Cerita ini menceritakan seorang wanita yang cantik dan mandiri harus mengalami suatu musibah yang membuat dia di kucilkan bahkan keluarganya sendiri. Laki-laki yang dulu dia banggakan dan dia cintai pada akhirnya pergi meninggalkan dia dengan bekas yang tidak akan pernah dia lupakan sampai seumur hidup.
Alexsa Brina namanya yang harus berjuang melawan keadaan dan harus bangkit dari keterpurukannya. Demi membalas perlakuan laki-laki yang telah mengubah hidupnya sampai tidak karuan.
Bagaimana kelanjutannya ?
Mari kita membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolasary Sitanggang0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lontong
Pagi ini Alexsa tidak seperti biasanya bangun pagi-pagi dan langsung beberes. Tampaknya hari ini dia enan untuk meninggalkan kasur. Kakinya sangat berat melangkah tapi karena sudah kebelet dengan wajah malas dan terpaksa dia berjalan menuju kamar mandi.
“ Aduh pengal banget badanku” ucapnya kembali kekamar dan mengambil minyak zaitun untuk mengurut kakinya yang tampak ungu karena semalam kelelahan berjalan mengelilini mall.
Sebenarnya rumah tidak begitu berantakan karena semalam Alexsa menghabiskan waktu di luar bersama mama Diana dan ketiga Al adiknya.
Kini kaki Alexsa mulai enak di gerakkan tapi sekarang yang jadi masalah adalah perutnya.
“ Aku lapar lagi” keluhnya menutup minyak zaitunn dan meletakkan kembali di meja plastik.
Alexsa mengguap dan membentangkan tangannya.
Mengumpulkan nyawa untuk memasak sarapan di pagi ini.
Karena semalam mama Diana mengingatkan Alexsa agar tidak terlalu sering membeli makanan dari luar.
Saat menyisir rambut indahnya terdengar suara ketukan dari luar.
Alexsa memakaikan pakaian sopan dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.
“ Iya sebantar” kata Alexsa merasa nyeri di bagian betisnya saat berjalan.
ceklek… pintu di buka ternyata Sarah mama Jimmi tetangga Alexsa yang sangat ramah.
“ Eh kakak…” ucap Alexsa terkekeh melihat kedatangan Sarah.
“ Tumben lama bangun, biasa uda beras-beres” kata Sarah yang melihat Alexsa baru bangun.
“ Iya kak, lagi kurang enak badan nih, pegal semua “ ucap Alexsa sambil mengusap lehernya.
“ Kecapean kali de, ini kakak masak lontong” ucap Sarah sambil menyodorkan mangkok putih penuh dengan lengkap dua telur.
“ Wah keliatannya enak banget kak” ungkap Alexsa semakin lapar melihat kuah santan yang masih mengeluarkan asap.
" Yah uda dek, ini langsung di makan" kata Sarah dengan senyum.
Kini Alexsa berjalan ke dapur untuk mengambil garpu dan sendok tidak lupa juga membawakan air putih.
Sebelum makan dia terlebih dahulu meminum air putih hangat.
Tak lama Jimmi datang dengan piring berisi lontong tapi tidak berkuah.
Disusul sang mama Sarah dengan membawakan gorengan.
Alexsa mengambil piring Jimmi takut tumpah.
" Duduk dulu anak tampan" ucapnya memegang tangan Jimmi dan sebelah lagi memegang makanan Jimmi.
" Katanya dia harus makan sama Aunty" kata Sarah meletakkan gorengan yang masih hangat.
"Banyak bangat kak" kata Alexsa menatap satu piring gorengan di hadapannya.
" Uda di makan aja de, selagi ada" tutur Sarah sambil berdiri lagi.
" Mama ambil punya mama dulu ya, bentar ya dek " kata Sarah pada putranya yang sedang menikmati lontong buatan sang mama.
" Iya kak, biar kita makan bareng" ucap Alexsa semangat seakan pegal-pegal tadi sudah hilang.
Alexsa menyuap kuah pertama seketika matanya berbinar
" Yah ampun... Ini lontong paling enak yang pernah aku makan" uangkap Alexsa dalam hati.
Ekspresinya begitu jujur mengatakan makanan ini benar-benar enak.
" Tambah gorengannya lebih enak lagi dek" kata Sarah yang sudah duduk bersama mereka.
Saking menikmati satu mangkuk lontong, dia tidak menyadari kedatangannya.
" ini telurnya satu lagi" kata Sarah meletakkan telur rebus ke dua di mangkok Alexsa.
"Lho kan uda kak" protes Alexsa.
