Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau Aku Nikah, Kamu Gimana?

Aluna akhirnya menyalakan mesin mobil dan menyetir perlahan meninggalkan area parkir.

Dengan hati-hati ia mengemudikan mobil menuju apartemen Rafa, sesekali ia menatap Rafa yang terlihat sudah mengantuk di sampingnya.

"Aluna.." Panggil Rafa yang tengah bersandar dengan santai di samping Aluna.

"Kenapa?." Tanya Aluna tetap fokus pada jalan raya.

"Kalau aku nikah, kamu bagaimana?." Aluna memutar bola matanya malas dengan pembahasan Rafa yang dari tadi membahas tentang perjodohannya.

"Yah bagaimana?, nggak bagimana-bagaimana." Jawab Aluna seadanya, sebenarnya juga sudah mulai muak.

"Nggak sedih?, kita pisah lima tahun loh, sekalinya ketemu malah aku udah ditahap perjodohan."

Berbeda dengan Aluna, Rafa kelihatan sangat menyayangkan keadaannya mereka saat ini.

Aluna tampak tertawa kecil mendengar suara Rafa yang tampak terdengar murung.

"Aku tau kamu lagi sedih, tapi lucu banget sih. Biasanya tuh cewek yang merana mau dijodohin, ini malah kamu yang melow gitu." ujar Aluna tertawa sambil menggelengkan kepalanya heran.

"Tau nggak sih Al, aku punya seseorang yang aku suka." Akhirnya Aluna mulai tertarik dengan pembahasan ini lagi.

"Siapa?." Tanya Aluna penasaran.

"Ada pokoknya, aku sayang banget sama dia. Selama lima tahun ini hati aku tersiksa banget karena jauh dari dia." Jawab Rafa sambil terus menatap Aluna.

"LDRan kamunya?, kita padahal sering tukaran kabar loh lewat sosmed, kamu kok nggak pernah cerita lagi suka sama orang."

Mendengar respon Aluna membuat Rafa menatapnya gemas.

"Nih anak kok nggak peka banget sih, jadi gemes sendiri kan." batin Rafa

"Soalnya belum pasti makanya belum aku ceritain ke kamu, orangnya nggak peka banget, lebih ke oon mungkin." Kesal Rafa karena Aluna sama sekali tidak mengerti kemana arah pembicaraan Rafa.

"Asal banget kamu ngatain anak orang oon." Tegur Aluna tidak senang mendengar Rafa mengatai orang.

"Udah nyetir aja, hati-hati nyetirnya."

Rafa sudah mulai malas berbicara pada Aluna, ia memilih untuk kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.

"Ck." cebik Aluna menatap kesal Rafa sekilas lalu kembali memperhatikan jalanan.

Aluna kembali fokus menyetir sedangkan Rafa menyilangkan tangannya di depan dada dengan mata terpejam... sebenarnya tidak sepenuhnya terpejam, ia sesekali membuka matanya memperhatikan Aluna diam-diam.

***

Tidak terasa mereka sudah sampai di halaman depan gedung apartemen yang ditinggali oleh Rafa, Aluna ingat ini adalah apartemen Rafa yang di hadiahkan oleh Mamanya untuknya.

"Raf..Rafaaa, udah sampai."

Aluna menarik-narik lengan Rafa agar sahabatnya itu bangun dari tidurnya.

Rafa pun mengerjapkan matanya, ia tidak menyangka bisa tertidur sepulas itu saat Aluna menyetir mobil.

"Udah sampai yah?, mau masuk dulu?." Tanyanya menawarkan saat nyawanya sudah mulai terkumpul.

"Nggak usah, aku mau langsung pulang aja, kamu masuk aja." tolak Aluna

Rafa melihat Aluna yang baru mau mengeluarkan ponselnya.

"Baru mau nelpon supir kamu?." Tebak Rafa, Aluna lalu mengangguk.

"Iya, biar aku tunggu disini saja, kamu bawa mobil kamu masuk ke basement aja." Jawabnya yang sudah bersiap turun dari mobil.

