Indonesia
NovelToon NovelToon
I Am VAMPIRE

I Am VAMPIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Vampir / Dunia Lain / CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Romansa Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eidolon

Cerita hidup seorang gadis bangsawan vampire yang kehilangan keluarganya akibat pembantaian yang dilakukan oleh manusia.

Dia bersembunyi dan menunggu waktu untuk melakukan balas dendam, namun ternyata takdir kembali mempermainkannya, dirinya yang terkena kutukan akibat kesalahan di masa lalu menjadi penghalang balas dendamnya.

Hidup dengan memendam dendam atau mati demi balas dendam, itulah pilihan yang harus dia ambil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eidolon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 29

Janu menjaga di depan tenda dengan cemas ketika dia tidak mendengar suara apapun didalam tenda tersebut, kakinya tidak bisa diam dan hanya mondar mandir sembari memikirkan keadaan Alena. Tanpa dia ketahui sebenarnya Eron diam-diam membawa Alena masuk kehutan dan menuju kastil mereka yang terletak jauh ditengah hutan tersebut.

Sebelumnya Eron sudah memanggil Tyson dan memberi tahu bagaimana keadaan Alena saat ini. Tyson yang mendengar itupun merasa cemas dan khawatir lalu dengan cepat melesat menuju kastil.

“Bagaimana keadaan Alena?” tanya Tyson pada penjaga kastil.

Kedua penjaga itu menggeleng. "Maaf, Tuan" jawabnya merasa bersalah.

“Nona Alena berada di dalam dengan tuan Eron, Tuan” sambung salah satu penjaga.

Mendengar itu Tyson segera memasuki kastil dan menuju kamar Alena.

Eron yang merasakan kehadiran Tyson segera bangkit dari duduknya. Mata biru Tyson aktif saat melihat kondisi tangan Alena yang terbakar karena tumpahan coklat panas itu.

“Bagaimana ini bisa terjadi Eron?” tanya Tyson murka.

“Itu karenq Javir dan juga Mala yang berebut coklat panas didekat Alena, dan akhirnya coklat itu tumpah mengenai tangan Alena” jawab Eron.

“Cepat carikan darah segar untuk Alena, biar aku yang mengobatinya.” Eron mengangguk dan segera pergi meninggalkan mereka berdua.

Keadaan Alena kini tengah tak sadarkan diri dengan wajah pusat pasi membuat Tyson menitihkan airmatanya, mereka memang bukan saudara kandung tetapi rasa sayang Tyson pada Alena melebihi kehidupannya sendiri, jika saja kutukan Alena bisa berpindah pada dirinya Tyson akan melakukan itu dengan senang hati asalkan dia tidak melihat Alena menderita.

Disaat Tyson tengah fokus mengobati Alena, tiba-tiba mata Alena terbuka dengan mata birunya yang aktif menyala terang dan memperlihatkan taringnya yang runcing.

“AAARRGH” teriak Alena yang telah siap untuk memangsa.

“Tenang lah Alena, Eron sedang mencarikan darah untukmu” ucap Tyson yang kualahan karena kekuatan Alena yang lebih besar darinya.

Untung saja setelah itu Eron datang dengan membawa dua kantung darah hewan segar yang baru saja dia dapat dari hasil berburu dihutan.

“Ini” tuturnya dengan memberikan darah itu pada Tyson.

“Minumlah, kita akan keluar.” Tyson memberi kode pada Eron untuk meninggalkan Alena sendiri.

Setelah beberapa saat mereka kembali masuk dan mendapati Alena sudah jauh lebih baik meskipun masih terlihat pucat.

“Kalian tetaplah disini jangan kembali sebelum Alena benar benar pulih” pinta Tyson.

“Tidak, itu akan membuat mereka semua curiga” tolak Alena dengan lemah.

“Benar Tyson, jika kita tidak kembali itu akan membuat mereka semua curiga, dan lagi sebentar lagi kedua perawat itu akan bangun jika kita tidak segera kesana itu akan semakin rumit” jelas Eron.

Tyson mengangguk dan akhirnya mengikuti saja apa kata mereka.

Kemudian Eron menuntun Alena dan segera melesat meninggalkan kastil.

