Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Kaisar Dewa

Bangkitnya Kaisar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.

Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —

Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shen Yuchen Sang Guru

Di geladak perahu terbang yang melayang tinggi di angkasa, Ye Hu berdiri sendirian memandang lautan awan di bawahnya. Pikirannya melayang jauh, menuju satu benda yang paling ia cari di tempat harta kuno itu — Pil Transformasi Tingkat Tujuh. Pil itu diciptakannya sendiri sepuluh ribu tahun lalu, saat ia masih bernama Xuan Ling, sebelum ia mencoba menembus ke dunia atas. Kini kekuatannya belum cukup untuk membuka ruang penyimpanan harta itu sendiri, jadi ia harus memanfaatkan kekuatan Ru Shun yang berada di tingkat Core Formation untuk dapat masuk ke sana. Dengan kemampuannya saat ini, Ye Hu masih belum sanggup.

Pintu ruangan utama terbuka. "Tuan Ye Hu, Puteri memintamu datang."

Ye Hu berjalan masuk. Di dalam ruangan itu hanya ada Ping Yue dan Ru Shun.

Di atas meja di hadapan mereka tergeletak Batu Ratna Ungu dan Lempengan Pertama.

"Lempengan kedua akan kuserahkan setelah kita mendarat di tempat tujuan," ucap Ping Yue tenang. "Sementara ini, ambillah dua benda ini sebagai tanda keseriusan kita."

Ye Hu mengambil kedua benda itu, menyimpannya dengan hati-hati di dalam lengan bajunya. Sebagai gantinya, ia mengeluarkan kotak giok berisi tiga butir Pil Penguat Tubuh Tingkat Tiga dengan kemurnian 99 persen dan meletakkannya di meja.

Ru Shun menatapnya dengan tatapan penuh tanya. "Ke mana sebenarnya perahu ini menuju?"

"Ke Pegunungan Pamul," jawab Ye Hu singkat.

Ping Yue berdiri. "Aku kembali ke kamarku untuk bermeditasi."

"Tunggu sebentar," tahan Ye Hu. "Kau pernah berjanji — akan menceritakan bagaimana kau mendapatkan lempengan pertama itu."

Ping Yue tersenyum tipis. "Nanti akan kuceritakan. Sekarang aku ingin menelan pil penguat tubuh ini terlebih dahulu dan menyerap khasiatnya. Kita punya banyak waktu selama perjalanan."

Ye Hu tahu ia tidak bisa memaksa. "Baiklah. Istirahatlah, Tuan Puteri."

Setelah Puteri menghilang, Ru Shun mulai bertanya, "Bisakah kau ceritakan sedikit tentang ke dua lempengan itu. "

Dengan malas Ye Hu menjawab, "Tidak ada yang luar biasa. Ketika Xuan Ling akan naik kedunia atas, ia memberikan lempengan itu kepada dua muridnya agar setelah dia tidak ada maka kedua muridnya dapat memasuki tempat harta itu. Kemungkinan kedua muridnya tidak sepaham sehingga tempat itu tidak tersentuh sama sekali. "

"Apakah kau tahu tulisan kuno yang ditulis sangat kecil di lempengan kedua. " Ru Shun penasaran.

"Oh... itu... " Ye Hu merasa tidak senang dengan penyelidikan Ru Shun, seolah terdengar Ru Shun ingin menggali harta itu sendiri. "Tulisan itu hanya memberi tahu bahwa ada Binatang penjaga 10 serigala putih, puluhan serangga dan seekor kayak purba. "

"Ahhh... Cuman sedikit. " Jawab Ru Shun menyepelekan.

"Betul itu sedikit saat ribuan tahun lalu. " Ye Hu agak kesal. "Bayangkan sekarang seperti apa? Sepuluh pasang serigala putih itu selain dapat berumur ratusan tahun, juga dapat berevolusi dengan cara saling memakan binatang sejenisnya. Serigala akan semakin kuat energi nya maka semakin besar pula kekuatannya. Begitu juga serangga yang saling memakan dan berevolusi. Sedangkan katak purba ilahi dapat berumur seratus ribu tahun dan juga dapat berevolusi sekalipun tidak ada yang di makan"

Ru Shun terdiam.

Ye Hu pun segera pamit keluar. Ru Shun mengantarnya ke pintu kamar yang disediakan untuknya di bagian belakang perahu. "Silahkan Istirahatlah, saudara Ye Hu. Perjalanan masih panjang."

Ye Hu merasa aneh dengan perubahan sikap Ru Shun. Ketika bersama Puteri, dirinya di panggil Tuan Ye Hu, sekarang Saudara Ye Hu.

Di dalam kamar yang tertutup rapat, Ye Hu duduk bersila di atas kasur untuk bermeditasi. Namun baru saja ia memejamkan mata.

Detik berikutnya ada sesuatu yang aneh, munculnya lapisan perisai kedap suara langsung menyelimuti seluruh ruangan seolah seorang ahli memasangnya. Cahaya di ruangan itu berubah menjadi keemasan lembut.

