Indonesia
NovelToon NovelToon
Lucy, Tuan Muda & Getaran Cinta

Lucy, Tuan Muda & Getaran Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / Teen / Pembantu / Persahabatan / Romansa / Cintapertama / Kaya Raya
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kana Rui

Lucy alana Kristian, adalah putri dari salah satu keluarga tersohor di Inggris, sejak kecil orang tuanya meninggal dan dia hidup bersama dengan kakaknya yang bernama Theo geovan Kristian. seorang kakak yang sangat mencintai pekerjaannya dan membuat adiknya kesepian, tiba-tiba berniat menjodohkan nya dengan salah satu koleganya. Perjodohan sepihak yang dilakukan kakaknya tanpa persetujuannya menambah keinginan nya untuk meninggalkan rumahnya. saat rencananya terwujud Lucy tak menyangka perjalanan membawanya secara tidak sengaja bertemu dengan 2 sahabat karib yang bernama Ryu dan Leon. Leon sang ketua basket populer sekolah dan Ryu ketua osis yang dingin. Karena beberapa alasan Leon memaksa Lucy tinggal di kediaman Ryu, penawarannya membuat lucy menerima tawaran itu karena itu juga salah satu cara agar dia tetap bersembunyi dari kakaknya yang terus menerus memaksanya bertunangan. Dari sinilah awal perjalanan lucy menemukan kisah kisah cinta yang tak hanya berwarna tapi juga penuh luka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kana Rui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barang bukti yang hilang

Lucy mencoba terus berlari di tengah hutan, meski tubuhnya sudah sangat lelah. Dia menoleh ke belakang dan melihat anjing hutan itu masih saja mengejarnya dengan tertatih.

Dia tahu terluka berlari bukanlah jalan keluarnya saat ini, mau berapa lama lagi dia berlari anjing hutan itu akan tetap mengejarnya karena anjing adalah hewan yang akan terus mengejar maangsanya.

Sambil berlari-lari kecil Lucu mencoba berpikir jika saat ini jika terus berlari pun akan sangat merugikan dirinya sendiri toh hal itu sama saja dengan menguras tenaganya sedikit demi sedikit. Satu-satunya cara adalah menghadapi anjing hutan itu berduel satu lawan satu dengannya.

Tentu saja bukan hal yang mudah melihat anjing itu jelas memiliki taring yang kuat mampu merobek mangsa, jika salah perkiraan tentu pilihan itu pula yang akan menjadi kuburan bagi Lucy.

Langkah Lucy terhenti, dia mengatur nafasnya dan berbalik menghadap belakang membuat posisi dia dan anjing hutan itu berhadapan. Dipegang kuatnya tongkat kayu yang dia ambil sembarang tempat lalu dia mulai menyiapkan kuda-kuda dan dengan sekali hentakan keras dia memukul anjing itu sampai hewan itu tersungkur ke tanah dan meringkik pelan.

Sepertinya luka yang diberikan Lucy cukup membuat anjing hutan itu berhenti mengejarnya. Yang harus dia lakukan saat ini adalah mencari jalan kembali ke kelompoknya.

Sambil tertatih Lucy berjalan, namun kakinya terasa sangat pegal. Dia duduk di salah satu bebatuan yang berlokasi tidak jauh dari lokasi anjing hutan yang terkapar tadi. Lucy memijat kakinya yang sakit, lalu dia mengarahkan pandangannya kembali pada anjing liar yang menatapnya dengan satu, ringkikan kecil terdengar di telinga Lucy.

"Maaf". Gumam Lucy pelan. Dia menundukkan dan menangis. Ini pertama kalinya dia memukul binatang sampai terkapar dan tak berdaya, tentu saja rasa bersalah menyeruak dalam. hatinya.

"Lucy! ". kata seseorang yang berdiri tak jauh dari tempat Lucy duduk, dia berjalan ke arah Lucy.

Kini mereka berhadapan dan bertatapan, Lucy melihatnya dengan seksama.

"Leon? Apakah benar ini kau?". Tanya Lucy tak percaya, dia menyeka air mata yang membasahi pipinya.

"Leon, aku tidak sengaja membunuh anjing itu". kata Lucy lirih, dia menundukkan kepalanya merasa sangat bersalah atas apa yang telah terjadi. Leon berjongkok menenangkannya dan mengatakan itu bukan masalah besar.

"Selama itu hanyalah melindungi diri, itu bukan masalah besar". kata Leon.

Leon mengajak Lucy kembali ke titik awal mereka berkumpul, disana Paul dan Sasha sudah menunggu mereka. Setelah hampir setengah jam berjalan mereka sampai di tempat terjadinya insiden tersebut. Di sana terlihat Sasha sudah terlelap dengan tidur menyender seadanya dan Paul mempertahankan Api unggun agar tetap menyala.

