Indonesia
NovelToon NovelToon
My Geeky Secretary

My Geeky Secretary

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:241.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tria Sulistia

Rania Anindita.

Gadis culun yang baru terjun ke dunia kerja. Rania selalu ceroboh dan payah dalam segala hal.

Suatu hari tak disangka dia ternyata diterima bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Irawan Group.

Banyak rintangan yang harus dilewati Rania. Termasuk rintangan untuk mendapatkan hati Aiden karena Rania telah jatuh cinta pada bosnya yang dingin itu.

Aiden Abimanyu.

Seorang CEO muda yang terpaksa menerima Rania sebagai sekretaris karena permintaan sang ibu.

Aiden berusaha agar Rania tidak betah bekerja dengannya. Tapi lama-kelamaan, dia sendiri merasa marah ketika Rania dekat dengan pria lain.

Bagaimana perjalanan Rania meraih kesuksesan karir dan cintanya? Ikuti terus ya.

Jangan lupa Like, Komen, dan vote. Happy Reading Guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tria Sulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 Excelllent Secretary

Rania berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang pertemuan, sekilas dia melirik jam di ponselnya, lalu berdecak gelisah menunggu kedatangan Aiden. 

Rapat dengan para pemegang saham sudah hampir dimulai, tapi si Bos belum menampakan batang hidungnya. 

Rania tidak tahu kemana perginya Aiden. Padahal semua orang hanya tinggal menunggu satu pria itu. 

Berulang kali Rania mencoba menelepon Aiden tapi sampai lima belas panggilan, tak ada satu pun panggilan yang diangkat.

Rania menarik nafas panjang dan menghembuskan melalui mulut. Berusaha untuk tetap tenang. Kemudian dicobanya satu kali lagi menelepon Aiden. 

Dan seketika Rania terlonjak senang kala telepon itu terhubung. 

"Bos, where are you? Semua orang menunggu Bos di sini," desis Rania yang geram pada Aiden.

"Aku masih di jalan. Dan masalahnya aku terjebak macet, Rania."

Di seberang sana Aiden menjulurkan leher untuk dapat melihat penyebab kemacetan. Sedangkan di samping Aiden, seorang pria yang sedang menyupir beberapa kali menekan klakson tidak sabar. 

Aiden sudah kembali dari Surabaya membereskan masalah yang terjadi di kantor cabang dan dia serahkan pada Abe yang akan menangani sisanya. 

Aiden melakukan perjalanan ekspres menggunakan pesawat jet pribadi. Namun, di luar kuasanya, begitu keluar dari bandara, Aiden terjebak macet di jalan raya. 

Rania menghembuskan nafas gelisah dan menjejakan kakinya yang gemetar. 

"Lalu bagaimana, Bos?" tanya Rania yang pasrah. "Aku akan katakan pada semua orang kalau rapatnya diundur?"

"Jangan! Itu akan menurunkan citraku sebagai CEO," Aiden berkata cepat. "Aku serahkan saja semua padamu. Aku percaya kamu bisa meng-handle rapat sebagai pengantiku untuk sementara."

"Hah?" Rania tercengang mendengar perkataan Aiden. 

Tanpa sadar Rania sampai melongo, dan buru-buru dia tutup mulutnya sendiri menggunakan telapak tangan. 

Lalu Rania menajamkan telinga dan bertanya sekali lagi untuk memastikan. "Bos yakin?"

"Iya, aku yakin kamu bisa."

"Tapi, Bos. Bos kan tahu kalau aku gampang terkena demam panggung."

"Rania, dengarkan aku! Aku percaya kamu bisa. Bila kamu gugup, cukup kamu pejamkan mata sejenak,  atur nafas dan bayangkan wajahku, maka demam panggungmu akan hilang."

Tanpa diketahui oleh Rania, di ujung telepon sana Aiden tengah tersenyum penuh percaya diri. Dia sangat yakin Rania tidak akan gugup jika membayangkan wajahnya. 

