Indonesia
NovelToon NovelToon
Miracle

Miracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:865
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Double Kill

Malam hari pun tiba, menyelimuti kompleks SMA Perbatasan dengan keheningan yang tenang. Selepas melaksanakan sholat Isya berjamaah di mushola markas, para anggota Miracle melakukan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang asyik melanjutkan gim di area ruang tengah, ada yang sibuk memoles senjata, dan ada pula yang memilih membaca buku di perpustakaan mini markas.

Ayyasy yang merasa perutnya sedikit lapar dan butuh penyegaran manis, memilih melangkah keluar dari markas. Ia berjalan santai menyusuri jalanan malam menuju minimarket terdekat untuk membeli makanan kesukaannya: Pocky rasa coklat.

Begitu usai melakukan pembayaran di kasir, Ayyasy berjalan keluar dari minimarket sambil menimang kotak Pocky di tangannya. Tepat di samping bangunan minimarket, pandangannya menangkap sosok yang sangat familiar sedang berdiri menunggunya sembari memegang kantong plastik berisi bungkus mie ayam yang baru dibeli.

"Eh, Tasya?" sapa Ayyasy dengan senyum ramah.

Tasya menoleh, lalu tersenyum manis. "Eh, Ayyasy! Lu ngapain di sini?"

"Beli Pocky coklat nih, stok di kamar habis," sahut Ayyasy sambil menunjukkan kotak snack-nya. "Lu beli mie ayam?"

"Iya nih, mendadak lapar banget. Kebetulan gerobak mie ayam samping minimarket ini buka," jawab Tasya. "Balik ke markas bareng, yuk?"

"Yuk!"

Mereka berdua pun memutuskan untuk jalan bersama kembali ke markas. Malam yang dingin terasa lebih hangat dengan hembusan angin sepoi-sepoi dan pendar lampu jalanan yang temaram. Di sepanjang perjalanan, mereka berbincang-bincang santai. Percakapan mengalir alami tanpa canggung, mulai dari membahas pelajaran sekolah yang makin menumpuk, porsi latihan sihir mingguan, hingga dinamika unik di kelas mereka masing-masing.

"Gua kaget banget pas kelas kita disuruh bikin rangkuman materi Kosmik dalam dua hari," celetuk Tasya sambil terkekeh pelan. "Mana tulisan Dimas panjang banget lagi di papan."

"Sama, Sya. Kelas gua juga gitu. Untung aja ada Arunnaqa yang rajin ngebagiin catatan digital," balas Ayyasy tertawa kecil.

Perlahan tapi pasti, topik perbincangan mereka bergeser. Dari yang tadinya urusan sekolah dan latihan, pembahasan mereka merembet sampai pada topik pasangan dan kisah asmara.

"Bicara soal kelas... di tempat lu ada yang kelihatan lagi dekat gak, Yas?" tanya Tasya memancing obrolan santai.

"Gak ada sih kalau di kelas gua. Semuanya masih fokus adaptasi sama SMA Perbatasan," jawab Ayyasy. "Kalau lu sendiri gimana, Sya?"

"Gua?" Tasya tersenyum tipis, pandangannya lurus menatap jalanan di depan. "Gua mah biasa aja. Lagian kan gua udah punya..."

Ayyasy yang pada dasarnya adalah tipe orang yang gampang move on dan gampang merasa nyaman dengan orang lain, merasa hatinya makin hangat. Kebersamaan mereka beberapa hari terakhir—termasuk saat ia menyelamatkan Tasya dari serangan makhluk bayangan di halaman sekolah tadi—membuat Ayyasy tanpa sadar mulai memendam rasa nyaman dan kagum yang cukup dalam pada Tasya.

Saat mereka sedang asyik bercerita tentang love story dan pandangan mereka soal hubungan, Tasya mendadak merogoh saku jaketnya. Ia mengeluarkan ponselnya, mengusap layarnya sebentar, lalu mengarahkannya ke depan wajah Ayyasy.