Paul tak henti-hentinya mengucapkan syukur karena Leon kembali bersama dengan Lucy. Ya, anggota kelompok mereka sudah hampir lengkap tinggal menunggu bantuan dari tim pencari. Mereka berharap Aaron dapat dengan cepat menemukan jalannya dan bertemu dengan tim pencari atau pos penjaga.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Aaron berjalan tertatih, dia sangat lelah dan membutuhkan istirahat. Fisiknya sudah sampai batas maksimal dan otaknya meminta untuk beristirahat. Namun dia terus menerus berjalan mengingat dia harus berpacu dengan waktu untuk membantu menyelamatkan teman-teman satu kelompoknya yang masih terjebak di dalam hutan.

Wajah Aaron terlihat sumringah saat dia melihat kilauan lampu dari kejauhan, dia mempercepat jalannya ingin segera sampai pada kilauan lampu itu. Nafasnya memburu, kakinya tertatih dan dia ambruk tak jauh dari salah satu cotage titik terakhir dari misi ini.

Seseorang yang melihatnya langsung membawanya ke dalam cotage dan memberikan bantuan medis. Dia dapat merasakan beberapa orang memangku tubuhnya, yang lain mencoba memanggil namanya, dapat dia rasakan rasa nyeri saat petugas medis berusaha membersihkan luka-lukanya dan tak lama kemudian dia terlelap.

Aaron membuka matanya saat merasakan cahaya yang sangat silau menganggu indra penglihatannya. Dia membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruangan mendapati ada 3 orang yang berdiri tak jauh dari tempatnya beristirahat.

"Kau sudah siuman". sapa seseorang bernama Lili, dia adalah dokter yang ditugaskan dalam acara kali ini.

"Bagaimana keadaanmu? ". Tanya Lili lagi.

"Jauh lebih baik". Jawab Aaron singkat.

Aaron menatap 2 orang yang mendekatinya, dia tahu betul siapa sosok itu. Saat ini dia berhadapan dengan Alan & Ryu, Ketua Pelaksana dari masing-masing sekolah.

Aaron lalu mulai menceritakan apa yang terjadi dari mulai awal kelompoknya bertemu, mengalami masalah dan menghilangnya salah satu anggota, juga anggota lain yang mungkin mengalami cedera.

Tak lama kemudian Ryu berjalan keluar dan memimpin tim pencari untuk menemukan Leon dan juga yang lainnya sementara Alan tetap bersama dengan Aaron.

"cerita yang bagus Aaron, lalu menurutmu apa ada sesuatu yang mencurigakan? ". tanya Alan lagi pada Aaron.

"" Peta yang diberikan pada kelompokku sepertinya bukanlah peta yang sama seperti yang diberikan pada kelompok yang lain. Aku membawa peta itu kemari sebelum aku jatuh pingsan diluar tadi malam". sahut Aaron lagi.

Alan hanya tersenyum tipis dan mengatakan pada Aaron bahwa dia harus lebih banyak beristirahat. Alan keluar dari ruangan itu dan mencoba mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Firasatnya mengatakan bahwa ada orang-orang yang bermain di balik tragedi ini.

Dia telah menyita tas ransel milik Aaron dan melihat isinya, tidak ada yang berbeda dengan isi tas ransel teman-teman yang lain. Hanya saja memang setelah dia periksa dia tidak menemukan suar di tasnya. Aaron tak mungkin berbohong mengatakan bila tidak ada suar yang dimasukkan dalam semua tas ransel milik kelompoknya. Lagipula tidak ada keuntungan apapun yang diperoleh Aaron bila melakukan kebohongan.

Alan kemudian berpikir kembali jika itu adalah sebuah kesalahan tertentu, yang tidak mendapatkan suar pastilah akan didapatkan oleh siswa secara acak, bukan hanya 1 kelompok. Ditambah lagi peta yang Aaron bicarakan sampai saat ini belum juga ditemukan. Alam kembali ke tempat dimana Aaron tergeletak dan melihat ke semua arah, tidak ada peta yang terjatuh di sekitar sana. Padahal peta itu adalah bukti paling krusial saat ini.

Alan berpikir kembali bahwa bisa jadi ada seseorang yang mengambil peta itu untuk menghilangkan barang bukti. Alan melihat kembali nama-nama dari kelompok yang hilang dan meneliti nama mereka satu per satu. Pasti ada orang yang ingin mereka semua atau salah satu dari nama-nama di dalam kelompok ini cedera dan bagi mereka ini adalah momen yang tepat. Tapi Alan masih belum mengetahui motif yang terjadi.

"Kalian mencoba mengganggu acaraku, aku tidak akan membiarkan pelaku lolos begitu saja.". Kata Alan sambil mengepalkan tangannya.

1
falea sezi
liz ini. pengacau bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!