Indonesia
NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

Malam hari di sebuah hotel bintang lima nampak seorang gadis cantik yang sedang tertawa bahagia karena malam ini gadis itu resmi resign dari kerjaan nya.

Alana Maheswari seorang artis terkenal dan papan atas yang berusia dua puluh dua tahun. Alana menjadi artis sejak usia nya menginjak tujuh tahun. Namun beberapa bulan lalu Alana memilih resign dari dunia hiburan karena ingin fokus kuliah lalu meraih cita cita nya dan hari ini Alana resmi resign dari dunia hiburan.

Menjadi artis bukan lah impian Alana sejak dulu namun karena orang tua Alana sudah terlanjur memasukkan Alana ke dunia hiburan akhir nya Alana melanjutkan karir tersebut.

Dan sekarang Alana akan bebas melakukan apapun yang dia ingin kan. Sejak menjadi Artis hidup Alana sangat tertekan karena harus mengikuti aturan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 29

Hari demi hari berlalu namun Amel masih seperti sebelum nya duduk merenung dan tidak banyak bicara di dalam kamar padahal hari ini adalah pelaksanaan pernikahan.

Dengan gaun pengantin yang begitu indah dan mewah, Amel duduk menghadap cermin dengan wajah suram. menatap bayangan nya yang seperti gadis bodoh di sana.

"Akhhh takdir macam apa inu!!" teriak Amel melempar sebuah botol parfum tepat ke cermin saat melihat diri nya yang begitu menyedihkan.

Dari balik kamar Aurel mendengar suara Amel yang berteriak histeris. Aurel baru tahu hari ini jika Amel akan menikah, sebenarnya Aurel agak sedih karena tau kabar bahagia ini belakangan tapi mendengar cerita Amel membuat Aurel merasa iba.

Setelah menunggu hampir satu jam akhir nya pengawal Arka datang menjemput calon pengantin Tuan Muda.

Amel berjalan nampak begitu cantik dan anggun walaupun tidak ada senyuman di wajah Amel sedikit pun, hanya mata yang sembab namun tidak memudarkan kecantikan yang Amel miliki.

Amel berjalan sembari melihat ke kiri dan kanan berharap ada celah sedikit pun untuk Amel bisa kabur dari pernikahan buruk ini. Namun pengawal Arka yang begitu banyak dan Keluarga Arka yang terus memperhatikan gerak gerik Amel membuat Amel tidak bisa kabur dan hanya pasrah saja.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Setelah cukup lama akhirnya mobil itu berhenti di sebuah mansion mewah mirip istana tak jauh dari pusat kota.

Sebelum keluar dari mobil Amel menatap keluar jendela, ada begitu banyak orang yang menunggu kehadiran nya.

"Banyak tamu yang datang, kakak jangan gugup yah" ucap Aurel yang juga memperhatikan mansion sembari mengulurkan tangan dengan senyuman indah terukir di wajah nya.

Araya pun menerima uluran tangan Aurel lalu berjalan di red karpet dan melewati begitu banyak orang dengan pandangan yang berbeda beda.

Di depan pintu mansion calon ibu mertua nya telah menunggu Amel dan melebarkan tangan buat Amel untuk memeluk nya.

"Perkenalkan menantu ku yang sangat cantik dan manis"

Amel hanya diam lalu kembali berjalan menuju Altar pernikahan dan tempat janji suci akan di lakukan. Dengan kepala yang di hiasi selendang putih Amel berjalan menjauh dari keramaian.

Di sana hanya ada beberapa orang saja dan wartawan, serta fotografer untuk mengambil gambar mereka.

Setalah beberapa menit Akhir nya mempelai pria datang dengan jas yang senada dengan gaun Amel. Arka begitu tampan dan berkarisma membuat semua para tamu kagum pada nya.

Samar samar Amel melihat Arka duduk tepat di samping nya.

Mata Amel membola lebar saat melihat dengan jelas wajah sang suami walaupun Arka menggunakan kacamata hitam namun  Arka tetap terlihat gagah dan berkarisma.

