Indonesia
NovelToon NovelToon
ILA ( Si Gadis Permata Biru)

ILA ( Si Gadis Permata Biru)

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Action / Fantasi / Light Novel
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Arrosyad

Seorang santri barusaja bertemu dengan gadis mengerikan ketika menaiki bis, dia tidak jahat. tapi satu negara akan memburunya, tentu dengan sebuah tujuan. dan santri tersebut, dia akan menolong, meskipun tidak tahu apa yang akan dia hadapi selanjutnya. hidup lelaki itu akan berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrosyad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babibuta

Ketua keamanan langsung berbalik. Memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

"Woi!, dasar iblis" Aro membentak.

"Serang mereka anak-anak" Ni'am meberi perintah.

Aro ingin segera maju, tapi ku tahan. "Tunggu" Aku merasakan sesuatu, ada yang datang. Satu detik ditunggu. Benar saja. Tiga orang seketika muncul mempelanting di udara lengang, melompat dari bawah –entah nagaimana bisa. Formasi mereka siap mengepung kami. Mereka adalah orang-orang bertopeng sebelumnya.

Aro menghadapi pria bertongkat dan gadis katana. Aku menghadapi pemuda pengendali  kubus.

Mereka serentak maju. Pemuda kubus melompat dari pijakan logamnya –mengarah ke hadapanku, pria bertongkat terhempas karena sepatunya meledakkan suatu gelombang, namun si gadis katana, ada yang ganjil dengannya, dia seakan menginjak udara, duoble jump.

Tinjuku mengepal. Pemuda yang ku lawan memindah dua kubus, melayang mendekati tangan, berputar. Mebuat rotasi di sekitar kepalan. Siap meninju –bersama dua blok barusan.

Di belakang, Aro juga siap di tebas. Serangan tongkat dan katana sama menyilang.

Satu detik menentukan. Aku menggeser kaki, tubuh berpindah satu meter. Serangan pemuda kubus sia-sia. Meleset. Kubalas seketika, tinju melayang dari belakang, mengincar punggung orang itu.

Buk! Pemuda kubus siap ambruk.

Bersamaan, Aro juga bereaksi cepat, dia menghindar mundur. Melompat sejengkal, menginjak tubuh pemuda kubus lalu melompat lagi.

Orang itu terbanting hebat –dua serangan yang mengincar Aro juga tidak mengenai apapun. Namun dia justru keluar dari jembatan.

Aku sedikit tersentak. Apa yang ingin dia lakukan? Entahlah, pertarungan terus berlanjut. Para personil keamanan mulai maju, naik keatas jembatan. Membuatnya sedikit bergetar.

Gadis katana dan pria bertongkat beringsut menyerang, bergantian.

SYINGH!! WHUT!!!

Pertama aku menggerakan tubuh. Tongkat meleset. Dilanjut menghentakkan kaki, mundur satu meter sembari memulai ancang-ancang. Balas menyerang. Kedua tanganku mengepal kuat.

Ting! Tertangkis tongkat.

SYINGHH!!!! Gadis katana mendapat celah.

Segera merespon, kepala tertunduk. Balas cepat meninju. Bug! Pertama mengincar dada, berdentum ngeri. Bug! Lanjut mengarah rahang. Topeng yang dikenakan mulai rusak. Terakhir, sedikit ku perkuat. Melayang deras menghantam perut.

BRUGH!!!

Terpental. Jeritnya terdengar.

Pria bertongkat ingin menyerang. Namun bersamaan itu Aro tiba, dia lompat dari bawah jembatan. Segera melayangkan kedua kakinya ke arah pria bertongkat. Brak! Terkena telak. Yang di tendang berseru tertahan, terlempar di atas jembatan.

Aku berpindah lagi, menyerang pemuda kubus yang baru bangkit, topengnya retak. Darah mengalir di sana. Dua kubus segera dia lempar.

Aku menelengkan kepala, pertama lewat. Satu lagi datang.

Tubuh sedikit menurun, sekaligus ancang-ancang, kubus barusan meleset.

Gantian aku yang melesat maju. Melayang satu pukulan. Mengincar topeng.

TINGG!!! Kubus melayang menahannya.

Aku meringis. Tanganku sedikit nyeri.

Tak berhenti, Aro bergerak dari belakang. Kakinya menghentak kuat. Tubuhnya sontak terhempas. Menerjang pemuda kubus. Lantas membawanya kedalam kerumunan yang hampir sampai.

Aku terperangah. Dia merobohkan lima orang di sana. Ini kesempatanku. Lekas berlari maju. Melompat tinggi di atas aro. Mulai mengumpulkan kekuatan di kepalan tangan. Turun melancarkan tinjuan.

Hunjaman kuat terdengar. Tujuh orang ke belakang terkena dampaknya. Tersentak dan jatuh.

"Wow!" Kini Aro yang terperangah.

Aku menatap kepalan tangan. Tadi aku benar-benar seperti merasa memasok energi kedalamnya. Kemudian tinjuan ku bertambah kuat berkali-kali lipat.