Ye Hu dapat merasakan kehadiran sosok yang kuat.

Di tengah ruangan, muncul seorang pemuda berdiri dengan tenang — wajahnya tampan, kulitnya putih bagai susu, dan matanya memancarkan kebijaksanaan yang tak terukur. Dialah orang yang dua puluh tahun lalu menolong Ye Ba di perbatasan, dan dialah yang baru saja membinasakan seluruh Keluarga Ye.

Ye Hu membuka mata, dan saat melihat sosok itu, tubuhnya gemetar hebat. Ia segera bangkit dan bersujud dalam kegembiraan sekaligus rasa hormat yang mendalam. "Guru… Shen Yuchen!"

"Bangkitlah, muridku," ucap pemuda itu lembut namun berwibawa.

Ye Hu berdiri perlahan, matanya berkaca-kaca. "Guru… Bagaimana mungkin Guru bisa datang ke sini? Seorang yang berada di Immortal Realm tidak boleh memasuki Mortal Realm. Kultivasi Guru pasti akan turun, dan tubuh roh pun akan hancur karena perbedaan alam yang terlalu besar!"

Shen Yuchen tersenyum bangga. "Kau kan tahu, gurumu ini ahli dalam membuat boneka ilahi. Tubuh yang berdiri di hadapanmu ini bukan tubuh asliku — ini hanyalah boneka yang kubuat menyerupai diriku, dan kumasukkan sebagian rohku ke dalamnya."

"Tetap saja, Guru…" Ye Hu menggeleng khawatir. "Meskipun hanya boneka ilahi, roh yang diturunkan ke alam ini pasti akan terkikis dan lenyap seiring waktu. Itu berarti Guru kehilangan sebagian kekuatanmu hanya untuk bertemu denganku…"

"Itulah sebabnya aku sengaja datang sebelum waktuku habis di dunia fana ini, selama aku tidak melewati batas waktu maka pecahan roh ku akan baik-baik saja. " jawab Shen Yuchen pelan. "Ada hal-hal yang harus kukatakan langsung kepadamu."

Kata-kata itu membangkitkan ingatan lama di dalam benak Ye Hu — ingatan yang terkubur ribuan tahun lalu, namun kini kembali hidup dengan jelas bagai baru kemarin.

Di masa lalu, di Immortal Realm, Xuan Ling memulai hidupnya dari paling bawah. Ia masuk ke sekte besar sebagai murid luar, di mana ia sering dihina dan dipandang rendah. Namun dengan kerja keras dan bakat yang luar biasa, ia naik menjadi murid inti, dan akhirnya menjadi murid langsung dari Shen Yuchen — seorang Dewa yang paling ahli dalam pembuatan artefak dan boneka kehidupan di seluruh alam Immortal. Xuan Ling memiliki tubuh pedang yang langka — tubuh yang lahir untuk memegang pedang dan bertarung, membuatnya tumbuh jauh lebih cepat dibanding murid lainnya.

Shen Yuchen pernah memperingatkannya berkali-kali. "Xuan Ling, kekuatanmu tumbuh terlalu cepat. Namun hatimu belum cukup tenang untuk menembus ke Divine Realm. Belum waktunya. Tunggu beberapa ratus tahun lagi hingga pemahamanmu lebih dalam."

Namun Xuan Ling yang saat itu merasa tak terkalahkan, keras kepala. Ia merasa dirinya sudah cukup kuat, cukup bijaksana, dan siap naik ke alam yang lebih tinggi. Tanpa mendengarkan nasihat gurunya, ia memicu Tribulasi Langit — dan itulah awal dari kehancurannya. Petir pembinasaan menghancurkan tubuhnya, dan ia jatuh ke dunia bawah, terlahir kembali di dunia fana ini dengan ingatan yang sempat hilang.

"Kau masih keras kepala seperti dulu," ucap Shen Yuchen pelan, namun tidak ada amarah di suaranya — hanya rasa sayang yang mendalam. "Tapi kali ini, kau punya kesempatan kedua. Jangan sia-siakan."

Ye Hu menunduk dalam, rasa bersalah membakar dadanya. "Maafkan murid, Guru… Karena kesombongan murid, Guru juga harus menanggung beban…"

"Aku melakukannya karena aku ingin," potong Shen Yuchen lembut.

Ia melangkah mendekat, meletakkan tangan di atas bahu muridnya.

1
Nanik S
Chu Hua sangat licik
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
Nanik S
Chu Hua juga bengis dan kejam
Nanik S
Menuju jalan didepan yang yak terbatas
Nanik S
Ye Ba... dan seluruh keluarga harus mengetahui
Nanik S
Apakah Pemuda tampan itu Ayah Xuan Ling
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Nanik S
Kesepakatan yang bmenguntungkan
Nanik S
Ambil saja sekalian lempenganya
Nanik S
Rhu Shun ketua bayangan malam
Nanik S
Keren dan keren ... apakah bisa didapat lempenganya
Nanik S
Sebenarnya Ye Hu anak siapa
Nanik S
Banyak sekali musuhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!