Deg.. Deg.. Deg

Jantung Amel seakan ingin berhenti karena terus berdebar debar melihat ketampanan Arka.

Malam itu Amel tidak terlalu perdulu dan tidak memperhatikan wajah Arka. Ini adalah pertemuan ke dua mereka dan Amel baru memperhatikan wajah Arka yang sangat tampan.

Amel terus melirik Arka dari balik selendang yang Amel kenakan, hingga tanpa sadar Arka telah mengucap kan janji suci di depan penghulu.

Saat semua orang bergemuruh dan bertepuk tangan, Amel terhentak dan dengan cepat memalingkan wajah nya.

Setelah mengucapkan janji suci, Arka memasangkan cincin permata di jari manis Amel begitu pun sebalik nya, Amel juga memasangkan cincin untuk Arka walaupun tangan Amel sangat gemetar dan gugup.

Setelah prosesi bertukar cincin, Kini masuk ke prosesi di mana Arka akan mencium kening Amel

Semua tamu, wartawan dan fotografer bersiap mengambil foto mereka dan semua orang pun bertepuk tangan.

Cup

Setelah mencium kening Amel, Arka segera berdiri lalu meninggalkan Amel sendirian di sana.

Acara resepsi pun di mulai, namun Amel hanya mengempal kan tangan saat Arka pergi bersama asisten nya. bagaimana bisa Amel berdiri sendiri di atas pelaminan tanpa seorang pasangan, membuat Amel terlihat begitu bodoh.

Pernikahan ini bener bener membuat Amel muak dan berfikir akan kabur setelah prosesi nikah. Amel tidak lagi berfikir bagaimana kehidupan Amel selanjut nya yang jelas di pikiran Amel hanya bagaimana dia bisa kabur dari pernikahan konyol ini.

Aurel yang melihat Amel hanya sendirian di altar pernikahan pun berniat menghampiri nya. "Senyum dong kak biar makin cantik" goda Aurel saat sampai di samping Amel.

"Lagi ngak mood"

"Jangan gitu dong" Aurel mencolek dagu Amel sembari tersenyum "Jangan lupa buatin aku ponakan dua, aku mau cowok satu dan cewek satu, harus imut kayak aku yah kak" Aurel tersenyum genit sementara Amel bergelik ngeri saat membayang kan malam pertama nya bersama pria asing.

"Kau saja yang buat" kata Amel judes

"Nanti aku buat kalau udah punya pacar" Aurel tertawa puas saat melihat expresi Amel yang berubah tegang dan sedikit raut kemaran di wajah cantik nya.

"Awas saja kalau berani" kata nya dengan tegas dan tatapan mematikan namun Aurel hanya tertawa menanggapi nya.

****

Kini suasana mansion mulai sepi dengan tamu undangan, Amel di tuntun oleh pelayan pribadi Arka untuk segera istirahat. Namun dengan cepat Lusy menarik tangan Amel lalu memeluk nya dengan erat dan menangis

"Mari, Nyonya" Ucap pelayan itu menuntun Amel meninggal kan Lusy dengan tangis nya.

Amel hanya bisa menangis saat di bawa oleh pelayan menuju mobil mewah milik Arka.

Di dalam mobil Amel terus memandang keluar jendela dengan menggigit jari telunjuk nya karena gugup. Mobil itu berjalan menjauhi pusat kota dan kini masuk ke dalam hutan membuat Amel bergelik ngeri dengan suasana baru.

Hati Amel merasa begitu takut melewati hutan itu. bahkan tidak ada kendaraan satu pun yang melewati jalan itu. benar benar seperti jalan berhantu.

Setelah melewati hutan yang begitu jauh ahkir nya mobil yang di tumpangi oleh Amel sampai di sebuah mansion mewah, lebih mewah di banding mansion milik Tuan Abraham yang berada di pusat kota.

