Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Sarang Zombie

Anak kecil itu tidak tau apa yang terjadi dengan Ibunya, saat mereka pergi ke apotik untuk membeli obat, sang Ibu tiba-tiba berjalan bersempoyongan dengan tatapan kosong.

Lalu tiba-tiba Ibunya mengigit satpam yang berjaga, dan terjadilah keributan dan kepanikan. Orang-orang langsung berlarian untuk menyelamatkan diri.

Seseorang sudah mengajaknya untuk berlari, tapi gadis kecil itu malah diam mematung melihat Ibunya menggerogoti tubuh satpam yang sudah tewas.

Barulah dia berlari pergi saat Ibunya jalan mendekat ke arahnya. Dia takut melihat Ibunya yang sangat menyeramkan, dia mengira sang Ibu sedang kesurupan, tapi kenapa banyak orang yang seperti itu?

Dia terus meminta tolong untuk meyelamatkan Ibunya, tapi orang-orang juga tidak ada waktu, mereka semua sibuk berkemas mencari tempat yang aman.

Ruby dan yang lainnya terdiam setelah mendengar cerita anak tersebut. Mereka meminta maaf, karena tidak bisa menolong Ibunya, dia hanya bisa mengajaknya untuk pulang ke perkebunan.

Karena baju anak itu sangat kotor, Ruby mencari sebuah toko baju.

"Kita ke Mall, pasti banyak baju di sana!" ucap Jack.

"Memang banyak. Tapi Mall sangat luas, pasti ada banyak Zombie di sana!" ucap Manda.

"Benar. Kita masih kurang anggota untuk melawan puluhan Zombie. Sekarang kita cari toko yang di pinggir jalan saja!" ujar Ruby.

Mereka berempat jalan dengan pelan, sebisa mungkin tidak menimbulkan suara. Sesekali mereka bertemu dengan orang lokal yang sedang sibuk mencari keluarga mereka yang tidak ada kabar dan tidak bisa dihubungi.

Mereka menemukan toko baju anak dengan pintu kaca yang transparan. Tapi saat ingin dibuka pintunya terkunci, mungkin pemiliknya berada di dalam atau sudah melarikan diri.

Ruby mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. "nggak ada orang!" sahut Ruby. Dia niatnya mau beli jika pemiliknya masih ada.

"Kita buka paksa saja! Toh nantinya juga akan jadi jarahan para penyintas!" Sela Jack.

Ruby memang berpikir seperti itu, tapi dia belum terbiasa melakukan tindakan kriminal seperti itu. Tapi sekarang dunia sedang kacau, hukum negara tidak akan berlaku lagi.

"Kita cari tempat lain saja!" ucap Manda. "Atau kita ke rumahku, di sana masih banyak baju Sila yang belum sempat kami bawa!"

"Oh benar juga!" kata Ruby yang tidak kepikiran. Dia sama sekali tidak membawa baju ganti, mereka lebih mengutamakan makanan dan senjata.

Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Ruby tidak bisa mengeluarkan barang dari Ruangnya jika tidak tanah perkebunan.

Tapi saat mereka ingin pergi, seseorang dari lantai dua menyapa mereka.

"Hai kalian mau apa? Mau beli baju? Tokonya nggak buka untuk sementara waktu!" ucapnya dengan takut. Dia sudah mendengar obrolan Ruby dan yang lainnya, makanya dia berani menampakkan diri.

"Maaf. Kalau begitu kami akan pergi sekarang.!" balas Ruby sambil melambaikan tangan.

Ruby tidak mengajaknya ikut, karena sekarang dia akan lebih mengutamakan orang-orang yang suka rela untuk ikut atau yang tidak memiliki tempat tinggal.

Rumah Manda masih membutuhkan waktu sekitar setengah jam lagi jika mereka harus berjalan dengan pelan.

Ditengah jalan, mereka kembali bertemu dengan beberapa penyintas. Terlihat terbagi dua kelompok, mereka sedang adu mulut untuk memperebutkan sebuah senjata.

"Kita lanjut saja!" kata Ruby yang tidak mau ikut campur dengan masalah mereka.

Dor...

Siapa sangka, orang yang berhasil merebut pistol itu menembakkan ke langit sebagai peringatan, agar kelompok itu tidak lagi mengincarnya.

"Sial...!" umpat Jack.

Dan benar saja, suara tembakan itu memicu para Zombie yang sedang bersembunyi di tempat yang gelap.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Kedua kelompok itu akhirnya menyadari kesalahan mereka. Mereka tidak sempat untuk lari lagi, para Zombie berdatangan ke arah mereka.

"Ini banyak sekali!" ucap pria yang memegang pistol.

"Semua salahmu.. Kamu sudah tau kan para zombie sangat sensitif dengan suara keras!" ucap temannya dengan kesal.

"Tapi kalau nggak nembak, mereka pasti mengincar pistolnya!" ucapnya membela diri.