"Kan sekarang bagi dua dek. Kamu sama kamu" tuturnya sambil menunjuk perut Alexsa yang sudah mulai kelihatan buncit.
" Hehehe iya juga ya kak. Enak banget kak. Ini lontong paling enak yang pernah aku makan" puji Alexsa mengungkapkan isi pikirannya.
Sarah tertawa mendengar pujian Alexsa sambil melahap goreng bakwan buatannya.
" Ada acara kak?" tanya Alexsa yang penasaran.
"Ini pesanan orang dek, tapi kakak lebihlan biar bisa tinggal di rumah" jelas Sarah meletakkan piring yang sudah hampir setengah habis.
" Kakak jualan?" tanya Alexsa lagi.
"Bukan de, kalo ada yang pesan aja baru kakak buatin" begitu kata Sarah membantu Jimmi membersihkan mulutnya.
" Ini mah mantap bangat kak" ucap Alexsa lagi memuji sambil mengajukan jempol.
" Ini namanya lontong medan dek" kata Sarah lanjut memakan lontongnya.
" Oh ya papa ga pernah bawa kita makan lontong begini kak kalau di medan" protes Alexsa.
Herman sang papa memang berasar dari Medan, kota terbesar no 5 di Indonesia.
" Nanti ajarin aku buatnya ya kak" pinta Alexsa menikmati setiap suap lontong bersantan kental itu.
" Aman aman " kata Sarah singkat.
...***...
Beberapa hari kemudian Alexsa mendapat telopon dari sahabatnya Nabila dan Dini.
" Kalian uda di mana?" tanya Alexsa yang sudah sedari tadi menanti.
"Kita tadi mampir dulu ke rumah kamu Al. Tante ada titipan buat kamu" jelas Nabila dengan suara klekson dimana-mana yang mengartikan berada di jalan.
" Yah maaf ya ngerepotin" kata Alexsa tidak enak selalu merepotkan sahabat-sabahatnya.
" Kita uda di Cijantung " kata Nabila.
"Ya uda deh aku tunggu ya" kata Alexsa sambil berjalan ke arah dapur hendak minum.
"Okey,,, sampai jumpa nanti ya" tutup Nabila mematikan sambungan telepon.
Alexsa berjalan ke teras rumah, ternyata sangat terik, tadi pagi dia mencuci pakaian dan pasti sudah kering. Alexsa mengusap-usap tangannya yang terpapar langaung sinar matahari.
" Panasnya" protes Alexsa sambil memunguti pakaiannya.
Sesampainya di kontrakan tempat tinggalnya, Alexsa langsung memasukkan ke dalam keranjang pakaian yang akan di setrika.
Dia hendak mengambil ponsel yang terletak di meja sebelahnya.
Sebentar Alexsa mengotak-atik dan mengarahkan ponsel ke telinganya. Ternyata dia hendak menelpon sang mama.
Tidak lama telepon di angkat.
"Halo ma" Alexsa membuka percekapan.
" Halo kak, ada apa sayang?" tanya Diana dengan suara yang sedikit berbisik.
"Mama nitip apa ma?" tanya Alexsa yang penasaran.
"Liat aja nanti kak, uda dulu ya ada papa" ucap Diana masih berbisik.
"Oh yah uda ma" kata Alexsa langsung mematikan telepon.
20 menit kemudian Nabila dan Dini pun akhirnya sampai di kontrakan sederhana Alexsa.
" Sampai juga" ucap Nabila meletakkan kerton di depan pintu setelah pintu tertutup, Alexsa yang ada di kamar pun langsung keluar setelah mendengar suara Alexsa.
" Uda sampe" ucapnya dengan senyum lebar mendekati kedua sahabatnya.
" Apaan nih?" tanya Alexsa melihat dua karton yang di pegang satu-satu oleh Nabila dan Dini.
" Ini titipan dari mama kamu Al, biar kamu masak-masak"ucap Dini sambil terkekeh.
Alexsa langsung membungkuk dan membukanya.
Betapa dia terkejut ternyata ini adalah oven dan mikser . Beberapa hari lalu mama Diana manang bertanaya apa Alexsa memiliki perlengkapan untuk membuat kue.
"Si mama mah ada ada aja" kata Alexsa sambil tersenyum
"Oh iya satu lagi tante juga titip buku ini Al" kata Nabila mengambil buku dari tasnya.
" Apa nih?" tanya Alexsa penasaran sambil mengambil buku dari tangan Nabila.
Alexsa membukanya raut wajahnya berubah menjadi datar, ternyata ini buku resep-resep yang sengaja di tulis sang mama.
bkn nya hmil 9 bln ya🙊
jangan sampai seperti itu