Indonesia
NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 31 — Negoisasi

Di dalam ruang VIP yang sunyi itu, hanya terdengar suara napas Li Weinan yang tersengal-sengal dan detak jantung Peng Wu yang berpacu liar.

Di balik topeng emasnya, Huo Li sedang berjuang keras menahan badai emosi di dalam dadanya. 'Seribu Kristal Spiritual Tingkat 2... Jika aku menukarnya ke dalam Kantong Keberuntungan, aku bisa menerobos tahap puncak Surgawi Bintang 2 atau bahkan lebih. Tapi itu bukan rencanaku.

Huo Li tahu persis. Jika ia menunjukkan sedikit saja ketertarikan atau kegembiraan terhadap angka tersebut, persona ahli misterius yang telah ia bangun susah payah akan langsung hancur berkeping-keping. Jika mereka curiga, ia bisa saja dikeroyok oleh seluruh kekuatan tempur Cabang Paviliun Dagang Anggrek Merah.

Mengandalkan kendali mutlak dari Energi Surgawi, Huo Li menetralkan detak jantungnya kembali normal. Ia melipat kedua tangannya di belakang punggung, memiringkan kepalanya sedikit, dan mendengus pelan.

"Hmph."

Suara dengusan itu sangat pelan, namun bergema berat dan penuh dengan nada cibiran yang menusuk langsung ke telinga Peng Wu dan Li Weinan.

"Hanya karena kepingan batu sekecil itu, kalian berdua bersikap seperti katak di dalam sumur yang baru pertama kali melihat luasnya langit," ucap Huo Li dingin, nada suaranya memancarkan kebosanan absolut. "Seperti yang kubilang... aku tidak peduli dengan nilai benda itu. Yang aku butuhkan hanyalah informasi."

Deg!

Peng Wu merasa seolah ada palu godam yang menghantam dadanya. Batu sekecil itu?! Nadi Spiritual Tingkat 2 yang bisa membuat para patriark dari klan tingkat 2 ataupun sekte tingkat 3 di Prefektur Naga Air saling membunuh... dianggap seperti kerikil murahan oleh pria bertopeng ini?!

Ketakutan Peng Wu berubah menjadi kekaguman yang mendalam. 'Dia pasti monster tua eksentrik dari ranah yang sangat tinggi! Hanya kultivator di Ranah Benih Spiritual atau bahkan Ranah Lautan Spiritual keatas yang berani meremehkan harta seperti ini!' batin Peng Wu, lututnya nyaris lemas.

Peng Wu segera membungkuk sembilan puluh derajat, sikapnya kini seratus kali lebih hormat daripada sebelumnya.

"Ma-Maafkan kepicikan kami, Tuan Senior! Kami yang bermata buta ini telah bertingkah memalukan!" ucap Peng Wu terbata-bata. "Silakan, Tuan Senior. Informasi apa pun yang Anda inginkan di Kota Sungai Hijau ini, Cabang Paviliun Dagang Anggrek Merah kami akan memberikannya tanpa menyembunyikan satu huruf pun!"

Huo Li menatap tajam dari balik topengnya. "Keluarga Qu dari Kota Sungai Hijau. Ceritakan semua kekuatan tersembunyi mereka, dan apa tujuan utama mereka dalam pelelangan besok malam."

Mendengar nama Keluarga Qu disebut, alis Peng Wu sedikit berkedut. Sebagai Kepala Cabang, Paviliun Dagang Anggrek Merah mereka bergerak bukan hanya dalam bidang perdagangan material dan dagang dalam bentuk lelang tapi juga informasi. Ia tahu banyak rahasia kotor kota ini. Namun, menghadapi monster tua di depannya, ia tidak berani ragu sedikit pun.

"Keluarga Qu... Di permukaan, Patriark mereka, Qu Jiang, diyakini berada di Ranah Spiritual Mendalam Tahap Puncak," jelas Peng Wu dengan suara pelan. "Namun, intelijen paviliun kami mengetahui bahwa setengah tahun yang lalu, Qu Jiang telah berhasil memadatkan setengah dari kabut spiritualnya. Dia kini berada di Ranah Setengah Langkah Benih Spiritual!"

