Yuki, anak SMA yang mungkin kurang beruntung. Hidup hanya berdua dengan sang kakek.
Kedua orang tuanya meninggal saat ia masih kecil. sejak saat itu ia dibesarkan oleh kakek semata.
Di sekolah pun dia selalu di rundung teman sekelasnya karena dia anak miskin. suatu saat sepulang sekolah dia mendapati sang kakek tergeletak di ruang tamu rumahnya.
Hancur sudah harapan hidup Yuki. kini dia tinggal sebatang kara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Strongest power
"Pakai saja tiket ini, saya akan merasa senang jika anda mau memakai tiket saya" ucap Kenn.
Dari tadi ternyata sudah memperhatikan Akio dari jauh. sepertinya dia menyadari kalau Akio tidak kebagian tiket untuk ikut serta dalam turnamen Strongest power.
"Bukankah mereka yang kita temui di hutan korosi waktu itu" Sena menyadari kalau gerombolan itu kenalannya.
"Apa maksudmu Kenn? " Rose heran kenapa Kenn menawarkan tiketnya untuk pria bertopeng itu.
"Tidak apa apa apa... " sahut Kenn.
"Apa maksudmu, jika kau berikan pada mereka. kau tidak akan ikut serta" Luki sedikit emosi.
"Kalian lihat saja, betapa kuatnya pria itu. aku pastikan kalau dia akan menjuarai turnamen kali ini" ucap Kenn meyakinkan teman temannya.
"Jika itu keputusanmu, kita hanya bisa percaya padamu" ucap Lilia mengakhiri perdebatan.
"Terimakasih.. "
"Benarkah? aku sangat berterimakasih jika itu membuatmu senang" sahut Akio mendekati mereka.
"Hampir saja, kami sangat berterimakasih pada kalian. tuan kami pasti tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini" ucap Sena kembali bersemangat.
"Tentu saja, saya yakin anda pasti bisa menjuarai turnamen ini. tapi, anda tetap harus waspada pada ras iblis"
"Selain licik, mereka juga sangat kuat. tentu saya tidak meremehkan anda"
"Terimakasih atas sarannya. kalau begitu, kami permisi dulu" ucap Akio kembali ke tempat pendaftaran.
"Saya mau mendaftar" Akio menyodorkan tiket yang di beri Kenn.
"Baiklah.. mana kartu Identitasmu, untuk pengisian data" ucap penjaga.
"Tolong untuk menulis nama saya dengan Superior" pinta Akio pada penjaga.
"Baik tuan... "
***
Setelah mengisi data pendaftaran Akio berkeliling di kota Deluxe.
"Apa tuan tidak menyadarinya? " bisik Yumi pada Akio.
"Memangnya ada apa? aku tidak melihat hal aneh di sini"
"Lihat, mengapa banyak orang memakai topeng yang mirip seperti yang anda pakai" jelas Sena.
"Benar.. aku baru menyadari ini. mungkin topeng kelinci ini sedang populer"
"Topeng anda terlihat sedikit kusam, apa anda tidak ingin menggantinya? " ucap Karin memandangi topeng Akio.
"Ayo ke sana, topeng di sana terlihat bagus bagus" Yumi menggandeng Akio berjalan menuju penjual topeng di tepi jalan.
"Ini tuan, topeng ini terlihat sangat lucu" tunjuk Yumi pada topeng berwajah rubah.
"Dia terlihat sangat bahagia. lagipula, topeng ini juga sudah kusam" gumam Akio memandangi Yumi.
"Baiklah aku ambil yang ini tuan" ucap Akio pada penjual.
"Apakah anda tidak mau yang ini. topeng yang seperti anda pakai ini adalah yang terpopuler akhir akhir ini tuan" ucap penjual menyodorkan topeng persis yang Akio pakai.
"Kenapa topeng ini sangat populer? " sahut Sena.
"Karena baru baru ini ramai ada seorang petualang hebat yang mampu menaklukkan Naga api di hutan kota Leonard.
"Dan kabarnya petualang itu memakai topeng persis yang Anda pakai" imbuh penjual topeng tadi.
"Apa? Naga api? petualang hebat mana yang bisa menaklukkannya? " ucap Karin, penasaran.
Mata Yumi melirik Akio memberitahu pada Sena dan Karin bahwa petualang itu adalah orang yang ada di depannya.
"Hah??? tuan Aki.... "
Sesegera mungkin Akio menutup mulut Karin dan Sena. hampir kebablasan mengucap nama Akio.
Karin tersipu malu, tangan Akio menyentuh bibir Karin. lain dengan Karin, Sena malah kesenangan.