Sejenak Amel terpukau melihat Mansion mewah yang mirip kastil seperti layak nya istana Rapunsel. Dan di satu sisi Amel juga takut, jantung Amel berdetak begitu cepat karena rasa takut berada dalam hutan yang begitu mengerikan.

Amel masuk kedalam mansion dengan sambutan beberapa pelayan dan ngawal yang membungkukkan tubuh nya menyambut kedatangan Amel.

Sejenak Amel terpukau melihat Mansion mewah yang mirip kastil seperti layak nya istana Rapunsel. Dan di satu sisi Amel juga takut, jantung Amel berdetak begitu cepat karena rasa takut berada dalam hutan yang begitu mengerikan.

Amel masuk kedalam mansion dengan sambutan beberapa pelayan dan ngawal yang membungkukkan tubuh nya menyambut kedatangan Amel.

"Selamat datang Nona Muda" ucap pelayan dan pengawal secara bersamaan.

Amel yang tidak terbiasa pun merasa canggung dan kebingungan dengan keadaan nya sekarang.

"Apakah aku bener benar manjadi nona muda dadakan di mansion ini? Rasa nya seperti mimpi buruk saja" Batin Amel melirik pelayan dan pengawal bergantian "Mengapa hidup ku begitu menyedihkan" Lanjut Amel begitu frustasi.

"Mari Nona Muda, aku akan mengantar anda ke dalam kamar" Ucap salah satu pelayan yang sudah berumur bernama bibi Fu.

"Kamar siapa?"

"Kamar anda nona, kamar siapa lagi?" bibi Fu tersenyum melihat Amel yang nampak kebingungan.

"Oh iya" jawab Amel singkat dan pelayan itu pun mengantar Amel masuk kedalam kamar yang begitu mewah dan luas.

"Semoga saja dia tidak ada di dalam kamar" batin Amel.

Awal nya Amel ragu ragu untuk masuk ke dalam, takut suami nya menunggu di dalam namun dengan terpaksa Amel masuk dengan lankah gontai.

Amel berjalan ke tepi ranjang dan melihat seisi kamar mewah itu, tapi Amel tidak melihat suami nya setelah keluar dari Altar pernikahan.

"Nona Muda, apakah anda menginginkan sesuatu?" tanyak pelayan itu.

"Tidak" Jawab Amel cepat.

Bibi Fu seorang pelayan senior yang tampak berpengalaman tersenyum pada Amel sedangkan Amel hanya diam saja.

Entah mengapa Amel yang sedari tadi sibuk melihat furniture kamar itu pun terhenti dan membayangkan malam pertama nya yang begitu menyedihkan. Amel semakin kalut dan ketakutan.

"Baiklah, jika anda membutuhkan sesuatu panggil aku saja" ucap bibi fu dengan tersenyum sembari berjalan keluar dan menutup pintu kamar dengan perlahan.

Amel lalu duduk di sebuah sofa dekat jendela sembari meratapi nasip nya sembari menatap bulan dan bintang yang bertebaran di atas langit berwarna hitam.

Cukup lama Amel termenung dekat jendela hingga suara ketokan pintu dari luar membuat Amel kaget.

tok

tok

tok

Suara ketukan membuyarkan lamunan Amel hingga beberapa menit kemudian Amel mempersilahkan pelayan itu untuk masuk.

Bibi fu kembali masuk ke kamar Amel dengan membawa beberapa paper bag dan berjalan mendekati Amel "Nona, ini pakaian yang harus anda kenakan malam ini di depan Tuan Muda Arka" Bibi fu berkata sembari menaruh paper bag itu ke atas ranjang king zize.

"Makasih" Amel hanya melirik nya sebentar.

Setelah kepergian Bibi Gu, Amel berjalan dan berniat melihat isi paper bag itu. "Baju macam apa ini!! Jika aku mengenakan nya aku pasti akan masuk angin" Amel terkejut melihat isi paper bag itu yaitu baju haram yang kekurangan bahan.

