Raja Edward menceraikan Ratu Isabella karena ingin mempersunting Anne Bellard. Setelah perceraian tersebut, Anne Bellard akhirnya menjadi Ratu Kerajaan Evrist. Setelah memasuki istana, Ratu Anne alih-alih bahagia, tapi justru mengalami banyak kejadian memilukan. Ditengah kejadian yang menimpa Ratu Anne, Raja Edward bertemu dengan gadis muda yang menarik perhatiannya, Julia Caleste. Hal tersebut membuatnya ingin menyingkirkan Anne Bellard dari posisi ratu.
Berhasilkah Edward menyingkirkan Anne dari posisi ratu? Apa yang dilakukan oleh Anne ketika mengetahui cinta Edward telah berpaling dari dirinya? Simak kelanjutannya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama
Pesta pernikahan membuat Anne dan William cukup lelah. Keduanya ingin segera beristirahat untuk merenggangkan otot mereka yang kaku. William dan Anne melangkahkan kakinya untuk menuju kamar. Pintu kamar di buka dan keduanya masuk.
Anne sedikit terkejut melihat William ikut masuk ke dalam kamar tersebut. "Ap... apa yang Anda lakukan di kamar saya, My Lord?" tanya Anne dengan heran.
Sangat jarang bagi bangsawan kelas atas seperti Duke menggunakan kamar yang sama. Anne berpikir Duke Ashworth pasti melakukan pengaturan kamar tidur yang terpisah seperti kebanyakan bangsawan.
"Tentu saja, aku ingin tidur di kamar ini. Mengapa wajahmu terkejut seperti itu, My Lady?" jawab Edward yang disusul dengan pertanyaan ketika dia ekspresi wajah Anne.
"Kamar Anda di sini?" tanya Anne lagi seolah menekankan kata Anda.
"Ya, My Lady. Tidak ada istilah dengan pemisahan kamar bagi Keluarga Ashworth. Kita akan tidur di kamar dan melakukan aktifitas di kamar ini," jawab William. "Apa kamu pikir kita memiliki kamar masing-masing?" William mengamati ekspresi Anne dengan menyunggingkan senyumnya.
"Hmm. Aku pikir kita akan memiliki kamar tersendiri," cicit Anne.
William menatap Anne, kemudian memberikan kode mata pada pelayan. Hal itu mengisyaratkan agar beberapa pelayan yang mengikuti mereka berdua untuk pergi dari kamar. Para pelayan langsung pergi dari kamar keduanya dengan cepat.
Anne sedikit gugup menghadapi William yang menatapnya penuh perasaan. Dadanya berdebar karena hanya berdua di kamar. William mendekati Anne, keduanya berdiri berhadapan.
"Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk tidur bersama istriku setiap malam. Jangan pernah meminta kamar terpisah dariku, Duchess Ashworth." William menekankan kata Duchess seolah membuat Anne mengerti akan posisinya sebagai istri.
"Tidak! Aku tidak meminta hal tersebut!" tukas Anne dengan cepat yang membuat dirinya sendiri malu.
Anne berjalan cepat menuju ruangan yang tentunya merupakan kamar mandi di kamar mereka. Dirinya ingin menetralkan jantungnya yang berdebar dengan cepat. William membuat Anne salah tingkah dengan perkataan yang sebenarnya tidak bisa dibilang sebagai rayuan.
Setelah dapat menenangkan dirinya, Anne baru menyadari pelayan tidak membantunya untuk membuka gaunnya yang cukup rumit. Gaun pernikahan Anne dibuat oleh perancang terkenal. Menggunakan gaun pengantin itu menjadikan kecantikan berkali lipat dibandingkan biasanya. Namun, untuk melepasnya dibutuhkan seseorang untuk membukanya dari belakang.
Anne mencoba membuka gaunnya sendiri dengan menggapaikan tangan ke belakang. Usahanya sia-sia ketika dia tidak bisa meraih kancing gaun pengantin. Dengan pasrah, Anne membuka pintu kamar mandi dan melihat ke arah William yang sedang duduk bersantai.
"My Lord, dapatkah kamu membantuku?" Anne bertanya dengan gugup.