Akio segera membayar topeng pilihan Yumi tadi dan segera pergi dari tempat itu.
"Keputusan yang baik, Yumi mengganti topeng kelinci ini dengan rubah" ucap Akio.
"Te terimakasih tuan... " Yumi merasa senang, Akio memujinya.
"Tuan, baju anda juga sebaiknya di ganti, untuk menyembunyikan identitas anda yang sangat menakutkan itu" ucap Sena, masih terpikirkan Akio yang menaklukkan Naga api.
"Bagaimana kamu bisa tahu Yumi, bukankah aku belum pernah memberitahumu sebelumnya"
"Apa anda sudah lupa, bukankah dulu anda membicarakan tentang Naga itu pada raja Leonard dan saya ada di sana" jelas Yumi.
"Oh iya, aku baru ingat. hehehe" Ucap Akio setelah mengingatnya kembali.
"Ayo tuan, sepertinya toko ini sangat populer" ucap Sena melihat orang keluar masuk di toko pakaian.
"Baiklah terserah kau saja" Akio mengikuti Sena tak mau membuat Sena kecewa.
"Yumi, baju ini sangat cocok untukmu, terlihat lucu"
"Be benarkah tuan.. " ucap Yumi, segera mengambil baju yang di gantung dan memeluknya. dia langsung menjatuhkan pilihan pada baju yang di tunjuk Akio tadi.
"Apa ini bagus tuan" ucap Sena menenteng baju minta pendapat Akio.
"Sangat cocok denganmu, warna merah hitam dipadukan kulit putihmu membuatmu terlihat sangat cantik"
"Benarkah?? " Sena tersipu malu.
"Tentu saja"
Pujian Akio membuat Sena sangat bahagia.
"Kenapa kamu tidak memilih baju? apa tidak ada yang cocok denganmu? " tanya Akio pada Karin. hanya berdiam diri dari tadi.
"Ti tidak tuan, aku merasa bajuku masih bagus"
"Hmm atau mungkin baju di sini terlalu murah untuk putri Ratu sepertimu? " ucap Akio menggoda Karin.
"Ti tidak tuan... bukan itu maksud saya" Karin gelagapan.
"Kalau begitu, kamu coba yang ini"
"Ba baik tuan, saya yang ini saja" Karin langsung mengambil baju yang di sodorkan Akio.
Setelah semua dapat baju baru, mereka kemudian membayar dan pergi keluar dari toko pakaian itu.
"Kita sekarang adalah keluarga. jadi, kalau kita lapar satu, harus makan semua. begitu juga dengan barang, beli satu beli semua. dan sudah kewajiban kita untuk saling menjaga" ucap Akio setelah keluar dari toko.
"Baik tuan"
Karin terpesona mendengar kebijaksanaan keluar dari mulut Akio. membuat Karin semakin menyukai Akio.
"Ayo Karin... kenapa kamu masih di situ" teriak Sena pada Karin yang tertinggal di belakang mereka.
"Ba baik.... " teriak Karin berjalan mendekat.
Kini tampilan Akio semakin misterius, karena dia tadi memilih jubah hitam bak perampok di di malam hari. apalagi di tambah topeng rubah yang begitu imut. tak akan banyak orang yang akan mengenalinya mulai sekarang.
"Sebaiknya kita kembali ke guild terlebih dahulu. karena turnamen juga masih lama" ucap Akio.
"Baik tuan"
Akio langsung menggunakan teleportasi ke kota Trafford sekejap mata.
"Silakan masuk.. Eh.. apa ini Akio? " sapa Lusi.
Lusi menyadari Akio karena tiga wanita yang berada di sampingnya tidak asing di mata Lusi. meskipun semua menggunakan bajau baru.
"Apa penyamaranku terlalu buruk, hingga kak Lusi sangat cepat menyadarinya" sahut Akio.
"Bukan begitu... aku hampir tak mengenalimu. jika bukan karena mereka berada di sampingmu. aku tidak akan menyadari kalau yang ada di balik topeng ini adalah Akio"
"Hehehe.. benar. aku mengubah penampilanku setelah sampai di kota Deluxe. di sana sedang populer topeng berbentuk kelinci seperti milikku sebelumnya"
"Tentu saja, pria bertopeng yang menaklukkan raja Naga api neraka sudah jadi perbincangan sejak kejadian di hutan Leonard dulu" jelas Lusi.
"Itulah alasanku mengubah topeng ini. tentu saja ini juga topeng pilihan Yumi" jelas Akio, kembali memuji Yumi.