Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Babak 16 besar Turnamen kekaisaran selatan.

Setelah tiba di kekaisaran selatan tepatnya kota Nanjing , Xuan menyarankan agar Yang Long tingal di ibu kota Nanjing untuk sementara waktu, sekaligus menikmati bulan madu, namun sebaiknya menonton pertandingan turnamen terlebih dahulu.

"Paman, Bibi. Silahkan menikmati pernikahan kalian, kita akan tingal disini untuk beberapa waktu." Lalu memberikan cincin penyimpanan.

"An'er, ini berlebihan," Yang Long serta Song Yun kaget setelah memeriksa isi cincin yang di berikan oleh Xuan pada mereka.

"Paman, bibi. Harta seperti itu tidak ada artinya bagiku, aku berharap kalian bisa menaikkan kultivasi kalian.

"An'er, terimakasih untuk semuanya." ucap Yang Long terharu atas kebaikan Xuan.

"Paman, jika ada gedung yang memiliki nama Dewi Teratai Salju di kota Nanjing ini, itu adalah milik kita, paman bisa mengunjunginya.

"Baik An'er," jawab Yang Long bangga atas keponakannya itu. Dia melihat punggung Xuan dan Yang Shen yang telah meninggalkan mereka berdua sambil tersenyum bahagia. Dia merasa tidak sia-sia saat dulu menyelamatkan Xuan walau akhirnya mereka terpisah.

"Yun'er, ayo kita menonton turnamen terlebih dahulu ini sudah memasuki enam belas besar.'

"Baik Long'gege, aku juga penasaran seperti apa jurus-jurus di kekaisaran selatan ini! Seperti apa kemajuan kultivator muda kekaisaran ini!"

Mereka juga mengikuti Xuan dari belakang sambil menjaga jarak.

Xuan pergi meninggalkan sepasang pengantin baru tersebut menuju lokasi turnamen.

Xuan duduk di kursi penonton biasa sambil mengenakan topeng emas dan pakaian mewah khas kekaisaran barat dan Yang Shen memakai pakaian khas kekaisaran timur membuat mereka berdua sangat mencolok dari penonton lainnya. Bahkan mereka berdua malah menjadi perbincangan dimana-mana.

Dia memperhatikan Leluhur klan Zhong yang memasuki panggung arena dan para peserta yang tersisa.

"Saya Zhong We, leluhur klan Zhong yang akan menjadi wasit setelah memasuki babak enam belas besar. Kami sangat bangga atas peserta turnamen tahun ini, peserta tahun ini sungguh luar biasa dari tahun-tahun sebelumnya."

"Sepertu biasa, peringkat sepuluh besar turnamen ini akan ikut bertanding ke kekaisaran tengah."

Tepuk tangan meriah di sambut oleh para penonton untuk mendukung peserta masing- masing.

"Memasuki babak enam belas besar pertandingan berubah, kali ini, satu lawan satu, jika anda kalah maka di pastikan gugur. jika menang akan maju ke babak selanjutnya.

"Peraturan sedikit di longgarkan, bisa menggunakan racun, Seperti jarum beracun, pisau beracun, namun yang terkena racun bisa menelan pil penawarnya di dalam pertandingan. Namun tidak bisa menggunakan pil ungu yang diproduksi oleh kelompok tengkorak hitam yang telah di larang peredarannya. Bebas menggunakan senjata biasa sampai senjata pusaka. Dilarang menggunakan artefak sebagai senjata, dilarang menggunakan kitab yang bersekutu dengan iblis. Dilarang menggunakan kitab penjinak siluman atau hewan buas."

"Biar kalian lebih semangat untuk bertanding kali ini hadiah bertambah, ini juga sangat luar biasa dari sang pahlawan, kultivator bertopeng emas."

Tepuk tangan dan sorak-sorai penonton terus bergema.

"Harap tenang."

"Untuk babak pertama, Xiao Xia dari sekte tebing salju melawan Tuan muda Mao Di dari klan Mao."

Zhong We memanggil kedua peserta sambil mengaktifkan array pelindung untuk mencegah serangan nyasar pada penonton yang kekuatannya lemah.

"Walaupun kamu perempuan, tapi aku tidak akan sungkan, sambil menarik pedangnya."

Kedua peserta di atas arena saling menatap satu sama lainnya, Tiba tiba Mao Di menarik pedangnya dan menghilang dari tempatnya.

