Mendadak Nikah sama playboy? What mana ada yang mau nikah sama Playboy! Apalagi seorang Jia.
Lalu bagaimana Jia bisa menikah dengan playboy kelas kakap? So lets read this story.
With Love, Juju
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Libur
Hari ini aku dan Leo libur bekerja, wekend dan aku mendapatkan libur. Pagi-pagi sekali Leo membangunkan ku untuk bersepeda mengelilingi komplek.
Tolong, hari libur itu untuk bermalas-malasan bukan untuk berolahraga ataupun bersepeda.
“kita tidak punya sepeda kalau-kalau kau lupa” ujarku masih memejamkan mata,
“aku sudah membelinya 3 hari yang lalu Ji, jadi tidak ada alasan lagi. Ayo cepatlah bangun”
“kau saja Le, aku sangat mengantuk” ujarku malas dan enggan turun dari kasur.
“pokoknya harus Ji, kalau kau tidak pergi bersamaku maka akan banyak wanita yang akan mendekatiku nantinya”
“terserah”
“bangun dan kita bersepeda sekarang atau aku cium sekarang”
Perkataan Leo barusan membuatku langsung bangun dari tidurku, aku bahkan langsung berdiri tidak duduk terlebih dahulu sehingga kepalaku pusing sekali.
Aku memutar bola mataku dengan malas ketika mendengar Leo tertawa.
“cepatlah, sebentar lagi hari makin tinggi”
“baiklah, aku akan bersiap kau tunggu aku didepan” Leo langsung mengangguk sambil tersenyum lalu keluar dari kamar.
Sebenarnya siap-siap yang kumaksud adalah hanya mencuci wajah dan mengganti piyama ku dengan pakaian santai yang cocok untuk bersepeda.
Setelah selesai bersiap aku keluar, benar saja yang dikatakan Leo. Sudah ada dua sepeda, ah tidak 3 sepeda lebih tepatnya. Dua sepeda biasa saja dan satu lagi sepeda untuk dua orang.
“kau pilih mau yang romantis atau yang biasa saja” ujar Leo dengan tersenyum jahil, aku langsung memilik sepeda untuk satu orang.
“aku pilih yang ini” jawabku membuat Leo terkekeh pelan.
Kami mulai keluar dari perkarang rumah dan mulai bersepeda mengelilingi komplek perumahan, sesekali kami menyapa tetangga yang sedang berada diluar atau pun yang sedang menyiram bunga.
Aku menepikan sepedaku dipinggir jalan membuat Leo ikut menghentikan sepedanya, lelah sekali. Inikah efek jarang berolahraga.
“minum dulu” ujar Leo memberikanku botol minum sebelum itu Leo sudah membukakan minum untukku.
“terima kasih” ucapku segera minum, lega sekali.
“kita pulang saja ya Le, aku lelah sekali. Kakiku rasanya ingin lepas” mendengar perkataanku Leo terkekeh tidak hanya terkekeh Leo bahkan sekarang sudah tertawa.
“tadi aku sudah menyarankanmu bersepeda untuk 2 orang tapi kau dengan sombongnya memilih sepeda yang itu” jawab Leo membuat ku cemberut.
“sudah ah, aku pulang berjalan saja” aku meletakan sembarang sepedaku, dan memilih untuk berjalan untuk pulang.
“yakin kau mau berjalan, kita sudah lumayan jauh dari rumah” ujar Leo membuat langkah ku terhenti, benar apa yang dikatakan oleh Leo. Kaki ku bisa saja mati lemas ketika sampai dirumah.
Aku berbalik mengambil sepedaku namun Leo menghentikanku,
“kenapa lagi sekarang?” tanyaku sambil merengek pelan.
“naik disini” pinta Leo sambil menunjuk depannya dan meletakan handuk nya disana.
“agar tidak sakit” ujar Leo membuatku menganggukan kepalaku, aku naik didepan Leo. Aku melirik sepedak yang sudah tergeletak dipinggir jalan.
“tapi sepedaku...”
“biarkan saja, nanti akan ada yang mengambilnya”
Alih-alih berpegangan pada stang sepeda Leo malah membawa tanganku untuk melingkar dipinggangnya. Aku tidak menolak, toh ini sangat nyaman.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI
KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,