Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kutukan
Setelah Karta menjelaskan apa yang terjadi, akhirnya Hatta dan yang lain mengerti kalau Karta mungkin mengalami mimpi yang membawanya ke masa lalu bagaimana awalnya kejadian perkebunan itu bisa menjadi sengketa.
Vincent Wihardja yang merupakan pemilik perkebunan itu harus kehilangan perkebunan miliknya karena dia memilih Ratri, tapi Vincent tidak melepaskan perkebunan itu begitu saja karena dia juga punya kartu AS, Patricia yang sudah selingkuh dengan Juned dan anak yang di katakan Patricia adalah anak Vincent aslinya adalah anak dari Juned.
"Semuanya bapak lihat?" tanya Hatta
"Iya, bapak tidak tahu kelanjutan kisah mereka karena bapak terbangun, tapi saat pelarian itu bapak bisa merasakan kemarahan si nyonya meneer itu, dia begitu menakutkan" ungkap Karta
"Jadi nyonya meneer itu manusia? tapi kenapa sosoknya bisa menjadi jin?" heran Bintang
"Mungkin dia sudah bersatu dengan Iblis karena dia punya dendam yang begitu besar pada keluarga kalian, aku pernah mendengar manusia yang bersatu dengan Iblis supaya dia bisa hidup abadi, tapi aku tidak percaya kalau manusia itu masih hidup karena yang aku yakini adalah si iblis itu sendiri lah yang justru menguasai raga manusia itu" ungkap Rukmini
"Tapi bagaimana bisa iblis itu juga dendam pada kami nek?" tanya Karta
"Karena sebuah perjanjian, dan Iblis itu akan tetap terikat sampai perjanjian itu lunas dan dia bisa bebas melakukan apapun yang dia mau dengan raga yang dia tempati sekarang" jawab Rukmini
"Mustahil" gumam Dimas tapi dia juga harus mempercayai itu karena sosok nyonya meneer yang di sebutkan Rian, Reza dan Rissa memang ada.
"Sekarang kita sudah tahu awal mula bagaimana keluarga Varden bisa membenci keluarga kita, tapi Jayden Elias Varden ini siapa?" tanya Hatta
"Nah, kami juga ke sini untuk membahas itu, tapi saat kami tahu Om Karta tak sadarkan diri jadi kami lupa membahasnya" ucap Dimas mengeluarkan amplop coklat yang dia bawa.
Hatta mengambil amplop itu, dia juga membukanya dengan hati hati bahkan Hatta merasa kalau orang bernama Jayden itu ada hubungannya dengan Patricia, atau bahkan mungkin keturunan Patricia yang ingin menuntut balas dan mengambil perkebunan keluarga Wihardja.
"Jayden Elias Varden, putra satu satunya dari Elias Varden yang sudah meninggal karena kanker mata, Jayden ini tinggal di kota.... Bandung dan bekerja sebagai pemilik pabrik plastik yang sudah beroperasi sejak beberapa tahun di sana, dia punya kelainan karena satu matanya tidak bisa melihat dan dia juga punya seorang adik yang matanya buta" ucap Hatta shok.
"Dia menikah dengan Tisya dan masih tinggal di Bandung, tapi pak, bagaimana kita mengirim Tisya ke Bandung kalau Jayden sendiri tinggal di Bandung?" tanya Hatta khawatir
"Tama bilang dia tinggal di dekat kampung Curug, tapi ke arah kota Caringin karena masih satu kebupaten dengan kampung kita, bahkan rumah sakit DarmaRajasa juga kan ada di sana hanya saja memang di sana sudah jadi kota" jawab Karta
"Ko bisa datanya berbeda, mungkin adiknya yang tinggal di Bandung, tapi bagaimana dia mengurus pabrik dengan matanya yang buta" gumam Hatta
"Mata... Patricia itu memang selalu mencongkel mata orang kalau dia sedang marah, kutukan pak Falah ternyata menempel pada keluarganya sampai sekarang" ungkap Karta
"Bahkan mungkin sosok putih itupun adalah si Erni, pengikut setia si nyonya meneer yang di panggil nenek Mevrouw" ucapnya lagi terlihat kesal.
