Sebuah gerbang misterius mulai bermunculan di bumi khususnya di Indonesia, dari sana segerombolan monster bermunculan hingga merubah ekosistem yang hanya dihuni manusia mulai diisi dengan ras peri, Dwarf dan sebagainya.
100 tahun kemudian manusia menyadari bahwa mereka menjadi satu-satunya paling lemah, karena itu pemerintahan Indonesia membentuk tim bernama Dating game Simulation yang bertujuan untuk menciptakan manusia terkuat demi bersaing dengan ras lainnya, di pilihlah Ardi seorang pemuda kelas dua menengah atas yang ahli dalam game galge.
Dia harus menaklukkan roh dengan kekuatan berbeda-beda untuk membuat mereka jatuh cinta hingga akhirnya memiliki kekuatan yang sama dengan mereka semua. Akankah ini menjadi berkah untuk Ardi atau malah menjadi bencana untuknya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 : Menuju Samudra Pasifik
Selepas sekolah Ardi telah belajar untuk mengendalikan kekuatannya, ada lima roh yang tinggal bersama dirinya dan setiap satu jam dia akan dibimbing oleh satu roh.
Pelajarannya tidak terlalu menyusahkan yang jadi masalah adalah bagaimana mereka malah bes-cosplay dengan berbagai tema.
"Fern kamu tidak seharusnya berpakaian seperti itu."
"Aku tahu Ardi akan mengatakannya tapi dengan berpakaian seperti ini, bisa membuat Ardi semakin bersemangat.. nah, sekarang mulai latihannya."
Selama sebulan aktivitas harian mereka tidak pernah berubah sampai sebuah pekerjaan memanggil, Risa menyambut mereka di atas sebuah kapal tempur raksasa selagi membentangkan tangannya.
"Kalian sudah datang... fufu, apa kalian terkejut?"
Jelas sekali.
Kapal ini dibuat sangat besar dengan persediaan persenjataan dimana-mana, cukup dengan ini bisa menghancurkan negara tetangga tanpa kesulitan.
"Berapa banyak anggaran yang diperlukan untuk membangun ini?"
"Cukup banyak tapi jangan khawatir uang yang digunakan berasal dari aset lebih negara dan juga dari orang-orang yang terlibat kriminal pencucian uang, cukup irit jika aku harus katakan."
Ardi memasang wajah masam sebelum mengalihkan topik ke arah sebenarnya.
"Lalu musuh yang kami lawan?"
"Vina silahkan untuk menjelaskan."
"Baik komandan."
Vina menunjukkan sebuah lukisan yang dia buat, karena sedikit berantakan semua orang berpikir makhluk apa itu.
Fern buka suara.
"Itu adalah gurita."
"Hehe benar sekali."
Semua orang akhirnya baru 'Ngeh' setelah Fern mengatakannya.
"Musuh yang kalian harus kalahkan adalah apa yang aku namakan sebagai Big Octopus Predator MK II."
"Namanya tidak cocok," kata Ardi yang dibalas Risa lelah.
"Aku juga sudah mengatakan hal sama tapi menurutnya ilmuwan lebih suka nama hal-hal seperti itu, padahal dunia kita sering menyebutnya Kraken."
Ardi paham dengan istilah Kraken.
"Aku bisa melacaknya sekarang," sela Yui.
"Aku serahkan padamu.. kelihatannya dia berada di samudra Pasifik untuk kondinatnya sulit karena dia suka berpindah-pindah."
"Itu samudra terbesar di bumi loh? Apa bisa ketemu?"
"Hal seperti itu bukan apa-apa untuk roh pelacak."
Estel cemberut.
"Sebelum gurita itu muncul kekuatanku tidak berguna saat ini."
Yang lainnya juga setuju.
Ardi mencoba menebaknya.
"Apa mungkin bahkan dengan kapal ini masih belum cukup menumbangkannya."
"Benar, kita juga mendapatkan bantuan dari Militer AS dan Jepang sebaiknya kita juga menunjukkan kekuatan kita."
"Sampai sejauh itu."
Ardi memikirkan seberapa kuatnya gurita ini lalu Vina melanjutkan.
"Big Octopus memiliki kemampuan untuk memanggil monster lainnya dari dalam laut dan menggiring mereka ke kota untuk menyerang manusia, memang benar makhluk ini jarang menampakan dirinya di daratan meski begitu ancamannya benar-benar mengerikan untuk dikesampingkan, inilah monster yang dia panggil."
Ardi dan yang lainnya melihat kembali bagaimana lukisan yang dibuat Vina berikutnya, walaupun sulit dipahami mereka masih bisa mengerti hal itu.
Pertama adalah manusia ikan dengan kepala ikan dan tubuh menyerupai manusia serta membawa tombak sebagai senjata yang dinamakan Fishman. Kedua ikan terbang yang dinamakan Fishsky dan ketiga bulu berduri yang dinamakan Duriball. Mendengar penamaan tersebut mereka tidak tahu apa Monster itu menakutkan atau malah lucu.
"Beristirahat saja untuk saat ini, para koki akan menyiapkan makanan enak bagi kita semua."
Camelot menunjukkan ketertarikannya.
"Apa aku bisa membantu memasak?"
"Lebih baik jangan, koki-koki di dapur kebanyakan pria bertubuh besar dengan otot besar, kurasa tempat itu tidak cocok untuk gadis kecil."
"Aku gadis kecil?"
Semua orang mengangguk setuju.