"Sudah,! Kita lawan saja zombienya. Jangan gunakan pistol itu lagi!" ucap salah satu dari mereka.

Pistol itu tidak sengaja mereka dapatkan ditubuh seseorang yang sudah tewas digigit zombie.

Clas...

Jleb....

krek....

krak....

Suara pukulan dan tebasan kepala Zombie terdengar begitu renyah. Hanya dengan sekali hantam saja, kepalanya langsung hancur, terlihat sangat rapuh.

"Bos tolong akuu...!" teriak seseorang dengan takut. Dia sangat kewalahan melawan Zombie dengan jumlah banyak.

"Bertahanlah... Aku juga sedang kewalahan!" balasnya. Ternyata yang menembakkan pistol itu adalah Bos di kelompok mereka.

"Bos aku nggak kuat lagi...,!" teriaknya dengan lemah.

Clas... Jleb.... krek.... krak....

Para zombie datang tidak ada hentinya, sedangkan dia sudah mulai lelah mengayunkan tongkat kayu yang digunakan sebagai senjata.

Tidak ada yang bisa datang membantunya karena semua teman-temannya juga mengalami hal yang sama.

Di saat dia mau pasrah dan menyerahkan diri pada Zombie itu, seseorang datang membantu dan menyelamatkannya.

Classss... Jleeeb.... kreeek.... kraaaak...

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Classss..... Classss...

Pedang itu seperti punya mata, menari ke sana kemari menebas kepala zombie satu persatu dengan cepat dan lugas. Terlihat sangat keren tapi juga mengerikan.

"Kau nggak apa kan?"

"A-Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku!" ucapnya dengan menghela nafa lega.

"Syukurlah.. Lain kali jangan gunakan senjata api, kalau nggak terdesak!" kata Ruby memperingati.

"Maaf. Kami salah!" ucapnya. Mereka semua tahu jika menggunakan pistol akan menarik perhatian pada zombie.

Para zombie berhasil mereka habiskan, tentu Ruby dan Jack yang membunuh paling banyak.. Sedangkan Manda bersembunyi dengan gadis kecil itu yang bernama Tisa.

"Terima kasih sudah membantu kami!" ucap sang Bos. "Kalian mau ke mana?" tanya penasaran.

"Kami mau ke Rumah Sakit Harapan untuk mencari seseorang!" ucap Ruby yang tidak menyembunyikan ke mana tujuan mereka.

"APA? Kalian jangan pergi ke sana! Rumah Sakit adalah sarang para Zombie. Semua pasien itu, semuanya sudah berubah jadi zombie!" jelasnya.

"Kalian melihatnya sendiri?" tanya Jack.

"Ya. Semalam kami lewat sana. Di halaman Rumah Sakit di penuhi lautan Zombie, semua pintu gerbang dikunci dengan rapat, agar zombienya tidak bisa keluar.!"

"Benar. Ada aparat polisi yang berjaga di sana. Mungkin kalian tidak mudah untuk masuk!" sela yang lainnya.

"Terima kasih infonya, tapi kami tetap harus kesana untuk mencari seseorang!" kata Ruby yang tetap ingin mencobanya.

"Baiklah.. Kalian hati-hati.! Sekali lagi, terima kasih. Kami juga harus pergi sekarang!" kata Si Bos, dia tidak punya hak untuk melarangnya, setidaknya dia sudah memperingati.

Mereka semua berpisah, Ruby dan Jack pergi memanggil Manda di tempat persembunyiannya di samping gedung.

"Ruby. Ada yang aneh!" kata Manda.

"Ada apa?" tanya Ruby.

"Tadi saat kami bersembunyi, aku nggak sengaja menginjak botol kaleng, ada beberapa Zombie mendekat, saat aku siap menyerang mereka malah lewat begitu saja, seolah-olah tidak melihat kami!" jelasnya dengan bingung.

Ruby tertegun, dia juga merasa ada yang aneh. Dia berusaha mengingat alur cerita, apa yang membuat zombie mengabaikan Manusia?

"Oh aku tau.!" sahut Ruby dengan mata berbinar. "Mereka mencium darah Zombie yang ada di baju Kalian, dan mereka mengira kalian sesama Zombie!" jelas Ruby.

"Waahh benarkah? Kalau begitu, untuk sementara kita nggak perlu ganti pakaian.!" ucap Manda.

"Ya, aku berpikir begitu!" kata Ruby yang langsung setuju. Karena selanjutnya mereka harus pergi ke rumah sakit di mana sarang zombie berada.

Bukankah itu sangat memudahkan mereka jika para Zombie menghindari bau darahnya sendiri?

"Jadi kita langsung pergi ke Rumah Sakit?" tanya Jack.

"Kita tetap ke rumah Kak Manda!" kata Ruby. mereka sudah lelah waktunya untuk beristirahat dan makan siang.

.

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!