Ting

Suara dentuman pedang terjadi saat Xiao Xia menahan serangan Mao Di. Setelah serangan pembuka di mulai, Xiao Xia juga mengeluarkan jurus-jurusnya. Puluhan pisau es tercipta di udara, serangan itu meleset dengan kecepatan tinggi menuju Mao Di, namun pemuda itu masih dapat menahan serangan tersebut. Mao Di juga mempunyai pertahanan yang bagus dan dia juga memakai armor di tubuhnya.

Saat serangan Xiao Xia gagal, Mao Di juga melakukan serangan balik. Pusaka miliknya meleset dengan kecepatan tinggi menuju Xiao Xia. Dia mengendalikan pedang tersebut sesuka hatinya di udara saat menyerang Xiao Xia. Pedang itu terus meliuk-liuk di udara dan mengejar wanita itu kemanapun dia melompat. Melihat serangan yang datang tanpa henti, Xiao Xia melompat ke udara dan menahan pedang itu menggunakan senjatanya. Kemudian menendang pedang Mao Di hingga terpental dan berhasil di tangkap pemuda itu.

"Aku baru melihatmu menggunakan senjata, aku berpikir kamu hanya mengandalkan es mu."

"Tidak mudah melawan mu, dalam babak penyisihan kamu berhasil memenangkan 46 kali pertarungan dan hanya lima kali kalah." jawab Xiao Xia.

Selanjutnya mereka langsung beradu pedang yang sudah di aliri energi, senjata mereka terus bertabrakan dan menciptakan bunga api dan asap. Dentuman pedang di atas arena dan di udara terus berlangsung. Mereka silih berganti menyerang dan bertahan.

"Aku tidak menyangka gadis itu sangat cantik dan kulitnya indah sekali, bodinya luar biasa. Apakah menurut mu gadis itu mau sama aku saudara Xuan?" Shen Yang menatap Xiao Xia tanpa berkedip. Sepertinya dia membayangkan penolakan dari bidadari tersebut membuatnya sedikit khawatir.

"Saudara Shen, yang kita nilai disini adalah pertarungan, ini bukan adu kecantikan atau ketampanan, namun ini kompetisi bela diri."

"Saudara Xuan, aku tidak peduli dengan kompetisi ini, aku harus mendapatkan gadis itu, dia sangat cantik, namun aku masih ingin menilai. Aku rasa gadis itu aka menang sepertinya dia menyembunyikan satu tingkat kultivasinya. Itu terlihat dari cara kasarnya menahan kekuatannya."

"Saudara Shen, tenanglah, gadis itu pasti mau sama kamu, namun itu bukanlah hal mudah. Kamu harus mengandalkan namaku. Menurutku juga gadis itu pasti menang. Sepertinya dia ingin bermain lebih lama demi pengalaman bertarung dan agar bisa mengendalikan semua jurusnya dengan baik."

'Sepertinya dia berhasil naik tingkat.' fikir Xuan.

Setelah bertarung cukup lama, Xiao Xia menaikkan kekuatannya hingga maksimal membuat sarangnya jauh lebih kuat dari sebelumya. Dari senjata yang beradu sudah kelihatan Mao Di bersusah payah menahannya.

Dia menarik pedangnya dan melakukan tarian.

PEDANG MEMBELAH GUNUNG

Mao Di menebaskan pedangnya. Energi berbentuk kalajengking merah keluar dari ujung pedangnya disertai asap berwarna merah beterbangan ke segala arah. Energi kalajengking merah mengandung racun mematikan. Meleset dengan kecepatan tingi menuju Xiao Xia.

"Melihat serangan yang datang, Xiao Xia juga menebaskan pedangnya, sebuah energi pedang yang besar keluar dari ujung pedangnya, energi pedang besar tersebut menahan energi kalajengking merah. Namun tiga energi pedang kecil memisahkan diri.

Kedua energi pedang bertabrakan. Dentuman keras terjadi, asap hitam disertai bunga api beterbangan ke segala arah. Mao Di terlempar keluar dari arena sambil memuntahkan darah dari mulutnya ketika perisai dan armor di tubuhnya tertembus oleh satu pedang energi.

Tiga energi pedang es yang memisahkan diri ternyata menyerang pemuda tersebut. Dua energi pedang dia tahan dengan susah payah dan satu energi pedang berhasil menembus tubuhnya.

Xiao Xia juga terduduk lemas, saat asap tercium olehnya, dia baru sadar energi kalajengking merah tersebut mengandung racun, namun dia berhasil keluar sebagai pemenangnya.

"Pemenangnya adalah Xiao Xia dari sekte tebing salju." Zhong We mengumumkan pemenangnya sambil memberikan pil anti racun yang memang sudah disiapkan.

