Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
"Siapa nama kalian?" tubuh keduanya menempel di tembok, di kungkung oleh kedua tangan Zayn.
Zayn menempelkan hidung nya di pipi Adrena, seketika Adrena membuang pandangan nya.
Tangannya meremas sesuatu milik Sasha, yang ia lihat ukuran nya lebih besar dari ukuran siswi yang lain.
"Dasar penjahat kelamin" geram Sasha.
Zayn melihat nametag keduanya.
"Sasha dan Adrena" gumam Zayn.
Zayn menatap manik kecoklatan milik Adrena, yang di tatap justru saat ini tengah ketakutan.
"Kita main bertiga" seringai Zayn.
"Dasar sialan" Sasha menghajar Zayn, jangan anggap remeh ia selalu mengikuti les muaythai. Awal nya ia ingin cepat menurunkan berat badan karena ia sudah bosan melakukan gym bersama kakak sepupunya, Edric.
"Shit" Zayn mengusap sudut bibir nya yang berdarah.
"Rasakan" Adrena dan Sasha berjalan menuju koridor ke arah kelas mereka.
*****
"Sam" sapa seseorang yang menghampiri dirinya.
Sam tampak menolehkan wajahnya.
"Putri" ucap Sam pelan.
"Gimana kabar mu?" Putri duduk di hadapan Sam.
"Aku baik" jawab Sam sambil berusaha tersenyum.
"kata Nick kamu sudah menikah" terdengar ada nada cemburu.
"Sepertinya kamu sedang tidak baik, ada apa? kamu bisa cerita ke aku kita ini bukan orang asing"
Sam menggeleng, enggan membuka aib rumah tangga nya dengan cepat. Putri pun diam cukup mengerti dengan melihat keadaan Sam saat ini.
"Aku tinggal dulu ya, kamu masih lama?" tanya Sam.
Putri mengangguk.
Sejenak putri melihat Sam menjauh dari cafe, membawa koper serta ransel di punggungnya. Ya, meskipun saat ini Bram dan Mika sudah tidak menginjakkan kaki nya ke rumah namun ia tetap dengan keputusan nya untuk menenangkan diri. Khaira masih tinggal di rumah bersama orang tua Sam, ia belum memberikan keputusan untuk rumah tangga nya.
Sam melajukan motornya, kembali membelah jalanan, tujuan nya saat ini ia menuju apartemen milik temannya yang akan ia sewa lalu tinggal menunggu panggilan kerja. Ia tidak sudi bekerja lagi di tempat kakaknya yang menghianati dirinya.
Deg.
Nampak Bram sudah berdiri tepat di depan pintu apartemennya milik temannya.
Siapa yang memberi tahu nya, batin Sam.
Ia membuka kunci pintu apartemen, dan melewati Bram begitu saja seolah tidak ada orang lain di sana.
"Besok aku dan Mikha berangkat ke Osaka, aku memang bukan kakak yang baik. Tapi percayalah aku sangat menyesal dan mulai saat ini mungkin aku tidak akan pernah kembali kesini" tutur Bram dengan pelan.
Sam memandang kakak nya itu, mencari kejujuran di matanya, namun tak ada jejak kebohongan di sana.
Sam mengangguk, lalu menutup pintu setelah Bram meninggalkan dirinya sendiri.
Kini Sam merebahkan tubuh nya di ranjang, pikirannya berkecamuk ia dilanda kebingungan, bagaimana menentukan keputusan kehidupan rumah tangga nya.
Jika dirinya kembali pada Khaira, hatinya masih sakit atas pengkhianatan istri nya itu. Untuk melepaskan nya pun tidak mungkin lagi ada darah daging nya yang mungkin sebentar lagi akan terlahir ke dunia ini.
Sam malah membayangkan bagaimana wajah anak nya itu apakah akan mirip dengan dirinya?
Tiba-tiba pikirannya teringat dengan hubungan Bram dan Khaira mungkin kah mereka melakukan kegiatan layaknya hubungan suami istri, jika benar tega sekali Khaira melakukan nya pasti anaknya di dalam sana kesakitan, itulah yang ada di pikiran Bram saat ini.