"Nggak usah, kamu bawa mobil aku aja." Dengan cepat Rafa mencegahnya menelpon supir, akan sangat lama jika ia baru menyuruh sopirnya datang menjemputnya.

"Nggak mau, besok kamu naik apa?." Tanyanya menolak saran Rafa.

"Ya ampun Aluna, mobil aku nggak cuma satu." Jawab Rafa sekedar mengingatkan Aluna bahwa ia bukan laki-laki biasa.

"Ya udah turun, aku mau pulang." Perintah Aluna dengan cepat, Rafa pun mengangguk lalu bergegas turun dari dalam mobilnya.

"Kamu hati-hati dijalan yah, kabarin aku kalau udah sampai dirumah." Pesan Rafa sebelum menutup pintu mobilnya.

"Iya Rafa, sana masuk." Jawab Aluna malas karena selalu diingatkan untuk berhati-hati.

Rafa kemudian turun dari mobilnya dan membiarkan Aluna membawa mobilnya pulang.

Baru saja ingin keluar dari halaman gedung apartemen, Aluna salah menginjak rem yang membuat mobilnya berjalan begitu cepat hingga tidak sengaja ia menabrak bagian depan mobil yang baru saja memasuki halaman apartemen tersebut.

Bughhh

Bunyi keras dari benturan mobil membuat Rafa yang baru saja masuk ke dalam gedung apartemen langsung mengurungkan niatnya dan bergegas kembali keluar dari dalam gedung tersebut.

Aluna sendiri sangat terkejut terlebih saat pengendara yang ia tabrak langsung turun dengan wajah merah karena marah.

"Turun nggak lo, punya mata gak sih? Lo bawa mobil dalam keadaan mabok yah!." Serunya sambil menggedor pintu mobil Aluna.

Setelah sadar akan situasinya, Aluna yang tadinya terdiam karena kaget langsung bergegas keluar dari mobilnya.

"Maaf saya nggak sengaja, tadi salah injek. Ada yang luka nggak? Biar saya tanggung jawab semua kerusakan dan pengobatannya mas." Ucap Aluna menyesali kecerobohannya.

"Kalau nggak bisa nyetir tuh nggak usah nyetir, diam aja dirumah!." Bentak laki-laki yang terlihat sebaya dengannya.

"Kok kasar gitu sih? Saya kan udah minta maaf." Aluna mulai emosi karena perkataan laki-laki didepannya ini.

"Lo yang salah tapi Lo juga yang nyolot."

"Gue nggak bakal nyolot yah kalau bukan Lo duluan yang marah-marah, gue udah minta maaf baik-baik sama Lo, gue juga nggak mau kabur, gue mau tanggung jawab!."

"Mobil gue ini limited edition, baru dateng kemarin dan dengan pedenya Lo bisa ganti rugi?."

"Ya udah gue ganti, Lo pikir gue nggak mampu!."

"Gede juga nyali lo."

"Lo aja yang tantruman nggak jelas, mana kasar banget jadi cowok, lo tuh..."

Perbedaan Aluna dengan laki-laki tersebut terhenti saat Rafa dengan wajah khawatirnya menghampiri Aluna.

"Al..Aluna kamu nggak apa-apa?." Tanya Rafa terlihat sangat khawatir.

"Nggak, mobil dia aja tuh baret dikit, lagian salah dia juga masuk bukan jalurnya, tuh jalur Lo." Jawab Aluna dengan kesal setelah menyadari ternyata kecelakaan barusan bukan salahnya sepenuhnya.

"Lo udah salah malah nyalahin orang lagi, dasar kampung."

"Lo yang kampung yah, baru naik mobil bagus lo?."

"Wah gila nih cewek."

"Emang kenapa hah? mau apa lo?."

Perdebatan mereka kembali berlanjut sehingga membuat Rafa harus turun tangan menengahi mereka.

"Mas mas, udah. Saya mohon maaf karena ulah teman saya mobil mas jadi baret gini, biar saya yang tanggung semuanya yah, ini kartu nama saya." Kata Rafa merasa bersalah juga gemas sendiri karena Aluna terus menyolot.