Huo Li mendengarkan dengan saksama. 'Setengah langkah menuju Ranah Benih Spiritual... Tidak heran mereka bisa bertindak seperti penguasa absolut di kota ini.'

"Selain itu, Tuan Senior," lanjut Peng Wu, "Keluarga Qu memiliki hubungan yang sangat erat dengan salah satu Tetua Sekte Pedang Mendalam. Kami mendapat informasi bahwa untuk pelelangan besok malam, seorang utusan dari sekte tersebut telah tiba secara rahasia di kediaman Keluarga Qu untuk memberikan dukungan dana dan perlindungan."

"Dan apa yang mereka incar?" potong Huo Li.

"Sebuah gulungan seni beladiri," jawab Li Weinan kali ini, sang pakar penilai harta mengambil alih. "Bukan manual biasa, Tuan Senior. Itu adalah sebuah pecahan Manual Tingkat 3: Tubuh Emas Vajra. Keluarga Qu berniat membelinya agar Patriark mereka bisa menyempurnakan terobosannya secara utuh ke Ranah Benih Spiritual, dan juga sebagai fondasi bagi putra jenius mereka, Qu Jin, yang kabarnya akan dipromosikan menjadi murid dalam di Sekte Pedang Mendalam, dia juga akan mengikuti pelelangan besok malam."

'Qu Jin...' Batin Huo Li.

Mendengar nama itu, suhu di dalam ruang VIP mendadak anjlok drastis. Niat membunuh yang sangat pekat, dingin, dan purba bocor sedikit dari tubuh Huo Li tanpa bisa ia tahan.

Krak...

Cangkir teh porselen di atas meja Peng Wu retak dan hancur menjadi debu hanya karena tekanan aura tersebut.

Peng Wu dan Li Weinan langsung jatuh berlutut, wajah mereka pucat pasi menahan tekanan yang seolah mencekik leher mereka. 'Aura macam apa ini?!' jerit Peng Wu dalam hati, tubuhnya gemetar hebat.

Menyadari ia sedikit kehilangan kendali karena amarah masa lalunya, Huo Li segera menarik kembali auranya. Ruangan itu kembali bisa bernapas.

"Begitu rupanya," ucap Huo Li santai, seolah tekanan membunuh barusan tidak pernah terjadi. "Informasi yang cukup bagus."

Huo Li berbalik, berniat melangkah pergi. Ia sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan. 'Pecahan Manual Tingkat 3. Jika Qu Jin dan ayahnya menginginkannya... maka aku akan memastikannya menjadi angan-angan kosong bagi mereka.'

Melihat sosok agung itu hendak pergi meninggalkan kotak emas berisi Nadi Spiritual tingkat 2 di atas meja, Peng Wu tersentak panik.

"Tu-Tunggu, Tuan Senior!" teriak Peng Wu sambil memaksakan diri berdiri. "Informasi yang kami berikan sama sekali tidak sebanding dengan harga harta karun ini! Jika Anda pergi begitu saja, Cabang Paviliun Dagang Anggrek Merah kami akan berutang karma besar pada Anda. Kami tidak berani menanggungnya!"

Peng Wu merogoh ke dalam jubahnya dengan tergesa-gesa. Ia mengeluarkan sebuah plakat logam berwarna hitam legam yang memancarkan aura formasi tingkat tinggi, dihiasi ukiran bunga anggrek merah yang menyala dari dalam.

Ia menyodorkan plakat itu dengan kedua tangan yang gemetar.