"Nih, Yas. Gua belum pernah cerita ya?" ujar Tasya dengan nada polos dan ceria. "Ini foto gua sama pacar gua. Dia lagi studi di Kota Harvest, makanya kita LDR-an."

Di layar ponsel itu, tampak foto Tasya sedang tersenyum lebar berdampingan dengan seorang pemuda yang merangkul bahunya dengan hangat.

DEG...

Dada Ayyasy rasanya seperti dihantam godam raksasa dalam keheningan malam. Setelah sebelumnya ia harus memendam rasanya pada Arunnaqa yang ternyata memendam rasa pada Night, kini kenyataan pahit kembali menamparnya tanpa ampun.

"Double kill..." batin Ayyasy meringis dalam hati. Rasa nyesek yang luar biasa menyapu bersih rasa nyaman yang baru saja mekar beberapa menit lalu.

Namun, sebagai ketua yang terlatih menyembunyikan emosi, Ayyasy dengan cepat mengontrol raut wajahnya. Ia memaksakan sebuah senyuman kecil walau matanya tak bisa berbohong. "O-oh... pacar lu? Keren, Sya. Keliatan cocok banget kalian berdua."

"Makasih ya, Ayyasy! Dia juga mendukung banget gua join di Miracle," sahut Tasya tanpa menyadari gejolak batin cowok di sebelahnya.

Mereka pun akhirnya sampai di markas dan berkumpul kembali dengan teman-teman mereka yang sedang riuh di ruang tengah. Ayyasy menyapa sekadarnya, melangkah lurus menuju ke arah Night yang sedang berdiri menyendiri menatap pemandangan malam di balkon lantai dua.

Ayyasy menepuk bahu Night, lalu bersandar pada pembatas besi balkon. Tanpa menutupi apa pun, Ayyasy mencurahkan seluruh kejadian yang baru saja dialaminya bersama Tasya di perjalanan tadi.

Setelah mendengar seluruh cerita Ayyasy dari awal hingga akhir, Night tak sanggup menahan tawa kecilnya. Suara kekehannya terdengar halus namun menusuk.

"Hahaha. Makanya jadi orang tuh jangan gampang baper sama orang," ujar Night menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ayyasy mengusap wajahnya yang lelah, mendesah napas panjang. "Ya gua juga gak tahu, Night. Bingung gua juga. Gua tuh pengen cuek sama orang, tapi hati gua tuh bilangnya jangan cuek sama orang."

Night mengubah posisi berdirinya, menatap Ayyasy dengan pandangan tajam, dingin, namun penuh dengan perhatian seorang sahabat sejati.

"Lu boleh merhatiin semua orang, tapi gak semua orang mau merhatiin lu," kata Night dengan nada bicaranya yang dalam dan tegas. "Dunia itu jahat, Yas, buat orang baik. Orang yang ngebantuin ekonomi orang aja dipenjara. Apalagi elu. Lu boleh baik sama orang, tapi gak semua orang pandai berterima kasih."

JLEB.

Kata-kata Night itu serasa menusuk tepat di ulu hati Ayyasy. Setiap kalimat yang diucapkan Night bagaikan cermin raksasa yang memperlihatkan kelemahan terbesarnya selama ini. Ayyasy tersadar, sifatnya yang terlalu 'nggak enakan', terlalu polos, dan selalu ingin menyenangkan semua orang adalah alasan mengapa dulu—saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar—ia sering kali dimanfaatkan, diremehkan, dan dijadikan alat oleh teman-temannya sendiri.

Ayyasy menundukkan kepalanya, memandangi jemarinya yang mengepal rapat di atas pembatas besi balkon. Bayangan masa lalu yang kelam itu mendadak berputar kembali di ingatannya. Saat ia harus memberitahu jawaban soal untuk teman-temannya, saat ia diperlakukan tidak adil, dan saat kebaikannya dianggap sebagai kepolosan konyol yang bisa dipermainkan.

