Indonesia
NovelToon NovelToon
Starfall: The Last Child From The Stars

Starfall: The Last Child From The Stars

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Akademi Sihir
Popularitas:562
Nilai: 5
Nama Author: Dorin

Pada malam ketika sebuah bintang jatuh menghantam bumi, takdir sebuah kerajaan berubah selamanya.

Ditemukan di dalam bola perak misterius dan dibesarkan sebagai pangeran, ia dianggap sebagai kegagalan karena tak memiliki mana di dunia yang menjadikan sihir sebagai segalanya.

Namun, di balik kelemahan itu tersembunyi kekuatan kosmik yang jauh melampaui sihir.

Kini, ia hanya ingin hidup normal sebagai siswa Akademi Sihir. Sayangnya, ketika kegelapan mengancam dunia yang telah menjadi rumahnya, pemuda dari bintang-bintang itu tak punya pilihan selain melepaskan kekuatan sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Jutaan Bilah Maut.

“APA?!” Judas berseru kaget, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Apa kau tuli?!” sahut Edward dengan suara tegas dan penuh penekanan.

“Aku bilang: kau dan Pangeran Azaran fokus mengevakuasi para penduduk serta membersihkan ibu kota dari monster-monster humanoid itu, sementara aku yang akan turun tangan mengurus Amorfos!”

“Dan membiarkanmu bersinar sendirian di hadapan Putri Iselyna serta Yang Mulia Raja Isenbard?! Jangan bermimpi, Edward!” bentak Judas dengan napas memburu.

Edward menatap Judas dengan tatapan tidak percaya, yang perlahan berubah menjadi rasa kasihan yang teramat sangat.

“Apa yang sebenarnya kau bicarakan...? Apa kau ini bodoh?” sergah Edward heran.

“Apa guru pribadimu di istana tidak pernah mengajarkan mitologi makhluk Abyss? Ini adalah pengetahuan dasar di kalangan bangsawan tinggi, masa kau sama sekali tidak tahu?”

“A-apa yang kau—”

“Amorfos,” potong Pangeran Azaran tenang.

Iris mata hijau zamrudnya menatap lurus ke arah sang Salamander Neraka yang kini tengah meraung dahsyat di luar batas ibu kota.

“Makhluk purba dari kedalaman Abyss. Perwujudan murni dari kehancuran dan bencana. Sanggup memanggil entitas tingkat tinggi seperti itu... pemanggilnya jelas bukan orang sembarangan.”

“Nah, lihat? Yang Mulia Pangeran Azaran saja tahu,” celetuk Edward melirik Judas mengejek.

“Dan kau... bukankah kau selalu membanggakan dirimu sebagai murid terbaik di Akademi Lumina? Kau serius tidak tahu?”

“T-tentu saja aku tahu!” elak Judas dengan wajah memerah menahan malu. “Aku Cuma lupa sedikit! Itu saja!”

“Oh, begitu?” Edward menyunggingkan senyum miring yang teramat provokatif.

“Jadi, kau pasti tahu juga kalau segala bentuk serangan sihir maupun serangan berbasis energi Mana tidak akan mempan sedikit pun padanya? Oh, dan jangan lupa... Amorfos punya gelombang pasif yang sanggup menetralisir segala sihir di sekitarnya.”

Judas seketika bungkam membatu. Peluh dingin mulai menetes di pelipisnya.

Edward menepuk pundaknya santai, memungkas pertikaian itu dengan ucapan yang menohok:

“Kalau kau memang sangat ingin bunuh diri, silakan saja. Aku tidak keberatan sama sekali. Biar aku dan Pangeran Azaran yang mengambil alih tugas mengamankan ibu kota. Bagaimana?”

KREK... KREKK!

Gigi Pangeran Judas beradu keras, berbunyi gemeretak menahan amarah yang membakar dada. Penghinaan Edward benar-benar sudah melewati batas!

Ia sama sekali tidak menduga akan dipojokkan dan dibuat tak berkutik seperti ini. Apalagi oleh sosok pangeran yang sebelumnya selalu ia anggap seperti anjing jinak penurut yang hanya bisa duduk menyendiri di sudut ruangan.

Namun lihatlah pangeran itu sekarang!

Awas saja kau, Edward... Suatu hari nanti, aku akan membalas penghinaan ini sampai tuntas! Lihat saja! batin Judas penuh dendam.

“B-baiklah... Aku mengerti!” ujarnya akhirnya dengan nada amat berat dan terpaksa.

“Bagus.”

BOOOM—!

Edward perlahan melayang kembali ke udara, lalu berseru mantap, “Mari kita lakukan ini sekarang!”

Dengan kecepatan super luar biasa, Edward melesat membelah malam menuju arah Amorfos yang tengah berupaya merangkak kembali mendekati gerbang ibu kota.

Namun, tepat sebelum moncong monster raksasa itu menyentuh batas kota—

BUAK—!!

