Indonesia
NovelToon NovelToon
Seimbang

Seimbang

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa P

"Seimbang"

"Hanya karena Aku kaya dan Kamu miskin bukan berarti kita tak Seimbang Dania!!" Ucap Riki lantang tak terima jika sebuah hubungan harus hancur karena strata sosial.

Riki Agung Wiguna adalah laki laki kaya dan juga Seorang CEO di sebuah Perusahaan miliknya sendiri. Dania Azahra adalah wanita tercintanya, Mereka sudah lama menjalin sebuah hubungan sepuluh tahun lamanya.

Hubungan mereka mengalami banyak hambatan karena banyak pihak yang menentang akibat status strata sosial Mereka yang berbeda. Riki memiliki Rival, Dia adalah Dion Cakra Baskoro.

Akankah Dania berpaling dari Riki dan kembali pada cinta pertamanya Dion? Ataukah Dania tetap bertahan! Baca terus ceritanya yaa!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Nenek Nani?

Riki mendengar suara pintu mobil tertutup kencang. Berlari menyusul Dania.

Dania telah pergi menggunakan mobil taksi yang kebetulan lewat selepas mengantar Seseorang.

" Dania tunggu! "

Riki berusaha mengejar tapi Dania telah lebih dulu menyuruh Pak sopir untuk tancap gas.

" Arhh.." Riki menjambak rambutnya kasar. Mengumpat keras dengan mulutnya itu.

" Jadi wanita miskin itu sengaja memanfaatkan Cucuku, benar begitu Siska?"

Nani telah termakan ucapan Siska, membuat Siska semakin semangat untuk membuat cerita bohong.

" Iya Nek, kerjaannya cuma minta uang, bahkan kemarin Riki belikan baju kerja yang mahal untuk wanita miskin itu." Ucap Siska dengan nada sengit.

" Dasar wanita tak tahu diri beraninya Dia membuat Cucu seperti sapi perah." Timbulan perasaan benci di hati Nani pada Dania. Siska merasa senang karena sukses membuat Nani benci.

Anggoro mendengar percakapan kedua wanita itu melirik tajam.

" Siska!!" Panggil Anggoro.

" Eh! Iya Mas?" Siska menoleh ke arah Anggoro yang sedang menatapnya.

" Kamu jangan bicara yang tidak tidak. Sana lanjutkan pekerjaanmu, cuci piring di dapur!" Sentak Anggoro.

" Baik Mas." Ucap Siska tanpa membantah. Siska tak menyangka Anggoro akan ikut membela Dania biasanya Dia akan diam saja.

" Hah! Jangan bilang Mas Anggoro setuju lagi. Ahh! Nambah lagi pekerjaanku. Nenek dengan mudah ku hasut. Eh malah sekarang gantian Mas Anggoro. Siall." Cebik Siska sebal.

Anggoro tahu jika semua yang Siska ucapkan tidaklah benar. Dia melihat wajah Dania sangat polos. Tak mungkin jika Dania seperti yang dikatakannya. Anggoro juga berfikir mungkin dengan seperti ini Riki mau memaafkannya. Hanya saja Anggoro tak mau ikut melampaui batas ikut campur urusan asmara Riki.

" Apa sebenarnya tujuan Riki mengajak pacarnya kemari? " Batin Anggoro.

Riki kembali ke dalam rumah ingin rasanya memaki Siska yang sudah berhasil mempengaruhi Neneknya.

Nani melihat Riki kembali mendekati sang Cucu.

" Nah, biarlah wanita itu pergi, nanti Nenek carikan yang terbaik untukmu."

" Nenek! Dania tak seperti itu. Dia gadis yang baik Nek, tolong jangan percaya ucapan Tante Siska.

Nani semula senyum kembali memasang wajah datar.

" Tapi tentang ke miskinannya tak salah kan?" Tanya Nani.

" Iya memang Dania tak seperti keluarga Kita. Tapi.."

" Nenek tetap tak setuju. Orang miskin selalu punya muka yang banyak Riki. Siapa tahu wanita itu hanya berpura-pura baik untuk memikat perasaanmu?"

" Nenek kenapa gak percaya sama Riki. Mama aja kasih Riki restu."

Nani lebih menunjukkan wajah serius ketika Riki menyebut sang Mama.

" Siapa? Atmika maksudmu? Dia juga istri dan ibu yang tidak benar. Meninggalkan Suami dan Anaknya demi memenuhi kesenangannya sendiri. Wanita macam apa itu!"

" Cukup Nek! Cukup!" Telinga Riki terasa panas ketika Nenek menjelekkan kedua wanita yang paling Ia sayangi.

" Nenek gak tahu kan penyebab Mama pergi? "

Nani hanya menatap Riki.

" Tanya sama anak Laki-laki kesayangan Nenek itu. "

" Riki! Nenek belum selesai bicara!"

Riki tak bergeming tetap menaiki tangga meninggalkan Nani di ruang utama.

Anggoro sadar jika Riki sedang menyudutkan dirinya. Bukannya memberi penjelasan Anggoro langsung pergi melarikan diri agar Nani tak bertanya padanya.

" Ch, kenapa semuanya pergi menghindar?" Decis Nani sekarang sendiri di ruang utama.

*

Dania menangis di dalam mobil tadi warna biru muda itu. Pak Sopir tak tega memberikan tisu padanya.

" Mbak ini ada tisu."

Dania menerima tisu itu dan mengambil beberapa lembar saja.

" Terimakasih kasih Pak. Tolong ke Perumahan Melati ya Pak!"

" Siap Mbak."

Pak sopir melakukan taksinya menuju rumah Dania.

Dania tak ingin membuat Riki merasa khawatir segera mengirim pesan singkat.

