Indonesia
NovelToon NovelToon
Terikat Janji

Terikat Janji

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Pelakor / Cerai / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: SeVi

Kisah perjalanan hidup dan cinta Diana, Puspita dan Edwar yang penuh kerahasian dibalik latar belakang kehidupan mereka
akankan mereka dapat menggapai cinta mereka dan berakhir bahagia. yuks
ikuti kisahnya .

para readers yang baik, ini adalah novel pertamaku jadi maaf kalau banyak salah salah kata. happy reading 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeVi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjenguk 2

"Aku senang kalau kamu tidak bersedih lagi dan semoga Nindy lekas sembuh ya" ucap Edwar kepada Puspita setelah para perawat dan dokter meninggalkan ruangan dan menyisakan dirinya,Puspita serta Nindy yang masih terduduk diranjangnya sambil menikmati susu dan roti diruangan itu.

"Iya, terimakasih atas perhatiannya" ucap Puspita sambil membatu Nindy menyantap makanannya untuk pertama kali setalah dia sadar.

"sudah kenyang, Nindy mau tiduran" ucap Nindy kepada Puspita dengan suara yang terdengar lembut karena Nindy masih terlihat lemas.

"Iya sayang, mama bantu ya" ucap Puspita lalu mengambil makanan sisa Nindy dan membantu Nindy merebahkan dirinya di ranjangnya.

"Sudah sangat sore, dirimu tidak pulang, nanti dicariin nona Diana" usir Puspita halus. Karena dia merasa sangat risih hanya ditemani Edwar diruangan itu sedangkan Nindy sudah mulai tertidur dikarenakan pengaruh obatnya.

"Baiklah, aku akan pulang, tapi besok aku akan datang lagi boleh ya?" tanya Edwar sambil beranjak dari bangku yang ada disamping ranjang Nindy.

"Jangan sering sering, nanti jadi omongan orang" jawab Puspita sambil mengantar Edwar hingga ke pintu kamar dimana Nindy dirawat.

Saat mobil Edwar keluar dari rumah sakit Diana yang kebetulan berada dalam sebuah taxi melihat mobil Edwar dan Diana pun jadi bertanya tanya ada urusan apa Edwar di jam segini baru keluar dari rumah sakit.

Sesampainya dirumah ternyata Diana tidak menemui Edwar dikamar, sehingga Diana langsung memilih untuk membersihkan diri dan bersiap untuk kedapur membantu sang ibu mertua menyiapkan makan malam.

Setalah makanan siap Diana mendengar suara Edwar yang baru sampai dan ingin menuju kamar untuk membersihkan dirinya.

" Sudah sudah... Tinggalkan saja, nanti ibu yang urus, sekarang temani suamimu diakan baru pulang kerja" ucap ibu Lela memberikan saran nya kepada sang menantu.

"Iya Bu, Diana permisi dulu ya?"

"Baru pulang kak?" ucap Diana yang melihat Edwar keluar dari ruang ganti baju sambil membawa baju ganti dan handuk yang akan dia bawa ke kamar mandi buat bersalin.

"Iya, tadi ada kegiatan diluar jadi baru pulang jam segini, kamu sudah dari tadi apa barusan?" tanya balik Edwar

"Diana juga baru pulang kak, tadi selepas kuliah Diana mampir dulu kerumah teman yang dekat dengan rumah sakit X" ucap Diana untuk memancing Edwar berkata jujur kemana dia tadi pergi.

"o..... Baiklah, kakak mandi dulu ya?" ucap Edwar sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

"Mengapa dia tidak jujur kalau dia dari rumah sakit X" batin Diana, membuat Diana bertanya tanya mengapa Edwar tidak jujur kemana dia tadi pergi.

"ya sudahlah, mungkin belum saatnya dia menjelaskan, atau besok aku coba cek kerumah sakit lagi setelah pulang kuliah" batin Diana.

******

"Mas, Celine kemarin telpon diriku, katanya lusa dia akan kenegara K bersama suaminya, dan Retno berharap dirimu tidak menggangu lagi Celine, apalagi saat ini dia sedang hamil dan baru menikah dengan Ryan" ucap Retno saat suaminya berada diranjang yang sama dengan nya untuk beristirahat.

"Iya" jawab Hartono singkat dan diapun langsung memejamkan matanya karena ingin menghindari keributan dengan istrinya tersebut.

"Mas.... Bisakah kamu hanya untukku saja, kita sudah sama sama tua mas, aku hanya ingin kita bersama sampai ajal menjemput" ucap Retno berusaha mengungkapkan apa yang dia inginkan agar Hartono dapat berubah dan tidak berselingkuh lagi dibelakangnya.

Namum sayangi ungkapan yang diucapkan Retno hanya angin lalu karena ternyata Hartono sudah tertidur dan menjadi Retno semakin kecewa akan sikap Hartono tersebut.

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Hartono beranjak dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya dimana Celine berada.

Ya. Malam ini Celine diem diem datang ke Mension atas ancaman Hartono.

Didalam ruangan itu Hartono berbincang soal rencana kepergian Celine lusa. Hartono tidak setuju akan keputusan Celine karena Hartono tak ingin jauh dari wanitanya itu. tapi Celine tetap kekeh untuk pergi demi kebaikan bersama.

Dan dengan perdebatan yang panjang dan permainan panas Celine akhirnya Celine bisa pergi ke negara K dengan syarat Celine beserta suaminya akan tinggal di Mension Hartono yanga ada di negara K tersebut.

*******

"Baru pulang?" ucap Ryan yang terduduk disofa yang ada dikamar hotel dimana mereka menginap.