Itu karena akhir-akhir ini Rania selalu melawan perintah dan tak segan untuk berdebat dengan Aiden. 

Hening sejenak. Baik Aiden maupun Rania tak ada yang berbicara. 

Rania terdiam tengah mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk berbicara di depan para pemegang saham. Lalu telinga Rania menangkap suara Aiden yang terdengar begitu lembut, tak seperti biasanya.

"I trust you, Rania. You are my excellent secretary."

Kening Rania mengerut, "Bos tidak salah? Excellent secretary? Bukannya my geeky secretary?"

Aiden memutar bola matanya malas. Di saat dia berbicara serius, Rania malah menganggapnya sebagai candaan. 

"Ya, kamu excellent kok. Meski kadang-kadang geeky alias culun," kini suara Aiden sudah kembali ke mode galak. "Sudahlah. Jangan buang-buang waktu!"

Secepat mungkin Rania menjauhkan ponsel dari telinganya yang sakit akibat Aiden yang berteriak kencang. Sekilas Rania mengusap daun telinganya. 

"Iya, baik, Bos. Dan secepatnya Bos segera datang kemari."

Tut. 

Telepon dimatikan dan Rania menghirup nafas panjang sebelum masuk ke dalam ruangan. Dia mengambil alih tempat duduk Aiden lalu menundukkan kepala memberi hormat pada semua orang yang kini tengah menatapnya. 

Dalam sekejap keringat dingin membasahi kening Rania. Dia menelan salivanya dengan susah payah,  seolah ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya. 

Tangan Rania gemeraran sehingga dia mengepalkan kuat untuk menghilangkan rasa gugup yang melanda.

"Di mana Tuan Aiden?" tanya salah seorang pria yang rambutnya sudah setengah beruban.

"B-b bos s-s…" 

Rania menghela nafas dan menunduk. Dia menggigit bibir bawah yang juga gemetaran dan membuatnya tak mampu berkata dengan lancar. 

Manik mata Rania menyapu pandangan ke sekeliling. Di mana perhatian semua orang tertuju padanya. Menjadikan demam panggung Rania bertambah parah. 

Bahkan kini kepala Rania terasa pening dan pandangan yang berputar-putar. Kalau dia tidak berpegangan pada sisi meja, mungkin Rania akan jatuh pingsan. 

Seketika itu, Rania teringat akan pesan dari Aiden.

Bila kamu gugup, cukup kamu pejamkan mata sejenak, atur nafas dan bayangkan wajahku, maka demam panggungmu akan hilang.

"Apa salahnya dicoba?" gumam Rania pada dirinya sendiri. 

Rania memejamkan matanya, dihirupnya nafas dalam-dalam, memasukan seluruh udara ke dalam paru-parunya lalu dia hembuskan melalui mulut. 

Rania berusaha membayangkan wajah Aiden. Meski di dalam benaknya, Aiden tampak seperti menyeringai dan berwajah galak tapi dapat cukup membuat Rania sedikit tenang. 

Perlahan Rania membuka mata. Dia menegakkan punggung pertanda bahwa kepercayaan dirinya naik satu tingkat. 

"Saya berterima kasih pada semuanya yang telah hadir dalam rapat kali ini. Namun, Tuan Aiden saat ini tengah mengalami sedikit masalah dan beliau sedang berusaha untuk datang kemari," terang Rania yang suaranya masih terdengar gemetar tapi tidak terlalu parah. 

Sebagian orang pun mengangguk paham, dan Rania pun melanjutkan ucapannya. 

"Maka dari itu, saya selaku sekretaris Tuan Aiden yang akan mengambil alih posisi beliau."

*

*

*

Aiden berlari menuju ruangan yang menjadi tempat pertemuan dengan para pemegang saham. Dia tahu dia pasti sudah tertinggal jauh.