Amel berfikir sejenak, apakah dia harus mengenakan baju haram itu atau terus memakai gaun pengantin ini. Karena di dalam kamar itu Amel tidak melihat koper nya atau barang-barang yang Amel bawa dari rumah nya sendiri.

Setelah berfikir cukup lama Akhir nya Amel memilih untuk merebahkan tubuh nya yang lelah di ranjang empuk dan dengan cepat Amel sudah berada di alam mimpi.

***

Kilau cahaya mentari dari sela sela jendela beranda kamar menusuk mata Amel yang setengah terbuka.

Amel terhentak melihat kamar yang aneh, kamar yang tidak perna Amel liat sebelum nya. Amel duduk di tepi ranjang dan mengumpul kan puing puing nyawa yang entah kemana.

Mata Amel terbelalak melihat tubuh nya yang masih memakai gaun pengantin dan make up yang belum di bersikan.

Tok

Tok

"Nona, apa kami boleh masuk" tanyak seorang pelayan dari balik pintu kamar Amel.

Suara ketukan pintu membuat Amel tersentak dan segera mengambil selimut agar menutupi tubuh nya yang masih memakai gaun pengantin.

"Silahkan masuk" jawab Amel cepat.

Setelah mendengar jawaban Amel, para pelayan itu pun masuk mengahampiri Amel. Ada sekitar tiga orang pelayan yang menghampiri Amel.

"Selamat pagi Nona, Saya bibi fu, kepala pelayan di mansion ini" bibi fu membungkukku kan badan nya 90 derajat di depan Amel.

"Selamat pagi Nona, Saya Lili asisten pribadi Nona Amel dan saya akan melayani Nona sebisa saya" Lili juga ikut membungkukkan badan nya di depan Amel.

Entah ini mimpi seperti apa, kehidupan Amel berubah 180 derajat sejak masuk di keluarga Abraham. Hidup bagaikan ratu di sebuah mansion mirip kastil ini membuat hidup Amel lebih suram.

Mendengar kepala pelayan dan asisten pribadi nya, Amel hanya tersenyum sembari mengangguk.

"Kalau begitu saya permisi Nona" bibi Gu pamit undur diri dan melangkah keluar dari kamar Amel.

Kini Amel bangkit dari duduk nya dan akan segera beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi Lili membantu Amel menyiap kan Pakaian dan menata rambut Amel.

"Oh iya sejak kemarin aku tidak melihat Tuan Muda, apakah di juga tinggal di sini?" tanyak Amel sembari melihat Lili dari balik cermin yang sedang menata rambut nya.

"Semalam tuan Arka begadang di ruangan kerja nya, maka dari itu beliu tidak datang ke kamar anda" Jawab Lili.

"Bagus lah, semoga saja dia tidak punya waktu untuk ku" oceh Amel lagi namun Lili tidak menbalas ocehan Amel.

"Sudah selesai Nona, mari sarapan dulu, Tuan Muda pasti sudah menunggu" ucap Lili.

Setelah mendengar ucapan Lili, Amel pun segera berdiri dan berjalan ke ruang makan dengan mengikuti langkah Lili.

Amel di antar ke ruang makan, di sana ada meja makan yang lumayan panjang, luas dan besar. Namun hanya ada dua kursi di meja itu.

Semua pengawal dan pelayan membungkukkan tubuh nya saat Amel melewati nya.

Amel terpesona melihat Tuan Muda Arka duduk dengan berkarisma dan dengan cepat Amel duduk di samping Tuan Muda Arka.

"Selamat pagi Tu.. Eh suami ku" Amel merasa geli mengucap kan kalimat itu namun demi menghormati Tuan Muda, Amel rela melakukan nya. Namun Arka tidak menjawab sapaan istri kecil nya.

Amel tidak bisa memanglingkan mata nya dari wajah Arka, Wajah Arka benar benar gagah, walaupun tidak ada senyuman di bibir tipis nya.

1
Revan
bagus banget, semangat 💪
Tika Jamili
wowwww
Ruang Rinduu
Cerita nya sangat menarik💗🎈👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!