"Iya, belum tidur?" tanya balik Celine yang memang baru pulang jam 5 pagi. Membuat Celine gugup takut kalau Ryan mengetahui apa yang sedang dia rahasiakan.

"Aku harap ini yang terakhir kamu pulang malam Celine, kamu sedang hamil, gak baik untukmu dan kandunganmu" ucap Ryan sambil meninggalkan Celine dan menuju ranjangnya.

Ryan sedang kecewa akan sikap Celine yg lalai akan kesehatan dirinya padahal Celine sedang berbadan dua, hal itu sungguh membuat Ryan khawatir akan keselamatan anak yang dikandung Celine.

Namun dengan sikap kerasnya Celine, wanita itu tetap saja keluar malam dengan alasan ingin kumpul kumpul bersama teman temannya sebelum dia meninggalkan negara ini.

Setelah melihat Ryan menuju kamarnya, Celine memasuki kamar mandi untuk membersihkan kan dirinya dan segera beristirahat. Karena diapun merasa sangat kelelahan setalah melayani Hartono si pria tua Bangka yang dia cintai.

******

"Hati hati ya, dan kasih kabar kalau ada apa apa" ucap Edwar saat Celine ingin keluar dari mobilnya dan menuju kampusnya.

Pagi ini Edwar kembali mengantar Diana kekampusnya sebelum Edwar berangkat kekantor.

Saat jam kerja usai, Edwar memilih untuk mengunjungi Nindy kembali dan berharap bisa bertemu dengan Puspita sebelum Edwar pulang.

Sesampainya dirumah sakit Edwar melihat Nindy yang sedang asyik bermain mainan game di handphone milik Puspita dan terlihat Puspita yang kaget karena melihat Edwar.

"Bagaimana kabar Nindy hari ini? Ini oom bawakan ku" ucap Edwar sembari mendekati dirinya kesamping ranjang Nindy dan menyerahkan bungkusan kue kepada Puspita.

"Terimakasih, lain kali tidak usah repot repot" ucap Puspita sembari menerima bungkusan dari Edwar.

"Aku tidak pernah melihat papanya Nindy?" tanya Edwar. Sebuah pertanyaan yang sangat ingin Edwar tanyakan dari sejak awal Edwar melihat Puspita dirumah sakit saat pertama kali Nindy dirawat.

"Ayah Nindy sedang pergi jauh om, kata mama ayah sedang bekerja cari uang yang banyak" celoteh Nindy.

Pertanyaan Edwar dan jawaban Nindy membuat Puspita kaget dan gugup takut akan kerahasian akan status jati diri Nindy terbongkar.

Bukan maksud Puspita tidak ingin memberitahukan nya, tapi saat ini Edwar sudah menikah dan Puspita tidak ingin menghancurkan rumah tangganya apalagi menyakiti perasaan Diana. Jadi Puspita berfikir akan merahasiakannya untuk selamanya.

"Iya, papanya sedang pergi bekerja diluar negri" ucap Puspita.

"O... Baiklah, salam untuk suamimu aku ingin sekali bertemu dengan suami dari sahabatku ini" ucap Edwar.

"Om, kuenya enak, Nindy sangat suka kui ini" ucap Nindy sambil menunjukkan kue coklat ditangannya kepada edwar.

"Lain kali om Edwar belikan lagi ya, Nindy mau?" ucap Edwar sambil mengelap bibir Nindy menggunakan tisu karena bibirnya jadi belepotan setalah Nindy memakan kue coklat itu.

Edwar tertegun saat Nindy mengatakan dia sangat menyukai kue coklat karena sama seperti dirinya juga yang sangat menyukai kue coklat.

"Aku permisi sebentar, bisa aku titip Nindy, karena aku ingin membeli minuman dan makanan untuk makan malam ku" ucap Puspita sambil mengambil dompet dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat putrinya itu sebelum ada jawaban apapun dari Edwar.

"aku semakin yakin" batin Edwar setalah Puspita meninggalkan ruangan sambil menatap Nindy yang sedang asyik memakan kue nya.

"Mbak Puspita!"ucap Diana saat Diana melihat Puspita sedang membeli makanan diwarung disekitaran rumah sakit x.

Diana sengaja pulang kuliah kembali main kerumah temannya yang deket dengan rumah sakit x dan setalah pulang dari rumah temannya, Diana memutuskan untuk mampir sebentar kerumah sakit itu untuk melihat lihat siapa tau dia akan melihat Edwar seperti kemarin. Namun bukannya Edwar yang dia lihat tetapi Puspita yang kebetulan sedang membeli makan malamnya di warung yang ada disekitaran rumah sakit X tersebut.

"Diana..." ucap Puspita kaget. "Ada apa kamu disini, apakah ada temanmu yang sakti' tanya Puspita.

"Tidak juga, kebetulan Diana baru pulang dari rumah teman Diana yang dekat dengan rumah sakit ini" jelas Diana.

Mbak kenapa ada dirumah sakit ini?" tanya Diana.

"Putriku sedang dirawat dirumah sakit ini" ucap Puspita.

"Sakit apa mbak, kebetulan sekali bisa ketemu disini, aku mau ikut mbak dan mau jenguk Nindy kalau begitu" ucap Diana.

Setelah Puspita selesai berbelanja kebutuhannya untuk malam ini, akhirnya Puspita mengajak Diana untuk melihat Nindy diruangan dimana Nindy dirawat.

1
Wulan Indriani
semangat author gak sabar nunggunyaa/Determined/
Alexo. ID
Bikin penasaran
Ignacia belen Gamboa rojas
Ceritanya seru banget, jangan biarkan aku dilema menanti update 😭
Yoh Asakura
Karya yang bagus kayak gini pasti harus diikuti sampai akhir 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!