Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Menyadari bahwa sekali lagi ia diabaikan, Keira menunduk dalam. Rasa sakit di dadanya semakin tak tertahankan. Untuk apa mereka mendekatinya, lalu meninggalkannya begitu saja? Mereka mengangkatnya setinggi langit, lalu menjatuhkannya tanpa ragu.

"Keira, ada yang mau kau katakan?" tanya Rafael, menyadari perubahan sikap Keira.

Keira mengangkat wajahnya perlahan, matanya sayu. "Tidak."

"Sini duduk di sini," ajak Mahendra, melihat Keira yang sejak tadi hanya diam di pojok.

"Tidak usah. Aku pulang dulu."

Keira bangkit dari sofa tanpa menoleh sedikit pun. Ia berjalan menuju pintu, tak peduli harus pulang dengan cara apa, yang penting ia pergi dari tempat itu.

"Keira, tunggu.." Mahendra berusaha memanggil, namun Keira sudah hilang dari pandangan.

Langit mulai memerah saat Keira berjalan menyusuri pinggir jalan, kakinya menendang kerikil kecil di depannya. Sore semakin larut, namun ia masih belum menemukan kendaraan untuk pulang.

Ada hal yang selalu membuatnya bertanya-tanya. Keluarganya dikenal sangat protektif padanya, tapi mengapa hari ini ia dibiarkan keluar sendirian hingga jam segini? Sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.

Sesampainya di rumah, Keira disambut oleh Papanya yang tampak sangat marah.

"Dari mana saja kau?" tanyanya dengan nada tinggi. Keira hanya menunduk, tak berani menjawab. Setiap kali ia pulang terlambat, yang ia dapatkan hanyalah kemarahan.

"Keira, kau benar-benar membuatku gila!" Bara mendorong bahu Keira dengan kasar, namun saat melihat wajah anaknya yang penuh memar, ia menahan diri untuk tidak memukulnya lagi.

"Papa kenapa?" tanya Keira bingung. Papanya tiba-tiba berbalik pergi tanpa penjelasan apa pun. Keira mengejarnya. "Pa, tunggu! Jelaskan padaku, sebenarnya ada apa?"

Bara melepaskan tangannya dengan kasar. "Menjauh dariku!"

"Tapi kenapa? Semua orang di rumah ini... kenapa semuanya menjauh? Jelaskan padaku, Pa!" Keira tak mau kalah, ia terus bertanya.

"Diamlah! Semua ini karena kau!" Bara berteriak emosi, lalu mendorong tubuh Keira hingga jatuh.

'Sebenarnya ada apa? Kenapa rumah ini sepi? Ke mana semua orang pergi?' batinnya bertanya-tanya, semakin bingung dengan keadaan itu.

Keira berjalan menuju lorong rumah dengan perasaan hancur. Di sana, ia melihat Mamanya berjalan sendirian.

"Ma, tunggu!" Ia menghampiri Mamanya dengan wajah penuh harap. "Selamat Hari Ibu, Ma. Ini hadiah untuk Mama. Maaf kalau hadiahnya kecil." Keira tersenyum lebar, menyodorkan kue dan bungkusan kado kecil yang ia bawa dengan penuh semangat.

Namun senyum itu lenyap seketika saat Mamanya berbalik dan melempar kue itu ke tanah.

"PERGI!" teriaknya. Kue itu hancur berantakan, kado itu terlempar jauh. Keira terpaku di tempatnya, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

"Ma, ada apa?" tanyanya pelan, suaranya bergetar.

"PERGI! JANGAN PERNAH MENUNJUKAN DIRIMU LAGI!" Gina mengamuk, melempar apa saja yang ada di dekatnya.

"Ma, tenanglah... Ma, kenapa Mama seperti ini?" Keira mencoba memeluk Mamanya, berusaha menenangkannya, namun tangannya ditepis dengan keras.

"Semua ini gara-gara kamu! Semua hancur karena kamu! Kenapa kau harus lahir? Kenapa kau harus merusak kebahagiaan keluargaku?" Gina berteriak histeris, matanya memancarkan kebencian yang begitu dalam.

Keira mundur perlahan, air mata mulai jatuh membasahi pipinya. Ia tak mengerti... apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa tiba-tiba seluruh dunia seolah membencinya?

Kata-kata Mamanya bagai pisau tajam yang menyayat hati. Keira memejamkan mata, berusaha menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri agar tidak meledak dalam tangis.

"Tenanglah, Ma. Katakan padaku, sebenarnya apa yang terjadi?" ucapnya lembut, tangannya terulur untuk mengusap punggung Mamanya dengan penuh kasih sayang. Ia tahu, jika ia ikut berteriak, keadaan hanya akan semakin tak terkendali.

Tangis Gina tiba-tiba pecah. Ia memeluk tubuh anaknya erat, seakan takut kehilangan satu-satunya hal yang tersisa. Keira tertegun, tubuhnya kaku karena tak percaya. Perlahan, ia membalas pelukan itu dengan sama erat. Hangat. Nyaman. Tenang. Baru kali ini ia merasakan betapa berartinya pelukan seorang ibu.

"Kenapa, Ma?" tanyanya pelan, jemarinya terus mengelus punggung Mamanya.

Gina melepaskan pelukan itu, napasnya tersengal-sengal. "Keyna... Keyna mengalami kecelakaan. Kondisinya memburuk, ia koma, Keira. Mama takut kehilangan Keyna. Tidak ada pendonor jantung yang cocok. Ia harus segera dioperasi..." Air mata kembali jatuh. "Mama tak bisa berbuat apa-apa."

Keira mengusap punggung Mamanya pelan. "Koma?" bisiknya, masih sulit mempercayainya.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!