Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita hanya sepupu

BRAK...!

Sebuah kotak pizza berukuran besar mendarat kasar di atas meja, membuat piring dan gelas ikut bergetar. Tawa Vivian seketika reda, memandang sosok Satria yang berdiri menjulang di sana, napasnya memburu, wajahnya penuh amarah yang tertahan.

"Apa maksudmu?" ucap Raynor murka, suaranya rendah namun tegas.

Satria meliriknya sekilas, dingin, tak bergeming. Pandangannya kembali tertuju pada Vivian yang duduk begitu dekat dengan Raynor. Basah, berpeluh, pakaiannya tipis dan minim, tatapan mereka saling bertaut penuh kehangatan yang membuat darah Satria mendidih.

"Vivian, ayo ikut aku," ucapnya tegas, lalu langsung meraih pergelangan tangan gadis itu dengan kasar, memaksanya berdiri, menariknya menjauh dari sepupunya.

Namun Raynor bergerak lebih cepat. Ia melangkah maju, memasang badan tegap di antara mereka, menghalangi langkah Satria sepenuhnya.

"Dia tidak mau. Jangan memaksanya," ucap Raynor dingin namun penuh penekanan, matanya menatap tajam lurus ke arah Satria.

"Ini urusan kami berdua. Kami mau bahas hal penting," jawab Satria tak mau kalah, tangannya masih mencengkeram pergelangan Vivian yang mulai memerah.

"Kak Raynor..." panggil Vivian dengan wajah penuh ketakutan. Tangannya gemetar namun segera bergelayut manja di lengan kekar kakak tirinya, mencari perlindungan sepenuhnya di sana.

Pemandangan itu seketika membuat amarah Satria semakin membara, mendidih tak terkendali.

Ia kembali melangkah maju, mencengkeram pergelangan tangan Vivian dengan kuat, menariknya paksa menjauh. Namun Raynor bereaksi cepat, tangannya erat menahan pinggang gadis itu, melindunginya tetap di sisinya.

Hingga terjadilah adegan tarik-menarik yang tegang di antara mereka, tak ada satu pun yang mau melepaskan Vivian.

Tiba-tiba suara cempreng nan riang terdengar membelah ketegangan, mendekat dari arah pintu masuk, semakin lama semakin mendekat.

"Sayaaaang..."

Stela muncul dengan senyum cerah mengembang di wajahnya, berjalan anggun seolah tak ada apapun. Namun langkahnya seketika membeku saat matanya menangkap pemandangan di depan, Vivian yang berada dalam dekapan erat kekasihnya, basah, berpeluh, begitu dekat dan terlindungi.

"Sayang..." suaranya sedikit bergetar, kesal. Namun ia cepat menguasai diri.

Stela menggeser posisi Vivian dengan sengaja, memaksakan diri masuk ke sisi Raynor, lalu merangkul lengan kekasihnya dengan posesif seolah menegaskan kepemilikannya.

Raynor hanya diam, membiarkan begitu saja tanpa membalas pelukan itu.

Dari balik pelukannya, Stela melirik sinis ke arah Vivian, namun tatapannya seketika tercengang saat meneliti penampilan gadis itu.

Vivian mengenakan pakaian yang dulu ia pilihkan secara asal. Atasan crop top kuning kunyit dan rok mini cokelat, pakaian yang ia kira akan mempermalukan gadis kampung itu, namun sialnya justru malah terlihat begitu sempurna di tubuh Vivian. Menonjolkan lekuknya yang ramping dan anggun, membuatnya tampak semakin cantik, segar, dan memesona.

Diam-diam Stela meremat ujung bajunya sendiri dengan kesal, giginya bergemeretak menahan rasa iri yang membakar.

"Sayang, aku jauh-jauh ke sini nyusul kamu, demi bisa ketemu kamu. Ayo temani aku jalan-jalan, yah..." rengek Stela manja, wajahnya mendekat mencari perhatian.

"Jangan sekarang," jawab Raynor datar, tanpa menoleh sedikit pun.

Raynor merasa jengah, namun Stela terus saja merengek menyebalkan, tak mau berhenti. Hingga akhirnya, dengan berat hati, ia menurutinya, terpaksa melangkah pergi meninggalkan Vivian bersama Satria berdua di tepi kolam.

Sebelum benar-benar hilang dari pandangan, Raynor sempat berbalik, menatap tajam ke arah Satria.

"Jangan apa-apakan dia," ucapnya tegas, penuh peringatan.

Satria hanya membalas dengan senyum remeh, seakan tak menganggap ancaman itu berarti.

Setelah suasana sepi dan hanya menyisakan mereka berdua, Satria kembali bergerak hendak menggenggam tangan Vivian, namun gadis itu lebih cepat menariknya menjauh, menghindari sentuhan pria itu.