Pertarungan tertahan sejenak. Dua orang bertopeng terkulai lemas, pria bertongkat telah bangkit. Sepatunya memberi gelombang, cepat mendekat ke tempat kami berdiri. Memukulkan tongkat.

Aro yang menyambut serangannya. Lelaki itu menahan tongkat pakai tangan. Satu tangan lain bergerak cepat.

Bugh! Pria bertongkat terpental ke samping. Hampir jatuh.

Kakiku reflek bergerak, menendang pria tersebut hingga jatuh.

Para petugas dan personil yang melihat menatap jeri. Terkelagap mengangkat senjata. Serentak menarik pelatuk.

DERRRRTTTTT! DERRRRT!!!

Udara sekitar terkoyak, puluhan laras memuntahkan banyak peluru.

Respon kami tetap lebih unggul. Aku dan Aro turun dari jembatan. Bergelayut dengan sebuah besi di bawahnya, lanjut melanting diri ke lantai di bawahnya. Lantai lima.

Orang-orang di sana terkejut begitu kami mendarat. Kami aman saja, seolah sudah biasa. Tapi tidak dengan mereka. Aku segera menangkap wajah panik pengunjung yang menyaksikan, bagaimana tidak. Suara rentetan peluru di atas tadi pasti membuat nafas mereka tertahan, terkejut dan pias mengetahuinya.

“cepat keluar dari sini” Aro berkata di sampingku.

Lanjut lari lagi, mumpung petugas belum ada yang turun. Kami harus segera meninggalkan jejak. Lari, kembali berbaur dan menerusuk keramaian yang ada. Kami meliuk-liuk menghindar.

Sampai di tangga. Serentak langsung melompat. Mendarat di kelokan tangga, lompat lagi. Tiba di lantai empat. Orang-orang terdekat kembali terkejut. Aku nyengir melihatnya.

Terus menuruni tangga. Melewati pengunjung lainnya. Lantai empat terlewati dengan cepat. Lantai tiga di depan kami sekarang.

Tapi tangga kaki terhenti di sini. Aku, Aro segera membuang pandangan ke sembarang arah. Ketemu! Puluhan meter di sudut gedung yang lain.

Baiklah, bergerak lagi di kerumunan. Menyingkap orang-orang yang menghalangi jalan. Belum satu menit bernafas, suasana kembali menaik.

Pria bertongkat telah menghadang di depan, entah datang kapan. Namun banyak sekali perubahan dari orang tersebut. Dia tidak lagi mengenakan pakaian formal. Melainkan pakaian berbahan sintetis lentur dengan lapis lempeng baja ringan berwarna biru di dada, pergelangan tangan, paha, betis dan banyak lagi. Tranformasi yang cukup meyakinkan.

Langkah terhenti. Beberapa kaki terdengar mendarat. Gadis katana dan pemuda kubus telah tiba.

Kami mulai memasang kuda-kuda. Keramaian mall tertahan, orang-orang mulai minggir memberikan ruang di tengah. Seakan kami di paksa bertarung. Aku langsung fokus pada Gadis katana, ia menyilagkan pedangnya ke samping pinggang. Membuat kuda-kuda pesamurai yang siap menerjang. Tubuhnya membungkuk.

Szas!!

Tubuhnya melesat cepat sekali, sangking cepatnya hampir tidak bisa di lihat. Udara kosong terbelah.

Aku terkesima, menghentak kaki. Berkelit menghindar. Masih bisa. Tapi Aro?!

Gadis itu hanya terlihat melesat. Melewati sisi tubuh Aro. Lantas berhenti di samping pemuda kubus berdiri.

Tapi yang terjadi, tangan Aro mulai meneteskan darah. Lengan bajunya koyak. Lelaki itu tersentak. Menatap jeri gadis katana. “Cepat sekali!” Gumamnya.

Lanjut, serangan kubus menyusul. Satu saja, tapi lagi-lagi sangat cepat. Energi yang ku rasakan cukup besar.

Aro menelengkan kepala di waktu yang cepat, kubus kembali meleset. Lantas berlari maju. Menghadapi tiga orang di sana.

Pria bertongkat memutar tongkatnya.

Gadis katana melintangkan pedang di depan.

Aku ikut menyerang.

Mulai beraksi, coba memasok energi di kaki, lantas melompat. Tubuhku berkelebat cepat sekali hingga hadapan gadis katana. Dia terkejut. Tinju mengepal, menahan energi, lepaskan!

BUGHH!!! Udara meghempas di sekitar. Tinjuanku telak mengenai perutnya. Orang itu berseru tertahan dan terpental jauh sekali.

Aku justru terkesima, sekuat itu? Gadis tadi tidak mati kan?

Aro menyerang pria tongkat –aku kembali melesat cepat, mengincar pemuda kubus di belakangnya.

Dua tinju melayang dari Aro, mengincar wajah.

