UPDATE 2X SETIAP HARI
JAM 11.00 dan 17.00 WIB
Jangan lupa Like,Comment,dan Favoritkan Ya!
Lika-liku kehidupan mahasiswa bernama Juna di kota pelajar,Yogyakarta yang masih beradaptasi dengan tempat tinggal barunya itu.Ketika sampai disana,Juna dikejutkan dengan perkataan temannya yang terus membuatnya penasaran.
Ternyata,temannya itu menyembunyikan fakta bahwa mantan Juna ada di kostan yang sama dengannya. Hal ini lantas membuat Juna teringat lagi akan kenangan buruknya bersama mantannya itu.
Bagaimana langkah selanjutnya yang diambil Juna dalam masalahnya ini?
Di samping itu,di Jogja terdapat pula berbagai macam destinasi wisata,makanan dan minuman khas Jogja yang akan dijelajahi Juna dan teman-teman barunya di kampus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Luthfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27: Tumbuhnya Rasa Cinta (2)
Adrian terus memeluk Yuna yang menangis di dalam pelukannya itu. Yuna terus menangis karena perkataan Adrian yang membuatnya tidak merasa bersalah lagi.
"Udah ya nangisnya...",kata Adrian sambil menepuk pelan punggung Yuna.
Yuna pun berusaha menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukan Adrian.
"Sekarang kamu fokus buat sembuhin sakitmu dulu ya,Yun...",kata Adrian sambil memegang tangan Yuna yang ada di dekatnya.
"Iya,makasih ya Ian...",jawab Yuna sambil mengusap air mata di wajahnya.
Setelah mereka berdua menenangkan diri,Adrian pun teringat oleh pesan suster yang mendatangi kamar Yuna tadi untuk memberi obat paracetamol begitu Yuna bangun.
"Oh iya Yun,ini tadi ada suster yang kasih aku obat buat kamu nih",kata Adrian teringat akan obat yang diberikan suster tadi sambil menunjukkan obat tadi pada Yuna.
"Oh iya-iya,makasih ya Ian",jawab Yuna.
Tetapi sebelum meminum obat itu,Yuna diwajibkan untuk makan terlebih dahulu sehingga Adrian pun harus pergi keluar kamar untuk meminta makanan pada petugas rumah sakit.
"Oh iya,sebelum minum obat kamu makan dulu ya...",kata Adrian.
"Aku harus makan ya... aku lagi nggak nafsu makan nih",kata Yuna yang tidak nafsu makan karena sakit.
"Tapi,kamu harus makan dulu sebelum minum obat,Yuna...",kata Adrian membujuk Yuna untuk makan.
"Tapi aku lagi nggak nafsu makan,Ian...",kata Yuna keras kepala tidak ingin makan.
Akhirnya,Adrian terus membujuk Yuna untuk makan sebelum meminum obatnya demi kesehatan Yuna sendiri.
"Aku mohon Yun... kamu makan sebelum minum obat ya,karena ini kan juga demi kesehatanmu sendiri",kata Adrian yang terus membujuk Yuna untuk makan sebelum minum obat.
Mendengar Adrian yang terus membujuknya untuk makan,akhirnya Yuna pun luluh hatinya dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Adrian.
"Iya deh,gue bakal makan duku sebelum minum obat...",kata Yuna luluh hatinya menuruti perkataan Adrian.
"Nah,gitu dong...",kata Adrian merasa senang dan lega akhirnya Yuna mau menuruti perkataannya.
"Kalo gitu gue ambil makanannya dulu ya",kata Adrian beranjak dari tempat duduknya menuju keluar kamar.
"Ya",jawab Yuna.
Adrian pun pergi meninggalkan Yuna cukup lama,sehingga ia pun merenung sendirian di kamar. Dalam renungannya itu,ia memikirkan banyak hal dan salah satunya adalah perasaannya yang sebenarnya pada Adrian.
Waktu dirinya dipeluk oleh Adrian dan menangis dalam pelukannya,Yuna merasakan sesuatu yang berbeda muncul dalam hatinya. Ia merasa sangat nyaman dan sangat lega ketika dipeluk oleh Adrian,serasa beban dalam hidupnya menghilang begitu saja.
Yuna juga merasakan jantungnya berdegup kencang ketika Adrian memeluknya lebih erat lagi. Awalnya,Yuna berpikiran mungkin saja itu semua terjadi karena dirinya yang masih sakit sehingga detak jantungnya begitu cepat. Tetapi yang dirasakan Yuna ini sungguh berbeda kali ini,Yuna merasa jantungnya berdegup kencang tadi mungkin saja karena ada suatu perasaannya yang sangat sulit ia ungkapkan saat itu.
Yuna pun bingung sebenarnya ada perasaan apa dirinya dengan Adrian.
"Kenapa jantungku berdetak cukup kencang tadi?",tanya Yuna dalam dirinya yang kebingungan dengan perasaannya yang sebenarnya pada Adrian.
"Rasanya ada perasaanku yang sangat sulit kuungkapkan pada Adrian",kata Yuna dalam pikirannya yang semakin bingung itu.
"Apakah...",pikir Yuna bimbang dalam pikirannya.
