Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Modern

Kaisar Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Pendekar / Fantasi Timur / Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Asrial

Leon Rhys, adalah seorang Kaisar genius dan terkuat pada masanya. Semua orang tunduk kepadanya.

Namun, suatu hari dia di racun oleh Adiknya yang ingin mengambil tahtanya.

Dia kemudian bereinkarnasi ke jaman modern, didalam tubuh laki-laki yang miskin dan bodoh.

"Aku harus kembali menjadi Kaisar hebat di jaman ini dan menguasai dunia. Pertama-tama aku akan melakukan..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrial, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Segel Iblis

Langkah kaki Leon perlahan menapaki jalan berbatu yang menanjak menuju puncak Bukit Valerion.

Angin pagi yang lembut menyibak ujung rambutnya, membawa aroma rumput basah dan tanah yang tertutup embun. Di belakangnya, seekor kucing putih mungil dengan mata emas mengikuti dalam diam. Itu adalah Leona, penjaga setianya, dalam wujud kecilnya.

Beberapa menit berjalan dalam keheningan, suara Leona akhirnya memecah sunyi. Suaranya lembut, hanya bisa didengar oleh Leon.

"Leon," bisiknya dalam bahasa telepati, "Kau yakin sudah mempersiapkan segalanya?"

Leon tak menoleh. Matanya lurus ke depan, menyapu jalur sempit yang mulai dikelilingi kabut tipis. "Sudah. Setelah meminum ramuan yang kubuat dari bahan yang Hannah bawakan, aku telah menembus batas Grandmaster dan memasuki tahap awal Spirit Awakening."

Leona mendengus ringan. "Itu baru permulaan. Tapi jangan lupa, iblis yang tersegel di sini berada di tahap akhir Spirit Awakening. Sedikit di atasmu."

"Aku tahu," jawab Leon pelan, tapi mantap. "Tapi aku tidak sendiri, kan?"

Leona melompat ke atas batu dan duduk dengan anggun. "Benar. Aku memang berada di tahap akhir Spirit Awakening sekarang… tapi itu karena sebagian besar kekuatanku masih tersegel, ini semua akibat menjaga reruntuhan istanamu dan batu Ruby pusaka pedangmu. Padahal… kau tahu seharusnya aku berada di puncak Celestial Realm. Celestial Monarch, tingkat akhir."

Leon menoleh sejenak dan tersenyum kecil. "Aku tahu. Dan itulah kenapa aku percaya kita berdua bisa mengalahkan iblis ini."

Leona melompat turun dari batu dan berjalan sejajar dengan Leon. Ia menatapnya lekat-lekat. "Apakah kamu masih ingat sistem kultivasi yang kita bangun di kerajaan dulu?"

Leon mengangguk. "Tentu. Bagaimana aku bisa lupa?"

"Katakan padaku, Leon," ujar Leona, menguji, "jelaskan dari awal."

Leon menghela nafas, lalu memulai dengan suara yang tenang namun tegas:

"Kultivasi dibagi menjadi empat realm utama. Masing-masing mewakili tingkatan kekuatan dan pemahaman terhadap energi spiritual dunia ini.

Pertama adalah Mortal Realm, atau Tingkat Manusia Biasa:

Pemula

Spirit Initiate (Pembukaan Roh)

Ahli

Master

Grandmaster

Realm ini dimiliki oleh orang-orang biasa yang baru memulai perjalanan kultivasi. Aku berada di puncak Grandmaster sebelum menembus Spirit Realm."

"Lanjut," ujar Leona dengan nada puas.

Leon meneruskan:

"Kedua, Spirit Realm, tingkat kekuatan spiritual sejati. Dibagi menjadi:

Spirit Awakening – membangkitkan kesadaran spiritual.

Spirit Control – mengendalikan dan memadatkan energi.

Spirit Fusion – menyatu dengan elemen spiritual.

Spirit Ascension – batas tertinggi pemahaman roh.