Selanjutnya Yang Xu Lie dari klan Yang melawan Yuan Shi dari sekte Yuan.

Yang Xu Lie bersama Yuan Shi naik keatas panggung arena.

"Salam hormat saudari Xu Lie." sambil menundukkan badannya.

"Salam saudara Shi." Sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.

Yang Xu Lie langsung melompat ke udara dan berputar-putar beberapa kali sambil mengendalikan pedangnya. Pedang gadis itu mengincar leher dan kepala Yuan shi bahkan saat dia berada di udara. Saat Yuan Shi fokus menahan serangan Yang Xu Lie, beberapa jarum beracun menembus pertahannya dan terus menembus tubuhnya. Pemuda itu terduduk lemas dan memuntahkan darah merah kehitaman dari mulutnya dan bahkan berbagai lubang di tubuhnya mengeluarkan darah.

Zhong We langsung menghentikan pertarungan dan memasukkan pil ke mulut Yuan Shi lalu membantu menetralkannya.

Semua penonton baru sadar ketika Zhong We menghentikan pertarungan. Penonton tercengang satu serangan tunggal dan satu sarangan tipuan berhasil membuat Yuan Shi bertekuk lutut. Bahkan perisai energi dan armor ditubuhnya tidak mampu menahan jarum jarum tersebut.

"Leluhur Zhang, terimakasih banyak." Seorang pria tua tiba-tiba sudah berada diatas arena.

"Dia masih dapat tertolong Leluhur Yuan, telat beberapa detik saja, dia akan tewas mengenaskan. Racun tersebut bukan racun sembarangan." Zhang We menggelengkan Kepalanya.

'Ini pasti ulah ibu yang menitipkan kitab itu kepada Elang merah agar di sampaikan sama bibi Lie' gumam Xuan di tribun.

"Saudara Xuan, apakah anda yang memberikan Jarum-jarum beracun tersebut? itu luar biasa," ucap Yang Shen.

"Benar saudara Shen," apakah kamu belum mempunyai kartu as?"

"Belum Sudara Xuan, aku menginginkannya saat ini, untuk persiapan turnamen selanjutnya."

Xuan memberikan kitab ilusi dan pusaka pisau langit pada Yang Shen." Pelajarilah saudara Shen untuk bekal turnamen selanjutnya."

"Terimakasih saudara Xuan." Yang Shen tersenyum bahagia. Akhirnya dia mempunyai satu kartu as.

"Harap tenang, Racun tingkat tinggi dari jarum beracun sudah berhasil saya netralkan. Sekarang saya akan mengawasi turnamen ini dengan ketat, saya akan memastikan tidak ada korban jiwa. Gunakan kekuatan penuh kalian, gunakan jurus-jurus pamungkas kalian. Setelah memasuki arena jangan lengah bahkan satu detik saja. Jika itu pertarungan sungguhan Yuan Shi sudah gugur karena meremehkan lawannya." Ucap Zhong we.

Semua penonton tepuk tangan di tribun setelah Zhong We memberikan sedikit motivasi.

"Hati mereka menjadi dingin setelah serangan pada klan mereka sepuluh tahun yang lalu. Anggota klan Yang ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa klan mereka belum selesai dan masih berdiri kokoh. Mereka benar-benar menakutkan bagi peserta lainnya." Ucap Kaisar Kun yang menyaksikan pertandingan tersebut.

"Itu benar Yang Mulia, bahkan peserta dari akademi kita hanya tersisa dua orang saja, ini benar-benar memalukan." Seorang pria tua yang duduk di sebelah kaisar menjawab sambil memperhatikan peserta selanjutnya.

"Aku jadi ragu, apakah Ly'er bisa masuk sepuluh besar? Hanya dia harapan kita dari akademi."

"Aku yakin Putri Meily pasti bisa sepuluh besar Yang Mulia, Putri Meily sangat keras berlatih beberapa tahun terakhir setelah pangeran belum kembali."

"Aish ...! Gadis itu bahkan sudah berada di tingkat raja tahap akhir, jika dia tidak menahan serangannya, pemuda Yuan Shi itu pasti tewas sebelum menyentuh lantai arena. Seorang pria tua berjenggot panjang memakai jubah kalajengking merah memberikan pendapatnya.

"Benar apa yang kamu katakan pak tua Mao, Gadis itu salah satu kuda hitam turnamen ini, sebelum peringkat Enam belas besar, masih banyak yang menahan kekuatannya dan belum menunjukkan kartu as masing-masing." Seorang pria tua yang memiliki jubah kuning dan memiliki lambang harimau memberikan pendapatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!