"Ini adalah Plakat VIP Kelas Hitam Cabang Paviliun Dagang Anggrek Merah. Hanya ada tiga keping di seluruh Kota Sungai Hijau ini. Dengan ini, Anda memiliki akses mutlak ke ruangan kelas atas di pelelangan besok malam. Selain itu..." Peng Wu menelan ludah, "...Sebagai kompensasi atas selisih harga harta Anda, plakat ini berisi dana cadangan paviliun sebesar Lima Ratus Kristal Spiritual Tingkat 2 yang bisa Anda gunakan sesuka hati selama pelelangan!"

Langkah Huo Li terhenti. Di balik topengnya, matanya berkedip cepat.

'Plakat VIP VVIP dan akses lima ratus Kristal Spiritual Tingkat 2 secara gratis?! Pak tua ini benar-benar memaksakan uangnya ke tanganku!'

Bagi Huo Li yang saat ini berstatus gembel yang sedang menyamar, tawaran ini ibarat hujan di tengah kemarau panjang. Namun, ia tidak boleh terlihat rakus.

Huo Li menoleh lambat-lambat. Ia menjulurkan tangannya dan mengambil plakat hitam itu dengan gerakan santai dan penuh ketidakpedulian.

"Jika itu bisa membuat hatimu tenang, aku akan menyimpannya," ucap Huo Li datar. Ia membalikkan badan kembali ke arah pintu. "Ingat, Peng Wu. Jangan pernah mencoba menyelidiki identitas atau keberadaanku di kota ini. Jika kalian melakukannya..."

"Kami tidak berani! Kami bersumpah tidak akan berani, Tuan Senior!" Peng Wu dan Li Weinan membungkuk serempak, keringat sebesar biji jagung menetes dari dahi mereka.

Sret.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Huo Li membuka pintu dan melangkah keluar, menghilang ke dalam bayang-bayang lorong lantai dua paviliun.

1
Armoire
1 vote meluncur lah Thor... Semangat yah /Drool//Drool/
Rinaldi Sigar
lanjut
Agus Rose
Bila sudah merah merona tanda tanda drama percintaan khas kultivator ABG.
Raju
dia HOU LI, monster aliran hitam... wkwkwwk...
Blueria: Saksikan permainan manipulasi Huo Li, sang Perencana Cerdik🤟
total 1 replies
Raju
apakah yg akan di transaksikqn hou li nanti nya ??
sesuatu yg WAAAAH kah ??
Raju
siap majikan.....68...
Raju
kesian wal kota...
hanya sebagai alat syarat sebuah kabupaten....!!
semua dkendalikan olh keluarga paling berpengaruh !!
layaknya negara konoha skrg ... wkwkwk
Raju
pembalasan dendam berantai dimulai dri sini....!!
Raju
kapqn ni si bajingn gubang mampus ??
Raju
nah lo... ketahuan...
Raju
vote meluncur.....💪💪💪
Blueria: Terimakasih mas bro🤟 dukungannya akan sangat membantu novel ini dapat berkembang lebih jauh
total 1 replies
Raju
rahasia apakah ug terselubung dbalik penempaan ??
ngitulah kira³....🤣🤣
Armoire
Antara Huo Li n Babang Boqin, siapa yah yang paling jago akting nya ...?? Wkwkwkwk /Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle/
Blueria: 🤣Tentu saja Bang Boqin
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Armoire
Thor lok berdasarkan gambar yg loe post di chapter 1, abis Ranah Pembentukan Fondasi, ranah berikutnya "SPIRITUAL MENDALAM" , terus BENIH SPIRITUAL, LAUTAN SPIRITUAL, dst ... Terus kok muncul RANAH SURGAWI....??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Blueria: Wahaha, semoga ceritanya bisa menghibur kak
total 4 replies
udenk
anjaaay...kucubung dan kutang
udenk: awas aja jangan sampai qu dis dan qu rap ama q lagi qu rang gizi...hahaha
total 2 replies
Raju
yes .... naik tingkat.
Raju
beeeeh.... cona seandainya fakta tersebut dbalik..... wkwkwkwkwk
Raju
yg menghiba hou li mgkn hidupnya kea sultan...
makn pake sumpit. minum pake pipit.. pipisnya dkloset...🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!