Pria bertongkat menggerakkan leher. Gerakannya lebih lentur sekarang. Tinjuan pertama meleset. Ia lanjut memainkan tongkat, menangkis tinjuan kedua. Berbalik, tinjuan orang itu terkepal, cepat mengincar dada Aro.

Aro belum siap. Bug! Tubuhnya terpundur.

Bersamaan itu tinjuku kembali melayang kuat, mengincar pemuda kubus. Yang di serang juga terkejut, aku tiba-tiba datang di sampingnya. Bugh!

Menyusul satu lagi, menahan energi, lepas!

BUGH!! Efeknya langsung melempar pemuda kubus, jauh sekali.

Di front pertarungan Aro. Lelaki itu kembali mengimbangi pria bertongkat. Tinjuan melayang, di tangkis tongkat. Pria di depannya lanjut menyerang balik. Dua sabetan sekaligus.

Satu, Aro mudur. Dua, Aro menghentakkan kaki. Melompat ke samping pria tongkat. Ada celah, tinju cepat mengincar pinggang pria tersebut.

Nihil, lagi-lagi serangan Aro di tangkis lagi menggunakan tongkat. Penggunanya memutar badan. Balas menyerang.

Aku reflek juga menerjang. Tangan mengepal kuat. Menahan energi. Aku tiba tepat waktu. Kepala Aro hampir terhunjam tongkat. Bersamaan tinjuku lebih dulu menghantam perutnya.

BRUGHHH!! Tinjuan kuat kembali memecah suasana. Lempeng baja pelindung perut pria itu berlubang. Pria tongkat tersentak, lagi-lagi terpental jauh.

Senyap. Tiga orang yang mencoba menyerang terkulai. Semua orang di sekitar menyaksikan juga terperangah, nafas mereka tertahan melihat pertarungan sungguhan.

Tidak peduli. Kami lanjut berlari. Menuju tangga kaki yang membawa turun sampai lantai satu. Keramaian mall, meliuk-liuk menghindari pengunjung dan barang-barang. Sampai di tangga. Satu kaki menghentak, turun di kelokan, satu kaki lagi, sampai di lantai dua.

Serangan kembali menyambut kejut. Seseorang menerjang, Gadis katana. Aku tersentak, tubuhku terbawa melesat olehnya. Perutku juga, sedikit teriris pedang.

“Ila!!” Aro berseru.

Gadis ini cepat membawaku mengarah kaca tembok bangunan.

PYARRRR!!! Kaca itu pecah. Aku bersama gadis katana terlempar keluar gedung mall. Sekaligus membuat serangan gadis katana sendiri terlepas. Air hujan segera menimpa tubuhku yang mulai meluncur ke bawah.

Aku coba memposisikan diri di udara. Bisa dengan mudah. Gadis katana masih di dekatku, dia masih belum seimbang.

Belasan meter di atas, belum menginjak daratan. Tinjuku kembali menghunjam gadis itu. Tubuhnya semakin deras ke bawah. Berdebum ngeri, ia menghantam aspal lahan parkir hingga retak dan mengelupas.

Aku mendarat dengan aman –walau kaki menghantam cukup kuat daratan. Tapi perutku basah dengan sesuatu yang hangat. Sedikit meringis menahan perih.

Lamat-lamat ku perhatikan gadis katana. Sedikit bergidik, darah mulai banyak mengalir dari balik tubuhnya yang sudah tak berdaya. Siapa peduli, aku juga terluka.

Sepasang kaki menghentak dari belakang. Aku sontak menoleh. Itu Aro, mataku membelalak. Dia juga turun langsung melompat?

“Ila!” Lelaki itu berseru panik. Pundaknya naik turun. “Kau tak apa-apa”

Aku mengacungkan jempol. Tersenyum polos.

Aro tertegun. Menatap perutku yang basah karena darah “Kau serius, baik-baik saja?”

Aku balik menatap lengan kirinya. Anak itu memotong bagian kain yang sebelumnya koyak untuk di jadikan perban sementara. Bercak darah juga terlihat di sana. Hitam karena bercampur warna hijau dari kostum.

Mataku menyipit. “Aku serius, kamu sendiri?”

Aro menyadarinya. Tertawa kecil sembari menggaruk kepala –yang tidak gatal. “lecet sedikit ini”

Lengang menyisakan suara deru air hujan. Aro mulai melirik ke sembarang arah. “Motor yang tadi kita pakemana?”

Aku mengangkat bahu “Entah”

Aro berseru mengeluh. “Kita harus pergi secepat mungkin”

“Itu percuma” Aku berkata pelan.

“Masih bisa ini. mumpung pasukan masih di atas” Balas Aro, mulai keras kepala.

Aku menggeleng. “Lihat sekitar kita”

Aro segera tertoleh, kembali menilik sekitar. Dan benar, anak itu tersentak –sudah ku duga.

1
Marina
keran, keren bgt
Arrosyad: makasih ibu'
total 1 replies
Kiritsugu Emiya
Harus jam berapa baru bisa update ya thor? Jangan sampai terlalu malam~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!