"Vivian, kamu masih marah sama aku?" suaranya melembut, matanya mulai berbinar penuh harap. "Aku minta maaf... aku sungguh minta maaf, sayang. Mungkin selama ini aku jarang ada waktu buatmu, terlalu sibuk sampai melupakan betapa berharganya kebersamaan kita."

Ia melangkah mendekat lebih dekat, menatap lekat manik mata gadis itu. "Vivian, ayo kita bicarakan semua ini ke keluarga. Aku siap menanggung apa pun, Vivian. Aku siap, bahkan jika harus menentang seluruh dunia, yang penting aku bisa sama kamu. Kita bisa bersama, selamanya. Yah..."

Vivian menatapnya datar, lalu menjawab dingin, "Kamu ngomong apa sih, Mas? Kita sekarang sepupuan."

Satria tak terima. Wajahnya menegang, emosi yang tertahan kembali meledak. Ia menarik paksa tangan Vivian, membawanya berjalan keluar dari area kolam. Vivian meronta, berusaha melepaskan diri, namun pria itu bergeming.

Langkahnya tegas, tak peduli pada perlawanan kecil gadis itu. Niatnya bulat, membawa Vivian menghadap kedua orang tua gadis itu di villa, menyelesaikan semuanya hari ini juga.

Namun sial, setibanya di sana, kedua orang tua Vivian tak ada di sana. Tak surut langkahnya, Satria kembali menarik tangan Vivian hendak membawanya pergi dari tempat itu sepenuhnya.

Tiba-tiba pintu utama terbuka lebar. Di ambang pintu, sosok wanita dengan penampilan kusut, mata sembab, dan pakaian yang tak lagi rapi menerobos masuk. Satria seketika membeku di tempat, darahnya terasa berhenti mengalir.

"Satria... kamu harus tanggung jawab. Aku hamil. Aku hamil anakmu, Satria..."

Sebuah testpack kecil melayang di udara, jatuh tepat di depan kaki Vivian. Dengan tangan gemetar, Vivian mengutip benda itu, matanya menatap nanar pada dua garis merah tegas yang tertera di sana.

Perlahan pandangannya beralih ke arah Satria, rasa jijik menjalar di seluruh relung hatinya. Tanpa kata, ia melempar testpack itu tepat ke arah wajah sang pria.

Satria melotot tak percaya. Ia membuang benda itu begitu saja seakan benda itu adalah sampah, lalu secepat kilat kembali menarik tangan Vivian, memohon dengan mata yang mulai memerah.

"Vivian, jangan percaya dia! Aku nggak mungkin lakukan ini di belakangmu!" kilahnya panik.

Penolakan itu membuat Renika semakin murka. Tangisnya pecah semakin kencang, terdengar begitu menyedihkan dan histeris.

Tangannya merogoh saku, jari-jarinya gemetar hendak mengeluarkan sebuah flashdisk, bukti dokumentasi segala aktivitas menjijikkan mereka berdua yang selama ini ia simpan sebagai senjata pamungkas.

Namun, langkahnya terhenti seketika saat suara langkah kaki berat terdengar mendekat.

"Ada apa ini, ribut-ribut?" pekik seseorang di ambang pintu, wajahnya penuh kemurkaan yang tak terbendung.

Wajah Satria menegang, semakin pucat. Di sisi lain, Vivian perlahan menarik tangannya dari genggaman pria itu, memilih untuk berdiri diam, dingin, acuh, seakan tak ada lagi yang tersisa untuk diperjuangkan di sana.

1
Jumi
Aaa ... Raynor ini tipe yg dingin2 hangat😍
arina_ar: dingin karena belum ketemu pawangnya aja, wkwkwk
total 1 replies
Jumi
Jadi orang kota ribet y🤣
❤️⃟WᵃfVebi Gusriyeni
Tapi cara kenalannya itu loh Pak🤣
M-Asanji
suka vivian manis dan baik
M-Asanji
bikin kesal 😤
Jumi
nggak apa, sesaat itu sangat berharga
❤️⃟WᵃfVebi Gusriyeni
Vivian aduuuhh🤣 harusnya tendang aja dia Viii/Facepalm/
jani's
persaingan Stella dan Vivian,tp kayaknya Stella akan bertepuk sebelah tangan kayaknya
jani's
aku suka tokoh Vivian kayaknya orangnya tulus
Jumi
Jangan menyimpan 'barang' rusak
falea sezi
😒 serakah klo mau. ma vivian ya putusin pengharum ruangan🤣
❤️⃟WᵃfVebi Gusriyeni
Biasanya yg suka begini, uangnya gak seberapa🤣 Vivian kamu best👍
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!