"Gua... cuma gak mau jadi orang yang dingin dan jahat, Night," bisik Ayyasy dengan suara serak.

Night menepuk pundak Ayyasy dengan agak keras, membuat Ayyasy mendongak menatapnya.

"Gua gak nyuruh lu jadi orang jahat, Ayyasy," pangkas Night mantap. "Jadi baik itu pilihan yang mulia. Tapi jadi baik tanpa batas itu kebodohan. Lu itu ketua Miracle Zenith. Lu punya tanggung jawab besar, dan lu punya energi Dragon Flame yang harus lu jaga."

Night melipat kedua tangannya di dada, menatap lurus ke arah bintang-bintang di langit malam. "Kalau lu terus-terusan ngebuka hati lu buat semua orang tanpa porsi yang jelas, lu cuma bakal bikin diri lu hancur sebelum musuh sempat nyentuh lu. Batasi kebaikan lu hanya untuk orang-orang yang tahu cara menghargainya."

Ayyasy terdiam membisu untuk waktu yang cukup lama. Angin malam yang meniup rambutnya terasa dingin, namun nasihat dari Night perlahan meresap hangat di dalam dadanya. Kalimat demi kalimat itu melunturkan rasa nyesek akibat 'double kill' yang baru saja ia alami, menggantikannya dengan pemahaman baru yang jauh lebih dewasa.

"Lu benar, Night," ujar Ayyasy akhirnya. Sebuah senyuman tulus—bukan senyuman paksaan seperti tadi—perlahan terukir di wajahnya. Ia mengepalkan tangannya di udara. "Gua harus belajar masang batas. Gua gak boleh terus-terusan jadi Ayyasy yang gampang dimanfaatin dan gampang bawa perasaan."

Night tersenyum tipis, sebuah pemandangan langka yang jarang sekali ia perlihatkan. "Bagus kalau lu paham. Sekarang turun sana. Abzari sama Arkan udah ngabisin setengah stok snack di bawah."

Ayyasy tertawa lepas, rasa berat di dadanya kini menguap total. "Siap, Wakil Ketua. Makasih nasihatnya."

Keduanya pun berbalik dan berjalan meninggalkan balkon lantai dua, kembali bergabung dengan kehangatan kawan-kawan mereka di bawah. Ayyasy menyadari bahwa perjalanan hidupnya sebagai manusia dan pahlawan masih sangat panjang, namun dengan adanya sahabat sejati seperti Night dan seluruh anggota Miracle di sisinya, ia belajar untuk menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara fisik dan sihir, tetapi juga tangguh dan bijaksana dalam menjaga hatinya.

1
twenty arba
pukul si vikka kayaknya resep ya bang?
twenty arba
lanjutin bang keren banget wok
twenty arba
keren bg GG bgt
Valzz.mult1f4nd0m
ih novel nya keren bangett, semangat ya author bikin novelnyaa! (⌒‐⌒)
Ayyasying: jangan lupa like sama follow yaa
total 2 replies
Guzzie
👍👍👍
Guzzie
next💪💪💪
Guzzie
next
Guzzie
lanjutkan 💪💪
Guzzie
hmmhhhmmm....pinisirin
Guzzie
kalian bisa kalah dari darking? atau kalian bisa mengalahkan darking ? cek kalimatnya
Dwi Agustina
suka sama ceritanya, jadi ikut ngebayangin kejadiannya sambil baca, seru 😍😍
Dwi Agustina
💪💪💪💪👍👍👍
Dwi Agustina
semangat
Dwi Agustina
mantap abang, lanjutkan
Dwi Agustina
keten abang lanjutkan
Ayyasying
waduh!! siap yang jadi next villain?
Ayyasying
yahh kepisah kelasnya😢
Ayyasying
balik rumah malah disuruh ujian😭
Ayyasying
Akhirnya plot armor turun juga
Ayyasying
terusin bang seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!