"Nggak usah Rafa, biar aku yang selesain semuanya." Tolak Aluna tidak ingin merepotkan Rafa.

"Lo cewek bisa apa? Jangan sok deh." Lagi-lagi emosi Aluna terpancing tiap kali laki-laki tersebut berbicara dengan nada meremehkan dirinya.

"Lo kenapa sih sensi banget, gue udah minta maaf dan mau tanggung jawab yah, Lo nya aja yang dari tadi nyolot Mulu." Kesal Aluna tidak mau kalah nyolotnya.

"Aluna udah, kamu nggak usah pulang, nanti aku kabarin orangtua kamu kalau kamu nginap disini." Rafa akhirnya memutuskan untuk memaksa Aluna menginap saja.

Ia khawatir akan terjadi apa-apa lagi jika Aluna masih nekat pulang sendiri.

"Nggak mau, aku bisa pulang sendiri."

"Ini udah tengah malam Aluna, belum jauh aja kamu udah nabrak gini, gimana kalau ditengah jalan kamu ada apa-apa?."

Aluna menatap tajam Rafa yang terus saja khawatir berlebihan padanya, satu hal yang paling Aluna tidak sukai.

Diam-diam laki-laki yang berdebat dengannya tadi memperhatikan tatapan tajam Aluna pada Rafa.

"Kenapa sih kamu seperti Papa, Mama dan kak Abra?. Aku bisa sendiri Rafa, aku nggak suka dikhawatirkan terus!." Seru Aluna sangat tidak suka jika ia terus-menerus dikhawatirkan seperti orang yang harus selalu diawasi.

"Syukur-syukur pacar Lo baik, jadi cewek keras kepala banget." Cibir laki-laki tadi membuat Aluna semakin geram.

"Diam lo, gue nggak ngomong sama lo." ucap Aluna menatap sinis.

"Al.." Panggil Rafa

"Apa?" Jawabnya terdengar sangat ketus.

"Ya udah kalau kamu mau pulang, aku yang anter kamu." Kata Rafa pada akhirnya yang membuat Aluna semakin muak.

"Aku masuk aja."

Dengan kesal Aluna berbalik dan berjalan menuju ke pintu utama gedung apartemen Rafa. Rafa hanya bisa menghela nafas berat melihat betapa keras kepalanya sahabatnya itu.

"Mas maaf yah, ini kartu nama saya, mas bisa hubungi saya kapan aja buat biaya perbaikan sama pengobatan mas." Rafa kemudian kembali berbicara pada laki-laki tadi.

"Nggak usah, gue nggak butuh, urusin aja tuh cewek lo." tolak Laki-laki tersebut dengan angkuh

"Pegang aja mas, saya permisi dulu." Rafa memaksa Laki-laki tadi untuk mengambil kartu namanya dan langsung berlalu dari sana.

"Kai..." Laki-laki yang tadi mendebat Aluna berbalik saat mendengar seseorang memanggil namanya.

"NGAPAIN LO DISINI!." Serunya dengan suara yang begitu keras saat melihat wanita paruh baya yang berjalan menghampirinya.

Suara keras laki-laki yang tadi berdebat dengan Aluna membuat Aluna kaget dan refleks menoleh ke belakang.

"Kenapa lagi tuh bocah tantrum." ucap Aluna penasaran.

"Kai, saya cuma mau ketemu sama kamu." Kata Wanita tersebut semakin mendekat ke arah Kai yang justru terlihat semakin murka.

"PERGI LO, JANGAN PERNAH TAMPAKKAN MUKA LO DI DEPAN GUE!." Dengan cepat ia masuk ke dalam mobilnya setelah mengusir wanita tadi.

"Kai.. jadi namanya Kai. Pantes aja nyolot terus, orangnya emang kasar ternyata." tutur Aluna menggelengkan kepalanya menyayangkan perilaku Laki-laki bernama Kai itu.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!