk memulai pembicaraan.
"anda sudah mengetahui nya nyonya?"
Mona yang mengetahui maksud Aslan menganggukkan kepalanya.
"karena anda sudah mengetahui nya. Pasti anda juga sudah tau siapa Mama saya kan!"
"tentu aku tau. Dia adalah sahabat ku!"jawab Mona tanpa ragu.
"saya juga tau siapa anda dari Mama, begitupun dengan tuan Aslan!"
"tapi apa anda tau kenapa Mama saya tidak meminta pertanggung jawaban dari tuan Aslan?"lanjut Laskar mencoba memulai percakapan dengan serius.
"itu yang membuat ku penasaran. Kenapa Mama mu tidak pernah mengunjungi kami selama ini?"
"Mama saya tidak ingin anda kecewa nyonya. Dan Mama saya tidak ingin keluarga kalian hancur karena saya!"
"saya hanya ingin anda tau. Kalau saya tidak ingin merebut siapapun disini,tuan Aslan adalah suami anda dan Queen adalah anak kalian. mungkin saya seperti pengganggu di mata anda dan juga Queen tapi saya memang tidak mengharapkan apapun dari kalian,tolong perlakukan saya seperti biasa. Kalau anda juga bersikap seperti tuan Aslan mungkin saya tidak akan kembali kesana!"
Laskar mencoba mengutarakan isi hatinya pada Mona, karena mungkin bagi Laskar Mona sudah seperti sosok ibu yang pasti akan mengerti apa yang coba Laskar katakan.
"Laskar!. Bukan aku tidak ingin menerima fakta kalau kamu juga anak dari suami ku, aku hanya tidak mengerti sekarang. Kenapa kau menyembunyikan nya?"
"kenapa tidak kau katakan saat pertama kali memasuki kediaman Kavindra?"
"tunggu dulu! Apa itu karena Mama mu meminta nya?"lanjut Mona tanpa menunggu jawaban Laskar terlebih dahulu.
"Mama tidak meminta saya untuk tidak mengatakan nya. Tapi saya rasa anda sangat mengenal Mama saya tanpa harus saya menjelaskan nya. Dia sahabat anda nyonya, kalau anda dalam posisi Mama saya apa anda akan bersikap seperti itu?"
Mona mengerti, Ara sangat menjaga persahabatan mereka tapi yang membuat Mona heran sekarang bagaimana bisa Aslan melakukan nya dengan Ara dan kenapa itu bisa terjadi.
"ya. Aku tau, aku hanya tidak paham. Siapa sebenarnya yang salah disini?"
"tidak ada yang salah. sudah takdir nya begini nyonya!"
"kau menerima nya?"tanya Mona pada Laskar yang terlihat begitu tenang.
"ya. Saya sudah menerima nya sejak dulu!"
"dan mungkin anda juga harus menerima fakta kalau saya juga anak tuan Aslan. Tapi anda tidak perlu menganggap saya begitu,saya tidak akan merusak rumah tangga anda,saya akan terus bersikap seperti biasanya!"
Apa Mona harus senang mendengar penjelasan Laskar,dan sekarang Mona sudah sedikit mengerti kenapa Aslan sampai bersikap seperti itu di depan Laskar.
"aku tidak akan bisa bersikap seperti biasanya Laskar. Begitu pun dengan Aslan,dia menghindari mu karena dia tidak tau harus bersikap seperti apa di depan mu."
"apa saya harus menjauh?"
"saya sudah memikirkannya berulang kali. Meski waktu itu saya tidak berniat untuk memberitahukan semuanya,tapi setelah semua nya tau saya rasa lebih nyaman jika saya pergi."
"kau akan melakukan nya jika aku mengatakan itu lebih baik?"