Namun, didorong oleh rasa penasaran akan bagaimana Rania memimpin rapat kali ini, membuat Aiden menerobos pintu begitu saja.

Dan bertepatan dengan Aiden yang masuk, semua orang berdiri dan serempak bertepuk tangan. 

Mereka bukan memberikan bertepuk tangan pada Aiden tapi pada Rania yang sedang berdiri sambil menampilkan senyum manis. 

Tanpa perlu bertanya pun, Aiden sudah tahu kalau Rania berhasil menyakinkan para pemegang saham untuk tetap berinvestasi di perusahaan Irawan Group. 

Lantas begitu menyadari kedatangan Aiden, semua orang berpaling pada pria yang masih tetap tampan meski dalam balutan pakaian yang sedikit berantakan.

Aiden berjalan menghampiri Rania. Dia berdiri tepat di samping sekretarisnya itu serta merangkul dengan sangat kuat. 

"Saya Aiden Abimanyu, setuju akan semua hasil rapat hari ini dan juga… " Aiden menoleh pada Rania. "Semua yang diucapkan oleh sekretaris saya."

Tepuk tangan kembali menggema. Kali ini lebih nyaring dari sebelumnya. 

Di tengah riuhnya tepuk tangan, Rania berbisik di depan telinga Aiden. 

"Bos yakin setuju akan semua perkataan saya selama rapat. Bos kan tidak tahu apa saja yang aku katakan tadi."

Aiden berbicara tanpa menggerakan bibir. Namun cukup dapat didengar oleh Rania. 

"Kamu tidak bicara yang aneh-aneh kan?"

Rania sedikit ragu. Dia menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal lalu terkekeh pelan. 

"Tidak sih, Bos."

1
Mutiara
Luar biasa
tria sulistia: teruma kasih banyak kak mutiara 😄
total 1 replies
Sunarti
di ancam sang mama
Sunarti
Bella luna niat yg jahat utk menjatuhkan Rania
Sunarti
sekretaris bayangan trs kerjanya gimana
Sunarti
blm apa " sdh menyepelekan Rania dan memandang rendah
💕 suka aja ☀️🔆
mulai perhatian bang Aiden
cccc
Author, apa Rania tdk diperlihatkan ada susi baiknya y? misalnya cekatan, pintar atau baik hati walaupun tdk cantik, tdk kaya. Jgn dibuat jelek semua sifatnya dong...biar ada sisi positifnya jg.
Uthie
Nemu genre cerita yg ku suka 👍🤗
Dewi Retno purbasari Purbasari
Cerita lucu, kok udah tamat aja. Semangat
RosMa🌹🌹🌹
bagus
RosMa🌹🌹🌹
kena mental tuh si playboy cap kadal😂😂😂
Rini Vieza
Pak Raden tipekal bapak yang arogan👊👊 paling sebel klau ada bapak kayak gitu, sdh g ikut ngerawat anak eeee.....pas anak sdh gede tinggal comot aja , kayak ambil cilok ae😡😡
💗vanilla💗🎶
nyali nya rania besar jg 😁
💗vanilla💗🎶
br mampir ni thor 😁
tria sulistia: terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
Wina Ningsih
hallo salam kenal thor
Wina Ningsih: suka bngt deh sama novel2 nya,ceritanya engga kepanjangan,tp jelas,ga kaya novel2 yg lain yg ceritanya terlalu panjang menurut saya,semangat trus ya thor dalam berkarya..
total 1 replies
Rozi Laura
bagus sekali
Lailatul Huda
jahat banget
Beloved vindra
🤣🤣🤣🤣🤣
Arya Adikara
hahahaha.... kirain akan di siksa dulu spt membersihkan ruangan /kamar madi dan lainya ternyata dugaanku salah... kirain seperti novel" lain. akan ku lanjutkan membaca siapa tau lebih seru
Azam Airin Ainun
kapok dah si aiden😵‍💫😵‍💫😵‍💫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!