Edward sudah mendadak muncul tepat di depan wajahnya, melayangkan satu tinjauan fisik berdaya hancur dahsyat!

Sang Salamander Neraka lagi-lagi terpental jauh ke udara! Tubuh raksasanya menghantam tanah dalam posisi terbalik, memicu suara dentuman berat yang menimbulkan gempa lokal di area sekitar.

Belum sempat monster purba itu bangkit menyeimbangkan diri, Edward sudah mendarat di sampingnya dan mencengkeram ekor raksasa Amorfos dengan amat kokoh.

GRRRRRK!

Dengan menggunakan seluruh tenaga fisiknya, Edward memutar-mutar tubuh raksasa makhluk itu di udara bagaikan melempar gasing—sebelum akhirnya melepaskan genggamannya!

WUUUSH—BOOOM!!

Tubuh Amorfos meluncur deras menembus udara, menabrak lereng gunung batu di kejauhan hingga menghancurkannya menjadi puing-puing meriam debu!

ROAAAAAR—!

Raungan kesakitan yang memekakkan telinga terdengar dari balik reruntuhan tebing.

Sang Salamander menggelengkan kepalanya yang pening akibat benturan dahsyat tersebut. Netranya yang berapi-api menatap lurus ke arah Edward yang melayang mendekat, siap melayangkan serangan susulan.

Amorfos menggeram murka. Kedua belah pipinya mendadak menggelembung besar.

Atmosfer udara di sekitar gunung perlahan berubah menjadi begitu berat dan bertekanan tinggi. Tepat saat ia membuka mulutnya lebar-lebar—

KABOOM—!!

Sebuah gelombang pancaran energi destruktif berwarna ungu kehitaman meletup hebat, membelah langit malam!

Mata Edward terbelalak menatap gumpalan energi raksasa yang menyapu lurus ke arahnya.

Dengan refleks ekstrem, Edward meliuk-liuk lincah di udara membelah sela-sela pancaran radiasi energi Abyss tersebut. Ia meluncur turun secepat kilat dan mendaratkan satu pukulan telak tepat di atas tempurung kepala sang Salamander!

BUAAGHH!!

Seketika itu juga, semburan energi Amorfos terputus paksa.

Tanah di bawah pijakan monster itu meledak hebat membentuk kawah retakan raksasa, melontarkan pepohonan dan batu-batu pegunungan secara liar ke segala arah!

Namun, pertarungan belum berakhir.

Kedua mata Edward mendadak berpendar terang benderang, memancarkan bilah laser energi mematikan yang menyayat udara.

SYING—!

Pancaran energi itu memotong bersih satu kaki depan sang Salamander hingga putus, disusul oleh sayap legamnya yang ikut tercincang sebelum sebuah ledakan dahsyat kembali mengguncang tanah.

BOOOM—!

Asap tebal dan kepulan debu pekat membumbung tinggi, menutupi jarak pandang seketika.

Setelah beberapa menit berlalu, angin malam berhembus dan melenyapkan debu tersebut—memperlihatkan kondisi sang monster purba yang kini tampak begitu mengenaskan.

Amorfos tergeletak tak berdaya di dasar kawah besar. Tempurung kepalanya tampak penyok parah, satu kaki depannya buntung, dan sayapnya hancur tak berbentuk.

Edward melayang turun perlahan, mendekati tubuh monster itu untuk memeriksa keadaannya dengan saksama. Namun, alih-alih merasa lega, manik mata sang Pangeran justru menyipit tajam.

SZZZT... CLIK!

Sebuah pemandangan mengerikan tersaji di hadapannya—hal yang sebenarnya sudah sejak awal ia prediksi dalam benaknya.

Tempurung kepala Amorfos yang tadinya penyok mendadak bergeser kembali ke bentuk semula. Dalam hitungan detik, kaki dan sayap yang buntung itu tumbuh merapat dan pulih seutuhnya!

Seluruh luka lecet maupun luka robek di sekujur tubuh raksasanya menutup dengan kecepatan regenerasi yang luar biasa. Kobaran api hitam di kepala dan ujung ekornya yang sempat padam kembali menyala terang benderang, menandakan sang Salamander kini telah pulih seratus persen!

BAM!

Dalam satu hentakan ekor yang mengejutkan—mengingat tubuh sebesar itu mampu bergerak secepat kilat—Amorfos mencambuk udara dan menghantam Edward telak!

WUUUSH—CRASH!!

Edward terlempar deras, menghantam kawasan hutan lebat di dekat perbatasan Nivalis. Tabrakan keras itu merusak kontur tanah dan merobohkan puluhan pohon besar secara instan, membuka jalur tandus yang panjang di tengah hutan.

“Cih, untuk ukuran sebesar itu, bisa bergerak secepat tadi... benar-benar merepotkan,” gumam Edward pelan sambil bangkit berdiri, menyeka sedikit debu di bahunya.