William menatap Anne dengan mata yang biru sedalam lautan samudra. Anne seolah terhipnotis dengan tatapan suaminya. Jantungnya kembali berdebar dengan cepat.
"Tentu. Apa yang bisa kubantu, My Lady?" tanya William melangkahkan kakinya mendekati Anne.
Saat Wiliam berada di depan Anne, keberanian wanita itu seolah luntur. Dia tidak dapat mengatakan pada suaminya untuk membukakan gaun yang dia pakai. William mengamati ekspresi Anne, tidak ada kata yang terlontar dari istrinya itu.
"Ak.. Aku ingin meminta tolong padamu untuk membukakan gaunku. Aku sulit menggapainya dan pelayan sudah pergi dari kamar kita. Apa aku harus memanggil pelayan agar mereka membantuku melepaskan gaun pengantin ini?" Anne mengatakan hal itu karena melihat ekspresi terkejut dari wajah William.
Anne hendak pergi dari hadapan William, tetapi langkahnya dihentikan oleh tangan suaminya. "Aku saja yang membukanya," ucap William kemudian melangkah ke belakang tubuh Anne.
Hembusan napas Wiliam dapat Anne rasakan tepat di belakangnya. Anne menahan napasnya ketika mengetahui William membuka kancing gaun Anne satu persatu. Di belakangnya, William meneguk ludahnya sendiri karena harus melakukan pekerjaan yang cukup rumit untuknya.
Ketika gaun yang dipakai Anne sedikit tertanggal, terlihat punggung putih mulus yang dimiliki Anne. William tidak dapat menahan dirinya lagi. Dia membalikkan tubuh Anne, kemudian mengatakan sesuatu yang membuat tubuh Anne bagai diserang listrik.
"Aku menginginkanmu, My Lady. Apakah kamu bersedia menyerahkan dirimu seutuhnya padaku?" tanya William.
Anne tidak menjawab pertanyaan William. Badannya terasa lemas ketika melihat wajah William yang tampan. Dirinya kini berada dalam pelukan William.
"Jawablah Anne. Kamu hanya tinggal berkata ya atau tidak. Aku tidak akan pernah memaksamu untuk melakukan hal ini denganku. Aku akan bersabar menghadapimu. Namun, bila kamu berkata tidak untuk malam ini, itu artinya aku akan tidur di kamar lain. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu bila berada satu kamar denganmu." Perkataan William menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat menahan hasratnya lebih lama lagi. Akan tetapi, pria itu ingin Anne mengizinkannya untuk menyentuhnya.
Cukup lama William menunggu dalam penantian. Anne tidak kunjung memberikan jawaban. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Wanita itu seolah belum yakin dengan William.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi saja, My Lady," ucap William yang kecewa dengan diamnya Anne.
"Tunggu, aku belum menjawab pertanyaanmu, My Lord," cegah Anne menggenggam tangan William seraya memegang atas gaunnya agar bagian atas tubuhnya tidak terekspos.
"Diammu telah cukup memberikan jawaban padaku," ujar William dingin.
Anne menghela napasnya. Dia membawa tangan William ke arah jantungnya. "Kau rasakan jantungku ini? Debarannya sangat cepat hingga membuatku takut. Aku diam bukan berarti mengatakan tidak," terang Anne sambil menampilkan senyumnya.
"Jadi?" tanya William.
"Malam ini aku milikmu, My Lord. Suamiku Duke Ashworth," jawab Anne.
Wiliam langsung menggendong Anne menuju ranjang mereka. Pria itu mengecup setiap inchi wajah Anne yang telah menawan hatinya. Anne cukup terkejut dengan reaksi William. Namun, dengan cepat menguasai dirinya dan melayani hasrat William hingga tuntas. Malam ini menjadi malam yang panjang bagi keduanya. Beberapa kali, Wiliam mengatakan perasaannya pada Anne.
"Aku mencintaimu, Anne Ashworth," ucap William yang disambut Anne dengan senyuman.
...****************...
Bersambung...
Terima kasih telah membaca.
Author baru bisa update malam, jangan lupa tinggalkan jejak dengan melakukan like, komentar, dan rating bintang 5 pada karya ini, ya. ♥️♥️♥️
Tunggu aku update besok, ya.