Setiap tahap memiliki tiga tingkatan: awal, menengah, dan akhir. Sekarang aku berada di Spirit Awakening awal, sedangkan iblis itu di akhir."

Leona mengangguk. "Bagus. Lanjut ke tingkat langit."

Leon melanjutkan:

"Ketiga adalah Celestial Realm, tingkat kekuatan langit:

Celestial Gate – membuka gerbang langit dalam diri.

Celestial Core – membentuk inti kekuatan surgawi.

Celestial Body – tubuh menjadi medium langit.

Celestial Monarch – penguasa langit sejati.

Kau dulu berada di puncak realm ini."

Leona tersenyum bangga. "Dan terakhir?"

"Emperor Realm, ranah para penguasa sejati:

Imperial Heart – membangkitkan jantung kekaisaran.

Imperial Will – kehendak yang membentuk realitas.

Imperial Domain – wilayah kekuasaan pribadi.

True Emperor – raja dari segala raja, penguasa absolut.

Hanya segelintir orang yang pernah mencapai tahap ini. Dan aku… adalah salah satunya. Sebelum aku mati dikhianati saudaraku."

Leona terdiam beberapa saat, lalu berkata pelan, "Masa lalu itu akan kembali, Leon. Dengan tubuh baru ini… dengan dunia yang berbeda… kau akan menginjakkan kaki lagi di puncak."

Mereka melanjutkan perjalanan dengan diam. Kabut makin menebal. Aura iblis mulai terasa di udara.

Langkah mereka terus berlanjut, menembus kabut yang makin pekat. Sampai akhirnya, Leon berhenti.

Di hadapan mereka terlihat sebuah area terbuka di atas bukit. Sekilas tampak seperti tanah biasa. Tidak ada bangunan, tidak ada patung, tidak ada simbol.

Namun ada yang aneh… Pohon-pohon di sekitar area itu telah rontok, kering dan mati seolah kehilangan sumber kehidupan. Kabut tebal menyelimuti area itu, membuatnya terasa seperti tempat yang telah dilupakan dunia.

Leona, yang masih dalam wujud kucing, melangkah perlahan lalu menatap ke bawah.

"Leon... seperti ada sesuatu di bawah kita," katanya pelan. "Aku bisa merasakan... ini semacam array, kan?"

Leon mengangguk perlahan. "Kau benar, Leona. Aku pun merasakannya." Ia menatap tanah yang mereka pijak, lalu berjongkok perlahan. Tangan kanannya menyentuh tanah dingin dan keras, namun menyimpan kekuatan yang sangat familiar.

"Ayo kita lihat apa yang tersembunyi di bawah sini," ucap Leon pelan.

Ia menyalurkan sedikit energinya ke dalam tanah seperti aliran kecil dari sungai merah yang mengalir dari tubuhnya. Saat energi itu meresap, tanah mulai bergetar pelan… suara seperti retakan batu terdengar samar, diiringi kilatan cahaya merah kegelapan yang muncul dari sela-sela tanah.

Dalam hitungan detik, cahaya itu membentuk pola. Sebuah array raksasa dengan simbol kuno muncul, memancarkan aura yang menakutkan. Kabut seolah menjauh darinya. Lalu, BRUUKK… tanah di depan Leon runtuh!

Retakan itu melebar, lalu berubah menjadi sebuah lubang besar. Tangga batu berlumut menurun ke bawah tanah. Nafas Leon membeku sejenak saat melihatnya.

“Ini dia…” gumamnya pelan. “Pintu masuk ke segel iblis.”

Tanpa bicara lagi, Leon dan Leona turun menapaki tangga yang dingin dan lembab. Setiap langkah terasa berat, seolah energi gelap di tempat itu menolak kehadiran mereka. Cahaya dari tubuh Leon menjadi satu-satunya penerangan.

Mereka terus berjalan… menurun… dan menurun… sampai akhirnya mereka tiba.