Selain itu, kemampuan regenerasinya terlampau cepat. Padahal aku sudah menyegel bagian yang putus seperti yang kulakukan pada Florence. Tapi, rupanya itu saja belum cukup... Cara yang kugunakan waktu itu ternyata tidak mempan padanya. Batin sang Pangeran.

Edward kembali melayang naik ke atas langit.

Namun, tepat saat ia berada di udara—langit malam mendadak berubah terang benderang menyilaukan.

Edward mendongak kaget.

Amorfos sudah berada tepat di atasnya, mengatupkan rahangnya sembari memuntahkan gelombang pancaran energi destruktif berskala masif!

KABOOM—SHATTER!!

Serangan telak itu menghantam Edward tanpa sempat ia elak. Ledakan kosmik yang luar biasa besar tercipta, memicu gelombang kejut mahadahsyat yang bahkan merembes menghancurkan dinding pembatas luar ibu kota yang letaknya masih terpaut enam kilometer jauhnya!

Ledakan dahsyat itu memicu kebakaran hutan yang masif, melelehkan hamparan salju abadi di sekitarnya hingga radius lebih dari lima kilometer, serta menciptakan awan jamur raksasa menyala yang dapat disaksikan bahkan dari titik terjauh kerajaan.

Cough! Cough!

Di tengah kawah membara itu, Edward berhasil bangkit dengan napas terengah-engah. Tubuhnya dipenuhi luka-luka lecet di sekujur kulitnya. Namun, dalam hitungan detik, luka-luka itu merapat dan sembuh seketika berkat ketahanan fisiknya.

Baru kali ini ia mendapati dirinya terluka—meski hanya goresan kecil. Alasannya tentu saja bersumber dari esensi kekuatan Amorfos itu sendiri.

Konon, Abyss adalah dimensi gelap purba, tempat asal muasal Chaos Magic atau sihir kekacauan tercipta. Sifat dasarnya melambangkan energi negatif murni yang mampu memecah serta memutarbalikkan hukum energi alam di dunia Terrasia, termasuk Mana.

Itulah sebabnya, selain sihir berbasis Mana tidak memiliki efek apa pun pada makhluk itu, energi Chaos dari sang monster justru sanggup menembus ketahanan tubuhnya dan melukainya.

Untung saja aku yang menghadapi makhluk sialan ini..., batin Edward dingin.

Jika seandainya Azaran atau Judas yang maju melawannya seorang diri, sudah bisa dipastikan mereka berdua akan tewas seketika tanpa sempat melawan.

Edward menegakkan tubuhnya, berniat segera mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin.

Namun, manik matanya mendadak membelalak lebar tatkala ia mendongak kembali ke langit.

Di sana... tersirami oleh cahaya rembulan malam yang pucat, Amorfos melayang megah.

ROOOOAAAAR—!!

Sang monster melengkingkan raungan dahsyat yang begitu kuat hingga menyapu bersih awan-awan di angkasa, membuat langit malam berubah menjadi kosong kelam. Sepasang sayap legamnya terbentang lebar menutupi cakrawala.

Dan ketika raungan terakhirnya memudar—serangan sesungguhnya pun dimulai.

FSHHHH—!

Bulu-bulu tajam bermunculan dari kedua sayapnya, melayang lepas ke udara hingga memenuhi angkasa raya. Jumlahnya begitu masif, begitu pekat, sampai-sampai bertindak sebagai awan buatan yang sepenuhnya menghalangi cahaya rembulan.

Satu helai bulu makhluk itu saja sudah sanggup menembus tanah dan memicu ledakan spontan.

Tetapi kini? Jumlahnya ratusan, ribuan, bahkan mungkin menyentuh angka jutaan!

Di segala penjuru, napas ribuan orang tercekat. Mata siapapun yang menyaksikan pemandangan itu langsung dipenuhi oleh rasa horor yang teramat nyata.

Di dalam istana, di zona evakuasi pengungsian, di jalan-jalan utama ibu kota, di tempat Azaran dan Judas bertarung, hingga di kedalaman hutan-hutan Nivalis—semua orang mendengar raungan itu. Semua orang melihat jutaan bilah maut yang menutupi langit malam.

Edward tertegun.

Ia harus menghentikannya sekarang juga. Titik.

Karena jika tidak...

Kota Nivalis, dengan segala kenangan di dalamnya, hanya akan tinggal nama dan berubah menjadi sebuah cerita dongeng pengantar tidur belaka.

1
Dorona
Cerita bagus bgt. aku suka alurnya. sering2 up 👍👍
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😍😍😍. siap laksanakeun 🤣🤭💪💪
total 1 replies
SilentNovels
lumayan ni alurnya
Jangan lupa ke naskah aku juga ya
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😁😄. semoga enjoy dengan ceritanya 🥰😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!