Saat Yuna sedang merenungkan tentang perasaannya yang sebenarnya pada Adrian,tiba-tiba saja Adrian sudah datang dengan membawa nampan makanan untuk Yuna.
Adrian yang melihat Yuna sedang merenung dan melamun itu pun langsung menghampirinya dan duduk di sampingnya lalu menyuruhnya untuk makan.
Yuna pun berusaha untuk membangunkan dirinya sendiri untuk duduk di tempat tidur dibantu oleh Adrian.
Setelah duduk,Yuna melihat makanan apa yang dibawakan Adrian untuknya. Ternyata,di dalam nampan itu terdapat satu mangkok bubur dengan suwiran daging ayam dan sayuran alias bubur ayam,telur asin,satu buah pisang,dan secangkir teh panas.
Adrian pun mengambil sendok yang tersedia di nampan makannya itu dan langsung mengambil satu sendok penuh bubur ayam itu.
Setelah itu,inilah saat-saat yang mendebarkan bagi mereka. Mereka berdua sama-sama merasa gemetaran dan gugup saat Adrian hendak melakukan hal itu. Yuna cukup terkejut karena Adrian yang tiba-tiba hendak menyuapinya.
"Adrian mau nyuapin aku?!",kata Yuna terkejut dalam hatinya dengan jantung yang kembali berdegup kencang saat itu.
Adrian yang sudah memajukan tangannya yang memegang sesendok penuh bubur ayam itu pun sangat gemetaran karena ini pertama kalinya ia melakukan hal itu pada Yuna.
Ia pun mulai bimbang untuk melakukan hal itu atau tidak. Tetapi,ia tetap saja harus melakukannya karena ia sudah berkata pada bu Okta bahwa ia bersedia untuk melakukan hal itu.
"Aduh... gimana nih... aku dah janji sama tante Okta lagi,jadi mau nggak mau ini harus kulakuin deh...",kata Adrian yang merasa bimbang untuk melakukan hal itu.
Tetapi,pada akhirnya ia tetaplah harus menyuapi Yuna makan karena ia sudah berjanji pada bu Okta untuk melakukan hal itu pada Yuna.
Dengan tangannya yang gemetaran dan jantungnya yang berdegup semakin kencang itu,ia terus memajukan tangannya yang membawa sesendok penuh bubur ayam itu menuju mulut Yuna.
Yuna yang hendak disuapi oleh Adrian itu pun hanya bisa terdiam dan menerima suapan dari Adrian itu karena sudah tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi mengenai hal ini.
Ini sungguh momen yang mendebarkan bagi mereka karena ini adalah untuk pertama kalinya Adrian menyuapi Yuna. Mereka berdua pun sama-sama gugup dan gemetaran melakukan hal itu untuk pertama kalinya.
"Tapi,dia kan cuma temen gue kenapa harus gemeteran gini?",tanya Adrian dalam pikirannya mencoba menenangkan dirinya yang dari tadi gemetaran.
Adrian terus memajukan tangannya perlahan sambil gemetaran tanpa henti meski ia sudah mencoba untuk tenang. Jantungnya terus berdetak semakin kencang dan ia pun tak tahu apa yang dirasakannya saat ini.
"Kenapa sih harus deg-degan gini,kan Yuna cuma temen gue",pikir Adrian.
Yuna yang hendak disuapi pun berpikiran hal yang sama dengan Adrian. Ia berpikir seharusnya dia tidak perlu gugup disuapi oleh Adrian,temannya sendiri.
Tangan Adrian yang gemetaran membawa sesendok bubur ayam itu pun lama-kelamaan mulai mendekati mulut Yuna. Adrian pun terus memantapkan dirinya untuk menyuapi Yuna yang sedang sakit itu.
"Ok,gue tinggal suapin dia makan aja kok,gue harus bisa!",kata Adrian dalam pikirannya terus mencoba untuk memantapkan dirinya menyuapi Yuna.
Tiba-tiba saja,tangan Adrian yang gemetaran memegang sendok itu dipegang oleh Yuna dan Yuna pun langsung memasukkan sesendok bubur ayam itu ke mulutnya dengan cepat.
"Lo lama banget sih...",kata Yuna terus memegang tangan Adrian yang sedang menggenggam sendok itu.
Sontak Adrian pun terkejut dengan tindakan Yuna itu dan jantungnya pun langsung berdegup semakin kencang. Adrian hanya bisa terdiam lemas dan terus memandang ke arah Yuna karena ia sungguh terkejut dengan Yuna yang memegang tangannya.
Yuna pun ikut terkejut dengan apa yang ia lakukan itu dan ia pun juga ikut terdiam dan balik memandang Adrian. Ia sungguh tak sadar bahwa ia sudah memegang tangan Adrian,jantungnya pun juga ikut berdegup kencang saat itu.
Lalu,dalam pikiran mereka berdua hanya ada satu pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh diri mereka sendiri.
"Apakah ini yang namanya cinta?",tanya mereka dalam pikiran masing-masing.
walau hadirku terlambat🙏
baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
segera balik.
Semangat Kak!! Semangat up!!
Salam dari PERJALANAN HIDUP KANIA:) Jika berkenan, yuk feedback!!
Salam dari PERJALANAN HIDUP KANIA