Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

— KESABARAN ARGA HABIS

Rani berdiri kaku di depan Nadira.

Tangannya gemetar memegang foto yang baru saja diberikan kakaknya.

Arga berdiri di samping Nadira dengan wajah yang mulai mengeras.

“Jelaskan,” katanya.

Rani menunduk.

“Aku…”

“Jangan bilang tidak tahu.”

Suara Arga terdengar lebih berat.

“Kemarin kamu bilang tidak tahu siapa yang menulis pesan itu. Sekarang ada foto kamu, ada pesan tentang malam gelang itu hilang, dan kamu masih bilang tidak tahu?”

Rani menggigit bibir.

“Aku tidak mencuri gelang Kak Nadira.”

Nadira terdiam.

Arga menatap adiknya.

“Aku tidak bertanya apakah kamu mencurinya.”

Rani perlahan mengangkat wajah.

“Aku bertanya, apa yang kamu sembunyikan?”

Rani tidak menjawab.

Bu Ratih yang sejak tadi berada di ruang tengah akhirnya mendekat.

“Arga, jangan bicara seperti itu kepada adikmu.”

Arga langsung menoleh.

“Bu, kali ini jangan ikut campur.” tegur Arga pada sang ibu

Bu Ratih terkejut.

“Arga!”

“Aku sudah diam terlalu lama,bu.”

Nada suara Arga meninggi.

“Setiap ada masalah, aku selalu mencoba mencari alasan untuk Rani. Aku selalu berpikir mungkin dia tidak sengaja. Mungkin dia salah paham. Mungkin ada penjelasan lain.” keluh Arga pada sang ibu.

Arga menunjuk foto di tangan Rani.

“Tapi sekarang semuanya mulai mengarah padanya.”

Rani mulai menangis.

“Kak, aku benar-benar tidak bermaksud membuat masalah.”

“Lalu kenapa kamu masuk ke kamar Nadira malam itu?”

“Aku…”

“Kenapa kamu membawa kunci cadangan?”

Rani terdiam.

“Dan kenapa kamu tahu tentang gudang?”

Air mata Rani semakin deras.

“Aku tahu karena…”

Ia berhenti.

Arga semakin kehilangan kesabaran.

“Karena apa?”

“Aku pernah melihat seseorang masuk ke sana.”

“Siapa?”

Rani menunduk lagi.

“Aku tidak tahu.”

“Rani!” sentak Arga mulai emosi.

Suara Arga menggelegar.

Rani tersentak.

Nadira langsung memegang lengan Arga.

“Sudah.” ucap Nadira untuk membuat Arga tenang.

Arga menatap Nadira.

“Aku tidak bisa terus begini.”

Kemudian ia kembali menatap Rani.

“Aku marah bukan karena kamu melakukan kesalahan.”

Ia menarik napas panjang.

“Aku marah karena kamu terus menyembunyikan sesuatu, lalu membiarkan Nadira terlihat seperti orang yang salah.”

Rani menangis semakin keras.

“Aku takut, Kak.”

“Takut apa?”

Rani menggeleng.

“Aku tidak bisa bilang.”

Arga mengepalkan tangannya.

“Kalau kamu terus seperti ini, bagaimana aku bisa melindungimu sebagai kakak?”

Rani menatap kakaknya.

“Justru itu yang aku takutkan.”

Arga terdiam.

“Apa maksudmu?”

Rani menatap Nadira.

Kemudian berkata pelan,

“Karena orang yang melakukan semua ini… bukan orang asing.”

Ruangan mendadak sunyi.

Bu Ratih terlihat tegang.

Nadira menatap Rani.

“Lalu siapa,Rani?” tanya Arga mulai menurunkan nada tinggi nya.

Rani membuka mulut.

Namun sebelum sempat menjawab, suara benda jatuh terdengar dari arah dapur.

Semua orang menoleh.

Seseorang baru saja menjatuhkan sebuah gelas.

Arga langsung berjalan menuju dapur.

“Siapa di sana?”

Tidak ada jawaban.

Arga membuka pintu dapur.

Kosong.

Hanya jendela belakang yang terbuka.

Angin malam masuk perlahan.

Arga kembali ke ruang tengah.

Rani masih berdiri dengan wajah pucat.

“Kamu lihat?” tanya Arga.

Rani mengangguk.

“Dia masih di sini.”

Arga menatap seluruh ruangan.

Untuk pertama kalinya, kemarahannya berubah menjadi kewaspadaan.

Ia kemudian berdiri di depan Nadira.

“Mulai sekarang, kamu tidak boleh pergi sendirian.”

Nadira mengerutkan kening.

“Kenapa?”

Arga menatap pintu belakang.

“Karena aku tidak tahu siapa yang sedang bermain-main dengan keluarga kita.”

Lalu ia menatap Rani.

“Dan aku akan mencari tahu semuanya.”

Rani hanya bisa menangis.

Sebab ia tahu, setelah malam ini Arga tidak akan lagi percaya begitu saja pada siapa pun.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!