Di dasar lorong itu, berdiri sebuah gerbang batu yang sangat besar. Gerbang itu ditutup oleh rantai raksasa berwarna hitam gelap, dan ukiran-ukiran kuno terlihat di seluruh permukaannya. Aura jahat menyelimuti tempat itu, seolah ada sesuatu yang tertidur… atau menunggu.

Leon menatap gerbang itu tajam, lalu melirik ke arah Leona. "Leona," ucapnya pelan. "Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan."

Leona, masih dalam wujud kucing, mendengus kecil lalu melompat ke depan. Dalam lompatan itu, tubuhnya mulai bercahaya… dan berubah. Dalam sekejap, wujud manusia Leona muncul: rambut merah berkilau, pakaian tempur dari dimensi pusaka menyelimuti tubuh rampingnya. Mata emasnya menatap gerbang itu dengan percaya diri.

"Aku sudah menunggu momen ini," katanya dengan senyum kecil, lalu mengepalkan tangan kanannya.

Cahaya merah menyala terang dari telapak tangannya. Energi murni berkumpul, berputar seperti badai mini, lalu menyatu menjadi satu titik padat.

Leon mundur selangkah, memberikan ruang. Udara di sekitar mereka mulai bergetar.

"Hancurlah... penghalang lama," bisik Leona.

Dengan kekuatan penuh, Leona menghantamkan tinjunya ke gerbang. DUAAARRR!!

Terdengar suara gemuruh. Gerbang itu bergetar keras retakan besar langsung menyebar dari titik tinjunya. Rantai yang mengikatnya berderak, lalu… KRAK!... satu per satu putus.

Seketika itu juga, gelombang energi jahat menguar dari balik gerbang. Aura dingin menyelimuti mereka, seolah baru saja membuka pintu ke neraka.

Leon menahan desahan napas. Matanya tak berkedip menatap celah yang kini terbuka di antara dua daun gerbang raksasa.

"Dia... ada di dalam sana," ucapnya pelan.

Leona menoleh ke Leon. "Kau yakin siap menghadapi ini?"

Leon mengangguk mantap. "Sudah terlambat untuk mundur, Leona. Ini bukan cuma soal kekuatanku… tapi juga soal masa depan dunia ini."

Leona tersenyum tipis. "Baiklah. Maka mari kita akhiri segel ini… dan takdir yang tertulis di dalamnya."

Leon melangkah maju, satu langkah demi satu langkah… melewati celah gerbang.

Di dalam sana… kegelapan menanti.

...BERSAMBUNG ...

1
Mohd Harmizi
cm? cm thor, apa leon dan bapaknya itu tikua got
Mahlubin Ali
2x3m, 3x3m kali, broo jari kelingking kaki aja 2cm loh.
Protocetus
bro sy mampir ya. Liat postingan dari grup 💪
mary dice
sama halnya mendeteksi gerakan jantung bawaan 🤔
Ruslan Faisal
Luar biasa
Wulan Sari
lanjut Thor semangat 💪❤️🙂🙏
Fery Aprizal Siregar
terlalu banyak tipo cerita trllu banyak basa basi pembaja jd mals baca cerita ne
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Fati Aro Zega
kekuatannya agak terlalu cepat berkembang, tidak ada proses adaptasi dengan tubuh pemilik yang alami dan lemah
Fati Aro Zega
awal ceritanya cukup bagus
Aisyah Suyuti
seru
Wulan Sari
critanya menarik 👍 trimakasih Thor 💪👍❤️🙏
Eda Eda
👍
Vermillion Flash
Lanjutkan kerja kerasmu thor
MS
jangan banyak banyak istrinya, susah nanti ngurusnya hahaha
Boruto Flash Animation
gass terus jangan kasih kendor
ZtrikeBeatZ
banyakin pertarungannya thor
Wella
waduh istrinya 3
Ringkasan Dunia
ceritanya bagus banget
Masniyarti
banyakin adegan romantisnya thor
Excel
jangan kasih kendor thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!