"Dia mengatakan itu sebelum dia meninggal karena di siksa, pasti jadi kenyataan" ucap Rukmini
"Tapi pak, kenapa kita bisa jadi punya darah keturunan Belanda juga?" tanya Hatta karena dia yakin darahnya asli Indonesia.
"Meneer Vincent itu punya darah Belanda dari ibunya, tapi nama Wihardja kita miliki sejak lama, dan nenek Ratri juga di nikahi Meneer Vincent setelah kejadian itu, mereka punya anak laki laki yang di beri nama Seno Wihardja, tapi bagaimana kehidupan Seno itu bapak tidak tahu, dan bagaimana nenek Ratri bisa terjebak dengan si nyonya meneer itu juga bapak tidak tahu" jawab Karta
"Tidur saja lagi, mungkin akan tahu" celetuk Sahara
"Bapak tertidur saat Reza memeluk bapak, mungkin kalau itu terjadi, bapak bisa kembali ke masa lalu nenek Ratri" ungkap Karta dan Reza langsung memeluknya lagi.
Mereka terkekeh karena Karta justru tidak mengantuk, malah tertawa karena Karta kembali teringat sesuatu, saat dia berkeliling tempat itu, dia juga melihat ada beberapa anak yang bermain di kampung itu, mereka mirip dengan beberapa warga kampung yang ada di Curug masa sekarang, bahkan karena ada mereka lah Karta merasa kalau dirinya mungkin sudah meninggal dan arwahnya gentayangan.
"Aku melihat anak anak di kampung itu mirip dengan beberapa orang di sini, mereka nakal sekali bahkan ada yang mencuri pisang di pematang sawah" ucap Karta
"Hihihihi.... Sahara jadi mau ke sana juga ikut mencuri pisang tanduk" ucap Sahara
"Pisang tanduk mana yang kamu maksud" cibir Dimas langsung di peluk Sahara yang merasa malu.
"Apa kampung ini juga namanya Curug pak saat itu?" tanya Hatta
"Iya, nama kampung ini memang Curug karena ada air terjun besar di sebelah Utara tanah Darmawan, itu sebabnya namanya kampung Curug, nama itu juga di karenakan jalan ke sini begitu menanjak dan menurun jadi orang orang mengatakan jalannya mirip Curug" jawab Karta
"Apa ada hal lain yang menurut pak Karta bisa membuat kita tahu bagaimana caranya membuat sosok nyonya meneer itu mati?" tanya Bintang
"Tidak ada, karena waktu Erni mengatakan Patricia punya dukun sakti, aku tidak mengikuti dia, aku mengikuti nenek Ratri terus, tapi dia mengatakan kalau dia harus memberi makan anjing peliharaannya, dan anjing itu makan mata, itu sedikit aneh" jawab Karta
"Anjing yang memakan mata manusia, itu aneh atau mungkin Patricia ini memang seorang psikopat yang tidak segan segan menyiksa orang orang" ucap Dirga
"Ya, dia bahkan tega menghabisi pak Falah dengan cara di ambil matanya dan di bakar, dia juga memukuli nenek Ratri bahkan semua orang orangnya juga kejam" jawab Karta
"Nek, bukankah nenek tahu tentang nenek Ratri, apa yang terjadi pada suaminya?" tanya Bintang
"Setahu nenek suaminya juga sudah menghilang lama, tapi nenek tidak tahu kalau suami Ratri adalah tuan Vincent, yang nenek tahu suami Ratri itu justru si Juned yang Karta bilang selingkuh dengan istri Vincent" jawab Rukmini
"Lalu perkebunan Wihardja ini dulu di kenal sebagai perkebunan apa?" tanya Hatta
"Perkebunan milik Regent karena Vincent Varden adalah seseorang bupati di kabupaten itu" jawab Rukmini
"Vincent Varden? tapi nama asli Meneer Vincent adalah Vincent Wihardja" ucap Karta
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