Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Anya langsung mengaktifkan kemampuan pasif matanya untuk memindai area sekitar.

"Dua penjaga patroli mendekat dari arah jam sembilan," bisik Anya pelan.

Kenji memberi kode tangan pada dua anak buahnya yang ikut menyusup bersama mereka.

Kedua anak buah itu langsung menyergap dari balik semak-semak dalam gerakan kilat.

Bugh. Bugh.

Dua penjaga rumah Walikota itu langsung pingsan terkena pukulan di tengkuk tanpa sempat berteriak.

"Aman, ayo kita masuk lewat pintu dapur," instruksi Kenji.

Klek.

Pintu dapur berhasil dibobol dengan mudah oleh peralatan retas milik Bima.

Mereka berempat menyelinap masuk ke dalam rumah yang suasananya sangat gelap gulita itu.

Air hujan menetes dari baju taktis mereka membasahi lantai marmer yang mewah.

Tes. Tes.

"Lorong utama ada di sebelah kanan, ikuti langkahku," bisik Anya mengambil alih panduan arah.

Anya berjalan mengendap-endap di depan sementara Kenji melindunginya dari belakang dengan senjata terhunus.

Dia dengan sangat lincah menghindari setiap garis sensor laser yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

"Tunggu, berhenti di sini," tahan Anya tiba-tiba.

Dia menunjuk ke arah sebuah pot bunga besar di sudut lorong persimpangan.

"Ada sensor gerak inframerah yang disembunyikan di balik daun palem itu."

Kenji menatap takjub ke arah pot bunga yang ditunjuk Anya.

Bahkan insting pembunuhnya yang sangat tajam pun hampir melewatkan jebakan sekecil itu.

"Kita memutar lewat ruang makan keluarga," putus Kenji segera.

Setelah melewati beberapa lorong yang menegangkan, mereka akhirnya tiba di ruang kaca belakang.

Ruangan itu terlihat sangat berbeda di malam hari tanpa adanya cahaya matahari.

Rak buku besar yang terbuat dari kayu mahoni itu berdiri kokoh di sudut ruangan.

"Itu raknya," bisik Anya sambil menunjuk ke arah sudut.

Kenji dan Bima segera berjalan mendekati rak buku tersebut.

Bima meraba bagian sisi rak dan menemukan sebuah celah kecil yang tidak terlihat.

Klak.

Dia menekan celah itu dan rak buku besar tersebut bergeser perlahan ke samping secara otomatis.

Srrr.

Sebuah pintu baja tebal berwarna abu-abu gelap akhirnya menampakkan wujud aslinya.

Di tengah pintu baja itu terdapat sebuah panel elektronik yang memancarkan cahaya biru redup.

"Pemindai suaranya sudah aktif, Nona Anya, giliran Anda sekarang," ucap Bima mundur selangkah.

Anya berjalan mendekati panel biru itu dengan jantung yang berdebar kencang.

Dia menarik napas panjang untuk menstabilkan intonasi suaranya.

Anya menekan tombol mikrofon pada panel tersebut hingga warnanya berubah menjadi merah.

Tit.

"SCRIPT VIDEO REVIEW TELUR AYAM - LUNARAMODE 20-30 DETIK," ucap Anya dengan artikulasi yang sangat jelas dan tegas.

Keheningan yang mencekam kembali menyelimuti ruang kaca itu selama dua detik.

Tit. Tit. Tit.

Lampu pada panel itu berkedip hijau dengan cepat.

Klak. Ckrrr.

Suara kunci mekanis yang berat terdengar membuka dari dalam pintu baja tersebut.

Pintu brankas itu perlahan terbuka sedikit menciptakan celah yang cukup untuk dimasuki satu orang dewasa.

Anya menghembuskan napas yang sedari tadi dia tahan dengan sangat lega.

Fiuh.

"Luar biasa," puji Bima dengan suara pelan namun terdengar sangat tulus.

Kenji tidak membuang waktu dan langsung menarik pintu baja itu hingga terbuka lebar.

Kriet.

Di dalam brankas berukuran kecil itu terdapat puluhan tumpukan uang tunai dan beberapa map dokumen rahasia.

Kenji mengambil seluruh map dokumen itu dan memasukkannya ke dalam tas tahan air yang dia bawa.

"Kita dapatkan apa yang kita cari, ayo mundur sekarang juga," perintah Kenji cepat.

Mereka baru saja akan berbalik untuk keluar dari ruang kaca itu.

Namun tiba-tiba lampu utama di ruangan tersebut menyala terang benderang menyilaukan mata.

Ctek.

"Ternyata tikus got dari klan Bratadikara benar-benar berani menyusup ke rumahku."

Suara berat dan berwibawa itu berasal dari arah pintu masuk ruang kaca.

Walikota berdiri di sana dengan mengenakan jubah tidur sutra berwarna merah marun.

Pria paruh baya itu tidak sendirian.

Dia dikawal oleh selusin pria bersenjata laras panjang yang menodongkan moncongnya langsung ke arah kelompok Kenji.

Klak. Klak. Klak.

Suara senjata yang dikokang secara bersamaan itu terdengar seperti lonceng kematian.

Kenji langsung menarik tubuh Anya dan menyembunyikannya di belakang punggung besarnya.

"Kau sengaja membiarkan kami masuk ke mari, Walikota?" tanya Kenji dengan nada suara yang sangat tenang.

Walikota tertawa keras hingga perut buncitnya sedikit berguncang.

"Tentu saja, aku tahu gadis kecil di belakangmu itu terlalu banyak mengendus saat minum teh kemarin."

Pria itu menatap remeh ke arah Kenji yang kini sudah terkepung rapat tanpa celah pelarian.

"Aku hanya membiarkan kalian masuk ke dalam jebakan tikus paling sempurna yang pernah kubuat."

"Malam ini, sejarah klan Bratadikara akan tamat di ruangan ini."

Kenji menyeringai tipis mendengar pidato kemenangan yang terlalu dini tersebut.

Pria itu mencabut dua pucuk pistol dari balik jaket taktisnya secara bersamaan.

"Sejarah klan Bratadikara tidak akan pernah tamat selama aku masih bernapas," desis Kenji mematikan.

Perang terbuka di dalam kediaman orang nomor satu di kota ini sudah tidak bisa dielakkan lagi.

Dan Anya bersiap untuk menarik pelatuk senjatanya sekali lagi malam ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!