"( Dania : Riki, Aku gak papa. Tolong jangan cari Aku ya! Aku beneran pulang kok. Kamu temenin Nenekmu dulu. Ilove u.) "

" Send."

Riki melirik ke ponselnya bergetar.

" Dania padahal Gue lebih lega kalo Lo marah. Eh malah ngomong ilove you."

" Riki : Ilove u too more and more Dania. Maafin sikap keluargaku ya."

" Send. "

Riki sungguh merasa malu sikap keluarganya berbanding terbalik dengan sikap Keluarga Dania. Rasa bersalah semakin memenuhi hati Riki. Ketika Riki tak bisa melakukan apapun untuk melindungi Dania.

*

*

*

Dania hanya tersenyum.

Meskipun Dania merasa sakit hati, Ia tak mau melampiaskan pada Riki yang sama sekali tak bersalah. Kali ini Dania masih bisa bersabar. Akankah Dania mampu menghadapi hinaan keluarga Riki?

Dania berusaha menutup matanya yang sembab. Pak Burhan sedang menyiapkan arang di halaman.

" Hai Yah, kering semua? "

Tanya Dania melihat Pak Burhan sedang menjemur arang dibawah terik matahari.

" Iya ini. Mumpung musim kemarau. Ayah mau simpan yang banyak. Kamu kok pulang sendiri? Habis darimana?" Tanya Pak Burhan tanpa rasa curiga.

" Tadi Dania cari sesuatu buat besok Yah, Riki tadi pulang, soalnya Neneknya datang. Dania masuk dulu ya yah!" Dania berhasil menyembunyikan matanya itu, masuk ke kamar dan istirahat.

" Yah, kok Ibu kaya denger suara Dania? " Tanya Ibu Melati ketika didalam kamar mandi.

" Iya Bu, baru aja masuk." Jawab Pak Burhan tanpa menatap.

Ibu Melati membantu suaminya untuk memasukkan arang didalam karung. Bunyi presto di dapur juga nyaring terdengar. Ibu Melati sedang mengungkep ayam menjadi tulang lunak.

*

Luna mulai merasa bosan. Ia mulai rindu dengan Riki. Kemarin Riki tak datang ke Kantor.

" Pasti Riki shock ditinggal Mamanya lagi. Aku datang kerumahnya aja deh." Luna berencana menemui Riki dirumahnya. Dia juga membawa buah tangan beruba camilan sehat.

" Mau kemana Sayang?" Tanya Rossi melihat putrinya berdandan cantik.

" Mau kerumah Riki Ma," ucap Luna manja.

" Wahh. Perhatian banget sih anak Mama. Hati-hati ya! Pasti sekarang Riki lagi butuh dukungan Kamu." Ucap Rossi mendukung Luna.

Luna semakin bersemangat menuju rumah Riki.

*

Dari pagi buta Siska belum beristirahat bahkan untuk mengatur nafas saja butuh waktu.

" Sial, karena Nenek tua itu Aku dari pagi kerja terus."

Semenjak Nani datang Siska mulai mencari muka, Siska bersikap seolah rajin bekerja dan bersih-bersih. Padahal itu hanyalah akal bulusnya agar Nani tak mengusir dirinya.

Baru saja Siska duduk di sofa terdengar suara bell berbunyi.

" Siapa lagi sih?" Decis Siska memaksa dirinya berdiri walaupun enggan rasanya.

" Eh siapa Dia?" Siska melihat wajah asing berdiri didepan gerbang utama. Siska menekan tombol otomatis agar pintu gerbang terbuka.

Luna melihat pintu gerbang dibuka kembali masuk kedalam mobil dan memasukkan mobilnya ke halaman.

" Siapa Sis? " Tanya Nani mendengar suara mobil datang??

Siska tak tahu ketika menjawab, bahkan baru sekali ini Dia bertemu dengan Luna.

" Selamat Siang Nek?"

" Maaf Kamu siapa ya?"

Nani memandang Luna dari ujung kaki sampai kepala, kemudian terhenti pada wajah yang membuat Nani tertarik untuk mengetahui siapa gadis ini.

To be continued....

1
Anis Rohayati
bagus dania tegas jangan menye2 mls aku liat nya
Anis Rohayati
jiji sma si riki ka
Adiva Embun
terima kasih Kaka. selalu setia
Anis Rohayati
jujur aku lebih suka diana dan dion ka cocok skli 😍😍😍😍
Anis Rohayati
diana menye2 ngapain sedih Karna si riki keluarga kmu udh di injek2 harga diri nya diana harus nya tegas
tuan angkasa
semangat up thor
tuan angkasa
smngt up. thor
tuan angkasa
semangat up thor, mampir ya:)
Anis Rohayati
dion Dania 😍😍😍😍
Adiva Embun
tabok aja kak pake sendal kayu
Rina ratnasari
mulai beraksi ulet bulu 😡 kesel jd ny
Anis Rohayati
hadeh nambah lagi si jalng luna udh dania tinggalin aja si riki kurang tegas lembek mls aku
Adiva Embun
kasian ya Riki gak ada yang dukung. mamanya juga pergi lagi
Anis Rohayati
udh riki kmu tinggalin keluarga ga adab itu Ayah nenek Smaa aja bikin jiji
Adiva Embun
hehe iya sih. tpi baca lanjutannya deh kak. Pasti kalo jadi Riki pilih Dania juga sih
Winter Flower
semangat ~💜
Winter Flower
kalo di dunia nyata nggak boleh ya, orang tua no 2 setelah Allah.🤭
Anis Rohayati
serrrruuu bgttt ka uppp yang bnyk 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Adiva Embun: siap kak terimakasih banyak
total 1 replies
Muh Fahlan
masih nyimak
Adiva Embun: maksih kakak
total 1 replies
Anis Rohayati
riki dania 😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!