Disisi lain Janu masih dengan perasaan khawatirnya terhadap Alena hanya bisa menunggu dan menunggu untungnya semua siswa masih melaksanakan senam pagi jadi tidak ada yang menuju ketenda kesahatan untuk melihat kondisi Alena.

Tak berselang lama Eron keluar dari dalam tena bersama Alena, dengan cepat Janu mendekat kearah mereka.

“Bagaimana? Semua baik baik saja kan?” tanya Janu.

“Tenang saja, jika aku tidak mati itu artinya semua baik baik saja” ucap Alena tersenyum pada Janu.

Janu akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar jawaban dari Alena.

“Janu, antarkan Alena ke tendanya!” perintah Eron, kemudian Janu mengambil alih Alena dan menuntunya menuju tendanya yang terletak cukup jauh dari tenda kesehatan.

...***...

Disisi lain kini Tyson tengah mengamuk di kantornya setelah kembali dari kastil, tidak ada yang berani mendekatinya bahkan Dion hanya berani berdiri diluar pintu ruangan ditemani dua pegawai lainnya.

Raut wajah Dion menunjukkan ketakutan yang luar biasa ketika mendengar suara pecahan yang terdengar dari dalam ruangan Tyson entah bagaimana keadaan ruangan itu saat ini bisa dipastikan sudah sangat berantakan, ingin sekali rasanya Dion menghentikan amukan Tyson, tetapi mengingat bahwa Tyson adalah seorang Vampire Dion mengurungkan niatnya karena dia masih menyayangi nyawanya.

Hingga beberapa saat tak terdengar lagi suara yang keluar dari dalam ruangan Dion mulai memberanikan diri untuk membuka pintu dan melihat keadaan sang pemilik ruangan.

Bisa Dion lihat keadaan Tyson saat ini tengah kacau di balik wajah tampannya itu, Tyson yang meringsut duduk dengan tatapan kosong melihat keluar jendela. Segera Dion memberi kode pada dua pegawai lainnya untuk membersihkan ruangan Tyson, sedangkan dirinya perlahan mendekat kearah Vampire itu.

“Dia membuat Alena celaka, Dion” ucapnya lirih.

“Aku tidak bisa melihat Alena kesakitan seperti tadi karena ulah keturunan Oskar itu, dia sudah mulai berani mencelakai adikku,” sambungnya geram.

“Lalu apa yang akan kamu lakukan Tyson?” tanya Dion.

“Balas dendam ini sepertinya harus cepat berjalan, bukan hanya Alena tetapi aku juga akan ikut turun untuk membunuh mereka, jika semakin lama aku takut mereka akan melakukan hal yang lebih mengingat keluarga penyihir itu sudah mengetahui identitas Alena,” jawabnya.

“Tapi bagaimana dengan Javir?” tanya Dion lagi.

Tyson terdiam sejenak memikirkan ucapan Dion. “Kita habisi yang lain terlebih dahulu sembari memastikan kebenaran tentang dia,” jawab Tyson.

“Jika semua itu benar?”

“Biarkan Alena yang menentukan, tapi kita harus lebih cepat mencari kebenaran itu sebelum Alena menghabisi Javir.” Jelas Tyson.

Dion menghela nafas pasrah mengingat rumitnya kehidupan para Vampire disekitarnya ini, terkadang dalam benaknya ingin sekali dia pergi dan menjauh dari mereka dan memulai kehidupan normal layaknya manusia biasa, tetapi mengingat leluhur keluarganya yang dulu telah dibantu oleh kedua Vampire kakak beradik itu dan berakhir dengan berjanji setia untuk tetap mengabdi pada mereka sebagai bentuk balas budi, Dion hanya bisa menepis semua keinginan yang selama ini hanya bisa dia simpan rapat didalam hatinya.

1
🌹*sekar*🌹
Lumayan
Adam Asror
entah kenapa berharap kapal javir Alena berlayar
Adam Asror
sabar ya Matteo
Adam Asror
semangat author,.
aku dukung Alena sampai balas dendam
Adam Asror
makin seru, semangat buat authornya
Silvi Aulia
aku mampir lagi Thor semangat .

jangan lupa buat mampir di karya ku ya Thor 🤗
Silvi Aulia
makin seru cerita nya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!